cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Spondilitis Tuberkulosis: Epidemiologi, Diagnosis, Tatalaksana, dan Prognosis Arifah Putri Desenia; Ahmad Fauzi; Ramadhan Triyandi; Fidha Rahmayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menempati urutan ketiga dengan kasus tuberkulosis paling banyak di Dunia setelah India dan China. Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi kronik yang paling banyak disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman tuberkulosis ditemukan di parenkim paru dan menyebabkan TB paru, tetapi bakteri ini juga mempunyai kemampuan untuk menginfeksi organ lain (TB ekstra paru) seperti pada tulang, kelenjar limfe, pleura, dan organ ekstra paru lain. Spondilitis tuberkulosis adalah suatu bentuk destruktif dari  tuberkulosis dan merupakan setengah dari semua kasus tuberkulosismuskuloskeletal. Diagnosis dini spondilitis tuberkulosis sulit untuk ditegakkan dan sering diduga sebagai neoplasma spinal  ataupun spondilitis piogenik lain. Biasanya diagnosis baru dapat ditegakkan pada stadium lanjut yaitu saat sudah terjadi deformitas tulang dan defisit neurologis. Diagnosis spondilitis tuberkulosis bergantung pada manifestasi klinis dan penemuan neuroimaging. Konfirmasi etiologi membutuhkan pemeriksaan Basil Tahan Asam pada mikroskop atau kultur dengan sampel yang diperoleh pada hasil biopsi dari lesi. Selain itu, pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Laju Endap Darah (LED) juga dapat dilakukan. Dengan penegakkan diagnosis dini dan pengobatan segera, prognosis umunya baik. Kata kunci: Mycobacterium tuberculosis, Tuberkulosis Ekstraparu, Spondilitis Tuberkulosis
Efek Potensial Ekstrak Kulit Batang Bakau (Rhizophora apiculata) Delisa Mutiara Nabila; Waluyo Rudiyanto; Hendri Busman
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem bakau di Indonesia merupakan ekosistem terbanyak di dunia, luasnya mencapai 3.364.063 Ha, sementara i tu luas hutan bakau di dunia lebih dari 150.000 km 2. Tumbuhan bakau memiliki potensi sangat besar sebagai bahan obat. Rhizophora apiculata adalah salah satu spesies tumbuhan bakau yang banyak tersebar di wilayah Indonesia. Bagiantumbuhan bakau dapat digunakan sebagai bahan obat mulai dari akar, daun, batang dan kulit batang pada Rhizophora apiculata yang mengandung  zat aktif sehingga artikel ini bertujuan untuk mengetahui efek potensial ekstrak kulit batang Rhizophora apiculata yang dapat bermanfaat bagi kesehatan. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka yang dilakukan, ekstrak kulit batang Rhizophora apiculata mengandung senyawa bioaktif seperti tanin, flavonoid, trapenoid, saponin dan steroidyang dapat memberikan berbagai efek potensial yang bagi kesehatan, seperti sebagai antioksidan, antiiflamasi, antimikroba, antiseptik serta mempercepat penyembuhan luka. Berbagai efek potensial tersebut tentunya masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk agar bahan yang digunakan bermanfaat bagi kesehatan dan tidak menimbulkanefek samping tidak diinginkan.Kata Kunci: Bakau, Ekstrak kulit batang, Rhizophora apiculata  
Faktor Risiko dan Tatalaksana Pitiriasis Rosea: Tinjauan Pustaka Dhipayasa Adirinarso; Dwi Indria Anggraini; Helmi Ismunandar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis rosea adalah ruam akut yang tergolong self-limited disease dengan gejala tambahan berupa sakit kepala, malaise, demam dan pembengkakan kelenjar getah bening. Prevalensi terjadinya Pitiriasis rosea di Amerika Serikat sebesar 0,21% dengan kejadian terbanyak pada perempuan dan rerata usia 36,5 tahun. Penyebab terjadinya pitiriasis rosea belum jelas, namun beberapa teori menyebutkan pitiriasis roseadisebabkan infeksi virus terutama HHV-6 dan HHV-7. Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan pitiriasis rosea seperti kehamilan dan reaktivasi virus herpes. Tatalaksana pitiriasis rosea bisa secarafarmakologis dan non-farmakologis. Tatalaksana farmakologis dengan asiklovir sebagai terapi spesifik atau antihistamin oral, steroid topkal dan eritromisin oral sebagai terapi simptompatik. Sedangkan tatalaksana nonfarmakologis Pitiriasis rosea dengan fototerapi Narrowband UltravioletB Phototheraphy (NBUVB).Kata Kunci: Asiklovir, COVID-19, Pitiriasis Rosea
Faktor Fibrilasi Atrium Dengan Kejadian Stroke Iskemik I Wayan Dika Aditia Darma; Bayu Anggileo Pramesona; Betta Kurniawan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fibrilasi atrium merupakan faktor yang dapat menyebabkan peningkatan risiko untuk terjadinya penyakit stroke dan meningkatkan persentase kematian menjadi lebih tinggi. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, menunjukkan di perkotaan terdapat 15,9%. Pada Riskesdas tahun 2018 menunjukan prevalensi stroke tertinggi di Indonesia terdapat di Provinsi Kalimantan Timur (14,7%), diikuti Provinsi Sumatera Selatan (10%), dan terendah di Provinsi Papua(4,1%). Diperkirakan 1 dari 5 penderita stroke iskemik merupakan stroke kardioemboli (dengan angka kejadian 12%-31% dari keseluruhan stroke iskemik). Setiap tahun, stroke kardioemboli dengan FA menyumbang hingga seperempat dari stroke iskemik di Amerika Serikat. Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mengetahui faktor fibrilasi atrium dengan kejadian stroke iskemik yang meliputi patofisiologi, faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana. Kata Kunci: Fibrilasi Atrium, Stroke Iskemik, Patofisiologi, Faktor Risiko, Diagnosis, Tatalaksana
Aktivitas Antibakteri Dari Tanaman Mangga (Mangifera indica L.): Tinjauan Pustaka Fragil Khoirul Basyar; Novita Carolia; Oktafany Oktafany; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan mikroorganisme yang berguna memperlambat atau membunuh tumbuh kembangnya mikroorganisme lain. Saat ini, antibiotik digunakan secara massif. Penggunaan antibiotikyang besar-besaran dengan tujuan untuk terapi infeksi akan meningkatkan kemungkinan terjadinya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik dapat dihindari dengan penggunaan antibiotik alternatif. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai antibiotik alternatif adalah mangga. Mangga mengandung senyawa makronutrieun, mikronutrieun dan fitokimia. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam mangga seperti flavonoid, tanin, saponin, mangiferin, terpenoid dan alkaloid yang diduga senyawa-senyawa tersebut mampu menghambat tumbuhnya bakteri. Bagian-bagian mangga seperti daun, kulit, biji dan daging memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menjadi alternatif penggunaan antibiotik sehingga dapat mencegah terjadinya resistensi antibiotik.Kata Kunci: aktivitas antibakteri, antibiotik, mangga, resistensi antibiotik.
Manfaat Jahe (Zingiber officinale) Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Rheumatoid Arthritis: Tinjauan Pustaka Afrianza Dafi Ramadhan; Nurul Islamy; M. Ricky Ramadhian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya inflamasi sistemik kronik dan progresif . Tingkat kepedulian masyarakat masih sangat kurang dan menganggap sebagai radang sendi biasa. Lampung merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi rheumatoid arthritis cukup tinggi pada 2019 sebesar 14,5% setelah Bali 22,8% dan Aceh 21,3%. Penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang lama pada penderita rheumatoid arthritis dapat menimbulkan efek samping. Pengobatan secara nonfarmakologi lebih disarankan karena memiliki efek keamanan yang lebih baik terutama bagi lansia. Jahe dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal karena mengandung oleoresin atau gingerol dan minyak atsiri yang dapat melancarkan aliran darah, anti inflamasi dan anti oksidan. Kata Kunci: Jahe, Nyeri, Rheumatoid Arthritis.
Manfaat Kunyit (Curcuma domestica Val) Sebagai Hepatoprotektor Pada Hepatitis: Tinjauan Pustaka Sulthan Alam Yasyfa; Susianti Susianti; Andi Nafisah Tendri Adjeng
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis merupakan salah satu dari penyakit yang menjadi ancaman kesehatan utama dunia, namun hepatitis sering diabaikan sebagai prioritas kesehatan. Hepatitis virus diperkirakan menyebabkan 1,4 juta kematian per tahun di dunia. Sekitar 47% disebabkan virus hepatitis B, 48% virus hepatitis C dan sisanya virus hepatitis A dan E. Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi hepatitis B, menduduki kedua terbesar di negara Asia Tenggara setelah Myanmar. Vaksin hepatitis merupakan cara pencegahan yang efektif untuk menekan angka kejadian hepatitis. Selain dengan pengobatan medis, bisa dilakukan melalui pengobatan tradisional. Kunyit merupakan tanaman obat yang mengandung komponen aktif kurkumin sebagai antioksidan yang dapat melindungi hati dari kerusakan (hepatoprotektor).Kata Kunci: Kunyit, Hepatoprotektor, Hepatitis.
Literature Review HbA1c Sebagai Prediktor Diabetes Pasca Diabetes Melitus Gestasional Kenos Stefanus; Intanri Kurniati; Ratna Dewi Puspita Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus atau juga dikenal dengan singkatan DM merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan  di dunia. Bila kita melihat penyebabnya, DM dapat dikelompokan menjadi empat jenis, yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM gestasional dan DM tipe lain. Pemeriksaan HbA1c masuk ke dalam salah satu kriteria diagnosis Diabetes Melitus. Seseorangdidiagnosis DM bila memiliki nilai HbA1c ≥ 6,5%.  Monitor lanjutan setelah melahirkan dari kehamilan dengan DM gestasional penting dilakukan karena penderita memiliki risiko yang berlipat kali ganda untuk mengalami DM tipe 2 pasca persalinan. HbA1c belum digunakan untuk alat skrining DM gestasional, sedangkan HbA1c memiliki beberapa keuntungandalam pemeriksaanya karena tidak memerlukan puasa dan tidak serumit Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO), oleh karena itu disusunlah literature review ini untuk memberikan informasi penggunaan HbA1c sebagai prediktor diabetes pasca diabetes melitus gestasional. Kata kunci: Diabetes melitus gestasional, HbA1c.
Pencegahan Stunting (Literature Review) M. Nabil Sulthoni Eralsyah; Dian Isti Angraini; Diana Mayasari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah gizi kronis pada balita adalah stunting. Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan Di Indonesia. Angka kejadian stunting di Indonesia masih tinggi, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi stunting. Di Indonesia, stunting disebut kerdil, artinya ada gangguan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan otak pada anak anak. Stunting merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak anak yang dapat mengakibatkan penurunanproduktivitas dan kecerdasan di saat masa dewasa. Stunting pada anak anak masih menjadi masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait. Asupan zat gizi yang tidak seimbang adalah salah satu faktor yang berpengaruh langsung terhadap stunting. Dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak anak dan pembiasaan pola hidup bersih sehat, diharapkan akan mencegah stunting bagi anak anak. Metode penelitian ini dimulai dengan melakukan penelusuran artikel di Google Scholar,PubMed dan NCBI dalam rentang tahun yang telah ditentukan oleh peneliti serta menggunakan kata kunci pencegahan stunting, pencegahan, dan stunting. Hasil penelitian menemukan artikel mengenai pencegahan stunting yang menyatakan bahwa, upaya promotif dan preventif dengan berbagai media dan metode dapat berpengaruh pada pengetahuan, sikap,hingga praktik ibu hamil mengenai pencegahan stunting. Upaya pemberian edukasi melalui berbagai metode dan menggunakan berbagai media edukasi dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pencegahan stunting sejak kehamilan Kata Kunci: Stunting, Pencegahan Stunting, Penyebab Stunting
Hubungan Nilai CT dalam Pemeriksaan RT-PCR dengan Prognosis Pasien COVID-19: Tinjauan Pustaka Muhammad Chaidar Ali; Tri Umiana Soleha; Ari Wahyuni
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome-2 (SARS CoV-2) merupakan virus penyebab penyakit COVID-19 yang pertama kali muncul pada akhir desember 2019 di kota Wuhan, Cina. Proses penularan dan penyebarannya yang sangat cepat hingga ke berbagai negara membuat virus ini dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020. Manifestasi klinis yang muncul pada COVID-19 beragam, yaitu tanpa gejala, gejala ringan, sampai gejala berat. Keberagaman gejala tersebut dapat dipengaruhi oleh hal lain, yaitu usia, gaya hidup, dan penyakit penyerta. Hal-hal yang mempengaruhi ini dapat membuat prognosis COVID-19 sulit diprediksi. Pemeriksaan RT-PCR menjadi standar emas untuk mendeteksi SARS CoV-2. Viral load yang terdeteksi pada pemeriksaan ini dapat berkorelasi langsung dengan derajat keparahan penyakit. Nilai CT dengan rentang nilai 17 sampai 35 menjadi interpretasi pemeriksaan RT-PCR. Apabila rentang nilai menunjukkan angka 17-24, viral load pasien dinyatakan tinggi sedangkan pada nilai lebih dari 24 sampai 35 dinyatakan viral load pasien rendah. Penelitian menjelaskan bahwa semakin rendah nilai CT maka kemungkinan prognosis pasien COVID-19 semakin buruk. Tetapi terdapat keterbatasan pada setiap penelitian, contohnya jumlah sampel yang terlalu sedikit, heterogenitas data pemerikaan RT-PCR, serta faktor individual pasien yang berbeda-beda. Oleh karena itu, menginterpretasikan nilai CT untuk digunakan sebagai prognosis membutuhkan pendukung lain seperti pemeriksaan lab lain dan dengan melihat manifestasi klinis yang ada pada pasien. Kata kunci: Nilai Cycle Threshold, RT-PCR, Prognosis COVID-19