cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Faktor Risiko Sick Building Syndrome Haula Rizqiyah; Minerva Nadia Putri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di negara maju, orang menghabiskan waktu 90% di dalam bangunan, sehingga bangunan yang sehat dan nyaman merupakan hal yang paling utama. Saat ini, banyaknya pembangunan konstruksi bangunan hemat energi dapat menimbulkan penurunan kualitas udara. Hal ini dikarenakan terjadinya penurunan jumlah oksigen yang masuk, serta ditambah dengan sistem ventilasi yang buruk yang dapat menyebabkan kondisi lingkungan dalam ruangan yang tidak sehat dan nyaman, seperti Sick Building Syndrome (SBS). Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko penyebab SBS. Tinjauan dilakukan pada bulan Desember 2017-Juni 2018 berupa studi literatur komprehensif terkait faktor risiko penyebab SBS. Hasil yang didapatkan yaitu faktor risiko penyebab SBS dapat diklasifikasikan menjadi 6 kelompok yaitu fisika, kimia, biologi, psikososial, personal, dan lain-lain seperti lokasi tempat tinggal di jalan raya, penggunaan bahan kimia anti serangga, serta hubungan kepemilikan dan umur bangunan.Kata Kunci: faktor risiko, identifikasi, sick building syndrome
Peran Human Epidermal Growth Factor Receptor-2 pada Kanker Payudara Hj. Rahma Amtiria; Khairun Nisa Berawi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab kematian tertinggi pada wanita adalah kanker payudara. Selama tahun 2017 diperkirakan terdapat 252.710 wanita yang terdiagnosis kanker payudara di seluruh dunia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan insidensi kanker payudara di Indonesia mencapai 61.682 kasus, dan provinsi Lampung menyumbang 0,3% kasus di antaranya. Kanker payudara berhubungan erat dengan onkogen human epidermal growth factor receptor-2(HER-2 atau neu). Secara fisiologis gen ini dibutuhkan untuk proses diferensiasi dan proliferasi sel. Namun, ketika gen HER-2 diekspresikan secara berlebihan, seperti yang ditemukan pada 20-25% kanker payudara, maka terjadi pertumbuhan sel berlebih dan transformasi menjadi keganasan. Berbagai penelitian telah melaporkan bahwa kanker payudara dengan HER-2 positif memiliki kaitan erat dengan manifestasi klinis yang lebih agresif, tingkat metastase yang lebih tinggi, derajat histopatologi yang lebih buruk dan angka harapan hidup yang lebih rendah. Deteksi status HER-2 pada pasien kanker payudara adalah suatu cara untuk mendeteksi terjadinya relaps dan menentukan jenis terapi yang dapat diberikan. Obat kemoterapi yang menargetkan HER-2 disebut sebagai anti HER-2 telah banyak digunakan. Penggunaan agen anti HER-2 monoterapi memiliki tingkat efikasi yang lebih rendah, namun pemberian kombinasi anti HER-2 dengan mekanisme kerja yang berbeda dapat meningkatkan efikasi terapi pada pasien kanker payudara.Kata kunci: gen, HER-2, kanker payudara.
Bayi Usia 28 Hari dengan Bronkopneumonia Roro Rukmi Windi Perdani; Noviana Hartika Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia adalah suatu infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah dari parenkim paru yang melibatkan bronkus atau bronkiolus dan juga mengenai alveolus di sekitarnya. Etiologi penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda asing. Pada kasus ini kami melaporkan neonatus berusia 28 hari datang dengan keluhan utama sesak nafas. Keluhan tersebut disertai demam dan batuk. Lima hari sebelumnya pasien mengalami demam tinggi. Demam dirasakan terus menerus dan tidak pernah turun. Batuk yang awalnya kering kemudian menjadi produktif dengan dahak yang sulit untuk dikeluarkan. Batuk memberat saat malam hari. Pasien juga dikatakan nafsu makannya menurun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis, frekuensi nadi 153x/menit, laju pernapasan 66x/menit, dan suhu 38,5oC, panjang badan 50 cm, berat badan 4,1 kg, lingkar kepala 39cm, dan saturasi oksigen 86%. Status gizi WAZ 0 s/d 2 SD, HAZ 0 s/d 2 SD, WHZ 1 s/d 2 SD yang memberikan kesan normal. Terdapat retraksi substernal, retraksi interkostal, dan retraksi subcostal, serta ronki basah halus nyaring pada kedua lapang paru. Pada pemeriksaan penunjang darah lengkap didapatkan hasil leukositosis dan pemeriksaan foto toraks didapatkan peningkatan corakan bronkovaskuler bilateral, infiltrat pada suprahiler, perihiler bilateral. Pasien dalam kasus ini didiagnosis bronkopneumonia dan anemia ringan.Kata kunci: bronkopneumoni, demam, leukositosis, ronki, sesak
Benign Prostatic Hyperplasia dengan Retensi Urin dan Vesicolithiasis M. Azzaky Bimandama; Evi Kurniawaty
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benign prostatic hyperplasia adalah suatu keadaan dimana terjadi hiperplasia sel-sel stroma dan sel-sel epitel kelenjar prostat. Benign prostatic hyperplasia ini dapat dialami oleh sekitar 70% pria di atas usia 60 tahun. Angka ini akan meningkat hingga 90% pada pria berusia di atas 80 tahun. Pada kasus ini, kami melaporkan laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan tidak bisa buang air kecil (BAK). Pasien mengaku sulit untuk memulai BAK, dan terkadang harus disertai dengan mengedan untuk BAK, pancaran kencing lemah, kadang terhenti kemudian lancar kembali. Pasien juga mengeluh sering berkali-kali ke kamar mandi pada malam hari saat tidur malam karena ingin BAK namun saat BAK hanya menetes dan merasa kurang puas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis, nadi 99x/menit reguler, laju pernapasan 20x/menit, tekanan darah 140/90 mmHg, dan suhu 36,7oC. Pemeriksaan status generalis didapatkan dalam batas normal. Dari rectal toucher didapatkan tonus sphincter ani kuat, mukosa rektum licin, tidak ada massa, ampulla recti intact, serta prostat teraba membesar, batas atas teraba, konsistensi kenyal, permukaan licin, nodul tidak ada, dan nyeri tekan tidak ada, tidak ada darah dan feses pada handscoon. Pemeriksaan USG urologi menunjukkan adanya symple cyst ren dextra, vesicolithiasis, pembesaran prostat (volume 42,3 ml) dengan kalsifikasi dan protusi ke VU. Dilakukan open prostatektomi suprapubik dan ekstraksi batu buli pada pasien.Kata kunci : benign prostatic hyperplasia, open prostatektomi suprapubik, retensi urin
Resistensi Insektisida pada Aedes aegypti Sutarto Sutarto; Annisa Yulida Syani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh vi rus dan ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus semakin meningkat. Nyamuk Ae. aegypti ini hidup dan berkembang dengan baik di daerah tropis yaitu pada garis isotermis 200 yang terletak di antara 450 LU dan 350 LS dengan ketinggian kurang d ari 1000 meter di atas permukaan laut. Penyakit DBD mengalami perkembangan kejadian yang cepat. Setiap tahunnya diperkirakanterjadi sekitar l ima puluh juta kasus infeksi DBD baru dengan angka kematian di atas 20.000 jiwa. Tujuh puluh persen dari seluruh populasi dunia yang berisiko terhadap DBD tinggal di area Asia Tenggara dan wilayah Pasifik Barat. World Health Organi zation (WHO) menetapkan Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Pengendalian DBD terutama ditujukan untuk memutus rantai penularan, antara lain den gan pengendalian vektorn ya. Pembasmian vektorpenyakit ini dilakukan dengan penggunaan insektisida. Di Indonesia penggunaan insektisida seperti malathion dari tahun 1972 dan Temephos dari tahun 1976 mengakibatkan kemungkinan terjadinya resistensi, begitu p ula pada jenis insektisida jenis lainnya. Umumnya penggunaan insektisida kimia, secara bertahap akan menimbulkan masalah teknis (munculnya strain baru yang tolerasnsi dan resistensi terhadap senyawa tersebut). Frekuensi dan durasi dari penggunaan pestisida jugasangat berpengaruh terhadap mekanisme terjadinya resistensi dari insektisida.Kata kunci: Aedes aegypti, insektisida, resistensi insektisida
Strategi Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Studi Kualitatif TA Larasati; Oktadoni Saputra; Rika Lisiswanti; Hanifah Rahmania
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan sindrom metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat defek sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Pasien DM dituntut untuk melakukan penatalaksanaan penyakit yang kompleks seperti pengaturan makan, latihan fisik, pengontrolan glukosa darah, serta konsumsi obat-obatan. DM dapat menimbulkan komplikasi dan gejala penyakit yang mengganggu aktivitas. Implikasi tersebut merupakan stresor yang dapat menimbulkanstres. Stresor dapat dikendalikan melalui mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi koping pasien DM tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit DKT Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan pada penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit DKT Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer melalui wawancaramendalam. Metode analisis data adalah analisis konten. Didapatkan variasi strategi koping berupa problem-focused coping, emotion-focused coping, dan problem-emotion-focused coping. Bentuk koping terbagi menjadi koping positif dan negatif. Koping positif berdampak pada keadaan fisiologis dan psikologis yang baik sedangkan koping negatif sebaliknya.Kata kunci: diabetes mellitus, koping, studi kualitatif
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Seroprevalensi Toxoplasma gondii pada Hewan Ternak Sapi di Kota Bandar Lampung Riska Wulandari; Johns Fatriyadi Suwandi; Hanna Mutiara; Sulinawati Sulinawati; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toksoplasmosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa yaitu Toxoplasma gondii. Penularan Toxoplasma gondii ke manusia dapat melalui dua cara yaitu kongenital dan didapat. Penularan dengan cara didapat merupakan penularan yang tersering yaitu dengan cara termakan kista yang terdapat pada daging sapi yang dimasak tidak matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi toxoplasmosis pada sapi yang berada di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode serologi aglutinasi yaitu ToMAT dengan menggunakan dua kit yaitu kitmerah dan kit biru. Terdapat 63 sampel yang positif terinfekesi Toxoplasma gondii, dari 63 sampel tersebut 18 diantaranya kemungkinan mengalami infeksi akut. Seroprevalensi Toxoplasma gondii pada hewan ternak sapi diBandar Lampung adalah sebesar 92,65%.Kata kunci: Hewan ternak sapi, Seroprevalensi, Toxoplasmosis, Zoonosis
Aktivitas Fermentasi Larutan Kakao (Theobroma cacao L.) sebagai Atraktan Nyamuk Anopheles sp. di Desa Sukajaya Punduh Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Ika Yunidasari; Betta Kurniawan; Efrida Warganegara; Jhons Fatriyadi Suwandi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium sp. dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. Salah satu cara untuk mengurangi populasi nyamuk adalah pengendalian secara mekanik. Pengendalian tersebut menggunakan perangkap nyamuk yang terbuat dari botol yang telah dimodifikasi kemudian diisi atraktan fermentasi larutan kakao (Theobroma cacao L.) sebagai pemikat agar nyamuk masuk dalam perangkap. Untuk mengetahui aktivitas fermentasi larutan kakao (Theobroma cacao L.) sebagai atraktan nyamuk Anopheles sp. Metode eksperimental murni, teknik purposive sampling dengan sampel sepuluh rumah penderita malaria. Terdapat enam kelompok perlakuan yaitu akuades sebagai kontrol negatif, konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 100%. Pengulangan sebanyak empat kali. Rata-rata dan standar deviasi jumlah nyamuk Anopheles sp. yaitu 0,10 ± 0,379 untuk kontrol negatif, 0,18 ± 0,385 untuk konsentrasi 6,25%, 0,38 ± 0,740 untuk konsentrasi 12,5%, 0,28 ± 0,506 untuk konsentrasi 25%, 0,15 ± 0,362 untuk konsentrasi 50% dan 0,38 ± 0,628 untuk konsentrasi 100%. Hasil uji statistik kruskal wallis didapatkan nilai p=0,116 atau p>0,05. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa secara statistik tidak ada perbedaan jumlah nyamuk Anopheles sp. yang masuk dalam perangkap secara bermakna pada semua kelompok.Kata kunci: Atraktan, kakao (Theobroma cacao L.), malaria, nyamuk Anopheles sp.
Pengaruh Merokok terhadap Kejadian Konversi Sputum pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Dyah Wulan SR Wardani; Minerva Nadia Putri AT; Anindita Anindita
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian konversi pasien TB paru di Puskesmas Panjang belum mencapai Angka Konversi Target Nasional yaitu sebesar 61%. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian konversi pada pasien TB paru. Perilaku merokok adalah faktor yang penting dalam kejadian konversi. Komponen dari perilaku merokok ini terbagi lagi menjadi lama riwayat merokok, jumlah rokok, dan jenis rokok yang dikonsumsi penderita TB paru. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar risiko merokok terhadap kejadian konversi TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang. Penelitian ini menggunakan desainCase Control. Penelitian dilakukan pada bulan September – November 2016. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah pasien TB paru yang tidak mengalami konversi setelah menjalani pengobatan fase intensif sedangkan kontrol adalah pasien TB paru mengalami konversi setelah menjalani pengobatan fase intensif di Puskesmas Panjang dengan perbandingan 1:1. Pada penelitian ini uji statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian didapatkan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru adalah perilaku merokok (OR=4,295; 95%CI:1,420-12,997), lama riwayat merokok (OR=4,286; 95%CI:1,288-14,259), jumlah rokok (OR=6,667;95%CI :1,306-34,207). Sedangkan jenis rokok bukan merupakan faktor risiko kejadian tidak konversi pada pasien TB paru. Perilaku merokok, lama riwayat merokok dan jumlah rokok meningkatkan risiko kejadian tidak konversi pasien TB paru.Kata kunci: Gagal Konversi, Perilaku Merokok, TB paru