cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 30, No. 1 (2018)" : 13 Documents clear
Antidiabetic Effect of Urena lobata: Preliminary Study on Hexane, Ethanolic, and Aqueous Leaf Extracts Wahyuningsih, Doti; Purnomo, Yudi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.1

Abstract

Chronic hyperglycemia is one of the signs of human type-2 diabetes mellitus due to insulin resistance and depletion. This study aimed to evaluate hexane, ethanolic, and aqueous leaf extracts of Urena lobata as antihyperglycemic agent. Design of this study was a post-test only control group using 25 male Sprague-Dawley rats divided into 5 groups. High fructose diet (HFD) ad libitum and single dose of intraperitoneal streptozocin (STZ) (25 mg/kgBW) were administered to induce diabetes in rats. Three groups of the diabetic rats orally received 500 mg/kgBW of only a type of leaf extract of U. lobata for 4 weeks. Insulin serum levels were measured using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) method. Size, shape, and density of the islet cells were observed by light microscope. Blood glucose level and the area under curve (AUC) of serial oral glucose tolerance test (OGTT) were measured. The U. lobata leaf extracts of three types of solvent all increased serum insulin level and improved β cells condition, also decreased the AUC of the OGTT series in diabetic rats. Values were compared with untreated diabetic rats (p<0,05). The aqueous leaf extract of U. lobata was the best in increasing insulin serum level, recovering islet cells condition, and correcting blood glucose level. The hexane extract showed poor results when compared to the other soluble agents.
Pengaruh Antosianin Ubi Ungu terhadap TNF-α, Apoptosis dan Memori Spasial Hipokampus Tikus Model Diabetes Melitus Darwatik, Darwatik; Ratnawati, Retty; Rianawati, Sri; Sarwono, Imam
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.3

Abstract

Hiperglikemia pada diabetes melitus menyebabkan penurunan fungsi memori spasial. Terapi yang efektif terhadap gangguan fungsi kognitif akibat hiperglikemia yang sampai saat ini masih dalam perdebatan, menjadikan pendekatan pencegahan menjadi pilihan. Ubi ungu (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman tradisional yang mengandung antosianin, sebagai antiinflamasi, antioksidan, berhubungan dengan peningkatan signalling neuronal otak dalam memperbaiki fungsi memori. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian antosianin ubi ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap ekspresi TNF-α, apoptosis dan fungsi memori spasial tikus wistar/(Rattus novergicus) model diabetes melitus. Pendekatan ekperimental dilakukan dalam 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, antosianin dosis 10, 20, dan 80mg/kgBB selama 6 minggu. Ekspresi TNF-α dan apoptosis diukur menggunakan imunohistokimia, fungsi memori spasial dengan Morris water maze test. Dosis Antosianin 80mg/kgBB menurunkan ekspresi TNF-α dan apoptosis secara bermakna dibandingkan kontrol positif (p=0,028, p=0,025). Dosis 10 dan 20mg/kgBB menurunkan waktu tempuh Morris water maze hari ke 54 pada semua kuadran secara bermakna dibandingkan kontrol positif (p=0,000). Pemberian antosianin dosis 80mg/kgBB menurunkan ekspresi TNF-α dan apoptosis sel hipokampus, antosianin dosis 10 dan 20mg/kgBB menurunkan waktu tempuh Morris water maze pada tikus wistar/Rattus novergicus model diabetes melitus.
Prevalensi dan Pola Sensitivitas Enterobacteriaceae Penghasil ESBL di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Anggraini, Dewi; Sholihin, Uswathun Hasanah; Savira, Maya; Djojosugito, Fauzia Andrini; Irawan, Dino; Rustam, Ruza Prima
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.9

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan masalah besar baik di rumah sakit maupun di masyarakat, resistensi menyebabkan pilihan terapi infeksi menjadi terbatas. Prevalensi resistensi antibiotik cenderung makin meningkat, salah satu diantaranya adalah bakteri ESBL (extended spectrum beta lactamases), suatu kelompok bakteri penghasil enzim yang dapat menghidrolisis antibiotik beta laktam yang mengandung grup oxyimino seperti sefalosporin generasi satu sampai ketiga dan aztreonam. Penelitian ini  dilakukan secara deskriptif retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui prevalensi ESBL pada Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli, serta pola sensitivitasnya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Data diambil dari hasil kultur bakteri dan uji resistensi antibiotik dari berbagai spesimen klinik yang diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi RSUD Arifin Achmad selama tahun 2015. Uji ESBL dilakukan dengan alat VITEK 2 compact yang membandingkan antara proporsi penurunan pertumbuhan bakteri terhadap antibiotik sefalosporin saja dengan antibiotik kombinasi sefalosporin ditambah asam klavulanat. Hasil penelitian menunjukkan ESBL-K. pneumoniae sebesar 66,2%, dan ESBL-E. coli 62,2%, dan total rata-rata pada kedua bakteri 65,2%. Prevalensi ESBL-K. pneumoniae dan ESBL-E. coli paling tinggi berasal dari ruangan Instalasi Perawatan Intensif Anak dan berasal dari spesimen sputum dan pus, namun secara statistik tidak didapatkan perbedaan bermakna proporsi ESBL positif dan negatif berdasarkan asal ruangan dan jenis spesimen. Sensitivitas ESBL-K. pneumoniae dan ESBL-E. coli paling baik dengan antibiotik golongan karbapenem, amikasin dan tigesiklin. Penelitian ini menunjukkan tingginya prevalensi K. pneumoniae dan E. coli penghasil ESBL di RSUD Arifin Achmad dibanding beberapa rumah sakit rujukan nasional dii Indonesia. Saran untuk menurunkan angka ESBL dengan cara mencegah transmisi melalui penerapan kewaspadaan kontak dan kewaspadaan berbasis transmisi, aspek pencegahan dan pengendalian infeksi dan peningkatkan rasionalisasi penggunaan antimikroba harus dilakukan.
Prevalensi Infeksi Hepatitis B pada Ibu Hamil di Malang Mustika, Syifa; Hasanah, Dian
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.13

Abstract

Ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi mereka selama kehamilan atau persalinan, sehingga penapisan perlu dilakukan untuk mengetahui prevalensi ibu hamil yang mengidap hepatitis B di wilayah Malang. Penapisan dilaksanakan di dua Puskesmas Kota Malang yaitu Dinoyo dan Kedungkandang, dua Puskesmas Kabupaten Malang yaitu Sumberpucung dan Gondanglegi, serta RS Hermina. Peserta diberikan penyuluhan, dilakukan anamnesis, pemeriksaan tanda-tanda vital, dan pengumpulan sampel darah pada ibu hamil yang setuju berpartisipasi. Serum peserta dilakukan pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBS, metode yang digunakan adalah ELISA. Terdapat 156 ibu hamil mengikuti penapisan. Rerata usia peserta adalah 28,55,8 tahun dan rerata usia saat menikah adalah 22,53,8 tahun. Didapatkan prevalensi hepatitis B sebesar 1% dan 8% anti-HBs yang positif pada pasien dengan HBsAg negatif. Data ini diharapkan menjadi dasar kebijakan tentang pencegahan hepatitis B, seperti penggalakan vaksinasi hepatitis B dan edukasi hepatitis B ke populasi yang lebih luas.
Stigma, Stigmatisasi, Perilaku Kekerasan dan Ketakutan diantara Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia: Penelitian Constructivist Grounded theory Subu, Muhammad Arsyad; Waluyo, Imam; Nurdin, Adnil Edwin; Priscilla, Vetty; Aprina, Tilawaty
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.10

Abstract

Perilaku kekerasan dan perasaan ketakutan serta stigma dan proses stigmatisasi terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan memahami dampak stigma dan proses stigmatisasi terhadap perilaku kekerasan oleh ODGJ dan perilaku kekerasan terhadap ODGJ dan untuk mengetahui ketakutan yang dirasakan oleh ODG serta ketakutan orang lain terhadap ODGJ. Penelitian menggunakan metode Charmaz Constructivist Grounded Theory (CCGT) dengan 30 pasien dan perawat yang bekerja di RS. Marzoeki Mahdi Bogor sebagai partisipan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur, dokumen review, memo dan catatan lapangan dan dianalisis dengan Paille grounded theory analisis. Penelitian ini menghasilkan dua tema utama: 1) perilaku kekerasan dan 2) perasaan ketakutan; serta sembilan sub-kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kekerasan dilakukan oleh pasien termasuk terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan. Kekerasan juga dialami oleh penderita dari orang lain. Akibat stigmatisasi, ketakutan dirasakan oleh penderita dan orang lain tehadap penderita. Dampak stigmatisasi dimanifestasikan dengan perilaku kekerasan dan ketakutan yang dialami oleh penderita sendiri, keluarga, dan masyarakat.  
Investigasi Forensik pada Kasus Kematian Dugaan Akibat Cedera Kepala Afandi, Dedi; Herkutanto, Herkutanto
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.914 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.12

Abstract

Autopsi diperlukan dalam upaya menentukan penyebab kematian dan cara kematian. Autopsi seringkali tidak dapat dilakukan karena penolakan oleh keluarga. Laporan kasus ini menyajikan investigasi forensik pada kasus kematian yang diduga akibat cedera kepala pada korban yang telah dikremasi. Investigasi pada tempat kejadian meninggal, perhitungan indikator efek trauma pada kepala dan studi literatur dilakukan untuk membuktikan probabilitas kematian akibat cedera kepala dan probabilitas kemungkinan penyebab kematian pada korban.  Dari metode tersebut didapatkan probabilitas terjadinya cedera otak traumatik ringan adalah 8,33% dan probalitas kematian jantung mendadak 80,95%. Kasus ini menunjukkan pentingnya memahami aspek medikolegal trauma, memahami biomekanika trauma dan melakukan investigasi forensik.
Hubungan antara Kadar 25(OH)D3 dan C-Peptida Berdasarkan Lama Sakit pada Anak dengan Diabetes Melitus Tipe 1 Suryanto, Tjahyo; Tjahjono, Harjoedi Adji
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.6

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 1 menjadi masalah kesehatan di banyak negara, dengan keseluruhan peningkatan per tahun diperkirakan sebesar 3%. DM tipe 1 merupakan konsekuensi dari proses destruksi autoimun sel β pankreas. Ditemukan hubungan antara defisiensi vitamin D dengan DM tipe 1. Penelitian cross sectional ini dilakukan untuk melihat hubungan antara kadar 25(OH)D3 dan C-peptida berdasarkan lama sakit pada anak dengan DM tipe 1. Subjek penelitian adalah 26 anak dengan DM  tipe 1, status vitamin D pada sampel penelitian didominasi dengan status vitamin D yang tidak normal sebanyak 16 orang (61,5%). Hasil penelitian menunjukkan kadar 25(OH)D3 yang lebih rendah pada kelompok dengan lama sakit ≤ 5 tahun dan secara statistik tidak didapatkan perbedaan kadar 25(OH)D3 yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,403). Didapatkan kadar C-peptida yang lebih tinggi pada kelompok dengan lama sakit ≤ 5 tahun dan secara statistik tidak didapatkan perbedaan kadar C-peptida yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,137). Hubungan yang tidak signifikan didapatkan antara kadar vitamin D dan kadar C-peptida pada anak DM tipe 1, dengan keeratan hubungan yang lemah dan dengan korelasi bernilai positif (p=0,069; r=0,363). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada anak dengan DM tipe 1 didapatkan kadar 25(OH)D3 dan kadar C-peptida yang rendah. Semakin lama anak menderita DM tipe 1 dan tidak mendapatkan terapi yang adekuat, maka akan semakin rendah kadar 25(OH)D3 dan kadar C-peptida.
RISIKO MALNUTRISI TERHADAP JUMLAH CD4⁺ ORANG DENGAN HIV/AIDS YANG MENJALANI TERAPI ANTIRETROVIRAL DI MIMIKA Adiningsih, Setyo; Widiyanti, Mirna
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.703 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.8

Abstract

Hubungan status gizi dengan Cluster of Differentiation 4 (CD4?) pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang menjalani terapi antiretroviral (ARV) di Papua belum banyak diketahui. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan status gizi terhadap jumlah CD4? subjek penelitian. Parameter status gizi yang digunakan yaitu Indeks Massa Tubuh (IMT) dan anemia. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Inklusi yaitu pasien laki-laki dan perempuan sedang terapi ARV minimal 6 bulan, memiliki data CD4? dan rekam medis lengkap. Subjek penelitian yaitu 64 pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika Papua bulan Januari sampai Oktober 2015, telah menyetujui inform consent dan memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan statistik Fisher's Exact test dan Odds Ratio (OR). Mayoritas subjek penelitian adalah perempuan sebanyak 76,6%, kisaran umur 15-35 tahun sebanyak 60,9%, IMT &gt;18,5 sebanyak 85,9%, kadar hemoglobin (Hb) &lt;13g/dL sebanyak 73,4%, dan lama terapi ?60 bulan sebanyak 75%. Hasil Fisher's Exact test dan OR, ada hubungan signifikan IMT terhadap jumlah CD4? dengan nilai p?0,05=0,006 dan OR=13,867 serta 95% interval konvidensi (CI)=2,396-80,266. Hal ini menunjukkan subjek penelitian dengan IMT?18,5 atau malnutrisi berisiko 13,867 kali untuk memiliki jumlah CD4? ?200sel/ul dibandingkan subjek dengan IMT?18,5. Variabel jenis kelamin, umur, kadar Hb, dan lama terapi ARV tidak berhubungan signifikan dengan jumlah CD4?. IMT kurus (malnutrisi) berhubungan signifikan dengan jumlah CD4? rendah yaitu ?200sel/ul. Jumlah CD4? ?200sel/ul berisiko mempercepat status HIV menjadi stadium 4 atau sakit berat yang mengarah kepada AIDS. 
Ekstrak Etanol Buah Semangka (Citrullus lanatus) sebagai Antiinflamasi melalui Pengamatan Tebal Epitel Duodenum Mencit BALB/c Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Arifah, Rizka Ulfatin
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.5

Abstract

Buah semangka (Citrullus lanatus) mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid bermanfaat sebagai agen antiinflamasi. Potensi antiinflamasi ekstrak etanol buah C. lanatus terhadap ketebalan epitel duodenum mencit BALB/c belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan ketebalan epitel duodenum mencit BALB/c diinduksi ovalbumin setelah pemberian ekstrak etanol buah Citrullus lanatus (EECL). Jenis penelitian ini adalah eksperimental in vivo pada hewan uji dengan posttest only control group design. Tiga puluh ekor mencit BALB/c jantan dibagi enam kelompok. Kelompok kontrol (normal, negatif, metilprednisolon) dan kelompok perlakuan EECL dosis 175mg/kg bb, 350mg/kg bb, dan 700mg/kgbb. Perlakuan EECL dan metilprednisolon diberikan selama 28 hari berturut-turut. Ovalbumin diberikan secara intraperitoneal pada hari peroral ke-15 dan ke-22 dan hari ke-23 hingga ke-28. Pada hari ke-29, mencit dikorbankan dan duodenum dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan Hematoxylin Eosin. Efek antiinflamasi EECL dinilai dari tebal epitel duodenum. Data tebal epitel duodenum dianalisis menggunakan one-way ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan tebal epitel duodenum tertinggi adalah kelompok kontrol normal 20,02±3,50µm dan kelompok kontrol negatif memiliki tebal epitel duodenum terendah 15,98±3,22µm. Pemberian EECL dosis 175, 350, dan 700mg/kg bb serta metilprednisolon meningkatkan tebal epitel duodenum secara bermakna (p<0,05). Tebal epitel duodenum kelompok perlakuan EECL dosis 350mg/kg bb tidak berbeda bermakna (p>0,05) dengan tebal epitel duodenum kelompok kontrol normal dan kelompok metilprednisolon. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah Citrullus lanatus mampu meningkatkan ketebalan epitel duodenum BALB/c diinduksi ovalbumin dengan dosis efektif EECL 350mg/kg bb sehingga berpotensi sebagai agen antiinflamasi.
Efek Seduhan Kopi Robusta terhadap Profil Lipid Darah dan Berat Badan Tikus yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak Fatimatuzzahro, Nadie; Prasetya, Rendra Chriestedy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.2

Abstract

Dislipidemia yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total, trigliserida, dan Low Density Lipoproteinemia (Hyper-LDL) serta rendahnya kadar High Density Lipoprotein (HDL) termasuk salah satu faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Asam klorogenat yang terkandung dalam kopi dapat mencegah penyerapan kolesterol di usus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek kopi robusta (Coffea canephora) terhadap profil lipid darah dan berat badan tikus yang diberi diet tinggi lemak. Lima belas ekor tikus wistar jantan digunakan pada penelitian ini yang dibagi menjadi 3, yaitu kelompok kontrol (diet standar), hiperlipid (diet tinggi lemak) dan kopi (diet tinggi lemak dan seduhan kopi 3,6ml/hari). Diet tinggi lemak yang diberikan terdiri dari minyak babi dan kuning telur bebek. Pengukuran kadar kolesterol total, trigliserida, berat badan, LDL dan HDL dilakukan setelah 4 minggu perlakuan. Hasil uji ANOVA dan LSD menunjukkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan HDL pada kelompok kopi berbeda signifikan  dengan kelompok hiperlipid hingga sama dengan kondisi normal (kelompok kontrol). Uji ANOVA dan LSD juga membuktikan bahwa berat badan tikus yang diinduksi diet tinggi lemak juga menurun hingga sama dengan kondisi normal pada pemberian seduhan kopi. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian seduhan kopi dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL, meningkatkan kadar HDL dan menurunkan berat badan.

Page 1 of 2 | Total Record : 13