cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
PEMANFAATAN BUKU KECIL-KECIL PUNYA KARYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA UNTUK PENGEMBANGAN KARAKTER ., Munaris
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 1, No. 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v1i1.1445

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter adalah usaha sadar untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Karakter positif yang akan ditanamkan, sebagai contoh religiusitas, etika dalam bekerja, disiplin, jujur, adil, dan bertanggung jawab. Secara formal, pendidikan karakter perlu dilakukan sedini mungkin. Nilainilai pendidikan karakter dapat diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Untuk sekolah dasar, bisa diintegrasikan ke dalam pembelajaran sastra (termasuk dalam pembelajaran Bahasa Indonesia). Bahan sastra bisa diambil dari cerita dalam KKPK karena ada banyak nilai di dalamnya. Pemanfaatan sastra sebagai bahan ajar memiliki banyak kelebihan, karena sastra memuaskan/menghibur dan berguna, dulce et utile. Terlebih lagi, cerita dalam KKPK ditulis oleh anak, tentunya terbebas dari pornografi. Kata Kunci: tujuan pendidikan, pendidikan karakter, nilai-nilai karakter, pembelajaran sastra, nikmat bermanfaat THE USE BOOK KECIL-KECIL PUNYA KARYA LEARNING AS LITERATURE FOR CHARACTER DEVELOPMENT STUDENT Abstract: Character education is a concious effort to implant character values to the students. The positive character, that would be implanted, for examples the religious, work ethic, discipline, honest, fair, be responsible, etc. Formally, character education need to be carried out as early as possible. The values of character education could be integrated into all subjects. For the elementary school, it could be integrated into learning of literature (Included in Bahasa Indonesia subject). The material of literature could be taken from stories in KKPK because there are many of values inside of it. Take a literature as a material had many of excesses, because literature is gratify/entertain and useful, dulce et utile. More over, the story in KKPK is written by child, and certainly clean from pornographic. Keywords: goal of education, character education, values of character, learning of literature, dulce et utile
WACANA PIDATO DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA: WAHANA PEMBENTUKAN SIKAP MENTAL DAN KARAKTER Mulyana .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.2178

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bahasa yang digunakan dalam pidato perkawinan, estetika bahasa pidato yang muncul, dan bagaimana konteks pidato menjadi faktor utama terjadinya perubahan wacana pidato. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik yang dilengkapi dengan analisis wacana (discourse analysis). Bahan penelitian berupa tuturan lisan pidato perkawinan (PP) yang dapat didokumentasikan selama penelitian yang bersumber dari tuturan langsung dalam upacara perkawinan yang diselenggarakan oleh masyarakat Jawa di wilayah Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, bahasa yang digunakan dalam upacara perkawinan masyarakat Jawa antara lain: bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa campuran Jawa-Indonesia (Jawindo). Dalam penyampaiannya, wacana pidato kadang-kadang mengalami gejala alih kode dan campur kode, dan perubahan atau pergantian tingkat tutur; kedua, unsur-unsur estetika yang digunakan dalam wacana pidato perkawinan antara lain: tembung saroja, tembung garba, yogyaswara, keratabasa, tembung entar, paribasan, bebasan, saloka, pepindhan, pralambang, purwakanthi, panambang bunyi ha-, seselan –in-, seselan – um-, tembung kawi, dan diksi religiusitas; dan ketiga, terjadinya perubahan wacana pidato perkawinan disebabkan perubahan konteks yang melatarbelakanginya terkait suasana yang berlangsung dalam upacara. Akhirnya, wacana pidato dalam upacara perkawinan dapat membentuk sikap mental dan karakter yang mantap. Kata Kunci: wacana seremonial, wacana perkawinan, dan karakter
PENERAPAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH: SEBUAH FENOMENA DAN REALITAS Sutiyono, Sutiyono
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 3 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.2753

Abstract

Abstrak: Tulisan ini hendak melihat pendidikan budi pekerti untuk membentuk karakter siswa di sekolah masih dalam persimpangan jalan. Pengembangan karakter siswa diperlukan untuk membentuk mata pelajaran budi pekerti. Pendidikan yang selama ini dialami siswa di sekolah masih bersifat kognitif.. Padahal, untuk dapat mewujudkan hasil didikan yang maksimal, siswa haruslah memiliki pengetahuan secara intelektual dan pendidikan budi pekerti untuk membangun karakter bangsa. Penerapan pendidikan budi pekerti di sekolah menjadi amat penting untuk membangun karakter bangsa. Namun, permasalahannya pendidikan budi pekerti di Indonesia baru menyentuh pada tahap pengenalan dan pemahaman nilai-nilainya. Selain itu, berbagai peristiwa seperti korupsi, budaya kurang santun, tawuran dan kekerasan, konflik horizontal di masyarakat adalah suatu kenyataan yang harus disikapi agar sekolah-sekolah di Indonesia menerapkan pendidikan budi pekerti untuk membentuk karakter siswa. Kata Kunci: pendidikan budi pekerti, pembentukan karakter, fenomena, realitas THE IMPLEMENTATION OF MORAL EDUCATIONAS SCHOOL STUDENTS’ CHARACTER BUILDING: A PHENOMENON AND REALITY Abstract: This paper aims to view moral education to shape the character of the school students which is still in controversy. The development of the students’ character is needed in moral education. The school education the students have experienced so far is still cognitive in nature. In order to achieve a maximum result of education, the students should have intellectual knowledge and moral education to build the nation’s character. The implementation of moral education at school becomes very important to build the nation’s character. However, the problem is that the moral education in Indonesia has only touched the introduction and the comprehension of its values. Besides, various phenomena such corruption, impolite culture, brawls and violations, and horizontal conflicts in the community are realities that must be dealt with so that schools in Indonesia implement moral education to build the students’ character Keywords: moral education, character building, phenomena, reality
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BERDASARKAN SIFAT FITRAH MANUSIA Nasrudin .; Iyus Herdiana; Nif’an Nazudi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 3 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.5631

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengembangan model pendidikan karakter berdasarkan sifat fitrah manusia. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD). Adapun subjek  atau responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, Pendidikan  Matematika, dan Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah  Purworejo. Fokus penelitian adalah efektivitas penggunaan model pendidikan karakter. Teknik pengumpulan datanya adalah validasi ahli, angket, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan ddngan teknik analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan karakter yang berdasarkan sifat fitrah manusia dapat diterima oleh oleh dosen dan mahasiswa, hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden, 94% responden manyatakan setuju, 2% responden memutuskan tidak setuju dan 4% mengambil sikap abstain, dengan demikian, model pendidikan karakter yang  berdasarkan sifat fitrah manusia dapat dijadikan model pendidikan di Perguruan Tinggi.   Keywords: pengembangan model, pendidikan karakter, sifat fitrah THE DEVELOPMENT OF CHARACTER EDUCATION MODEL  BASED ON HUMAN’S NATURAL CHARACTERISTICS Abstract: This study aimed at developing character education model based on human’s natural characteristics. This was a research and development (RD) study. The subjects or respondents of the study  were students of Physics, Mathematics, Automotive Engineering Education Study Programs, Faculty of Education Science, Universitas Muhammadiyah Purworejo. The focus of the study was on the  use of character education model. The data collection was conducted through expert judgment, questionnaires,  interviews, and observation. The data were analyzed using an inductive  analysis technique.  The results showed that character education model based on human’s natural characteristics was acceptable to the lecturers and the students. This can be seen from the subjects’ responses: 94% of the respondents stated their agreement, 2% decided to disagree, and 4% were abstain. Hence, the character education model based on human’s natural characteristics can be used as an education model at  the higher education.    Keywords: model development, character education, natural characteristics
PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA MELALUI KETERAMPILAN HIDUP Ermayani, Tri
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 6, No. 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.8618

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persoalan remaja dengan berbagai tantangan yang dihadapinya serta upaya untuk mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (li- brary research) dengan pendekatan psikologis analitik dan sosiologis. Sumber penelitian ini diambil dari kepustakaan sebagai sumber primer yang digali dari materi remaja dan perkembangannya, pen- didikan karakter remaja, dan program life skills bagi remaja akhir yang dilengkapi dengan sumber sekunder berupa literatur-literatur lain yang relevan dan menunjang penelitian ini baik berupa buku, jurnal, surat kabar, majalah, dan sebagainya, antara lain: Orang Tua sebagai Sahabat Remaja oleh BKKBN Pusat Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja harus dibekali dengan pendidik- an keterampilan hidup (life skills) yang cenderung membawa remaja pada pembentukan karakter yang menjadikan remaja semakin sehat dan bermartabat di masyarakat. Pendidikan keterampilan hi- dup (life skills) meliputi beberapa hal, antara lain: (1) keterampilan fisik yang intinya adalah bagaimana menyeimbangkan antara nutrisi, olah raga, dan istirahat; (2) keterampilan mental yang intinya adalah bagaimana berpikir secara positif; (3) keterampilan emosional yang intinya adalah bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif; (4) keterampilan spiritual yang intinya adalah bagaimana bersyukur dan berdoa untuk memperoleh keridoan Allah Swt.; (5) keterampilan vokasional yang intinya adalah bagaimana menjadikan hobi dan bakat menjadi usaha untuk hidup mandiri; dan (6) keterampilan adversity yang intinya adalah bagaimana menghadapi kesulitan hidup dengan meng- ubah hambatan menjadi peluang. Kata Kunci: remaja, pembentukan karakter, dan keterampilan hidup JUVENILE CHARACTER BUILDING THROUGH LIFE SKILLS Abstract: This research aimed to describe the juvenile issues related to various challenges faced and efforts to overcome them. This was a library research study using analytic psychological and sociological approach. The research data were taken from the library as the primary source exploited from the materials on juveniles and their development, juveniles’ character education, and life skills programs for late juveniles coupled with secondary sources in the form of other relevant literatures such as: Orang Tua sebagai Sahabat Remaja by BKKBN Pusat Jakarta. The results show that the juveniles should be armed with life skills education which tends to lead them to the character shaping that makes them healthier and more prestigious in the community. Life skills education includes a number of aspects such as: (1) physical skills, of which the essence is how to balance between nutrition, sports, and resting; (2) mental skills, of which the essence is how to think positively; (3) emotional skills, of which the essence is how to communicate with others effectively; (4) spiritual skills, the essence of which is how to thank and pray to ask for Allah’s approval; (5) vocational skills, the essence of which is how to turn hobby and talent into an effort to live autonomously; and (6) adversity skills, of which the essence is how to face problems in life by changing constraints into opportunities. Keywords: juveniles, character shaping, and life skills
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING TERHADAP KARAKTER KREATIF DAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ujiati Cahyaningsih; Anik Ghufron
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 7, No. 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.10736

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Problem-Based Learning terhadap karakter kreatif dan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Pre-test-Post-test Control Group Design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Populasi penelitian ini adalah lima SD Unggulan di Purwokerto dan sampelnya adalah kelas IV di tiga SDN unggulan: kelas IV di SDN 1 Sokanegara, SDN 2 Sokanegara, dan SDN 1 Kranji. Data dianalisis menggunakan one sample t-test, uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dengan rumus T Hotelling, dan dilanjutkan secara univariat dengan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pada penggunaan model Problem-Based Learning terhadap karakter kreatif dan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci: model problem-based learning, kreativitas, dan berpikir kritis 2
STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI MELALUI PENERAPAN ASSESSMENT FOR LEARNING BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS ., Widihastuti
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1286

Abstract

Abstrak: Era globalisasi yang diiringi era pengetahuan dan perubahan dunia yang cepat berimplikasi pada berbagai bidang kehidupan. Menghadapi hal tersebut pendidikan di perguruan tinggi harus mampu menyiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan dan kebiasaan berpikir kritis, meneliti, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan karakter yang baik. Untuk mencapai itu, perlu dikembangkan strategi pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran secara terencana dan terprogram dengan baik sehingga dapat menghasilkan lulusan yang cendekia, berkarakter, dan mampu tampil kompetitif dalam pergaulan internasional sesuai yang diharapkan. Salah satu strategi pendidikan karakter yang bisa ditempuh adalah dengan menerapkan sebuah model penilaian yang terintegrasi dalam pembelajaran sebagai assessment for learning (AFL) berbasis higher order thinking skills (HOTS) bagi mahasiswa. Model ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, good character yang mencakup motivasi untuk selalu belajar, jujur, mandiri, disiplin, percaya diri, tanggungjawab, dan kemampuan bernalar yang tercermin dalam HOTS mahasiswa. Kata Kunci: pendidikan karakter, perguruan tinggi, assessment for learning (AFL), higher order thinking skills (HOTS)
PENGEMBANGAN BUKU AJAR TEMATIK INTEGRATIF BERBASIS DISCOVERY LEARNING DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB Budi Permana, Arief; Pujiastuti, Pratiwi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v7i1.15499

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menghasilkan dan mengetahui keefektifan buku ajar pada pembelajaran tematik integratif berbasis discovery learning subtema Sumber Energi kelas III SD Negeri 4 Krandegan Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D). Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, lembar penilaian produk buku ajar, lembar pengamatan motivasi belajar dan karakter tanggung jawab, angket motivasi dan karakter tanggung jawab, angket respons guru, angket respons peserta didik. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan aspek materi yang memperoleh skor 166 dengan kategori “baik”, aspek media memperoleh nilai 95 dengan kategori “sangat baik”, respons guru memperoleh nilai 69 dengan kategori “sangat baik”, respons peserta didik memperoleh 9,82 dengan kategori “sangat baik”. Keefektifan dapat dilihat dari observasi karakter tanggung jawab peserta didik kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 memperoleh skor 18,5 dan 15,78. Hasil angket motivasi belajar peserta didik kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 memperoleh skor 58,71 dan 60,5. Kata Kunci: buku ajar tematik integratif berbasis discovery learning, motivasi belajar, karakter tanggung jawab DEVELOPING INTEGRATIVE THEMATIC A TEXTBOOK BASED ON DISCOVERYLEARNING TO ENHANCE MOTIVATION LEARNING AND CHARACTER RESPONSSIBILITY Abstract This research aims to produce and determine the effectiveness of integrative thematic an textbook based on discovery learning subthema “Sumber Energi” class III Student SDN 4 Krandegan. Collecting data used interview guides, product assessment sheet textbook, observation sheet motivation to learn and character responssibility, teacher questionnaire, the questionnaire responsses of learners. Data were analyzed using t test with significance level of 0.05. The results showed the aspect of material obtained a score of 166 with the "good" category, media aspects scored 95 with the category of "very good", the responsse of teachers scored 69 in the category of "very good", the responsse of students also gained 9.82 by category "very good". The effectiveness can be seen from the observation of the learning motivation of students in the experimental class 1 and experiment 2 obtained a score of 18.67 and 16.07, while the character of responssibility observation learners of the experimental class 1 and 2 obtained a score of 18.5 and 15.78. The results of learners' learning motivation questionnaire of the experimental class 1 and experiment 2 obtained a score of 58.71 and 60.5. Keywords: integrative thematic a textbook based on discovery learning, motivation learning and character responssibility
PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK Das Salirawati
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1305

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan salah satu jalan keluar untuk membina karakter generasi muda secara terarah, terprogram, dan optimal agar dapat terbentuk generasi muda yang cerdas intelektual dan berkualitas akhlaknya. Percaya diri adalah karakter yang penting ditanamkan agar mereka menjadi generasi yang tidak mudah dipengaruhi hal-hal negatif di sekitarnya, optimis, dan tegar dalam menghadapi berbagai masalah dengan kemampuannya sendiri. Karakter keingintahuan diharapkan peserta didik suka pada tantangan, berinovasi dan kreatif menciptakan sesuatu yang dapat membanggakan dirinya, keluarga, dan negara. Jiwa wirausaha penting ditanamkan dan dikembangkan dalam diri peserta didik, mengingat di era globalisasi saat ini sangat diperlukan adanya SDM yang mampu bersaing. Karakter seperti ini tidak muncul serta merta, tetapi harus dibina secara dini. Penanaman nilai karakter yang terintegrasi dalam semua mata pelajaran dapat diharapkan nilai-nilai tersebut terinternalisasi dalam diri peserta didik. Materi yang dibelajarkan tidak hanya sebagai pengetahuan sekolah, tetapi juga menjadi pengetahuan dalam diri yang akhirnya ditunjukkan dalam bentuk perilaku. Kata Kunci: karakter, percaya diri, keingintahuan, berjiwa wirausaha
URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER HOLISTIK KOMPREHENSIF DI INDONESIA ., Rukiyati
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1440

Abstract

Abstrak: Pendidikan berperan penting untuk memajukan peradaban manusia. Tujuan pendidikan pada intinya ada dua, yaitu menjadikan peserta didik menjadi orang yang pandai sekaligus juga orang baik. Bila tujuan tersebut dapat dicapai, peradaban manusia akan cenderung menjadi lebih maju dibanding sebelumnya. Sebaliknya, bila kedua atau salah satu tujuan tersebut dikesampingkan, yang terjadi adalah hancurnya peradaban bangsa. Bagi bangsa Indonesia, untuk menjadikan peserta didik sebagai orang baik diperlukan upaya pendidikan karakter yang holistik dan komprehensif. Makna holistik terkait dengan nilai-nilai yang dijadikan acuan dan makna komprehensif terkait dengan aspek-aspek yang terkait dan saling selaras. Pendekatan komprehensif diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah yang relatif lebih tuntas dibandingkan dengan pendekatan tunggal. Istilah komprehensif dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek: isi, metode, proses, subjek, evaluasi. Kata Kunci: pendidikan karakter, holistik, komprehensif THE URGENCY OF HOLISTIC AND COMPREHENSIVE CHARACTER EDUCATION IN INDONESIA Abstract: Character education plays an important role in advancing the human civilization. There are two main goals of education: making learners intelligent and simultaneously good persons. If the goals could be achieved, the human civilization will tend to be more advanced than that earlier. In contrast, if both or one of them is neglected, what follows is the destruction of the human civilization. In order to make the learners good persons, the Indonesian people need efforts for holistic and comprehensive character education. Holistic sense is related to the referred values, whereas comprehensive sense refers to interrelated and harmonious aspects. The comprehensive approach is expected to be able to solve problems more effectively than the single approach. The term ”comprehensive” in value education includes aspects such as: content, method, process, subject, and evaluation. Keywords: character education, holistic, comprehensive