cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Risiko Low Back Pain (LBP) pada Pekerja dengan Paparan Whole Body Vibration (WBV) M. Haikal; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) adalah gejala rasa sakit pada punggung bagian bawah yang dapat menjalar hingga kedua kaki penderitanya. Faktor risiko LBP meliputi faktor risiko individu dan pekerjaan. Faktor risiko individu termasuk berkurangnyadaya tahan otot pada os vertebralis bagian lumbal dan perubahan biokimia pada jaringan tulang menyebabkan kekakuan. Faktor risiko pekerjaan yaitu berupa postur punggung yang membungkuk atau berputar yang sering dan berkelanjutan,postur statis, pengangkatan barang, gerakan punggung yang berputar cepat yang berlebihan, dan paparan getaran seluruh tubuh atau whole body vibration (WBV) yang dapat menyebabkan penggunaan otot yang berlebihan (overuse) dan akhirnyaakan mengaktivasi nosiseptor lewat rangsang mekanik. Whole body vibration merupakan getaran yang terjadi di seluruh tubuh akibat alat kerja yang dihantarkan oleh sistem pendukung seperti tempat duduk. Mekanisme WBV dapat menyebabkan LBP berkaitan dengan peningkatkan creep effect kolumna vertebralis lumbal, kelelahan dan kerusakan di vertebral end plates sehingga mengurangi aliran nutrisi ke daerah tersebut dan menyebabkan degenerasi tulang belakang, serta adanya peningkatan vasoactive intestinal peptide (VIP) yang mengakibatkan rasa nyeri. Pencegahan utama LBP akibat WBV adalah upaya menghindari sumber penyebab dari LBP. Upaya tersebut antara lain yaitu hindari paparan WBV terlalu lama dengan memilih mesin yang anti getar, penggunaan peredam, atau sepatu anti getaran; atur waktu kerja istirahat kurang lebih 10 menit istirahat setiap 1 jam kerja; melakukan pemanasan sebelum bekerja; terapi cepat sesuai gejala; dan menjaga badan agar tetap hangat.Kata Kunci: low back pain, penyakit akibat kerja, whole body vibration The Risk of Low Back Pain (LBP) in
Efektivitas Infusa Daun Kersen (Muntingia calabura Linn) Sebagai Antidiabetik Airlangga Damara; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kelainan metabolik dengan hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulinmaupun keduanya. Diperkirakan terdapat 171 juta orang penderita DM tipe 2 pada tahun 2000, dan akan meningkat menjadi 366 juta pada tahun 2030. Diagnosis DM tipe 2 ditegakkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah dan gejala-gejala DM, yaitu (1) adanya gejala khas DM, seperti polifagia, poliuria dan polidipsia dan (2) adanya gejala tambahan seperti lemas, kesemutan, disfungsi ereksi, dan pruritus vulva. Patofisiologi DM tipe 2, berhubungan dengan terjadinya resistensi insulin pada otot dan hepar, jugakegagalan sel beta pankreas dalam menyekresi insulin. Diabetes melitus ditangani dengan obat antihiperglikemik oral, dan terapi insulin. Penatalaksanaan dengan efek samping yang besar, mendorong adanya penelitian untuk membuat obat daritanaman herbal. Salah satunya adalah penelitian mengenai efek daun kersen (Muntingia calabura Linn) sebagai antidiabetik. Daun tanaman kersen (Muntingia calabura Linn), dipilih karena mudahnya tanaman ini ditemukan dan senyawa aktifnya, seperti flavonoid, chalcone, dan tanin. Pemberian infusa daun kersen memiliki efektivitas yang baik dalam menurunkan kadar glukosa darah,beberapa penelitian menunjukkan penurunan kadar glukosa darah dengan rerata 72,75 mg/dL pada mencit Mus musculus yang diberikan infusa daun kersen. Adanya penurunan kadar glukosa darah tikus diabetes dengan rerata sampai 75,1 mg/dL, pada pemberian infusa daun kersen selama 14 hari. Kandungan flavonoid, chalcone dan tanin pada infusa daun kersen, merupakan zat potensial sebagai obat anti diabetik di masa depan.Kata kunci: antidiabetik, daun kersen, diabetes melitus
Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya Sutarto Sutarto; Diana Mayasari; Reni Indriyani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang. Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi. Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%) dan menduduki peringkat kelima dunia. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi pervalensi stunting oleh karenanya perlu dilakukan pada 1.000 HariPertama Kehidupan (HPK) dari anak balita. Pencegahan stunting dapat dilakukan antara lain dengan cara 1.Pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil. 2.ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan setelah umur 6 bulan diberi makanan  pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya. 3.Memantau pertumbuhan balita di posyandu. 4.Meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.Kata kunci: stunting, gizi, balita
Pengaruh Pemberian Kayu Manis (Cinnamomum cassia) Terhadap Penurunan Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Atikah Landani; Evi Kurniawaty
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah(hiperglikemia). Penyakit ini terjadi ketika pankreas tidak cukup dalam memproduksi insulin atau ketika tubuh tidak efisien menggunakan insulin itu sendiri. WHO memperkirakan kenaikan jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Salah satu tanaman yang dapat menurunkan gula darah adalah kayu manis (Cinnamomim casiia). Tanaman ini berasal dari genus Cinnamomum yang merupakan tumbuhan khas Sri Langka, tumbuh di daerah bersuhu 10-23oC dengan ketinggian 100-1200 m dpl. Kandungan bioaktif pada kayu manis (Cinnamomim casiia) yaitu asam cinnamat yang dapat menghambat enzim HMG-CoA reduktase hepar dan menurunkan peroksidasi lipid di hepar, cinnamaldehid yang memiliki efek meningkatkan transport glukosa oleh GLUT 4 pada sel adiposa dan otot skeletal sehingga dapat menurunkan glukosa darah, polifenol dan flavonoid yang memiliki kemampuan menangkap radikal bebas terutama pada sel β pankreas.Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, kayu manis (cinnamomum cassia), penurunan gula darah
Diva Iole Humaira, Diagnosis Serologis Brucellosis dengan Metode Brucella Coombs Gel Test Diva Lole Humaira; Ety Apriliana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brucellosis merupakan suatu penyakit zoonosis yang saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama di berbagai negara di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berasal dari genus Brucella yang biasanya menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba. Manusia dapat terserang penyakit ini secara insidental melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi maupun melalui konsumsi produk yang berasal dari hewan terinfeksi. Konsumsi susu dan produk olahan susu merupakan penyebab utama penularan brucellosis dari hewan ke manusia. Manifestasi klinis penyakit ini biasanya beragam dan tidak spesifik sehingga penegakan diagnosis sulit ditegakkan hanya berdasarkan manifestasi klinis. Oleh karena itu biasanya dibutuhkan pemeriksaan lain seperti kultur darah dan tes serologi dalam penegakan diagnosis brucellosis. Kultur darah merupakan standar emas penegakan diagnosis brucellosis memiliki beberapa kelemahan seperti waktu inkubasi yang lama, risiko terjadinya infeksi pada petugas laboratorium, harga yang mahal, serta sensitivitas yang buruk pada kasuskronis. Oleh karena itu metode serologis lebih banyak digunakan. Brucella coombs gel test merupakan metode serologis yang saat ini dikembangkan untuk deteksi brucellosis. Metode ini dapat mendeteksi antibodi terhadap brucella dan hasilnyadapat dilihat dalam waktu kurang dari dua jam. Selain itu metode ini memiliki tingkat sensitivitas yang sama dengan metode serologis yang lainnya sehingga metode ini dapat digunakan sebagai pemeriksaan serologis cepat dan screening brucellosis.Kata kunci: brucellosis, brucella coombs gel test
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara In Vitro Ety Apriliana; Efrida Warganegara; Siti Aminah Hasibuan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi di Indonesia masih cukup tinggi dan mengkhawatirkan . Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri patogen terpenting dan berbahaya. Bakteri ini sering resisten terhadap berbagai jenis antibiotik, sehingga mempersulit pemilihan antimikroba yang sesuai untuk terapi. Salah satu bahan obat terapi tradisional adalah tanaman jarak pagar yang mengandung zat aktif dengan efek antibakteri, yaitu saponin, flavanoid , fenol , alkaloid, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya hambat yang dihasilkan ekstrak daun jarak terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan metode Ki rby Bauer. Sampel penelitian adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kadar ekstrak daun jarakyaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram Menggunakan jangka sorong. Zona hambat berdasarkan tingkat konsentrasi 20%; 40%; 60%; 80%; dan 100% pada bakteri Staphylococcus aureus adalah 13,5mm, 14,25mm, 18,5mm, 19,5mm, dan 20,75 dan bakteri Escherichia coli adalah 18,12mm, 18,3mm, 18,37mm, 18,55mm, dan 18,67mm. Perbandingan zona hambat lebih tinggi terhadap bakteri Escherichia coli.Kata Kunci: Daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn), Escherichia coli, Staphylococcus aureus.
Potensi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum [Wight.] Walp.) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus secara In Vitro Alfan Tammi; Ety Apriliana; Tri Umiana Soleha; M. Ricky Ramadhian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus dapat menyebabkan penyakit pada manusia seperti sistitis, pielitis, meningitis, septikemia, endokarditis, osteomielitis, dan lain-lain. Daun salam mempunyai zat aktif dengan efek antibakteri yaitu tanin, flavonoid, minyak atsiri, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daya hambat yang dihasilkan ekstrak daun salam terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan metode difusi cakram kirby bauer. Sampel penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Kadar ekstrak daun salam yaitu: 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram menggunakan jangka sorong. Ekstrak daun salam menghasilkan zona hambat untuk Staphylococcus aureus pada konsentrasi 20% (18,75 mm); 40% (20 mm); 60% (20 mm); 80% (20,25 mm); 100% (22,75 mm). Ekstrak daun salam dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan meningkat sebanding peningkatan konsentrasi.Kata kunci: ekstrak daun salam, Staphylococcus aureus.
Perbandingan Efektivitas Terbinafin dengan Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata. L) terhadap Pertumbuhan Jamur (Malassezia Furfur) sebagai Etiologi Pityriasis Versicolor Tri Umiana Sholeha; Muhammad Ricky Ramadhian; Efrida Warganegara; Diana Mayasari; Delvi Rusitaini Putri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pityriasis versicolor merupakan penyakit jamur yang menginfeksi kulit dengan prevalensi yang tinggi di daerah tropis (50%), penyakit ini disebabkan oleh Malassezia Furfur. Daun ketepeng cina (Cassia alata. L) merupakan salah satu bahan alam kaya kandungan kimia yang memiliki khasiat sebagai anti-jamur. Terbinafin adalah obat anti-jamur yang efektif dalam pengobatan Pityriasis versicolor yang disebabkan oleh Malassezia Furfur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan terbinafin dengan ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata. L) terhadap pertumbuhan jamur (Malassezia Furfur) sebagai etiologi Pytiriasis versicolor. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik menggunakan modifikasi Kirby Bauer. Variabel bebas penelitian adalah kadar ekstrak daun ketepeng cina dan variabel terikat adalah pertumbuhan jamur Malasezia Furfur. Data dianalisis dengan menggunakan uji One Way Anova dengan nilai kemaknaan p< 0,05. Kadar ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata. L) yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, terbinafin sebagai kontrol positif dan aquabides sebagai kontrol negatif dengan masing- masing dilakukan empat pengulangan sehingga didapatkan 28 sampel. Hasil penelitian didapatkan diameter rerata zona hambat pada konsentrasi 20%; 40%; 60%; 80%; dan 100% pada jamur Malasezzia Furfursecara berturut- turut adalah 11,78 mm, 13,52 mm, 15,44 mm, 18,98mm, dan 25,46 mm. Pada terbinafin sebagai kontrol positif adalah 35,09 mm.Kata Kunci: daun ketepeng cina (cassia alata.l), malassezia furfur, pityriasis versicolor, terbinafin.
Perbedaan Rerata Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Obesitas General dan Obesitas Sentral Pegawai Laki-Laki Dewasa di Lingkungan Universitas Lampung Uliana Nur Melin; Khairun Nisa; Dian Isti Angraini; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit degeneratif yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh. Obesitas merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya diabetes mellitus tipe II pada dewasa muda. Obesitas dapat menimbulkan resistensi insulin melalui peningkatan produksi asam lemak bebas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan rerata kadar gula darah sewaktu pada obesitas general dan obesitas sentral pegawai laki-laki dewasa di lingkungan Universitas Lampung tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September–November 2016. Sampel dalam penelitian adalah pegawai laki–laki dewasa di lingkungan Universitas Lampung sebanyak 79 responden. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan uji statistik menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukan responden rata–rata pada kelompok usia dewasa akhir (67,1%) dan responden terbanyak menderita obesitas sentral (55,7%). Rerata nilai kadar glukosa darah sewaktu pada penderita obesitas sentral sebesar 126,02 mg/dl dan pada penderita obesitas general sebesar 111,66 mg/dl dengan selisih sebesar 14,36 mg/dl. Hasil uji T perbedaan kadar glukosa darah sewaktu pada obesitas general dengan obesitas sentral dengan nilai p = 0,009. Kadar glukosa darah sewaktu lebih tinggi pada kelompok obesitas sentral dibandingkan dengan kelompok obesitas general.Kata Kunci: glukosa darah sewaktu, obesitas general, obesitas sentral