cover
Contact Name
Eko Rahmadi
Contact Email
eko.rahmadi@eng.unila.ac.id
Phone
+6285228200022
Journal Mail Official
datum@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Universitas Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 27769283     DOI : https://doi.org/10.23960/datum
Datum Journal of Geodesy and Geomatics is a scientific journal managed by the Geodetic Engineering Study Program, Faculty of Engineering, University of Lampung. This journal publishes scientific articles based on research, case studies, and literature reviews in the fields of geodesy, geomatics, and related disciplines. The scope of the journal includes, but is not limited to: Topographic Surveying and Mapping Geographic Information Systems (GIS) Remote Sensing Physical and Satellite Geodesy GNSS and Navigation Cartography and Spatial Data Visualization Spatial Modeling and Analysis Applied Geomatics for Natural Resources, Environment, and Regional Planning
Articles 69 Documents
PENENTUAN LOKASI TPA REGIONAL DENGAN METODE BINARY DAN WEIGHTED LINEAR COMBINATION (WLC) DI KOTA BANDAR LAMPUNG Al Kautsar, Nanggroe; Fajriyanto, Fajriyanto; Anisa, Rahma; Sari, Atika
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v5i1.6820

Abstract

Kota Bandar Lampung, dengan luas 19.722 hektar, menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah akibat pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi. Pengelolaan yang tidak efektif dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menganalisis kelayakan lokasi untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional guna memastikan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan meminimalkan dampak negatif. Data yang digunakan mencakup 13 data spasial untuk mengidentifikasi zonalayak TPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Binary dan Weighted Linear Combination (WLC),yang diintegrasikan dengan analisis kelayakan regional dan analisis kelayakan penyisih. Analisis mempertimbangkan faktor-faktor seperti jarak dari sumber timbunan sampah, aksesibilitas, dan dampak lingkungan berdasarkan SNI 03-3241-1994. Analisis menunjukkan 11 lokasi zona layak untuk TPA, dengan 4 lokasi di Kecamatan Teluk Betung Timur dan 7 lokasi di Kecamatan Sukabumi, total luas 88,05 hektar. Lokasi memenuhi syarat kelayakan teknis dan lingkungan untuk menampung proyeksi timbulan sampah hingga tahun 2035 dengan persentase kesesuaian 71,05% dengan nilai uji kelayakan adalah 135. Peta rekomendasi memastikan lokasi strategis, aksesibilitas baik, dan memenuhi kriteria lingkungan. Hasil penelitian ini menghasilkan peta rekomendasi lokasi TPA regional sebagaiacuan kebijakan bagi instansi berwenang dalam penetapan lokasi TPA yang optimal, serta membantu mengurangi dampak negatif dari overload TPA Bakung terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kata kunci: Binary, Kelayakan Regional dan Penyisih, Kota Bandar Lampung, TPA,Weighted Linear Combination.
Variasi Nilai Equivalent Water Height Di Indonesia dan Kaitannya dengan Bencana Hidrometeorologi (Banjir dan Kekeringan) Rahayu, Safriyanti; Utari, Ririn; Sari, Atika
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v5i1.6821

Abstract

Indonesia yang merupakan wilayah tropis adalah negara dengan intensitas bencana alam yang tinggi. Kondisi iklim tropis yang sudah sangat bervariasi akibat siang dan malam yang relative sama mengalami perubahan yang cukup ekstrem pada tahun 2016. Hal ini menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi yang berkepanjangan sepanjang tahun 2016. Satelit Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) yang digunakan untuk pemantauan gravitasi dapat digunakan untuk mengamati variasi massa air. Data GRACE disediakan melalui pengukuran variasi massa temporal yang sebagian besar merupakan variasi volume air seperti air permukaan dan air tanah. Karena massa air di wilayah Indonesia didominasi oleh banyaknya curah hujan secara tidak langsung . S pherical harmonik yang diperoleh dari data satelit GRACE berubah kepadatan massa permukaan . Hasil yang diperoleh dari data pengolahannya menunjukkan bahwa t ia tertinggi Setara Air Tinggi ( EWH ) nilai selama tahun 2016 sebesar 8,66 cm pada bulan Agustus (wilayah Aceh) sedangkan nilai EWH terendah berada di wilayah Nusa Tenggara pada bulan yang sama. Curah hujan terbesar terdapat di wilayah Kalimantan dengan nilai 0,61 mm / jam pada bulan Februari 2016 sedangkan curah hujan terendah terdapat di wilayah Nusa Tenggara pada bulan Agustus . Dan korelasi antara Ketinggian Air Setara dan curah hujan lebih sedang, lemah dan sangat lemah. Kata kunci: Equivalent Water Height (EWH), GRACE, Presipitasi
Identifikasi Awal Pergerakan Sesar Peterjajar Dengan Metode Pengamatan Survei GPS Tahun 2022 Dan Tahun 2023 Dwi Kusuma, Rinaldo; Fajriyanto; Rahmadi, Eko; Zaenudin, Ahmad
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Bakauheni terletak di ujung Pulau Sumatra di Provinsi Lampung. Daerah ini terdapat sesar minor yang bernama sesar Peterjajar. Hasil studi geologi dan geofisika, sesar ini tergolong sesar dengan pergerakan sinistral dan komponen vertikal naik, atau disebut oblique fault. Oleh karena itu, perlu penelitian lanjut melalui metode survei GPS untuk melihat pergerakan awal dari Sesar Peterjajar. Tujuan penelitian ini untuk melihat seberapa besar deformasi yang di aktibatkan oleh aktivitas sesar Peterjajar serta kaitannya dengan mekanisme pergerakan sesar. Pada penelitian ini menggunakan metode pengamatan survei GPS Geodetik selama dua tahun pengamatan dengan waktu pengamatan selama 20 jam sampai dengan 24 jam, dengan interval 15 detik dan mask angel 15° serta jumlah titik pengamatan yang digunakan berjumlah enam titik pengamatan yang tersebar di zona Sesar Peterjajar. Titik ikat yang digunakan adalah titik International GNSS Service (IGS) yang tersebar diseluruh wilayah penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah deformasi dari masing-masing titik pengamatan GPS selama dua tahun, yaitu tahun 2022 dan tahun 2023. Kecepatan pergeseran horizontal paling sedikit terjadi pada titik pengamatan GB09 sebesar 1,909 mm/tahun dan paling besar terjadi pada titik pengamatan GB08 sebesar 23,830 mm/tahun. Kemudian, pergeseran vertikal paling sedikit terjadi pada titik pengamatan GB09 sebesar -4,28 mm/tahun dan paling besar terjadi pada titik GB07 sebesar 73,30 mm/tahun. Berdasarkan hasil dari masing-masing titik pengamatan GPS metode geodetik, sesar ini memiliki deformasi dengan arah pergerakan mengiri atau sinistral dan komponen vertikal relatif turun. Akan tetapi, setelah hasil kecepatan pergeseran di uji statistik, titik pengamatan tidak mengalami pergeseran yang signifkan dilakukan uji T-student, titik pengamatan tidak mengalami pergeseran yang signifikan.   Kata kunci: Deformasi, GAMIT/GLOBK, Sesar Peterjajar, Survei GPS
Analisis Spasial Dan Non Spasial Terhadap Minat Siswa Dalam Memilih Perguruan Tinggi Di Kota Metro Tahun 2023 Aqzela, Araneta; Dewi, Citra; Anisa, Rahma; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Metro memiliki visi dan misi yaitu menjadikan Kota Metro sebagai kota pendidikan, tetapi berdasarkan data BPS pada tahun 2021 diketahui indikator APS, APK, dan APM Kota Metro untuk jenjang perguruan tinggi memiliki nilai yang rendah yaitu 29,57%, 31,95% dan 27,21%. Rendahnya nilai APS, APK, dan APM dipengerahui oleh banyak variabel baik variabel spasial dan non spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian perguruan tinggi dengan menganalisis hubungan antara variabel spasial dan non spasial terhadap minat siswa dalam memilih perguruan tinggi di Kota Metro. Data yang digunakan 10 perguruan tinggi dengan data variabel spasial seperti aksesibilitas, jangkuan fasilitas kantor pemertintah, jangkuan fasilitas terminal, jangkuan fasilitas bisnis, jangkuan fasilitas kesehatan. Sedangkan variabel non spasial menggunakan fasilitas, daya minat, dan akreditas perguruan tinggi, dalam mengetahui kesesuaian kelas menggunakan metode buffer dan skoring. Selanjutnya untuk mengetahui hubungan variabel spasial dan non spasial terhadap minat siswa dalam memilih perguruan tinggi menggunakan metode regresi dengan melihat nilai korelasi. Hasil penelitian perguruan tinggi di Kota Metro menunjukkan bahwa kelas kesesuaian berdasarkan variabel spasial sebesar 10% sangat tinggi, 50% sedang, dan 40% sangat rendah. Kemudian untuk non spasial terdapat 40% dinyatakan sangat tinggi, 20% sedang, dan 40% sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel non spasial lebih berpengaruh dibandingkan dengan variabel spasial dengan nilai hubungan sebesar 0,46. Varibel non spasial memiliki korelasi hubungan yang cukup signifikan, sedangkan variabel spaisial tdiak cukup siginifikan dalam mempengaruhi minat siswa dalam memilih perguruan tinggi di Kota Metro. Kata kunci: variabel spasial, variabel non spasial, perguruan tinggi, kesesuaian
Model Spasial Perubahan Tutupan Lahan Dan Prediksi Tutupan Lahan Menggunakan Metode Cellular Automata-Markov Chain (Studi Kasus : Kecamatan Cijeruk, Caringin, Dan Cigombong, Kabupaten Bogor) Aziz, Waddan; Fajriyanto; Anisa, Rahma; Dewi, Citra
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bogor terletak di provinsi Jawa Barat. Letak yang sangat dekat dengan ibukota Jakarta menjadikan kabupaten Bogor menjadi daerah penyangga ibukota dan menjadi pusat kegiatan di Provinsi Jawa Barat. Terdapat perubahan tutupan lahan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir di Kabupaten Bogor bagian selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tutupan lahan pada tahun 2013 hingga 2023 dan memprediksi perubahan tutupan lahan di wilayah SWP Cigombong dengan bantuan faktor pendorong ketinggian lahan, lereng, jarak dari jalan, dan sungai pada tahun 2025. Penelitian ini dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Bogor tepatnya di SWP Cigombong, menggunakan metode cellular automata dan data utama adalah citra Landsat 8 OLI sebagai input awal peta tutupan lahan tahun 2013, 2017 dan 2021 untuk membuat model tutupan lahan tahun 2023 dan melakukan prediksi tutupan lahan pada tahun 2025. Terdapat tujuh kelas tutupan lahan yang akan diidentifikasi perubahan dan prediksinya di masa mendatang. Hasil penelitian menunjukkan tutupan lahan di SWP Cigombong awalnya didominasi hutan dan lahan pertanian. Nilai uji akurasi model tahun 2023 sebesar 0,861161 atau 86,1% pada pengujian pertama dan 0,90 atau 90% pada pengujian kedua dengan survey lapangan dan menunjukkan bahwa setiap faktor pendorong memiliki pengaruh yang berbeda pada setiap kelas tutupan lahan. Perubahan tutupan lahan diprediksi akan terus terjadi hingga tahun 2025 dan tutupan lahan yang diperkirakan paling signifikan perubahannya adalah lahan terbangun. Kata kunci: Cellular automata, markov chain, penginderaan jauh, prediksi, tutupan lahan,
Analisis Keselarasan Penggunaan Lahan terhadap Daya Tampung Penduduk dan Konsentrasi NO2 Di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung Salsabila, Azzahra; Fajriyanto; Tridawati, Anggun
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Rajabasa di Kota Bandar Lampung, dengan luas 12,93 km² dan populasi 55.958 jiwa pada 2023, menghadapi tekanan akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi, mencapai 4.365 jiwa/km². Penelitian ini bertujuan menganalisis keselarasan antara penggunaan lahan, daya tampung penduduk, dan konsentrasi NO₂. Penggunaan lahan diklasifikasikan dengan metode Maximum Likelihood Classification (MLC), Support Vector Machine (SVM), dan Random Forest menggunakan citra Sentinel-2. Daya tampung penduduk dianalisis berdasarkan PERMEN PU Nomor 41/PRT/M/2007 dengan mempertimbangkan kelayakan permukiman melalui metode skoring. Konsentrasi NO₂ diukur menggunakan data dari satelit Sentinel-5P melalui Google Earth Engine untuk periode 1-30 Oktober 2023. Hasilnya menunjukkan bahwa metode SVM menghasilkan luas permukiman tertinggi, dan daya tampung wilayah diperkirakan cukup hingga 2033. Konsentrasi NO₂ berada antara 0,18 hingga 0,20 µg/m³, jauh di bawah ambang batas ISPU, menunjukkan kualitas udara di Kecamatan Rajabasa masih sangat baik Kata kunci: Daya Tampung, NO₂, Penggunaan Lahan, Sentinel-2, Sentinel-5P.
Analisis Peta Penggunaan Lahan Citra Satelit Sentinel-2 Berbasis Metode Object Based Image Analysis (OBIA) terhadap Orthophoto Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) (Studi Kasus : Desa Tulang Bawang, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung) Herda Rotua, Sisilia; Fajriyanto; Sumanjaya, Erlan
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk dan kegiatan masyarakat di Desa Tulang Bawang Tahun 2024 mengalami perubahan dinamis, seiring dengan peningkatan kebutuhan lahan untuk berbagai tujuan. Peta penggunaan lahan yang akurat dan terbaru diperlukan untuk memahami cara pemanfaatan lahan tersebut. Salah satu pendekatan dalam pembuatan peta ini adalah dengan memanfaatkan citra sentinel-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peta penggunaan lahan dengan metode object based image analysis (OBIA), yang kemudian divalidasi menggunakan orthophoto dari pesawat udara nir awak (PUNA) di Desa Tulang Bawang. Metode pada penelitian ini berbasis dengan metode OBIA yaitu metode berbasis objek dalam proses segmentasi objek yang ada dengan parameter skala yang telah ditentukan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil klasifikasi dari Sentinel-2 terhadap data orthophoto PUNA, termasuk perhitungan confusion matrix untuk akurasi, ketepatan spasial, dan kemampuan dalam mengidentifikasi penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta penggunaan lahan menggunakan citra Sentinel-2B metode OBIA pada Desa Tulang Bawang didominasi oleh perkebunan seluas 339,6Ha. Pola distribusi lainnya mencakup lahan pertanian seluas 96,5Ha, lahan terbuka seluas 28,3Ha, permukiman seluas 22,8Ha, badan air seluas 3,6Ha, dan jalan seluas 1,2Ha. Validasi menunjukkan nilai akurasi keseluruhan mencapai 90% serta koefisien kappa sebesar 0,875, yang menunjukkan kesepakatan yang hampir sempurna sesuai dengan ketentuan ambang batas nilai Kappa. Secara keseluruhan, hasil klasifikasi penggunaan lahan dari Sentinel-2 konsisten pada citra resolusi tinggi orthophoto PUNA. Kata kunci: Matriks Kesalahan, Metode OBIA, Orthophoto, Penggunaan Lahan, Sentinel-2
Pemetaan Partisipatif dan Paradoks Kebenaran dalam Kartografi Demokratis Gunawan, Muhammad; Putra Hartoto, Dwi Nanda
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi geospasial, GeoWeb, dan volunteered geographic information (VGI) memperluas partisipasi publik dalam penerapan pengetahuan spasial, namun pengembangan akses ini tidak menjamin pemerataan otoritas dalam menentukan kebenaran kartografis. Penelitian ini menyusun sebuah kerangka konseptual untuk menjelaskan paradoks kebenaran dalam kartografi demokratis, yaitu persoalan heterogenitas informasi yang muncul akibat meningkatnya partisipasi publik dalam pemetaan, dan usaha platform untuk menyeleksi, menstandarkan, agar informasi pada peta tetap stabil dan dapat dipercaya. Melalui peninjauan literatur tentang pemetaan partisipatif, PPGIS, VGI, dan GeoWeb, penelitian ini mengintegrasikan empat domain kajian teoritis, yaitu kartografi demokratis, demokratisasi epistemik, stabilisasi epistemik, dan tata kelola platform, untuk mengidentifikasi proses pembentuk paradoks tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketimpangan partisipasi, mekanisme penyaringan data, serta desain antarmuka dan algoritma menjadi tiga mekanisme utama yang membentuk paradoks kebenaran. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan empat proposisi tentang pluralisasi kebenaran, pemusatan kembali otoritas epistemik, bias partisipasi, dan terbentuknya ilusi konsensus melalui visualisasi. Kerangka konseptual ini menunjukkan bahwa perluasan partisipasi dalam pemetaan tidak otomatis menghasilkan proses pengetahuan yang lebih demokratis. Selain memperkaya kajian kartografi kritis dan VGI, kerangka ini juga memberikan arahan praktis bagi perancang platform dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan mekanisme partisipasi dan validasi yang lebih inklusif dan peka terhadap ketimpangan. Kata kunci: Kartografi Demokratis, Kebenaran Kartografis, Pemetaan Partisipatif, VGI
Evaluasi Konsistensi Ketelitian Posisi Pengamatan RTK NTRIP Menggunakan CORS ULPC Terhadap Variasi Arah Baseline Rizqi, Maghfirah Insyirah; Fajriyanto; Fadly, Romi; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CORS ULPC merupakan infrastruktur pengukuran GNSS berbasis RTK NTRIP yang digunakan untuk aktivitas survei dan pemetaan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum diketahui konsistensi ketelitian posisi yang dihasilkan CORS ULPC, terutama pada arah baseline yang berbeda dalam radius 30 km. Pada praktiknya konsistensi ketelitian posisi sangat penting untuk menjamin akurasi pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsistensi ketelitian posisi hasil pengamatan RTK NTRIP menggunakan CORS ULPC pada arah utara, selatan, timur, dan barat serta menganalisis pengaruh arah terhadap kestabilan pengukuran. Metode yang digunakan berupa pengamatan GNSS RTK NTRIP pada 134 titik dalam radius 30 km. Data dianalisis melalui perhitungan ketelitian horizontal dan vertikal, serta uji levene untuk menguji konsistensi ketelitian antar arah baseline. Hasil pengamatan menunjukkan adanya kecenderungan penurunan ketelitian seiring bertambahnya jarak, dengan tingkat perubahan yang bervariasi antar arah. Ketelitian di arah timur dan barat tergolong stabil, dengan ketelitian posisi berkisar 1 hingga 5 cm pada jarak 11 sampai dengan 36 km. Sebaliknya, arah selatan menunjukkan penyimpangan yang lebih besar hingga 15,3 cm di km 37, serta arah utara mengalami penurunan paling besar mencapai 15 cm hingga 27,5 cm di km 24 hingga km 34. Analisis statistik menunjukkan bahwa hasil pengamatan tergolong stabil hingga radius 20 km, namun mengalami ketidaksesuaian setelah melewati jarak tersebut. Meskipun arah baseline tidak banyak memengaruhi stabilitas posisi pada jarak dekat, kecenderungan arah mulai memengaruhi hasil pada jarak yang lebih jauh, terutama di arah utara. Kata kunci: Arah Baseline, CORS ULPC, Konsistensi, Ketelitian, RTK NTRIP