cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
STUDI PENGGUNAAN OBAT DHP PADA PENDERITA MALARIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT TNI-AL Dr.SOEDIBJO SARDADI JAYAPURA PERIODE JANUARI - JUNI 2021 Rima Anglia; Merlina Jian; Nur Fadilah Bakri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit (protozoa) dari genus Plasmodium, melalui gigitan nyamuk Anopheles. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien terhadap studi penggunaan obat DHP pada penderita malaria di Instalasi rawat inap Rumah sakit TNI AL dr. Soedibjo sardadi Jayapura periode  Januari – Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah matode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif di Instalasi rawat inap yang bersumber dari rekam medik. Populasi dalam penelitian ini, yaitu semua pasien penderita malaria di Instalasi rawat inap Rumah sakit TNI AL dr. Soedibjo sardadi Jayapura periode  Januari – Juni 2021. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini 100 data rekam medik Pasien malaria. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia yang menderita terbanyak pada kelompok usia 17-25 (34%), jenis kelamin terbanyak pada penderita malaria adalah laki-laki (76%), dibandingkan perempuan yaitu sebanyak (24%), jenis malaria yang sering terjadi yaitu Plasmodium falciparum (58%), penggunaan obat pasien paling banyak  yaitu  DHP +  Primaquin (55%). Kata Kunci: penggunaan obat, DHP, malaria, rawat inap, RS. TNI-AL Dr.SOEDIBJO SARDADI
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI JUS APEL HIJAU (Malus domestica ) DAN PARE (Momordica charantia) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague Dawley JANTAN MODEL DIABETES MELITUS M. Aqmal Hidayah; Helmi Ismunandar; Khairunnisa Berawi; Indri Windarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabates Mellitus (DM) terjadi karena defisiensi insulin yang diproduksi pankreas. Fungsi endokrin oleh sel Langerhans menghasilkan hormon glukagon dan insulin yang berperanan ketika tubuh hipoglikemia maka terjadi glikogenelisis di hati. Apel memiliki pektin yang berpotensi menurunkan glukosa darah sedangkan pare saponin, flavonoid, polifenol, dan vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang bertujuan menangkal radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus apel hijau  dan pare terhadap gambaran histopatologi pankreas tikus putih jantan model diabetes melitus. Metode Penelitian : Penelitian ini eksperimental desain post test only control group design. Jumlah sampel 25 ekor tikus putih dibagi 5 kelompok yaitu KN (diet standar), K- (aloksan 150 mg/KgBB), P1(aloksan+ jus pare 50 mg/KgBB), P2 (aloksan+jus apel 3,25 g/KgBB), P3(aloksan+jus apel 20 mg/KgBB+jus pare 20 mg/KgBB). Pemeriksaan kadar glukosa darah digunakan glukometer dan pemeriksaan gambaran histopatologi.Hasil Penelitian: Rerata glukosa darah didapatkan KN= 80  K- = 413,3,  P1= 254,4, P2= 171, P3=232,6. Jumlah pulau langerhans rerata KN=29,2, K- = 6, P1=7,8,  P2=13,6, P3=9,2 Kruskal Wallis p=0,003. Rerata pulau yaitu KN=5.489,9 µm2, K- =18.497,5 µm2, P1=7.416,6 µm2, P2=10.125,7 µm2, P3=8.715,4 µm2, uji One Way ANOVA nilai p= 0,000Simpulan: Penelitian ini disimpulkan terdapat pengaruh jus apel terhadap kadar glukosa darah dan gambaran histopatologi pankreas tikus putih (jantan model diabetes melitus, sedangkan jus pare dan kombinasi jus apel dan pare tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar glukosa dan gambaran histopatologi tikus putih. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Apel, Pare,Pankreas
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) PADA DAERAH ENDEMIS MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN Hasan Hasan; Efriyan Imantika; Selvi Rahmawaty; Nurul Islamy
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia dan Provinsi Lampung, khususnya kabupaten Pesawaran yang merupakan daerah endemis malaria. Ibu hamil termasuk golongan yang rentan terhadap malaria sehingga berpotensi menyebabkan anemia. Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko terjadinya bayi berat lahir rendah (BBLR).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan anemia yang melahirkan bayi berat lahir rendah pada daerah endemis malaria di wilayah kerja PuskesmasHanura Kabupaten Pesawaran. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Jumlah sampel sebanyak 21 ibuhamil di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran pada periode tahun 2017-2019. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan usia kehamilan saat terdiagnosis malaria pada trimester kedua (10%), usia kehamilan trimester ketiga (90%), usia ibu hamil kurang dari 18 tahun dan lebih dari 35 tahun (19%), usia ibu hamil 18-35 tahun (81%), terinfeksi terinfeksi Plasmodium vivax (85,7%), terinfeksi Plasmodium falciparum(12,5%), anemia derajat sedang (95%), anemia derajat berat (5%), melahirkan bayi berat lahir normal (52%) dan melahirkan BBLR (48%). Prevalensi anemia pada ibu hamil yang melahirkan BBLR sebesar 48%.Kesimpulan: Karakteristik ibu hamil dengan anemia yang terbanyak adalah usia kehamilan saat terdiagnosis malaria pada trimester ketiga, usia ibu hamil 18-35 tahun, terinfeksi Plasmodium vivax, anemia derajat sedang, dan melahirkan BBLN. Prevalensi anemia pada ibu hamil yang melahirkan BBLR pada daerah endemis malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran sebesar 48%.Kata kunci : anemia, BBLR,  ibu hamil, malaria
Pengaruh Screen Time terhadap Status Gizi Mahasiswa pada Masa Pandemi COVID-19: Tinjauan Pustaka Pinkan Ahdalifa; Dian Isti Angraini; Anisa Nuraisa Jausal
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa yang menjalani perkuliahan di era pandemi COVID-19 sedang beriringan dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Adanya kebijakan pemerintah mengenai pembelajaran dalam jaringan mengakibatkan tingginya intensitas screen time pada mahasiswa sehingga berpengaruh pada status gizi mahasiswa. Didukung dengan fasilitas yang memadai dengan harga murah dan mudah dijangkau, kebijakan tersebut juga menjadikan segala kegiatan secara mudah dilakukan hanya dalam satu genggaman atau tanpa mobilitas yang berlebihan. Beberapa hal yang biasanya dilakukan dengan berjalan kaki dan mengharuskan berpindah ke lokasi lain, kini dapat dilakukan hanya dengan mudahnya seperti memesan makanan, belanja kebutuhan sehari-hari,mengerjakan tugas, berkomunikasi, dan mendapat hiburan. Mahasiswa menghabiskan waktudi depan layar untuk belajar, bekerja, bermain game, menonton vieo, dan bermain sosial media. Tingginya intensitas screen time mengakibatkan rendahnya aktivitas fisik, beriringan dengan asupan makan yang berlebih menyebabkan peningkatan status gizi pada mahasiswa menjadi overweight hingga obesitas.Kata Kunci: Mahasiswa, Screen Time, Status Gizi.
Analisis Faktor Health Belief Model Terhadap Kepatuhan Minum Obat Daniel Surya Wijaya; Fitria Saftarina; TA Larasati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan terbanyak di dunia. Data Riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa angka ketidakpatuhan minum obat sebesar 32,27% tidak rutin minum obat dan 13.3% tidak meminum obatnya, dengan 59,8% nya tidak patuh minum obatantihipertensi dikarenakan sudah merasa sehat. Faktor Health Belief Model (HBM) mencakup persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku sehat seseorang dalam kepatuhan meminum obat antihipertensinya.Kata Kunci: Health Belief Model, hipertensi, kepatuhan minum obat
Potensi Buah Apel (Malus domestica) dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Darah: Tinjauan Pustaka Alyzah Nabila Miranda; Helmi Ismunandar; Novita Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar kolesterol dipengaruhi oleh asupan lemak dan kolesterol dalam makanan. Konsumsi makanan yang tinggi lemak dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah atau dislipidemia.  Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, 45% penduduk Indonesia yang berusia diatas 3 tahun memiliki kebiasaan konsumsi makanan berlemak/gorengan 1 – 6 kali perminggu. Dislipidemia memiliki peran utama dalam terjadinya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah yang merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Malus domestica atau apel adalah salah satu jenis buah yang tinggi kadungan serat dan fitokimia terutama fenolik dan flavonoid. Kandungan flavonoid yang pali ng penting salah satunya adalah quercetin. Quercetin memiliki efek proteksi terhadap dislipidemia. Quercetin dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan mencegah oksidasi LDL sehingga pembentukan sel busa dan kerusan lipid tidak terjadi. selain itu, serat pada apel yaitu pektin dapat menurunkan kolesterol darah. Pektin berperan menghambat reabsorpsi asam empedusehingga kolesterol diekskresikan lebih banyak melalui feses.Kata Kunci: Kolesterol, Apel, Dislipidemia.
Terapi Farmakologis Preeklampsia pada Ibu Hamil Muhammad Ikhlasul Akbar; Rodiani Rodiani; Giska Tri Putri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia merupakan penyulit kehamilan yang dapat terjadi pada antepartum, intrapartum, dan postpartum. Kriteria minimum terjadinya preeklampsia adalah bila tekanan darah (TD) sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg yang terjadi setelah kehamilan 20 minggu, dan terdapat proteinuria ≥ 300 mg/24 jam. Prevalensi preeklampsia dinegara maju adalah 1,3-6%, sedangkan negara berkembang adalah 1,8-18%. Di  Indonesia angka kejadian preeklampsia adalah sekitar 3,8-8,5% dengan angka kematian Ibu sebesar 24%. Sampai saat ini preeklampsia merupakan salah satu penyebab langsung angka kematian Ibu dan bayi. Penyebab terjadinya preeklampsia belum diketahui penyebabnya. Faktor resko terjadinya preeklampsia adalah obesitas, kehamilan ganda, usia Ibu lebih dari 35 tahun atau kurang dari 20 tahun, dan ras AfrikaAmerika.Ibu hamil <20 tahun mudah mengalami kenaikan tekanan darah danlebih cepat menimbulkan kejang, sedangkan umur lebih 35 tahun juga merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya preeklampsia. Karena bertambahnya usia juga lebih rentan untuk terjadinya peningkatan insiden hipertensi kronik dan menghadapi risiko lebih besar untuk menderitahipertensi karena kehamilan. Patofisiologi terjadinya preeklampsia dikarenakan endotel mengeluarkan vasoaktif yang didominasi oleh vasokontriktor, seperti endotelin dan tromboksan A2. Selain itu, terjadi penurunan kadar renin, angiotensin 1, dan angiotensin 2 dibandingkan dengan kehamilan normal. Penatalaksanaan preeklampsia dilakukan secaranon farmakologis dan farmakologis. Terapi farmakologis yang digunakan untuk preeklampsia ialah golongan antikonvulsan sediaan cairan infus golongan magnesium sulfate dan golongan antihipertensi seperti labetalol, nifedipine, dan methyldopa. Kata kunci: Ibu hamil, preeklampsia, tatalaksana
IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO HERNIATED NUCLEUS PULPOSUS (HNP) Susan Yulia Laura Howay; Sutarto Sutarto; TA Larasati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Penelitian ini menggunakan metadata analisis dengan tinjauan literatur (literature review) yang mencoba menggali tentang faktor risiko Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Insiden HNP di beberapa negara berkembang sekitar 15-20% dari populasi keseluruhan. Penyakit ini paling sering menyerang orang dewasa dengan usia 30-50 tahun dan perbandingan kejadian antara laki-laki dan perempuan adalah 1:2. HNP dapat dicegah dan diatasi dengan menghindari faktor risiko yang menjadi pencetus terjadinya penyakit tersebut. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya HNP adalah usia, gender, Indeks Massa Tubuh(IMT), kebiasaan merokok, dan pekerjaan. Hasil literature menunjukkan bahwa HNP sering terjadi pada usia 40-60 tahun sebesar 59,6%, jenis kelamin perempuan dengan presentase 73,3%, IMT berlebih dengan presentase 86,7%, kebiasaan merokok dengan p value 0,000, dan pekerjaan berat yang mengangkat beban berlebih. Diantara faktor-faktor tersebut, usia, IMT, kebiasaan merokok , dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian HNP.   Kata Kunci : faktor risiko , Herniated Nucleus Pulposus, insiden 
Manfaat Rambut Jagung (Zea mays L.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat dalam Darah: Tinjauan Pustaka Muhammad Kaisar Febriantara; Rasmi Zakiah Oktarlina; M. Fitra Wardhana; Ratna Dewi Puspita Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian terutama subsektor tanaman pangan. Potensi peningkatan produksi jagung di Indonesia cukup besar.  Produksi jagung cenderung meningkat sejak 2010-2018. Pada tahun 2015, Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar ke lima di Indonesia.Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang penting di Indonesia karena  sumber karbohidrat ke dua setelah beras. Morfologi tanaman jagung terdiri atas akar, batang, daun, bunga dan buah. Tanaman jagung memiliki bunga betina menghasilkan rambut jagung. Rambut jagung mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenol, flavonoid, tanin, alkaloid, saponin. Senyawa dalam rambut jagung memiliki peran yang dapat menurunkan kadar asam urat dengan mengurangi aktivitas enzim xantin oksidase dalam serum dan meningkatkan konsentrasi asam urat dalam urin.Kata Kunci: Asam Urat, Rambut Jagung, Tanaman Pangan.
Akivitas Fisik, Konsumsi Cairan dan Status Gizi Berhubungan Dengan Status Hidrasi Pekerja Proyek : Tinjauan Pustaka Alma Abigail Pamarta; Suharmanto Suharmanto; Alberto Taolin
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v9i1.pp1-5

Abstract

Status hidrasi merupakan keadaan yang menggambarkan jumlah cairan dalam tubuh. Status hidrasi dapat dipengaruhi olehbeberapa faktor diantaranya aktivitas fisik, konsumsi cairan dan status gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi cairan, status gizi, dengan status hidrasi pada pekerja proyek.Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menggunakan artikel berbasis nasional dan internasionalsebanyak 40 artikel. Artikel yang digunakan berupa artikel dari tahun 2010 hingga tahun 2022. Data yang diambil memilikisumber dari Pubmed, NCBI, dan Google Scholar dengan total 20 artikel yang sesuai dengan kriteria dan mengandung katakunci yang berhubungan dengan aktivitas fisik, konsumsi cairan, status gizi, dan status hidrasi. Artikel tersebut kemudiandilakukan analisis dan interpretasi dengan cara membuat rangkuman hasil penelitiannya. Hasil dari penelitian didapatkanbahwa faktor yang berpengaruh pada status hidrasi antara lain adalah aktivitas fisik, jenis kelamin, dan usia. Simpulan daripenelitian ini adalah status hidrasi dipengaruhi oleh aktivitas fisik, konsumsi cairan dan status gizi.  Kata kunci: aktivitas fisik, konsumsi cairan, status gizi, status hidrasi