cover
Contact Name
Malida Fatimah
Contact Email
dinamikapsikologis@mercubuana-yogya.ac.id
Phone
+62881023174907
Journal Mail Official
dinamikapsikologis@mercubuana-yogya.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/JurnalDinamikaPsikologi/about/editorialTeam
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis
ISSN : -     EISSN : 30638216     DOI : https://doi.org/10.26486/jdp.v1i1.3883
Core Subject : Science,
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Universitas Mercu Buana Yogyakarta adalah Jurnal akses terbuka untuk penyebaran informasi review metaanalisa, referensi keilmuwan, dan pengembangan empiris dalam beberapa macam aspek psikologi, dengan minat khusus pengembangan kekhasan pemahaman dinamika psikologi dalam ilmu perilaku di konteks masing-masing subjek dan lingkungan penelitian. Target audiens utama jurnal ini adalah akademisi, mahasiswa pascasarjana, ilmuwan psikologi, dan profesional lainnya dengan minat dalam psikologi. Dinamika Psikologis menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Fokus dan Scope Jurnal psikologi mengundang manuskrip di bidang : Psikologi Industri dan Organisasi Psikologi Pendidikan Psikologi Perkembangan Psikologi Kognitif Psikologi Sosial Psikologi Klinis Target audiens utama jurnal ini adalah akademisi, mahasiswa pascasarjana, ilmuwan psikologi, dan profesional lainnya dengan minat dalam psikologi. Proses Peer Review
Articles 43 Documents
Benarkah Dukungan Sosial dan Resiliensi Berpengaruh Pada Keterikatan Kerja Karyawan? Adityarahman Nuswantoro; Alimatus Sahrah; Nina Fitriana; Netty Widiastuti
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i2.4259

Abstract

Karyawan yang merasa terikat dengan perusahaan dapat memunculkan perasaan dan perilaku positif saat bekerja, sehingga keterikatan kerja sangat penting untuk dimiliki oleh setiap karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) hubungan dukungan sosial dan resiliensi dengan keterikatan kerja pada karyawan di bidang jasa pelayanan tumbuh kembang anak; 2) hubungan dukungan sosial dengan keterikatan kerja pada karyawan di bidang jasa pelayanan tumbuh kembang anak; 3) hubungan resiliensi dengan keterikatan kerja pada karyawan di bidang jasa pelayanan tumbuh kembang anak. Partisipan penelitian ini yaitu 62 karyawan dari tiga tempat yang melayani jasa pelayanan tumbuh kembang anak di Yogyakarta. Data dikumpulkan mnggunakan Multidimentional Scale of Perceived Social Support, The Connor Davidson Resilience Scale, dan The Utrecht Work Engangement Scale. Data dianalisis dengan teknik regresi berganda. Temuan akhir dari penelitian ini menujukkan bahwa dukungan sosial dan resiliensi secara bersama-sama dapat mempengaruhi keterikatan kerja pada karyawan. Kata Kunci:  dukungan sosial, keterikatan kerja, resiliensi
PERSEPSI KEAMANAN MAHASISWA PERANTAUAN TERHADAP KRIMINALITAS DI BANDA ACEH Cindy Pratiwi; Intan Mutia; Fayza Ramulan; Muhammad Syah Reza; Ayu Cahya Ningsih; Irin Riamanda
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4261

Abstract

Abstrak: Mahasiswa perantauan seringkali menghadapi tantangan unik terkait keamanan di lingkungan baru, seperti adaptasi dengan dinamika keamanan setempat, ancaman kejahatan jalanan, dan kekhawatiran tentang keamanan pribadi. Melihat fenomena kriminalitas di Banda Aceh dan dampaknya terhadap persepsi keamanan, penting untuk memahami bagaimana mahasiswa perantauan menginterpretasikan persepsi keamanan mereka di kota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa perantauan dalam menghadapi kriminalitas di lingkungan baru mereka dan bagaimana mereka menafsirkan keamanan di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Prosedur pengambilan responden menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah partisipan lima orang. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara (indepth interview) kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis naratif oleh Creswell (2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi dalam pengalaman dan persepsi keamanan terhadap kriminalitas di Banda Aceh. Terdapat perbedaan dalam pengalaman tinggal sendiri di antara narasumber, namun penilaian risiko mereka cenderung sama, yaitu menganggap Banda Aceh lebih aman dibandingkan wilayah lain yang pernah mereka kunjungi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai persepsi keamanan mahasiswa terhadap kriminalitas di Banda Aceh dan menjadi bahan evaluasi bagi aparat setempat untuk mempertahankan serta meningkatkan jaminan keamanan kota Banda Aceh. Kata kunci: Persepsi keamanan, kriminalitas, mahasiswa perantauan, Banda Aceh Abstract: Overseas students often face unique security-related challenges in a new environment, such as adaptation to local security dynamics, the threat of street crime, and concerns about personal safety. Given the phenomenon of criminality in Banda Aceh and its impact on perceptions of security, it is important to understand how overseas students interpret their perceptions of security in the city. This study aims to explore the experiences of overseas students in dealing with criminality in their new environment and how they interpret security in Banda Aceh. This research used a qualitative approach with a narrative method. The procedure for selecting respondents used a purposive sampling technique with a total of five participants. The research data were collected through interviews (in depth interviews) and then analyzed using narrative analysis techniques by Creswell (2023). The results showed that there were variations in experiences and perceptions of security against crime in Banda Aceh. There were differences in the experience of living alone among the interviewees, but their risk assessment tended to be the same, which considered Banda Aceh safer than other areas they had visited. The results of this study are expected to provide information about student security perceptions of crime in Banda Aceh and become an evaluation material for local officials to maintain and improve the security guarantee of the city of Banda Aceh. Keywords: Perceived security, crime, students, overseas, Banda Aceh
OPTIMISME DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA PESERTA MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA (MBKM) Yunita Dwi Rahmawati; Narastri Insan Utami
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i2.4264

Abstract

Program kampus merdeka atau MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan skill dan minatnya agar siap bersaing di dunia kerja. Namun, dalam mengikuti program tersebut mahasiswa mengalami beberapa hambatan yang dapat mengganggunya, seperti kesulitan beradaptasi di lingkungan yang baru, keterlambatan dalam memasukkan nilai konversi, dan manajemen waktu yang kurang baik sehingga dari hambatan tersebut, apabila mahasiswa mengalami tekanan dari hambatan yang dialami kemudian menumpuk maka hal ini dapat menimbulkan stres atau biasa disebut dengan stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan stres akademik pada mahasiswa peserta MBKM. Penelitian ini menghipotesiskan adanya hubungan yang negatif antara optimisme dengan stres akademik pada mahasiswa peserta MBKM. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian melibatkan 122 mahasiswa peserta MBKM yang berusia 20 hingga 24 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Stres Akademik dan Skala Optimisme. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = -0,350 dengan p = 0,000 (p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif antara optimisme dengan stres akademik pada mahasiswa peserta MBKM. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,123, menunjukkan bahwa optimisme memberikan kontribusi sebesar 12,3% terhadap stres akademik, dan 87,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: MBKM, mahasiswa peserta MBKM, stres akademik, optimisme
DINAMIKA PSIKOLOGIS PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN Alya Fatimah; Ratih Eka Pertiwi
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i2.4269

Abstract

Kehamilan biasanya terjadi pada wanita dewasa yang sudah menikah ketika mereka merasa bahwa perkembangan fisik dan psikologisnya sudah cukup untuk mengambil peran baru sebagai seorang ibu dengan semua tanggung jawab yang melekat padanya. Fenomena kehamilan tidak diinginkan pada remaja perempuan mengakibatkan beragam dampak pada remaja perempuan itu sendiri maupun relasi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika psikologis remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan akibat hubungan seksual pranikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Keabsahan data dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi metode dan triangulasi antar-peneliti. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dan sedang mengajukan permohonan dispensasi kawin di pengadilan agama. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika psikologis yang kompleks pada subjek. Selain mengalami berbagai emosi seperti kaget, ketakutan, kecemasan, penyesalan, frustasi, kesedihan, dan satu dari tiga subjek mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, subjek juga menunjukkan pola pikir yang cenderung negatif, seringkali menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang terjadi. Pemikiran dan perasaan negatif ini mendorong subjek untuk berperilaku pasif terhadap kondisi kehamilan. Meski demikian, ada keinginan untuk dapat beradaptasi dengan peran baru sebagai calon ibu dengan dukungan keluarga dekat dan calon suami. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi konselor atau pendamping remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan. Pendampingan dapat dilakukan melalui program kerjasama lintas Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) misalnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pendampingan kesehatan dan psikologis bagi remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan, misalnya melalui program Puspaga, PIK-R, atau Posyandu. Kata Kunci: dinamika psikologis, kehamilan tidak diinginkan, remaja perempuan, seks pranikah
Pelatihan Kebermaknaan Kerja Untuk Meningkatkan Work Engagement Pada Perawat Rumah Sakit X Miranda Hiskia; Reny Yuniasanti
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i2.4450

Abstract

Abstrak Memberikan perawatan pasien yang luar biasa oleh perawat yang terlibat kemungkinan akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit. Perawat rumah sakit yang tidak termotivasi kurang menyenangkan bagi pasien, sehingga menimbulkan keluhan. Pelatihan kerja yang relevan dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. Penelitian ini meneliti bagaimana pelatihan kerja yang relevan memengaruhi kepuasan kerja perawat Rumah Sakit X. Penelitian ini meneliti apakah pelatihan kerja yang relevan meningkatkan keterlibatan perawat Rumah Sakit X. Perawat rawat inap Rumah Sakit X dipisahkan antara kelompok eksperimen dan kontrol untuk penyelidikan ini. Kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing mencakup 10 orang. Individu dalam penelitian ini memiliki gelar keperawatan minimal D3, bekerja setidaknya selama 2 tahun, dan memiliki keterlibatan kerja sedang dan rendah berdasarkan skor pra-tes. Kontrol pra-tes pasca-tes digunakan dalam penyelidikan ini. Penelitian ini menggunakan skala keterlibatan kerja reliabilitas 0,93 untuk mengumpulkan data. Studi menemukan bahwa kebermaknaan pelatihan kerja meningkatkan keterlibatan kerja pada perawat rawat inap Rumah Sakit X. Selain itu, uji Mann-Whitney mengungkapkan nilai Z sebesar -3,791 dengan signifikansi 0,000 (p <0,05). Nilai posttest rata-rata 37,4 dibandingkan dengan pretest 22,1. Skor Work Engagement posttest kelompok kontrol dan eksperimen bervariasi. Skor kelompok eksperimen 15,50, sedangkan skor kelompok kontrol 5,50. Sebagai kesimpulan, kelompok eksperimen memiliki skor work engagement yang lebih besar daripada kelompok kontrol. Perbedaan rata-rata adalah 10,5. Temuan uji Wilcoxon mengungkapkan nilai Z sebesar -2,810 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05). Keterikatan kerja kelompok eksperimen berubah sebelum dan sesudah kebermaknaan pelatihan kerja. Studi ini diharapkan dapat membantu perawat meningkatkan keterikatan kerja dan menginspirasi penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: pelatihan kebermaknaan kerja, perawat, work engagement Abstract Providing outstanding patient care by engaged nurses is likely to boost public confidence in hospitals. Unmotivated hospital nurses are less pleasant to patients, resulting in complaints. Relevant job training may boost employee engagement. This research examined how relevant work training affects Hospital X nurses' job satisfaction. This research examines whether relevant job training improves Hospital X nurses' engagement. Hospital X inpatient nurses were separated between experimental and control groups for this investigation. The experimental and control groups each included 10 persons. The individuals in this research had a minimum D3 nursing degree, worked for at least 2 years, and had medium and low work engagement based on pretest scores. Pre-test post-test control was employed in this investigation. This research used a 0.93-reliability work engagement scale to gather data. Study found that meaningfulness of job training increased work engagement in Hospital X inpatient nurses. Additionally, the Mann-Whitney test revealed a Z value of -3.791 with a significance of 0.000 (p <0.05). Posttest values ​​averaged 37.4 compared to 22.1 pretest. The posttest Work Engagement scores of the control and experimental groups vary. Experimental group scores 15.50, while control group scores 5.50. In conclusion, the experimental group had a greater work engagement score than the control group. Average difference is 10.5. Wilcoxon test findings revealed a Z value of -2.810 with a significance of 0.005 (p <0.05). The experimental group's work engagement changes before and after meaningfulness of job training. This study should help nurses enhance job engagement and inspire further research. Keyword: engagement, meaningfulness, training, work
MEKANISME KELEBIHAN BEBAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KELELAHAN MEDIA SOSIAL, EFIKASI DIRI, KESEHATAN DAN KECEMASAN Yogi Pratama; Pajri Ramadhan
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/9wb3db27

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak kelebihan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental, khususnya kecemasan dan efikasi diri kesehatan. Sampel penelitian terdiri dari 125 pengguna media sosial dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kerangka Stressor–Strain–Outcome (SSO). Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang mengukur enam variabel utama yaitu information overload, communication overload, social overload, social media fatigue, anxiety, dan health self-efficacy. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa information overload, communication overload, dan social overload berpengaruh positif signifikan terhadap social media fatigue. Selanjutnya, social media fatigue berdampak pada peningkatan tingkat kecemasan dan penurunan efikasi diri kesehatan. Selain itu, ditemukan bahwa social media fatigue memediasi pengaruh information overload terhadap kecemasan, serta memediasi pengaruh information overload, communication overload, dan social overload terhadap efikasi diri kesehatan. Studi ini memberikan wawasan penting mengenai mekanisme psikologis di balik pengalaman kelebihan media sosial dan implikasinya terhadap kesejahteraan mental. Kata Kunci: Anxiety, Communication overload, Health self-efficacy, Information overload, Social overload, Social media fatigue
ANALISIS TEKNIK TIME OUT DALAM MENGONTROL EMOSI ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD): STUDI KASUS DI RUMAH LAYANAN AUTISM KOTA SEMARANG Dewi Nabela Sofya El-Fikri; Tri Wahyuni Timurwati; Lucky Ade Sessiani; Wening Wihartati; Tri Hening Asgyantini
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i2.4649

Abstract

Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) sering mengalami kesulitan regulasi emosi yang menampakkan diri dalam perilaku agresif, sehingga diperlukan intervensi behavioral yang tepat seperti teknik time out. Penelitian studi kasus ini menganalisis efektivitas teknik time out dalam mengontrol emosi anak ASD di Rumah Layanan Autis Kota Semarang. Partisipan adalah anak laki-laki berusia 8 tahun 5 bulan dengan diagnosis ASD. Data dikumpulkan melalui observasi, anamnesis, dan psikotes dengan analisis kualitatif deskriptif. Hasil asesmen dengan menggunakan alat ukur CARS menunjukkan skor 34 (autis tingkat sedang). Penerapan teknik time out berhasil menurunkan frekuensi perilaku agresif secara signifikan seperti memukul meja atau membanting barang dari 5-6 kali menjadi 2-3 kali per sesi, dan memukul orang sekitar dari 4-5 kali menjadi 1-2 kali per sesi. Klien juga menunjukkan perkembangan komunikasi dengan memahami kosakata baru dalam bahasa Indonesia. Kombinasi non-exclusionary time out untuk perilaku agresif ringan-sedang dan isolation time out untuk perilaku berbahaya terbukti efektif dalam memberikan struktur pembelajaran dan mengontrol emosi pada anak ASD dengan komorbiditas epilepsi. Kata Kunci: Autism Spectrum Disorder, Teknik time out, Emosi
KESEIMBANGAN PEKERJAAN-KELUARGA DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI BEKERJA Syifa Salsabila; Maya Khairani; Kartika Sari; Zaujatul Amna
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4723

Abstract

Istri yang bekerja menjadi salah satu isu dalam rumah tangga yang berpotensi menimbulkan konflik dan dapat menyebabkan ketidakpuasan dalam pernikahan. Oleh karena itu dibutuhkan strategi dalam menyeimbangkan karier dan keluarga agar terbentuk keharmonisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi keseimbangan pekerjaan-keluarga dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Penelitian korelasional ini menggunakan Work-Family Balance Scale dan ENRICH Marital Satisfaction Scale untuk mengumpulkan data. Sebanyak 101 istri yang bekerja terlibat dalam penelitian dengan kriteria berstatus menikah, berusia 20-40 tahun, memiliki anak, bekerja lima hari dalam satu minggu dan delapan jam dalam sehari. Pemilihan partisipan dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik pemilihan sampel purposif. Data kemudian dianalisis dengan teknik korelasi Spearman Rho melalui aplikasi JASP 0.16.4.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan korelasi positif dan signifikan antara keseimbangan pekerjaan-keluarga dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Kata Kunci: keseimbangan pekerjaan-keluarga, kepuasan pernikahan, istri yang bekerja
HOPELESSNESS DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN TUGAS AKHIR Devi Helmalia Putri; Santi Esterlita Purnamasari
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4756

Abstract

Abstrak Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir banyak mengalami hambatan yang dapat memicu kondisi terpuruk, namun harus segera bangkit karena tugas akhir harus diselesaikan untuk menyelesaikan pendidikannya. Bangkit dari keterpurukan disebut dengan resiliensi dan untuk berhasilnya hal tersebut maka dibutuhkan hopelessness yang rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji hubungan antara hopelessness dengan resiliensi pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. harapannya dari hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui secara pasti bagaimana hubungan hopelessness dengan resiliensi. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negative.  Partisipan terdiri dari 214 mahasiswa berusia 18-25 tahun dari beberapa program studi dan universitas di Indonesia, dengan 84,6% Perempuan dan 15,4% laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan skala resiliensi (Resilience Quotient (RQ)) dengan reliabilitas sebesar 0,856 dan skala hopelessness (Beck Hopelessness Scale) dengan reliabilitas sebesar 0,855. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis statistic korelasi product moment yang hasilnya Hasil menunjukkan antara hubungan negative dan signifikan dengan resiliensi (rxy=-0,725 (p<0,01)),artinya  bahwa  semakin tinggi tingkat hopelessness maka cenderung semakin rendah tingkat resiliensi mahasiswa, sebaliknya jika semakin rendah resiliensi maka cenderung semakin tinggi hopelessness pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir.   Kata Kunci: Hopelessness, Mahasiswa, Resiliensi   Abstract Final year students who are preparing their final assignments often face obstacles that can trigger a depressed state, but they must immediately recover because the final assignment must be completed to complete their education. Rising from adversity is called resilience, and to succeed, low hopelessness is needed. The purpose of this study is to examine the relationship between hopelessness and resilience in students who are working on their final assignments. It is hoped that the results of the study can be known precisely how hopelessness relates to resilience. Based on this description, the proposed hypothesis is that there is a negative relationship. Participants consisted of 214 students aged 18-25 years from several study programs and universities in Indonesia, with 84.6% female and 15.4% male. The data collection technique used a resilience scale (Resilience Quentient (RQ))) with a reliability of 0.856 and a hopelessness scale (Beck Hopelessness Scale) with a reliability of 0.855. Hypothesis testing in this study used the product moment correlation statistical analysis method, the results of which showed a negative and significant relationship with resilience (rxy = -0.725 (p <0.01)), meaning that the higher the level of hopelessness, the lower the level of student resilience, conversely, the lower the resilience, the higher the hopelessness in students who are working on their final assignment. Keywords: : Hopelessness, Students, Resilience
KESEPIAN DAN IDE BUNUH DIRI PADA MAHASISWA BROKEN HOME Eka Agustin Yulistiyah; Metty Verasari
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4798

Abstract

Mahasiswa yang berasal dari keluarga broken home cenderung mengalami permasalahan yang beragam, baik pada kehidupan maupun pada bidang akademik. Risiko dari permasalahan tersebut menyebabkan mahasiswa broken home sering merasa kesepian dan memerlukan perhatian lebih, dikarenakan adanya risiko permasalahan yang dapat berujung pada depresi hingga ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Menggunakan subjek penelitian yaitu 107 mahasiswa broken home dengan rentang usia 18-25 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Skala yang digunakan adalah Scale for Suicide Ideation (SSI) dan UCLA Loneliness Scale (Version 3). Menggunakan teknik analisis data korelasi product moment dengan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (rxy) = 0,303 dengan p = 0,002 (p = < 0,050) yang diartikan bahwa hipotesis yang dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Didapatkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,092 yang berarti variabel kesepian berkontribusi sebesar 9,2% terhadap ide bunuh diri dan sisanya sebesar 90,8% dipengaruhi variabel eksternal. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat ide bunuh diri dan dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kesehatan mental pada mahasiswa broken home, serta digunakan oleh tenaga profesional dan lembaga pendidikan untuk merancang program pendampingan dan intervensi yang tepat guna mencegah risiko tersebut. Kata kunci: Mahasiswa broken home, kesepian, ide bunuh diri