cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Parameter Praktis dalam upaya Skrining dan Diagnotis Autism Saharso, Darto; Emy, Emy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1649.4 KB)

Abstract

Autism merupakan penyakit yang banyak dijumpai pada anak dengan angka kejadian berkisar 1 pada 500 anak. Sering tidak diketahui dan tidak terdiagnosis hingga usia prasekolah karena skrining perkembangan anak secara rutin dan skrining khusus untuk autism tidak tersedia. Identifikasi dini, intervensi dini dan intensif selama masa balita usia prasekolah dikatakan mampu memperbaiki hasil akhir autism pada sebagian besar anak-anak. Parameter praktis memberikan rekomendasi spesifik untuk meng identifikasi anak-anak dengan autism.
Pemberian Jus Tomat (Lycopersicum esculentum) Per Oral Dapat Menurunkan Jumlah Sel Epitel Bronkhus Utama Tikus Putih yang Dipapar Asap Rokok Sub Kronik Handaru, Mudjiwijono; Sri, Nunuk; Srini, Indah
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.009 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.01.12

Abstract

ABSTRAKAsap rokok mengandung radikal bebas yang dapat dipercaya dapat meningkatkan sel epitel bronkhus. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi efek jus tomat yang mengandung likopen dalam menurunkan sel epitel bronkhus akibat stres oksidatif  yang di sebabkan paparan asap subkronik pada tikus. Penelitian dilakukan dengan desain eksperimental pada 20 tikus jantan usia 2-3 bulan dengan berat badan 150-200 gram dan di kelompokkan dalam  kelompok kontrol positif dan negatif juga tiga kelompok perlakuan dengan pemberian jus tomat 1.15 ml/hari, 2.3 ml/hari, dan 4.6 ml/hari. Uji One-Way ANOVA dan Post hoc LSD menunjukkan bahwa peningkatan intake jus tomat menurunkan  jumlah sel epitel bronkus secara signifikan hingga sama dengan kondisi normal.Kata Kunci : Jus tomat, likopen, paparan asap rokok sub kronis, sel epitel bronkus.
PROFIL LAMA DIARE PADA ANAK DENGAN PEMBERIAN MINYAKKELAPA MURNI Kusuma, Rahma J.
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 21, No 3 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.816 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2005.021.03.7

Abstract

Diarrhea in children is still one of the ten major  diseases in chirldren. Diarrhea can cause undernutrition, while the undernutrition itself can also cause diarrhea. Until the year of 2000, the prevalence of diarrhe had been decreased, but due to multidimentional crisis it increased up to 27.5% in 2003. Giving the drugs which directly stop  the diarrhea are not recommended, while knowing the definite cause of diarrehea to find the causative treatment still needsseveral days. Virgin coconut oil (VCO) which contained medium chain saturated fitty acid was used because of its contains of lauric acid and capriac acid, which had antibacterial, antiviral and antiprotozoal action. It also could increase nutritional absorbtion without using enzyme. This longitudinal study was done to know the the profile of duration of diarrhea in children who treated with VCO as an alternative therapy without waiting for laboratory result. Among 42 children under 5 years old who observed in this study, 37 and 5 of them were suffered of acute and chronic diarrhea respectively.
Serbuk Daun Kelor Menurunkan Derajat Perlemakan Hati dan Ekspresi Interleukin-6 Hati Tikus dengan Kurang Energi Protein Dwi, Agustiana; Endang, Tinny; Sujuti, Hidayat
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.547 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.03.1

Abstract

Kurang energi protein (KEP) merupakan salah satu bentuk malnutrisi karena rendahnya asupan gizi. Pada KEP gambaran histopatologi  liver  akan  menunjukkan  perlemakan  hati  yang  bereaksi  dengan  radikal  peroksidasi  membentuk  lipid peroksidasi  yang  meningkatkan  ekspresi  Interleukin6  (IL-6).  Penelitian  ini  dilakukan  untuk  membuktikan  bahwa  konsumsi serbuk daun kelor dapat  menurunkan derajat  perlemakan hati  dan ekpresi IL-6  pada KEP .  Penelitian dilakukan dengan desain post test only control group, pada enam kelompok (diet normal, diet rendah protein, diet rendah protein dengan empat  perlakuan  dosis  kelor  yaitu  180  mg,  360  mg,  720  mg,  1440  mg.  Diet  rendah  protein  diberikan  dalam  2  bulan kemudian    dilanjutkan  dengan  1  bulan  diet  normal  yang  ditambahkan  serbuk  daun  kelor .    Hasil  uji  One  Way  ANOVA menunjukkan bahwa pemberian serbuk daun kelor pada semua dosis dapat menurunkan derajat perlemakan hati dan ekspresi  IL-6.   Pada  dosis  720  mg/hari,  derajat  perlemakan  hati  dan  ekspresi  IL-6  menurun hingga  sama  dengan  kelompok normal. Dapat disimpulkan bahwa pemberian serbuk daun kelor pada KEP dapat menurunkan derajat perlemakan hati dan  ekspresi  IL-6.Kata  Kunci:  Ekspresi  IL-6,  kurang  energi  protein,  perlemakan  hati,  serbuk  daun  kelor
Faktor Pembentuk Kepuasan Kerja Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Faramita, Nanditya Ika; Mansur, Mohammad; Huda, Samsul
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.306 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.22

Abstract

Tingkat turnover tenaga kesehatan yang tinggi dapat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan Rumah Sakit. Salah satu faktor yang mempengaruhi turnover tenaga kesehatan adalah kepuasan kerja yang juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang membentuk kepuasan kerja tenaga kesehatan yang menurunkan angka turnover dan kinerja RS. Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan responden 84 tenaga kesehatan yag terdiri dari perawat, bidan, farmasi, analis laboratorium, radiografer, ahli gizi, perekam medis, dan fisioterapis. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan diukur dengan skala Likert 5 tingkat. Data dianalisis dengan analisa faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbentuk faktor intrinsik dan ektrinsik yang mempengaruhi kepuasan kerja. Faktor intrinsik yang terbentuk adalah penghargaan. Faktor ektrinsik yang terbentuk adalah kebijakan RS, gaji dan kompensasi, lingkungan kerja dan hubungan antara atasan dengan bawahan. Terdapat masalah komunikasi yang mempengaruhi persepsi kepuasan kerja oleh tenaga kesehatan di RSX.Kata Kunci: Faktor ektrinsik, faktor intrinsik, kepuasan kerja, tenaga kesehatan
Ekspresi IFN-γ dan IL-4 CD4+T Limfosit pada Tuberkulosis Kontak terhadap Antigen 38 Kda Mycobacterium tuberculosis Nugrahani, Iin Trilistiyanti; Kusuma, HMS Chandra; Raras, Tri Yudani Mardining; Arthamin, Maimun Zulhaidah; Astuti, Tri Wahju; Tanoerahardjo, Francisca
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.8

Abstract

Mengendalikan epidemi tuberkulosis pada anak adalah prioritas kesehatan global. Efikasi vaksin Bacillus of Calmette and Guerin (BCG) sangat bervariasi sehingga memerlukan pengembangan vaksin baru. Antigen rekombinan 38 Kda Mycobacterium tuberculosis sebagai kandidat vaksin harus melalui uji imunogenitas. Tujuan studi ini untuk mengidentfikasi apakah antigen  38 Kda dapat menstimuli ekspresi IFN-γ dan IL-4 limfosit TCD4+ pada kultur PBMC anak dengan kontak TB. Studi ini dilakukan pada kultur PBMC dari 8 kontak TB dan 8 anak sehat yang diinduksi oleh antigen 38 Kda (kelompok 1), PPD (kelompok 2) dan tanpa perlakuan (kelompok 3). Ekspresi IFN-γ dan IL-4 limfosit TCD4+ diukur dengan flowcytometry. Rerata kadar IFN-γ untuk kontak TB tertinggi pada kelompok 3 (p=0,76), sedangkan rerata IL-4 tertinggi pada kelompok 2(p=0,68).RerataIFN-γ untukkelompok sehattertinggi pada kelompok3(p=0,78) sedangkanrerata IL-4 tertinggi pada kelompok 2 (p=0,32). Rerata ekspresi IFN-γ dan IL-4 yang diinduksi oleh antigen 38 Kda, masing-masing lebih tinggi pada kontakTB daripada subjek sehat (p=0,62 dan 0,39). Pengaruh respon imun yang protektif ditunjukkan oleh rasio ekspresi IFN-γ dan IL-4 yang lebih dari 1, baik pada kontak TB dan sehat (1,22 dan 1,28). Tidak ada perbedaan signifikan antara perlakuan pemberian antigen38 kDa, PPD dan tanpa perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa antigen 38 Kda dapat menstimuli  ekspresi IFN-γ dan IL-4 limfosit TCD4+pada kultur PBMC kontak TB. Kata Kunci: Antigen rekombinan 38 Kda, Mycobacterium tuberculosis, IFN-γ, IL-4, limfositTCD4+
Pengaruh Implementasi Standar Prosedur Operasional Pengembalian Rekam Medis di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Devi, Silvia Shinta; Rini, Nurul Sri Hidayati; Hakim, Lukman
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.5

Abstract

Rekam medis adalah berkas berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis merupakan bagian penting dalam klaim asuransi kesehatan. Permasalahan yang dihadapi oleh RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat adalah keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosialisasi Standar Prosedur Operasional (SPO) Pengembalian Rekam Medis terhadap waktu keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis di instalasi rawat inap RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan metode intervensi pre dan post eksperimental pada 314 dokumen rekam medis di 18 ruangan rawat inap RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat selama kurun waktu dua minggu sebelum dan sesudah sosialisasi dilaksanakan. Intervensi instrumen berupa sosialisasi SPO pengembalian rekam medis 1 x 24 jam setelah selesai pelayanan dengan menggunakan poster. Instrumen penelitian berupa laporan bagian assembling Instalasi Rekam Medis di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat. Analisis keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis ini menggunakan perhitungan statistik uji t test berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan jumlah dokumen rekam medis yang terlambat setelah selesai pelayanan rawat inap dari rerata 38,60±32,40 menjadi 19,82±30,83 dokumen dan rata–rata hari keterlambatan dari rerata 1,24±1,21 menjadi 0,62±0,22 hari. Pengaruh sosialisasi SPO memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah rekam medis yang terlambat dan tidak berpengaruh signifikan terhadap hari keterlambatan rekam medis rawat inap.Kata Kunci: Keterlambatan, rekam medis, SPO
Perbandingan Uji Kepekaan Antibiotika Metode Primary Sensitivity Test dengan Metode Baku terhadap Isolat Bakteri dan Pus Dwidjatmika, Heri; Widjajanto, Edi; Sumarno, Sumarno
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 3 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3098.057 KB)

Abstract

Pengobatan terhadap penyakit infeksi sebaiknya didasarkan atas hasil tes kepekaan antibiotika. Tes kepekaan antibiotika yang biasa dikerjakan di laboratorium sentral seksi mikrobiologi Klinik RSSA Malang yang sudah dibakukan adalah selalu didahului oleh kultur bakteri. Untuk mengetahui hal tersebut memerlukan waktu yang cukup lama yakni anatar 3 sampai 4 hari. Metode Primary Sensitivity Test (PST) adalah metode tes kepekaan bakteri terhadap antibiotika yang hasilnya dapat diketahui dengan cepat yaitu 1 hari. Penelitian ini tujuannya adalah untuk mencari senditifitas dan spesivitas dari tes kepekaan metode PST dibandingkan dengan hasil tes kepekaan metode baku pada sampel pus. Pada spesimen pus metode PST dikerjakan dengan cara langsung dari bahan pemeriksaan. Spesimen pus digoreskan pada medium Disk Sensitivity Test (DST), yang selanjutnya pada permukaan medium DST tersebut diletakkan kertas yang berbentuk cakram yang didalamnya mengandung antibiotika tertentu. Hasil dari tujuan penelitian dianalisis dengan menggunakan program komputer Cat Maker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senditifitas tes kepekaan metode PST antibiotika amikacine, cefotaxime, ciprofloxacine, dan amoxicillin masing-masing berurutan adalah 77%, 71%, 74%, 64%, dan 35%. Hasil spesivitas tes kepekaan metode PST antibiotika  amikacim, cefotaxime, cefuroxime, ciprofloxacine, dan amoxcillin masing-masing berurutan adalah 83%, 85%, 85%, 85%, dan 90%. Kesimpulan dari hasil penelitian metode PST maka antibiotika amikacine, cefotaxime, dan cefuroxime dapat dijadika sebagai pegangan dalam penanganan penderita luka infeksi secara dini. Akan tetapi dalam penerapan klinik masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan hasil tes kepekaan metode PST.
Pengaruh Seduhan Tepung Kulit Mangga Manalagi (Mangifera Indica L.) terhadap Kadar MDA pada Tikus Wilyanti, Wardah; Kurniasari, Fuadiyah Nila; Harti, Leny Budhi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.1

Abstract

Diet tinggi lemak merupakan salah satu faktor yang dapat menyebakan stress oksidatif sehingga akan meningkatkan kadar Malondialdehid (MDA) didalam tubuh. Kadar MDA dipengaruhi oleh antioksidan salah satunya adalah polifenol yang terdapat pada kulit mangga manalagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar MDA pada tikus yang mendapatkan seduhan tepung kulit mangga manalagi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan post test only control group design. Subjek pada penelitian ini adalah 30 tikus putih (Ratus Norvegicus Strain Wistar) jantan. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok antara lain P0 (diet normal), P1 (diet tinggi lemak), P2, P3, dan P4 adalah tikus yang diberi diet tinggi lemak dan seduhan tepung kulit mangga manalagi dengan dosis sebesar 0,4; 0,8; dan 1,6 gram. Kadar MDA pada serum tikus diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 532nm. Perbedaan kadar MDA dianalisis dengan menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kadar MDA P0, P1, P2, P3, P4 adalah 311,25, 371,75, 283,63, 323,00, dan 0,00ng/ml. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kadar MDA pada kelompok P0 dengan P1 (p=0,013). Kadar MDA kelompok P1 juga berbeda signifikan dengan P2 (p=0,001), namun tidak berbeda signifikan dengan P3 (p=0,159) dan kadar MDA P4 adalah 0,00ng/ml karena drop out.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian seduhan tepung kulit mangga manalagi dengan berat tepung 0,4 gram dapat menurunkan kadar MDA serum tikus putih yang diberi diet tinggi lemak.
Pengaruh Amitriptyline Dosis Lethal pada Bangkai Tikus Rattus Norvegicus strain Wistar terhadap Pertumbuhan Larva Musca Sp. Rahman, Puji; Djoko B, Aswin; Prastowo, Wening
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.012 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.6

Abstract

ABSTRAKKata Kunci:  Amitriptyline, Musca sp., pertumbuhan larvaPeran Post Mortem Interval (PMI) sangat penting untuk memperkirakan waktu kematian yang dapat diketahui dengan menentukan  umur  larva  lalat  yang  terdapat  pada  jenazah.  Pertumbuhan  larva  lalat  sangat  dipengaruhi  oleh  suhu lingkungan,  makanan,  kelembapan,  intensitas  cahaya,  dan  kontaminan.  Keberadaan  obat  antidepresan  dapat mengacaukan estimasi waktu kematian hingga 77 jam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan media  dua  bangkai  tikus.  Tikus  pertama  dibunuh  dengan  cara  diberikan  amitriptyline  100  mg  peroral  (LD50  =  350 mg/kgBB).   Tikus kedua dibunuh dengan cara dislokasi cervical. Kedua bangkai ini dimasukkan ke 2 kandang yang telah berisi masing-masing 50 lalat Musca sp. Dilakukan pengamatan setiap 12 jam mulai dari larva lalat stadium satu sampai lalat dewasa. Setiap media tumbuh diambil 10 larva secara acak setiap hari untuk diukur panjang dan berat serta durasi pertumbuhannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan larva pada media dengan kandungan amitriptyline berbeda secara signifikan dibandingkan pertumbuhan larva pada media tanpa kandungan amitriptyline. Panjang larva pada media tumbuh dengan kandungan amitriptyline lebih panjang, berat larva pada media tumbuh dengan kandungan amitriptyline lebih berat dan durasi pencapaian stadium lebih lambat sejak hari ke-3a (p < 0,005). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa amitriptyline dapat memperlambat pertumbuhan larva lalat Musca sp.