cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER Cut Zahri Harun
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 3 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.753 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.2752

Abstract

Abstrak: Era globalisasi membawa dampak, baik dampak positif maupun negatif dalam kehidupansemua orang termasuk dalam keluarga. Keluarga memunyai peranan yang besar dalam membentukkarakter anak karena waktu yang dimiliki anak semua bersama keluarga. Namun demikian, pemerintah perlu memasukkan pendidikan karakter dalam kurikulum, baik secara implisit, maupuneksplisit. Oleh karena itu, Kurikulum 2013 kembali dirancang berbasis kompetensi dan karakter.Walaupun peranan keluarga sangat besar, sekolah dalam hal ini guru, harus juga lebih berperandalam memberikan pendidikan karakter kepada peserta didik dalam berbagai kompetensi yangdibelajarkan agar tujuan pendidikan nasional dapat dicapai secara maksimal. Hal ini termaktupdalam kurikulum 2013 yang memungkinkan para guru menilai hasil belajar peserta didik sehingga peserta didik dapat mempersiapkan dirinya melalui penguasaan terhadap sejumlah kompetensi dankarakter tertentu. Kata Kunci: pendidikan karakter, manajemen pendidikan karakter, keluarga, Kurikulum 2013 CHARACTER EDUCATION MANAGEMENT Abstract: The globalization era has brought both positive and negative impacts on the life of everyone,including that in the family. The family has a great role in shaping the children’s character as theyspend most of their time with the family. However, the government needs to include character education in the curriculum, both implicitly or explicitly. Therefore, the 2013 Curriculum was redesignedbased on competence and character. Despite the great role of the family, the school, as represented bythe teachers, must have a greater role in providing character education for the students in variouscompetencies in order that the national education goals can be achieved maximally. It is stated in the2013 Curriculum that teachers can assess the learning results so that the students can prepare themselves through the mastery of a number of compencies and certain character traits. Keywords: character education, character education management, family, the 2013 Curriculum
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN BAHASA DI PG-TPA ALAM USWATUN KHASANAH SLEMAN YOGYAKARTA Ary Kristiyani
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 3 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.451 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.5630

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran bahasa di PG-TPA Alam Uswatun Khasanah Sleman, Yogyakarta. Penelitian menggunakan  desain studi kasus menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi  peran  serta, sedangkan fokus studi pada sekolah, yakni play group. Data yang diperoleh berupa catatan lapangan dan draf wawancara. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran bahasa pada anak usia 2-5 tahun dilaksanakan secara terintegrasi dan berjenjang sesuai usia anak. Pembelajaran bahasa secara terintegrasi, yaitu menyimak, berbicara, dan  membaca. Pendidikan karakter yang diinginkan adalah membangun kemandirian anak, peka terhadap lingkungan, cinta budaya, dan pembelajaran yang kontekstual. Pembelajaran ditekankan pada pembelajaran yang kontekstual. Anak diajak terlibat langsung dalam tema-tema pembelajaran. Pelibatan anak secara langsung menjadi cara untuk menanamkan pendidikan karakter. Pada diri anak ditunjukkan bagaimana mensyukuri nikmat Tuhan dengan mengenal alam sekitar, menghargai orang lain, menyayangi sesama, perhatian, berani, disiplin, patuh, tanggung jawab, dan sopan.   Kata Kunci: pendidikan karakter, pembelajaran bahasa THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION IN LANGUAGE TEACHING AND LEARNING IN PG-TPA ALAM USWATUN KHASANAH SLEMAN YOGYAKARTA Abstract: This study aims to describe the implementation of character education in language teaching and learning in PG - TPA Natural Uswatun Khasanah Sleman, Yogyakarta. This study used a case study research design with a qualitative approach. The data were collected through observation of participation or involvement, while the school focus of this study was the play group. The data obtained included field notes and interview drafts. The results indicate the implementation of character education in language teaching and learning in the PG-TPA Uswatun Khasanah at age 2-5 years was carried out in an integrated and graded mode, based on children’s age. The integrated language teaching and learning included listening, speaking, and reading. The character education was intended to develop the child's autonomy, environmental sensitivity, cultural love and contextual learning. The PG-TPA Uswatun Khasanah teaching and learning emphasized contextual learning. Children were involved directly in the learning themes. Involving children directly became a means of implanting character education. Children were shown how to be grateful God’s mercy by learning about nature, respecting, loving, and caring for others, being brave, disciplined, obedient, responsible, and courteous. Keywords: character education, language teaching and learning
PENGEMBANGAN MODUL PENYUSUNAN RPP TEMATIK-INTEGRATIF BERBASIS CHARACTER BUILDING SEBAGAI BAHAN BELAJAR GURU SD Maryani Maryani; Christina Ismaniati
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 6, No. 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.477 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.8617

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul penyusunan RPP tematik-integratif berbasis character building yang layak dan efektif diterapkan sebagai bahan belajar mandiri bagi guru sekolah dasar. Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah yang dikembangkan oleh Borg Gall yang terdiri dari 10 langkah. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah guru-guru kelas sekolah dasar di Gugus II Kecamatan Bambanglipuro Bantul, baik yang belum mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 maupun yang sudah pernah. Jumlah subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 2 orang guru untuk uji lapangan terbatas, 10 orang guru untuk uji coba lapangan utama, dan 36 orang guru untuk uji coba lapangan operasional. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan anekdot. Teknik ana- lisis data menggunakan paired sample test dan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul layak digunakan menurut penilaian ahli materi, ahli media, dan subjek uji coba pada uji coba lapangan terbatas, uji coba lapangan utama, dan uji coba lapangan operasional. Modul juga efektif digunakan sebagai bahan belajar mandiri, baik dari segi pemahaman maupun penerapan. Kata Kunci: modul, RPP, tematik-integratif, character building, belajar mandiri THE DEVELOPMENT OF A MODULE FOR WRITING THEMATIC-INTEGRATIVE LESSON PLANS BASED ON CHARACTER BUILDING AS A LEARNING MATERIAL FOR ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS Abstract: This research aimed at developing a module for writing thematic-integrative lesson plans based on character building appropriate and effective to be applied as an independent learning material for elementary school teachers. This research and development referred to the 10-step procedure developed by Borg Gall. The subjects of the try-out in this research were classroom elementary school teachers of Gugus II in District of Bambanglipuro Bantul, both who had joined the 2013 Curriculum training and who had not, consisting of 2 teachers for the limited try-out, 10 teachers for the main field try-out, and 36 teachers for the operational field try-out. The data collection instruments were questionnaires and anecdotes. The data analysis used the techniques of paired sample test and independent sample t-test with the significance values of 0,05. The results showed that the module was appropriate for use, according to the materials expert, the media expert, and the subjects of limited, main and operational try-outs. The module was also effective for use as teachers’ independent learning materials, both for understanding or application. Keywords: module, lesson plans, thematic-integrative, character building, independent learning
PENGEMBANGAN PERANGKAT IPA BERBASIS KURIKULUM 2013 UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES, KEJUJURAN, DAN TANGGUNG JAWAB Susbiyanto Susbiyanto; Insih Wilujeng
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 7, No. 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.945 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.10735

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kelayakan perangkat pembelajaran IPA berbasis Kurikulum 2013, peningkatan keterampilan proses dasar, karakter kejujuran, dan tanggung jawab peserta didik SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) yang menggunakan model pengembangan Borg Gall (1983). Prosedur penelitian ini meliputi (1) studi pendahuluan; (2) perencanaan; (3) penyusunan produk; (4) validasi produk; (5) revisi dan uji coba; (6) kajian akhir produk; dan (7) diseminasi. Hasil penelitian berupa perangkat pembelajaran IPA berbasis Kurikulum 2013 tema “Suhu Bumiku Meningkat” untuk kelas VII SMP dengan kelayakan produk mendapatkan penilaian dengan kategori sangat baik. Hasil observasi dari ranah keterampilan dan ranah sikap yang diperoleh menunjukan bahwa, selama proses pembelajaran berlangsung perangkat IPA yang dikembangkan mampu meningkatkan keterampilan proses serta mampu menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab bagi peserta didik kelas VII G. Rata-rata perolehan gain skor peserta didik kelas eksperimen 0,32 dengan kategori sedang dan pada kelas kontrol perolehan gain skor 0,26 dengan kategori rendah. Kata Kunci: perangkat IPA, keterampilan proses, kejujuran dan tanggung jawab, Kurikulum 2013
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA: STUDI KASUS UNIVERSITAS NEGERI DI MALAYSIA Zainudin Hassan; Najib Abdul Ghaffar; Mahani Mokhtar
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.994 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1285

Abstract

Abstrak: Malaysia memerlukan sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi kepada pembangunan menuju ke sebuah negara maju. Institusi perguruan tinggi negri berperanan untuk melahirkan tenaga kerja yang terampil. Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia telah melaksanakan kebijakan Pelan Strategik Pengajian Tinggi Negara pada tahun 2007 untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul lulusan universitas. Studi ini dilaksanakan di satu fakultas di sebuah universitas yang dipilih dengan menggunakan desain studi kasus. Metoda kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan riset yang melibatkan sebanyak 560 orang mahasiswa. Statistik deskriptif dan inferensi digunakan untuk menganalisis data kuantitatif. Temuan riset menunjukkan bahwa kemahiran berinteraksi mendapatkan nilai yang paling tinggi menurut mahasiswa berbanding dengan bagian ilmu pengetahuan dan pribadi. Kajian juga menunjukkan pembangunan sumber daya manusia adalah sejajar dengan pendidikan yang diperoleh mahasiswa di universitas. Implikasi studi menjelaskan bahwa mahasiswa perlu melibatkan diri dalam berbagai aktivitas di universitas supaya mendapat segala ilmu dan pengalaman sebelum melangkah ke dunia kerja. Kata Kunci: sumber daya manusia, tenaga kerja, dunia kerja HUMAN
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN SISWA KELAS V SD Abiy Risabethe; Budi Astuti
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.922 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i1.15498

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berupa video animasi yang layak dan untuk meningkatkan motivasi belajar dan karakter semangat kebangsaan siswa kelas V sekolah dasar se-Kecamatan Piyungan, Bantul. Penelitian dan Pengembangan (RD) ini menggunakan langkah-langkah pengembangan menurut Borg Gall, tetapi desain pengembangan video animasi hanya meliputi 9 langkah, yaitu (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba lapangan utama, (7) revisi produk, (8) uji coba lapangan operasional, dan (9) revisi produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi ini layak digunakan menurut ahli materi dan ahli media dengan kategori “baik”. Produk yang dikembangkan juga terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar dan karakter semangat kebangsaan siswa kelas V SD se-Kecamatan Piyungan Bantul. Rata-rata skor motivasi belajar dan karakter semangat kebangsaan pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Kata Kunci : media, video animasi, motivasi belajar, karakter, semangat kebangsaan. DEVELOPING LEARNING MEDIA TO ENHANCE THE LEARNING MOTIVATION AND NATIONALISM CHARACTER OF THE 5 GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOLS Abstract: This research aims to produce an animation video media that is feasible and effective for increasing the learning motivation and nationalism character of the 5 grade students of elementary schools in Kecamatan Piyungan, Bantul. This research is a research and development study from Borg Gall model, but the design of an animation video consists of only nine steps, including (1) information collection, (2) planning, (3) preliminary product development, (4) preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, (7) operational product revision, (8) operational field testing, and (9) final product revision. The results are as follows the developed animation video media is fit use according to the material expert and media expert, which is in a “good” category. The developed animation video media is effective for increasing the learning motivation and nationalism character of the 5 grade students of elementary schools in Kecamatan Piyungan, Bantul. The average score of learning motivation and nationalism character in the experimental class which is higher than that of the control class. Keywords: animation video media, learning motivation, nationalism character
INTEGRATING LOCAL CULTURES IN TEACHING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE FOR CHARACTER BUILDING Sukarno .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.853 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1304

Abstract

Abstract: Teaching a language, including English, without contents is meaningless for it consists of merely symbols and grammatical rules. Considering that language is a means of communication, the contents can be the message to be transferred. The contents of teaching English as a foreign language will be more meaningful if they are related to students’ socio-economic cultural backgrounds. It does not mean that it ignores the ideas that teaching a language is also teaching its native speakers’ cultures because a language itself is a kind of cultural products. In teaching English as a foreign language, the cultures of its native speakers can be used as meaningful input texts to explore and elaborate local cultures consisting of moral values and local wisdoms meaningful for character building. To do so, teachers and lecturers teaching English are suggested that they not only discuss linguistic components, but also integrate local cultures consisting of moral values and wisdoms as the contents of their teaching skills. The steps are (1) rendering meaningful input texts related to cultures; (2) discussing contents; (3) exploring and elaborating local cultures especially for productive skills; (4) using appropriate English expressions; (5) discussing contents related to cultures consisting of moral values and wisdoms; and (6) emphasizing moral values and local wisdoms for character. Keywords: local cultures, teaching English as a foreign language, moral values, local wisdoms, character
The implementation of the strengthening character education in sdn 09 mataram city, nusa tenggara barat Nur Listiawati
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 9, No. 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.852 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v8i1.21668

Abstract

Abstrak: Tulisan ini merupakan kajian kualitatif yang berupaya menggambarkan penerapan 5 nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter (agama, nasionalis, kemandirian, gotong royong dan integritas) serta nilai inti yang diprioritaskan di sekolah sasaran penelitian. Ini merupakan studi kasus di salah satu sekolah dasar di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kajian menggunakan pendekatan inductive reasoning. Penanaman dan penerapan nilai-nilai karakter sudah dilakukan melalui berbagai tema atau kegiatan. Beberapa hambatan muncul dalam penerapannya dan dapat diatasi dengan cara perbaikan jadwal, komunikasi, koordinasi antarpihak di sekolah dan orang tua, serta penyesuaian konsep Kurikulum 2013 dan Penguatan Pendidikan Karakter sehingga selain 4C (Critical Thinking, Communication skill, Creativity dan Innovation, serta Collaboration) perlu dipertimbangkan peningkatan 3C (Communication, Coordination dan Cooperation) dalam Pendidikan Karakter.  Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, warga sekolah, dan kerjasama sekolah dengan masyarakat dan lembaga lainnya. Kata kunci: pendidikan karakter, nilai karakter, penerapan, siswa, sekolah dasar Abstract: This study is a qualitative one that attempts to illustrate the implementation of the 5 main values of Strengthening Character Education (religious, nationalist, self-reliance, mutual cooperation and integrity) and other Core values that are prioritized in the target school. This is a case study in one of the primary schools in Mataram City, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. The study used an inductive reasoning approach. Planting and implementing the values has been done through various themes or activities programs. Some obstacles emerged in the implementation activities and had been solve by rearranging schedule, communication, coordination between school’s elements and parents, adjustment between the concept of Curriculum 2013 and Strengthening Character Education, therefore besides 4C (Critical Thinking, Communication skill, Creativity and Innovation, and Collaboration), it is better to consider  to increase  3C (Communication, Coordination and Cooperation) in Character Education. In implementing this character education, there are supporting factors such as principal’s leadership, other elements of the school, and school network.Keywords: character education, character value, implementation, students, primary school.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA KRAMA INGGIL DARI ORANGTUA TERHADAP NILAI KESOPANAN ANAK DI DESA ARIYOJEDING KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2018 kiki nimas ratnasari; Rahmad Setyo Jadmiko
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 9, No. 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.334 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v8i2.20292

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan penggunaan bahasa krama inggil dari orang tua dan pengaruhnya terhadap nilai kesopanan anak di desa Ariyojeding, Rejotangan, Tulungagung. Latar belakang dari penelitian ini adalah ketidaktepatan anak dalam penggunaan krama inggil apabila berbicara dengan orang yang lebih tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe fenomenologis. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anak dan orang tua di Desa Ariyojeding. Sampel penelitian sebanyak 14 anak dan orang tua. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, pemberian angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa krama inggil dari orang tua mempengaruhi nilai kesopanan anak karena orang tua merupakan guru pertama dalam pemberian pengajaran mengenai berbahasa dan berperilaku yang santun. Kata Kunci: bahasa krama inggil, orang tua, nilai kesopanan, anak ANALYSIS OF USE OF KRAMA LANGUAGES FROM PARENTS ON THE VALUE OF CHILDREN CHARGES IN ARIYOJEDING VILLAGE TULUNGAGUNG DISTRICT YEAR 2018 Abstract: This research is intended to describe the implementation of the use of krama inggil from parents and its influence on the value of child propriety in the village of Ariyojeding, Rejotangan, Tulungagung. The background of this study is the inaccuracy of the child in the use of krama inggil when talking with an older person. This study uses a qualitative approach with phenomenological type. The population in this study were all childern and parents in Ariyojeding Village. The sample used is 14 childrens and parents. Data collection is done through observation, interview, questionnaire, field notes and documentation. Data analysis techniques use descriptive data. The results show that the use of krama inggil from the parents affects the value of child propriety because parents are the first teachers in teaching the language and behave in a polite manner. Keyword: krama inggil, parents, courtesy value, child.
PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA MELALUI PENDIDIKAN NILAI Sri Wening
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.518 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1452

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan nilai-nilai kehidupan sebagai dimensi pembentuk karakter; (2) menelaah perolehan dimensi pendidikan nilai melalui faktor-faktor lingkungan; dan (3) mengungkap pencapaian pembentukan karakter melalui faktor lingkungan dan implementasi pendidikan nilai dalam mata pelajaran/kurikulum. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif berdasarkan hasil evaluasi reflektif para guru mata pelajaran PKN, IPS, dan PKK dan siswa SMP di DIY. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif, regresi dan t-test. Kesimpulan yang diperoleh adalah (1) guru menemukan 17 nilai-nilai kehidupan (pendidikan nilai) yang terkandung dalam konsep pendidikan konsumen yang merupakan dimensi pembentuk karakter; (2) siswa menjelaskan bahwa pendidikan nilai yang diperoleh dari keluarga, sekolah, teman sebaya, dan media masa cenderung cukup baik; dan (3) pendidikan nilai melalui keluarga, teman sebaya, dan media massa berpengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik, namun melalui sekolah tidak berpengaruh terhadap pembentukan karakter. Pembelajaran dengan menggunakan intervensi buku cerita pembelajaran nilai-nilai kehidupan dapat membentuk karakter siswa. Dalam silabus dan buku ajar terkandung sedikit dimensi pendidikan nilai. Kata Kunci: pendidikan nilai, pembentukan karakter, karakter bangsa THE NATION’S CHARACTER BUILDING THROUGH VALUE EDUCATION Abstract: This research is aimed (1) to develop life values as a dimension of character builder; (2) to study the achievement of value education dimension as a character builder through the environmental factors; (3) to reveal the achievement of character building through environmental factors and the implementation of value education in school subjects/curriculum. This research is explorative descriptive based on the result of reflective evaluation made by junior high school teachers of PKN (civics), IPS (social science), and PKK (family welfare education) and by junior high school students in the Province of Yogyakarta Special Territory. The data were analyzed using the techniques of descriptive analysis, regression and t-test. It was concluded that (1) the teachers found 17 life values (value education) consisted of the concept of consumer education and the dimensions of character builder; (2) the students stated that value education obtained from the family, school, peers, and mass media tend to be good enough; and (3) the value of education through family, peers, and mass media influenced the character formation of the students, but that through the school had no effect on character building. The teaching and learning process using the intervention of story books of life values could develop the students’ character. In addition, there was little dimension of value education in the syllabus and text books. Keyword: value education, character building, nation character

Page 10 of 31 | Total Record : 310