cover
Contact Name
Eko Rahmadi
Contact Email
eko.rahmadi@eng.unila.ac.id
Phone
+6285228200022
Journal Mail Official
datum@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Universitas Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 27769283     DOI : https://doi.org/10.23960/datum
Datum Journal of Geodesy and Geomatics is a scientific journal managed by the Geodetic Engineering Study Program, Faculty of Engineering, University of Lampung. This journal publishes scientific articles based on research, case studies, and literature reviews in the fields of geodesy, geomatics, and related disciplines. The scope of the journal includes, but is not limited to: Topographic Surveying and Mapping Geographic Information Systems (GIS) Remote Sensing Physical and Satellite Geodesy GNSS and Navigation Cartography and Spatial Data Visualization Spatial Modeling and Analysis Applied Geomatics for Natural Resources, Environment, and Regional Planning
Articles 76 Documents
ANALISIS LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DAN KETERDEKATANNYA TERHADAP FASILITAS KESEHATAN DI KABUPATEN TANGGAMUS Wulan Hapiparsyah Putri; Eko Rahmadi; Rahma Anisa
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Lampung menunjukkan tren peningkatan angka kecelakaan lalu lintas yang signifikan. Kabupaten Tanggamus menghadapi peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas yang mengkhawatirkan dalam tiga tahun terakhir dengan rata-rata kenaikan sekitar 15% per tahun. Meskipun beberapa penelitian terkait kecelakaan telah dilakukan, analisis spasial mengenai lokasi rawan kecelakaan di Kabupaten Tanggamus masih terbatas. Selain itu, keterdekatan fasilitas pelayanan Kesehatan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan penanganan darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran lokasi rawan kecelakaan menggunakan metode Z-Score serta menilai keterdekatan dan rute tercepat menuju fasilitas kesehatan menggunakan Network Analyst (Service Area dan Closest Facilities) Data yang digunakan meliputi data kecelakaan lalu lintas, data jaringan jalan, dan data fasilitas kesehatan. Metode Z-Score digunakan untuk menentukan tingkat kerawanan kecelakaan berdasarkan jumlah insiden di setiap titik. Selain itu, Network Analyst – Service Area dan Closest Facilities diterapkan untuk menilai kedekatan dan waktu tempuh fasilitas Kesehatan.Acuan yang digunakan adalah batas waktu ideal 10 menit sesuai konsep golden time WHO sebagai standar penanganan gawat darurat Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2022 terdapat 10 titik rawan kecelakaan, tahun 2023 menurun menjadi 6 titik, dan tahun 2024 meningkat menjadi 18 titik. Nilai Z-Score tertinggi sebesar 3,70 terdapat pada Jl. Umum Pekon Tekad (Pulau Panggung). Sebagian besar lokasi di wilayah tengah memiliki waktu tempuh ≤10 menit, sedangkan wilayah barat dan utara mencapai >10 hingga 55 menit, menunjukkan bahwa jarak dan kondisi jalan berpengaruh terhadap tingkat kerawanan dan kecepatan penanganan korban kecelakaan. Kata kunci: Fasilitas Kesehatan, Kabupaten Tanggamus, Network Analisis, Rawan Kecelakaan, Z-Score
ANALISIS RAWAN TINDAK KEJAHATAN PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP JANGKAUAN KAWASAN PERMUKIMAN DAN POS POLISI DI KABUPATEN TULANG BAWANG Chindy Helga; Atika Sari; Rahma Anisa; Safriyanti Rahayu
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan untuk mengetahui informasi terkait tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Tulang Bawang yang masih terbatas dan belum dilengkapi dengan pemetaan secara spasial. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan peta rawan pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Tulang Bawang agar menjadi sebuah informasi sehingga dapat merekomendasi pihak kepolisian dan pembuat kebijakan dalam memprioritaskan wilayah pengawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu hotspot analysis (getis-ord gi*) untuk mendapatkan nilai z-score dan p-value. Data yang digunakan yaitu data non spasial yang meliputi data titik curanmor dan data titik pos polisi yang digunakan untuk melihat jangkauan dari titik curanmor, dan data spasial yaitu data permukiman digunakan untuk melihat jangkauan dari titik curanmor, jaringan jalan, dan data administrasi Kabupaten Tulang Bawang. Analisis spasial diproses menggunakan software pengolahan data spasial. Hasil penelitian menunjukkan hasil distribusi pada tahun 2022 berjumlah 49 kejadian, tahun 2023 berjumlah 62 kejadian, dan pada tahun 2024 berjumlah 66 kejadian. Kemudian daerah rawan pada tahun 2022 berada di Kecamatan Banjar Agung dengan nilai z-score 2,92. Pada tahun 2023 sampai tahun 2024 Kecamatan Banjar Agung masih menjadi daerah rawan dengan nilai z-score 2,84 dan 2,90. Jangkauan titik rawan terhadap permukiman dengan jarak 100 meter pada tahun 2022 menjangkau 158 permukiman, tahun 2023 menjangkau 387 dan tahun 2024 menjangkau 320 permukiman. Pada titik pos polisi tahun 2022 jarak 250-750 meter menjangkau 1 pos polisi, tahun 2023 jarak 250 meter menjangkau 3 pos polisi dan jarak 500 meter dan 750 meter menjangkau 2 pos polisi. Pada tahun 2024 jarak 250 meter menjangkau 4 pos polisi dan jarak 500 meter dan 750 meter menjangkau 3 pos polisi. Kata kunci: Getis-Ord Gi*, Hotspot Analysis, Pencurian Kendaraan Bermotor
Pengembangan Model Pemetaan Kepadatan Penduduk Berbasis Grid melalui Redistribusi Proporsi Luas Wilayah dan Built-up Area Muhammad Gunawan; Dwi Nanda Putra Hartoto; Rahma Anisa
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan kepadatan penduduk berbasis administrasi masih banyak digunakan dalam analisis spasial, tetapi pendekatan ini mengasumsikan penduduk tersebar merata di seluruh wilayah administrasi. Asumsi tersebut dapat menyederhanakan variasi spasial, terutama pada wilayah yang memiliki perbedaan tutupan lahan, area terbangun, dan konsentrasi permukiman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan membandingkan tiga model pemetaan kepadatanpenduduk berbasis Python, yaitu Model A berupa kepadatan administrasi, Model B berupa redistribusi penduduk berbasis proporsi luas wilayah, dan Model C berupa redistribusi penduduk berbasis luas built-up dari ESA WorldCover. Data yang digunakan meliputi batas administrasi, jumlah penduduk, grid spasial 500 m × 500 m, dan kelas built-up ESAWorldCover. Model B dikembangkan menggunakan prinsip area-weighted interpolation, sedangkan Model C menggunakan prinsip dasymetric mapping dengan mekanisme fallback ke proporsi luas apabila built-up tidak terdeteksi. Hasil prapemrosesan menunjukkan terdapat 126 wilayah administrasi sumber dengan total penduduk 1.091.970 jiwa dan luas wilayah 183,602 km². Grid awal sebanyak 1.677 grid dipotong menjadi 853 grid analisis. Luas built-up hasil ekstraksi ESA WorldCover adalah 88,736 km² atau sekitar 48,33% dari wilayah kajian. Validasi internal menunjukkan bahwa Model B dan Model C mempertahankan total penduduk awal dengan relative error 0%. Model A menghasilkan rata-rata kepadatan 10.682,55 jiwa/km², Model B 5.827,11 jiwa/km², dan Model C 5.603,16 jiwa/km². Model C memiliki nilai minimum 0,00 jiwa/km² dan standar deviasi lebih tinggi daripada Model B, yang menunjukkan alokasi penduduk lebih selektif dan terkonsentrasi pada area built-up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan asumsi redistribusi menghasilkan pola kepadatan yang berbeda. Model C memberikan representasi spasial yang lebih mengikuti area terbangun, tetapi tetap memerlukan validasi eksternal karena built-up bukan data hunian atau data penduduk aktual. Kata kunci: kepadatan penduduk; redistribusi penduduk; area-weighted interpolation; dasymetric mapping; ESA WorldCover
PEMANFAATAN DATA PENGUKURAN DETAIL SITUASI DAN STAKE OUT BOUNDARY UNTUK KONTROL SPASIAL AREA TAMBANG BATUBARA TERBUKA Safri Yanti Rahayu; Fatih Izzuddien Alqosam; Romi Fadly
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan survei dan pemetaan merupakan bagian penting dalam operasional pertambangan batubara terbuka karena menyediakan data spasial yang diperlukan untuk perencanaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan penambangan. Salah satu kegiatan survei yang dilakukan adalah pengukuran detail situasi dan stake out boundary untuk memastikankesesuaian aktivitas operasional terhadap kondisi topografi aktual dan batas wilayah izin usaha pertambangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan data pengukuran detail situasi dan stake out boundary dalam mendukung kontrol spasial area tambang batubara terbuka di PT Batu Hitam Jaya, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Metode penelitian meliputi pengukuran topografi menggunakan Total Station EFIX STR45, pelaksanaan stake outboundary berdasarkan koordinat Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), pengolahan data menggunakan perangkat lunak Surpac, serta analisis deskriptif terhadap pemanfaatan data spasial pada kegiatan operasional tambang. Hasil pengukuran menghasilkan 5.291 titik topografi pada area seluas 9,8 ha dengan kepadatan pengukuran sekitar 540 titik/ha. Akuisisi data dilakukan dengan target 300–400 titik per hari, sehingga diperoleh representasi topografiyang rinci untuk mendukung pemodelan permukaan lahan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa informasi topografi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk penyusunan desain pit, perencanaan jalan tambang, evaluasi kondisi lereng, dan pengawasan perkembangan area kerja. Selain itu, kegiatan stake out boundary berhasil memindahkan koordinat batas WIUP ke lapangan melalui pemasangan patok boundary sebagai penanda fisik batas operasionaltambang. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran detail situasi dan stake out boundary berperan penting sebagai instrumen kontrol spasial yang mendukung aspek teknis, operasional, administratif, dan kepatuhan terhadap regulasi pertambangan. Pembaruan data topografi dan verifikasi boundary secara berkala diperlukan untuk menjaga kesesuaian antara kondisi aktual lapangan dan rencana pengembangan tambang. Kata kunci: detail situasi, kontrol spasial, stakeout boundary, topografi tambang, total station
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN SECARA TIME SERIES MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA BANDAR LAMPUNG Fabil Al Barru Romadhon Mu’an; Romi Fadly; Citra Dewi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Lampung merupakan kota yang sering kali mengalami bencana banjir, seiring dengan berjalannya waktu meningkatnya jumlah penduduk menjadi pengaruh aktifitas masyarakat dalam kehidupan sosial. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal dan bila terus terjadi akan berdampak pada dearah resapan air atau lahan terbuka hijau yang semakin sedikit akibat adanya pengalihan penggunaan lahan, sehingga meningkatkan tingkat resiko bencana di Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan menganalaisis kerawanan banjir terhdapa perubahan tutupan lahan beserta luasan areanya di Kota Bandar Lamoung. Data yang digunakan terdapat 5 variabel dalam penetuan kerawanan banjir antara lain, data citra satelit 2 tahun 2021 hingga tahun 2025, data DEMNAS, data curah hujan dan data jenis tanah. Pengolahan data analisis perubahan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing support vector machine (SVM) dan metode  pengolahan curah hujan menggunakan metode inverse distance weight (IDW), kemudian dilakukan scoring dan pembobotan pada seluruh variabel yang kemudian di overlay untuk meganiliss kerwanan banjir di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian ini diperoleh korelasi antara perubhan tutupan lahan dari tahun 2021 hingga 2025 yang menunjukan adanya tren perubahan yang terus meningkat, hal tersebut sejalan dengan luas kelas kerawanan banjir pada kelas tinggi atau snagat rawan yang semkain meluas.  Vegetasi menurun sebnyaak 2045 Ha, lahan terbuka meningkat sebnayak 838 Ha dan lahan terbangun meningkat sebnayak 1207 Ha. Mengakibatkan dampak luasan kerawanan banjir yang semakin meningkat di Kota Bandar Lampung dengan kelas kerawanan sangat rawan seluas 7764,45 Ha  (43%).   Kata kunci: Kota Bandar Lampung, Kerawanan Banjir, Support Vector Machine, Inverse Distance Weight, Overlay.  
PERBANDINGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD CLASSIFICATION (MLC) DAN OBJECT ORIENTED CLASSIFICATION (OOC) UNTUK PEMETAAN TUTUPAN LAHAN DI KECAMATAN AMBARAWA DAN KECAMATAN PRINGSEWU Dinda Amelia; Fajriyanto; Atika Sari; Rahma Anisa
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan tutupan lahan merupakan informasi penting dalam perencanaan wilayah dan pengelolaan sumber daya alam yang memerlukan metode klasifikasi citra dengan tingkat akurasi tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja metode Maximum Likelihood Classification (MLC) dan Object Oriented Classification (OOC) dalam pemetaan tutupan lahan menggunakan citra Sentinel-2A di Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Pringsewu, Provinsi Lampung. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui klasifikasi citra berbasis piksel menggunakan MLC dan berbasis objekmenggunakan OOC, kemudian dievaluasi menggunakan confusion matrix, Overall Accuracy (OA), dan Kappa Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode OOC menghasilkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan MLC. Di Kecamatan Ambarawa, metode MLC memperoleh OA 89% dan Kappa 87%, sedangkan OOC mencapai OA 92% dan Kappa 90%. Di Kecamatan Pringsewu, MLC menghasilkan OA 88% dan Kappa 86%, sementara OOC memperoleh OA 90% dan Kappa 88%. Selain itu, hasil klasifikasi OOC menunjukkan pola tutupan lahan yang lebih terstruktur karenamempertimbangkan karakteristik spektral, bentuk, tekstur, dan konteks spasial objek. Dengan demikian, metode OOC lebih optimal untuk pemetaan tutupan lahan berbasis citra Sentinel-2A dan dapat direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih akurat untuk mendukung pengelolaan wilayah dan pengambilan keputusan berbasis geospasial. Kata Kunci: Sentinel 2A Imagery, Land Cover, Maximum Likelihood Classification (MLC), Object Oriented Classification (OOC), Accuracy Test, Pringsewu Regency.