Media Pendidikan Matematika
Journal of Media Pendidikan Matematika (MPM) focuses on publishing articles related to research results as well as the results of literature studies on mathematics education. This type of research can be in the form of classroom action research, experiments, qualitative research or other research. The results of the study can be the results of the application of the model / method / approach, the use of learning media (props).
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2 (2021)"
:
13 Documents
clear
Efektivitas penggunaan ppt terhadap minat belajar dan pemahaman konsep matematika kelas VII MTSN 1 Bima
Astuti, Sri;
Sabrun, Sabrun;
Yuliyanti, Sri
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.3931
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemahaman konsep siswa kelas VII MTsN 1 Bima pada mata pelajaran matematika dengan pokok bahasan luas dan keliling persegi panjang dengan menggunakan media pembelajaran power point. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Negeri 1 Bima dengan mengambil 5 siswa sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data aktivitas siswa. Indikator keberhasilan ditetapkan jika nilai rata-rata siswa kelas eksperimen meningkat dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol.hasil Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa minat belajar Matematika mengalami peningkatan. Hal ini signifikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa, dengan skor rata-rata 82,7 pada aktivitas yang dikategorikan sangat aktif dan hasil pemahaman konsep siswa pada ketuntasan klasikal kelas kontrol tidak tuntas dan pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang klasikal 100 %. Selain itu dari data observasi yang diperoleh sebelum tindakan diberikan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru setelah tindakan diberikan, siswa terlihat aktif baik saat kegiatan tanya jawab maupun saat kegiatan belajar mengajar. . yaitu ketuntasan klasikal 100%.Selain itu dari data observasi yang diperoleh sebelum tindakan diberikan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru setelah tindakan diberikan, siswa terlihat aktif baik saat kegiatan tanya jawab maupun saat kegiatan belajar mengajar. . yaitu ketuntasan klasikal 100%. Selain itu dari data observasi yang diperoleh sebelum tindakan diberikan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru setelah tindakan diberikan, siswa terlihat aktif saat kegiatan tanya jawab maupun saat kegiatan belajar mengajar. .Kata Kunci : Minat Belajar, Pemahaman Konsep, Media Pembelajaran Power PointÂ
Analisis kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari self efficacy siswa dalam pembelajaran daring
Hidayat, Reni Astari;
Noer, Sri Hastuti
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4224
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis ditinjau dari self efficacy siswa dalam pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-1 SMPN 45 Bandar Lampung yang terdiri dari 25 orang siswa. Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi terhadap pembelajaran daring, lembar angket self efficacy, dan tes uraian dari soal kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki self efficacy rendah memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yang rendah dan sebaliknya siswa yang memiliki self efficacy tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis yang cukup baik dalam pembelajaran daring.Kata Kunci: Pembelajaran Daring, Self Efficacy, Kemampuan Berpikir Kritis
Analisis kendala pemahaman bahasa untuk mengembangkan kemampuan bernalar matematika siswa
MS, Anis Hidayati;
Fauzi, Alex Haris
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4236
Understanding of language is closely related to mathematical reasoning, because language has function as a means of communication to convey ideas or ideas to others. Submission of mathematical ideas delivered by students will show how far the level of student understading of the mathematical concepts they have. This research is a qualitative research with a descriptive approach which aims to describe the obstacles faced by students when using language on mathematical reasoning. Data obtained from observations, interviews, questionnaires, and documentations. Based on the results of the analysis conducted, it can be seen that constraints faced by students when using language on mathematical reasoning are feelings of shame and inferiority, difficulty understanding the sentence, and lack of vocabulary students have.
Pengaruh model AIR dan TTW terhadap kemampuan representasi siswa SMP di Kota Singkawang
Sari, Sari;
Husna, Nurul
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4238
Abstract: Model pembelajaran adalah kerangka kerja yang memberikan gambaran sistematis untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai. Dua diantara model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran Auditory IntellectuallyRepetition (AIR) dan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan pengaruh antara model AIR dan TTW terhadap kemampuan representasi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Singkawang.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desainquasi-eksperimental menggunakan rancangan non-equivalent posttest-only control group design. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 13 Singkawang, yaitu pada siswa kelas VIII C sebagai kelas ekperimen 1 (menggunakan Model AIR) yang berjumlah 21 siswa dan VIII D yang sebagai kelas ekperimen 2 (menggunakan Model TTW) yang berjumlah 25 siswa, yang dipilih dari 4 kelas dengan purposive sampling.Instrumen yang digunakan yaitu soal kemampuan representasi matematis dan lembar onservasi aktivitas belajar siswa. Analisis data menggunakan pengujian Effect-Sizedan hipotesis komparasi dua sampel independent. Hasil dari penelitian ini adalah (1) model pembelajaran pembelajaran AIR memberikan pengaruh yang lebih baik dari pada model TTW terhadap kemampuan representasi matematis dengan besar pengaruh 0,98 (kategori besar); (2) Aktivitas belajar selama menggunakan model pembelajaran AIR lebih baik dari pada model pembelajaran TTW.
Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa smp melalui soal open ended
Buyung, Buyung
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4239
Creative thinking skills are an important skill that must be owned by students, but most students still have low creative thinking skills. This research aims to describe students' mathematical creative thinking skills through open ended problems. The data collection technique used in this study is to provide mathematical creative thinking skills using open ended questions in students of 8th grade torsina 3 Singkawang as many as 2 problems. The data analysis techniques used in this study are data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. The result of this study is the mathematical creative thinking ability of some students who work on open ended problems have fulfilled the components of profitability and flexibility for problem number 1 but there are also those who do not meet all components. And for problem number 2 most students do not meet all three components of mathematical creative thinking skills. So it can be concluded that the mathematical creative thinking skills of junior high school students who work on open ended problems are in the low category.
Kesalahan dan Miskonsepsi dalam Aljabar
Rahayu, Suning;
Setyawati, Dwi Utami;
Febrilia, Baiq Rika Ayu;
Priatna M, Bambang Apiv
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4267
Penyelidikan kesalahan dimaksudkan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang muncul karena salah satu sumber kesalahan adalah miskonsepsi. Dengan kata lain, miskonsepsi dapat dilacak melalui penyelidikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa ketika menyelesaikan permasalahan tertentu. Identifikasi miskonsepsi akan lebih bermakna apabila dipelajari lebih lanjut mengapa miskonsepsi ini bisa terjadi dan bagaimana guru harus membuat tindak lanjut dari permasalahan ini sehingga permasalahan serupa tidak akan terulang pada siswa-siswa yang lain. Melalui penyelidikan latar belakang terjadinya miskonsepsi ini guru diharapkan mampu membangun strategi pembelajaran yang dapat meminimalisir terjadinya kesalahpahaman siswa. Artikel ini menyajikan tentang kesalahan dan miskonsepsi yang kerap kali dilakukan oleh siswa dalam materi aljabar. Jenis-jenis kesalahan yang muncul ditinjau melalui studi temuan-temuan penelitian sebelumnya. Untuk mengetahui apakah kesalahan ini juga terjadi pada siswa di NTB, kami melakukan wawancara guru tentang kesalahan apa yang sering dilakukan siswa, penyebab terjadinya dan langkah apa yang dilakukan guru untuk mengantisipasinya. Setelah itu, dilakukan analisis untuk mengetahui miskonsepsi apa saja yang muncul melalui kesalahan tersebut.
Pengaruh Perhatian Orangtua Terhadap Motivasi Belajar Matemtika Siswa MTs
Imelda, Enda;
Syamsuri, Syamsuri;
Novaliyosi, Novaliyosi
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4397
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh perhatian orangtua terhadap motivasi belajar matematika siswa MTs, penelitian ini merupakan jenis penelitian survei. Data penelitian yang diambil menggunakan angket yang dilakukan secara online. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Mathlaul Anwar Pusat Menes tahun pelajaran 2021/2022. Dalam memilih sampel yang digunakan dalam penelitian, peneliti menggunakan jenis rumus Slovin, sehingga diperoleh data sampel sebanyak 240 siswa dari total 600 siswa. Masing-masing sampel adalah siswa kelas VII, VIII dan IX dengan menggunakan proporsional random sampling. Siswa kelas VII, VIII dan IX masing-masing berukuran 1/3 dari total sampel, sehingga diperoleh sebanyak 80 siswa dari tiap-tiap angkatan. Untuk mengetahui pengaruh perhatian orangtua terhadap motivasi belajar matematika siswa, peneliti dapat menggunakan perhitungan statistik jenis Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis yang diperoleh pada penelitian menghasilkan nilai determinan hanya 0.878 %. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor perhatian orangtua sebesar 87.8 % dapat menjelaskan ada pengaruh postif terhadap motivasi belajar matematika siswa MTs Mathla’ul Anwar Pusat Menes. Dengan demikian, untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menyelidiki dan mengungkap faktor lain yang berkontribusi besar terhadap motivasi belajar matematika.
Analisis Kesulitan Siswa Menyelesaikan Soal Matematika Materi Vektor Kelas X SMA Terpadu Wira Bhakti
Surialin, Surialin;
Pomalato, Sarson W;
Machmud, Tedy
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4457
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Terpadu Wira Bhakti Gorontalo tahun ajaran 2020/2021 dengan tujuan untuk menganalisi dan mendeskripsikan kesulitan siswa serta faktor apa saja penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi vektor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan bentuk studi kasus dimana peneliti meneliti secara intensif tentang kesulitan menyelesikan soal matematika pada materi vektor. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi vektor, siswa masi mengalami kesulitan dalam; (a) Penerapan fakta, (b) Penerpan Konsep, (c) Penerapan prinsip dan (d) Penerpan Operasi. Kesulitan ini dialami oleh siswa dari semua tingkat kemampuan. Faktor penyebab dari kesulitan diatas adalah; (a) tidak mampu menggali informasi yang ada dalam soal, (b) tidak mampu merubah suatu model matematika kedalam model lain, (c) salah dalam menggunakan rumus.
Eksplorasi Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Matematika Program Linier
Nissa, Ita Chairun;
Febrilia, Baiq Rika Ayu;
Astutik, Fitri
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4467
Program linier memiliki muatan materi yang menekankan pada metode penentuan nilai optimum (maksimum atau minimum). Masalah program linier pada umumnya disajikan dalam bentuk soal cerita yang melibatkan pertidaksamaan linier dan grafik garis lurus yang masing-masing memerlukan strategi dan pengetahuan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kemampuan siswa yang memecahkan masalah program linier dalam bentuk soal cerita dan dalam bentuk grafik. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 26 orang siswa kelas 11 SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain eksplanatoris sekuensial. Data kuantitatif diperoleh melalui tes dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara. Analisa data dengan uji statistik komparatif dua pihak menghasilkan tstatistik = 3.63 > tkritis satu pihak = 2.05 pada α = 0.05 yang artinya Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan atas kemampuan siswa yang memecahkan masalah program linier dalam bentuk soal cerita dan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi pentingnya memberikan pengalaman pemecahan masalah kepada siswa secara konsisten, berkelanjutan dan beragam dalam tingkat kesukarannya.
Pengaruh pembelajaran matematika realistik ditinjau dari gaya belajar mahasiswa Teknik Sipil
Hr, Bq. Malikah;
Sukandi, Sukandi;
Dewi, Ni Putu Ety Lismaya
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4473
The research aims to know the effect of realistic mathematics learning in mathematics-II courses seen from the learning styles of Civil Engineering students. This type of research uses a quasi-experimental with a 2 x 3 factorial design. The sample consists of 30 second-semester students of Civil Engineering of Mandalika university of Education. The instruments in the research were a learning style questionnaire and an essay test that contained questions for mathematics II courses. The test of data analysis using two-way analysis of variance. The results showed that the learning method and learning style had a significant effect on student learning outcomes in mathematics II courses. The influence of learning methods was 26.8% and the influence of student learning styles was 37.8%. Based on the marginal average, the average of students with realistic mathematics learning methods was 70.73 and the average of students with conventional methods was 65.93. In a class that was treated with realistic mathematics learning, the average of students with visual learning styles was 75.80, the average of students with auditory learning styles was 70.80 and the average of students with kinesthetic learning styles was 65.60. It was concluded that in mathematics II courses, the application of realistic mathematics learning was effective in improving student learning outcomes and students with visual learning styles had better learning outcomes than students with auditory and kinesthetic learning styles and students auditory learning styles had better learning outcomes than students with kinesthetic learning styles.