cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT DALAM MATA KULIAH AKTIVITAS RITMIK UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP RESPEK DAN KREATIVITAS MAHASISWA Heri Purwanto; Sri Winarni
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 3 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.611 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.5635

Abstract

Abstrak: Perilaku mahasiswa dalam perkuliahan menentukan hasil belajar mereka. Mahasiswa PJKR memiliki masalah perilaku yang berkaitan dengan sikap respek dan kreativitas. Penelitian ini bertujuan memperbaiki proses pembelajaran aktivitas ritmik dan meningkatkan sikap respek dan kreativitas  mahasiswa melalui pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT). Metode yang digunakan adalah menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas enam kali tatap muka. Instrumen yang digunakan adalah  kuesioner,  pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan proses perkuliahan menjadi lebih tertib, mahasiswa meningkat sikap respek dan kreativitasnya yang ditunjukkan pada turnamen aktivitas ritmik. Semua mahasiswa terlibat dalam turnamen baik sebagai panitia, juri, peserta turnamen, maupun penggembira. Semua menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.   Kata Kunci: TGT, aktivitas ritmik, respek, kreativitas COOPERATIVE TEACHING AND LEARNING OF TEAM GAME TOURNAMENT TYPE IN THE RYTHMIC ACTIVITY CLASS TO DEVELOP STUDENTS’ ATTITUDES OF RESPECT AND CREATIVITY Abstract: The behavior of the students in the teaching and learning process determine their learning outcomes. Class D PJKR students had behavioral problems associated with respect and creativity. This study aimed to improve the learning process the rhythmic activity class and improve students’ respect and creativity through cooperative learning of TGT type. The method used was action research implemented in two cycles, each cycle consisting of six face-to- face sessions. The instruments used to collect  data were questionnaires, interview guides, observation sheets, and documentation. The results showed that the lecture have become more orderly, improved the students’ attitudes of respect and createvity as shown in the rhythmic activity tournament. All the students were involved in the tournament  either as a committee, jury, tournament participants, or cheerleaders. All showed very significant improvement.    Keywords: TGT, rhythmic activities, respect, creativity
PENGARUH IKLIM KELUARGA DAN KETELADANAN ORANG TUA TERHADAP KARAKTER REMAJA PERDESAAN Leni Novita; Dwi Hastuti; Tin Herawati
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 6, No. 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.055 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.8622

Abstract

Abstrak: Karakter disusun oleh tiga komponen yang saling memengaruhi, yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik anak dan keluarga, iklim keluarga, dan keteladanan orang tua terhadap karakter remaja. Penelitian ini melibatkan seratus orang anak Sekolah Menengah Pertama di Desa Ciasihan dan Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa anak yang memiliki pengetahuan moral, perasaan moral, tindakan moral, dan karakter yang rendah berasal dari keluarga dengan iklim keluarga dan keteladanan orang tua yang juga rendah. Anak perempuan memiliki karakter yang lebih baik dibanding anak laki-laki. Selain itu, ditemukan juga bahwa bahwa iklim keluarga memiliki pengaruh positif terhadap karakter remaja. Kata Kunci: iklim keluarga, keteladanan, pengetahuan moral, perasaan moral, tindakan moral THE INFLUENCE OF FAMILY ATMOSPHERE AND PARENTS’ ROLE-MODELS ON THE CHARACTERS OF RURAL JUVENILES Abstract: Character is composed of three components which influence each other: moral knowledge, moral feeling, and moral action. This research aimed to describe the influence of characteritics of children and family, family atmosphere, the role-model of the parents on the rural juveniles’ character. The research involved 100 junior high school students in the Villages of Ciasihan and Ciasmara, the District of Pamijahan, the Regency of Bogor selected using a proportional stratified random sampling technique. It was found from this research that the juveniles who had low moral knowledge, moral feeling, moral action, and character came from a family with a family atmosphere and parents’ role model which were also low. Female juveniles had better character compared with that of the male juveniles. Besides, it was also found that family atmosphere had a positive influence on the juveniles’ character. Keywords: family atmosphere, role-model, moral knowledge, moral feeling, and moral action
ANALISIS MUATAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA BUKU TEKS KURIKULUM 2013 PEGANGAN GURU DAN PEGANGAN SISWA Sasi Mardikarini; Suwarjo Suwarjo
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 7, No. 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.801 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v6i2.12057

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter pada buku pegangan guru, nilai-nilai karakter pada buku pegangan siswa, dan kesesuaian nilai-nilai karakter pada buku teks Kurikulum 2013 pegangan guru dan buku pegangan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten dengan pendekatan kualitatif melalui empat tahap, yaitu pengadaan data, reduksi data, inferensi, dan analisis data. Sumber data penelitian adalah buku teks Kurikulum 2013 pegangan guru dan pegangan siswa kelas I semester 1 yang terdiri atas empat tema, yaitu tema “Diriku”, “Kegemaranku”, “Kegiatanku”, dan “Keluargaku”. Unit analisis adalah nilai-nilai karakter yang terkandung dalam buku teks. Hasil penelitian yaitu: (1) buku pegangan guru mengembangkan semua nilai karakter yang dianalisis; (2) buku pegangan siswa pada tema diriku dan keluargaku tidak mengembangkan nilai kejujuran, pada tema “Kegemaranku” dan “Kegiatanku” tidak mengembangkan nilai tanggung jawab; (3) nilai karakter pada buku pegangan guru dan pegangan siswa tema “Diriku” dan “Kegemaranku” telah sesuai, sedangkan pada tema “Kegiatanku” dan “Keluargaku” masih terdapat nilai karakter yang belum sesuai. Kata kunci: nilai-nilai karakter, buku teks kurikulum 2013, sekolah dasar AN ANALYSIS OF CHARACTER VALUES CONTENT IN THE 2013 CURRICULUM COURSE-BOOK OF TEACHER HANDBOOK AND STUDENTS HANDBOOK Abstract: This research aims to describe (1) the caracter value in teacher handbook content; (2) the character value in student handbook content; (3) the suitability of the character value in course-bookcurriculum 2013 teacher handbook and student handbook. This research was a content analysis using the qualitative approach with four procedure (1) data collecting (unitizing, sampling, recording); (2) reducing; (3) inferring; 4) data analysis. The subject used in this study was course-book of curriculum 2013 teacher handbook and student handbook of the first grade of elementary school in the first semester, namely myself theme, my hobby theme, my activities theme, and my family theme. The unit analysis of this research is the character contained in the course-book. The result of this study are (1) teacher handbook within each theme has been developing all the character value; (2) handbook student on the theme of my self and my familiy did not develop the values of honesty, while the theme of my passion and my activities did not develop the values of responsibility; (3) character value of handbook teacher and handbook student on the my self and my hobby theme has been appropriate, while the my activities and my family theme still there character of value was not corresponding. Keyword: character value, textbook of curriculum 2013, elementary school
MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI PERMAINAN ANAK TRADISIONAL Haerani Nur
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.969 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1290

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan manfaat permainan anak tradisional dalam membangun karakter anak. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena perubahan aktivitas bermain anak saat ini, yang lebih sering bermain permainan modern yang identik dengan penggunaan teknologi seperti video games dan games online. Akibatnya, permainan anak tradisional mulai terlupakan dan menjadi asing di kalangan anak-anak. Selain itu, tingkat kecanduan terhadap permainan modern pada anak juga tinggi sehingga berpengaruh pada kebiasaan dan perilaku anak. Tulisan berdasar studi pustaka ini menguraikan dampak yang terjadi pada anak ketika kecanduan bermain games yang berakibat pada karakter yang akan terbangun pada diri anak. Selain itu, tulisan ini juga membandingkan pengaruh permainan modern dengan permainan tradisional terhadap pembentukan karakter anak. Mengembalikan permainan anak tradisional sebagai permainan anakanak saat ini dapat menjadi suatu alternatif untuk menciptakan generasi berkarakter unggul. Kata Kunci: kecanduan games online, permainan anak tradisional, pembentukan karakter
PENGEMBANGAN MORAL ANAK DI LINGKUNGAN LOKALISASI PASAR KEMBANG TK PKK SOSROWIJAYAN YOGYAKARTA Muhammad Syafe’i; Rukiyati Rukiyati
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.869 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i1.15504

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengembangan moral anak TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta dan mengungkapkan perkembangan moral anak TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri atas kepala sekolah, guru, dan anak didik TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan moral anak TK PKK Sosrowijayan mencakup aspek materi, pendidik, metode dan evaluasi. Materi yang dikembangkan di TK Sosrowijayan mengacu pada Permendiknas No. 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Pendidik sudah dapat menjadi teladan bagi anak. Metode pengembangan moral menggunakan metode: pembiasaan, bercerita, keteladanan, dan bernyanyi. Evaluasi yang digunakan evaluasi proses menggunakan teknik observasi tanpa lembar observasi dan hanya mengandalkan ingatan guru. Kata Kunci: pengembangan moral, lokalisasi, taman kanak-kanak. THE MORAL DEVELOPMENT OF CHILDREN IN PASAR KEMBANG PROSTITUTION OF PKK KINDERGARTEN SOSROWIJAYAN YOGYAKARTA Abstract: This study aims to: (1) reveals the moral development of children in kindergartens PKK Sosrowijayan Yogyakarta, and (2) reveals the moral development of children in kindergartens PKK Sosrowijayan Yogyakarta. The approach used in this study is qualitative. Subjects of this study consisted of principals, teachers, and students PKK kindergarten, Sosrowijayan, Yogyakarta, Indonesia. The research data was collected through interviews, observation and document analysis. Data were analyzed using qualitative analysis techniques interactively: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that the moral development of TK PKK Sosrowijayan covers the material aspects, educators, methods and evaluation. The material was developed in kindergarten Sosrowijayan refers Permendiknas No 58 of 2009. Educators have can be a role model for students. Moral development method using the method: habituation, storytelling, modeling and singing. Evaluations are used in the evaluation process using observation without observation sheets teachers just rely on memory. Moral development of children in accordance with the stages of development of children aged 5-6 years. Keywords: moral development, prostitution, kindergarten
THE ROLE OF BASIC DESIGN COURSE IN THE INTRODUCTION AND DEVELOPMENT OF LOCAL CULTURE VALUES Purnama Esa Dora; Maria Suzanna G. Poetiray
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.919 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1309

Abstract

Abstract: Indonesia has been known as a country which upholds cultural values and philosophy through artworks media. One of those is presented in batik. No other cloth in the Indonesian archipelago, perhaps in the world as well, contains so many symbols and meanings. But sadly, as the globalization emerges, there is a tendency to exalt developed country’s culture, and our young generation no longer cares about our own country’s cultural values. Batik is considered obsolete, not fancy, and only suitable for the old generation. In the modern design world, basic design subject may be a good tool to introduce local values while the young learn to compose the elements and design principles as design sensitivity training. One of the tasks is making a pattern composition using local content, and batik is a complex local pattern that is commonly used as inspiration. Keywords: basic design, local content, batik
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER INTI DI PERGURUAN TINGGI Hasanah .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.305 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1439

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter di perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia mahasiswa secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan mahasiswa mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai karakter sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai karakter yang diterapkan di perguruan tinggi adalah memilih nilia-nilai inti yang dikembangkan dalam implementasi pendidikan karakter, khususnya pada masing-masing jurusan/program studi. Nilai-nilai inti yang dipilih itu adalah jujur, cerdas, peduli, dan tangguh. Implementasi nilai-nilai karakter inti tersebut dilakukan secara terpadu melalui tiga jalur, yaitu terintegrasi dalam pembelajaran, manajemen pengelolaan jurusan dan program studi, serta pada kegiatan kemahasiswaan. Kata Kunci: pendidikan karakter, terintegrasi, implementasi, tangguh IMPLEMENTATION OF CORE CHARACTER VALUES IN HIGHER EDUCATION Abstract: Character education at a higher eduaction institution aims to improve the quality of the implementation and outcomes of education that leads to the achievement of the formation of character and moral values of the students holistically, integratively and proportionally, in line with the competency standard of the graduates. Through character education students are expected to be able to autonomously improve and use their knowledge, study and internalize the values of character and moral values that manifest in their everyday behaviors. Character values applied in higher education, especially in colleges producing teachers, are selected values developed in the implementation of character education, particularly in each department/study program. The core values selected are: honest, intelligent, caring, and resilient. The implementation of the core character values in higher education producing teachers can be integrated using three channels, namely integrated in teaching and learning, management of departments and study programs, and student activities. Keywords: character education, integration, implementation, resilient
PENINGKATAN CIVIC SKILLS DAN CIVIC EMPATHY MAHASISWA MELALUI CITIZEN JOURNALISM PROJECT Wibowo Heru Prasetiyo
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 9, No. 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.595 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v8i2.21792

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menginvestigasi dampak penggunaan model pembelajaran citizen journalism kepada mahasiswa untuk mengembangkan civic skills dan civic empathy sebagai upaya penguatan pendidikan karakter bagi para mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas menggunakan model dari Bachman. Informan dalam penelitian ini yaitu mahasiswa di Departemen Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa telah memiliki perangkat keterampilan dan empati sebagai bagian dari civic competencies yang membentuk karakter dan moralitas publik mereka. Melalui model pembelajaran citizen journalism, kedua kompetensi tersebut diperkuat dan tampak lebih jelas dengan pola pembelajaran berbuat dan penyelesaian masalah melalui penyelesaian proyek. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa model citizen journalism mampu mengembangkan sikap-sikap demokratis mahasiswa seperti keterbukaan, berpikir kritis, toleran, dan bertanggung jawab.Kata kunci: keterampilan kewarganegaraan, empati, jurnalisme warga negara. IMPROVING CIVIC SKILLS AND CIVIC EMPATHY OF STUDENTS THROUGH CITIZEN JOURNALISM PROJECTAbstract: This research aims to investigate the impact of citizen journalism as learning model for students to develop their civic skills and civic empathy as an effort to strengthen character education for students. This study used a qualitative approach with classroom action research model by Bachman. The informants of this research are students in Civic Education Department, Universitas Muhammadiyah Surakarta. The results shows that the students had had skills and empathy as part of civic competencies for shaping their character and public morality. Through the citizen journalism learning model, both of these competencies are strengthened and appear more clearly with the learning patterns of doing and solving the problems through project completion. In addition, the results of the analysis show that the citizen journalism model is able to develop democratic attitudes of students such as open-minded, critical thinking, tolerance, and responsibility. Keywords: civic skills, empathy, citizen journalism.
PEMETAAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SD, SMP, DAN SMA DI KOTA YOGYAKARTA Darmiyati Zuchdi; Anik Ghufron; Kastam Syamsi; Muhsinatun Siasah Masruri
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.678 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.2172

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di SD, SMP, dan SMA di Kota Yogyakarta. Penelitian survei ini mengambil sampel dengan teknik area cluster random sampling sehingga diperoleh sampel satu sekolah untuk SD dan SMA dan dua sekolah untuk SMP untuk wilayah Yogyakarta bagian Utara, Selatan, Barat, dan Timur. Instrumen pengum- pul data berupa angket dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. Menurut pendapat para guru, perencanaan pendidikan karakter di sekolah-sekolah Kota Yogyakarta sudah dilakukan dengan cukup baik, tetapi berdasarkan analisis RPP yang dibuat oleh guru, ada beberapa RPP yang belum mengandung nilai-ni- lai target yang akan dikembangkan dalam pembelajaran. Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah sudah dipadukan dalam berbagai mata pelajaran. Penilaian pengetahuan dan kemauan untuk meng- aktualisasikan nilai-nilai target pendidikan karakter baru pada sebagian soal-soal yang dibuat guru, sedangkan penilaian perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai target dilakukan oleh kebanyakan guru hanya dengan wawancara. Kata Kunci: pemetaan, implementasi, dan pendidikan karakter
HABITUASI UNTUK MENGUATKAN KARAKTER NASIONALISME PESERTA DIDIK WILAYAH PERBATASAN PADA ABAD 21 Fransiskus Markus Pereto Keraf; Kokom Komalasari
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 10, No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.84 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v9i2.25627

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh perilaku peserta didik di wilayah perbatasan yang cenderung bersikap, berbahasa, berbudaya hingga menyukai penggunaan produk dari Timor Leste dibandingkan Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan penguatan karakter nasionalisme melalui pembiasaan (habituasi) di SMPN Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Proses penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik, guru, dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis keabsahan data terdiri dari reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Teknik yang digunakan oleh sekolah dalam menguatkan karakter nasionalisme peserta didik adalah melalui pembiasaan (habituasi). Melalui pembiasaaan ini, sekolah menyelenggarakan  best practice yang meliputi upacara bendera, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum dan mengakiri pembelajaran, penyambutan tamu kenegaraan di wilayah perbatasan, penggunaan yel – yel kebangsaan, hingga keteladanan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui program pembiasaan (habituasi) yang diselenggarakan oleh sekolah, mampu untuk menguatkan karakter nasionalisme peserta didik. Hal tersebut dibuktikan oleh perilaku dan juga aktivitas sehari  -hari peserta didik yang sudah mencintai produk dalam negeri, berbahasa Indonesia dengan baik, dan benar hingga merasa sangat mencitai Indonesia.Kata kunci : habituasi, karakter nasionalisme, peserta didik, wilayah perbatasan, abad 21 ABSTRACTThis research is motivated by students’ behavior in Indonesian border region who prefer to behave, speak, cultured even use products from Timor Lestecompared to Indonesia. The purpose of this research was to describe the process of strengthening the character of nationalism through habituation in SMPN Silawan, Belu Regency, East Nusa Tenggara Province. The research process used qualitative approach with descriptive methods. The subjects in this research were students, teachers, and community leaders. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The validity analysis of the data consists of data reduction, display, and conclusion drawing. The technique used by schools in strengthening the character of students' nationalism was through habituation. Through this practice, the school organized best practices in program included flag ceremonies, the use of good and appropriate Indonesian language, singing national anthem before and end the learning, welcoming state guests in the border region, and using national yells. The results of the study showed that through habituation programs organized by schools, it was able to strengthen the character of nationalism of students. This was proven by the behavior and daily activities of the students who have loved domestic products, speak Indonesian well and appropriate, even feel very fond of Indonesia.Key words: border area, habituation, nationalism character, student, the 21st century

Page 9 of 31 | Total Record : 310