cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Gambaran Skor Risiko Stroke Framingham, Obesitas, Dislipidemia, dan Hiperurisemia pada Penduduk Kecamatan Sekarbela Mataram Harahap, Herpan Syafii; Padauleng, Novrita; Rizki, Mohammad; Pintaningrum, Yusra; Indrayana, Yanna
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.814 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.03.11

Abstract

Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab kecacatan dan kematian yang dapat dicegah. Kejadian stroke iskemik dapat diprediksi berdasarkan skor risiko stroke Framingham, serta faktor risiko lain seperti obesitas, dislipidemia, dan hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil risiko stroke iskemik, obesitas, dislipidemia, dan hiperurisemia pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Sebanyak 115 subjek dilibatkan dalam penelitian potong lintang yang mengukur derajat risiko stroke iskemik dalam 10 tahun menurut Framingham, indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, serta rasio lingkar pinggang-panggul. Faktor risiko dislipidemia pada 84 subjek ditentukan berdasarkan kadar kolesterol total dan kolesterol HDL. Faktor risiko hiperurisemia pada 77 subjek ditentukan berdasarkan serta kadar asam urat serum. Hasil penelitian menunjukkan derajat risiko stroke iskemik tinggi dan sedang masing-masing sebesar 12,2% dan 13%. Subjek obese berdasarkan IMT, lingkar pinggang, dan rasio lingkar pinggang-panggul masing-masing sebesar 14,78%, 37,39%, dan 9,57%. Subjek dengan kadar kolesterol total serum tinggi dan kolesterol HDL serum rendah didapatkan masing-masing sebesar 10,72%, dan 51,19%. Hiperurisemia didapatkan pada 46,75% subjek. Sebagai kesimpulan, penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram memiliki risiko stroke iskemik 10 tahun Framingham dan proporsi obesitas yang rendah, disertai dislipidemia dan hiperurisemia pada separuh penduduk. Kata Kunci: Dislipidemia, hiperurisemia, obesitas, skor risiko stroke Framingham
Peran Mitokondria dalam Apoptosis Zulhaidah A, Maimun; Tjahjono, Cholid Tri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 2 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2339.228 KB)

Abstract

Apoptosis merupakan bentuk kematian fisiologis sel yang terprogram dimana secara morfologis dan biokimiawi berbeda dengan nekrosis, yang merupakan proses spontan dan tak terregulasi. Berbagai peristiwa kunci di dalam apoptosis melibatkan mitokondria dimana organela ini melepaskan protein-protein/molekul proapoptotik yang berperan di dalam mengaktifkan cascade apoptotik. Tiga mekanisme bagaimana mitokondria berperan di dalam apoptosis adalah, dengan menyebabkan gangguan transpor elektron dna metabolisme energi yang merupakan gambaran awal kematian sel; melepaskan protein-protein, antara lain sitokrom c (dilepaskan akibat adanyastimuli kematian), yang memicu aktifasi kaspase; dan dengan mengubah potensial oksidasi-reduksi seluler yang melibatkan peran anion superoksida yang banyak terdapat di dalam organella ini.
Kinerja Kader dalam Pencegahan Stunting: Peran Lama Kerja sebagai Kader, Pengetahuan dan Motivasi Afifa, Irma
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.949 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.19

Abstract

Salah satu upaya penanganan stunting melalui keterlibatan kader posyandu. Tujuan penelitian untuk menguji peranan pengetahuan dan motivasi sebagai variabel mediasi pengaruh lama menjadi kader terhadap kinerja kader dalam program pencegahan stunting di wilayah Puskesmas Pagelaran dan Gedangan. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah dua puskesmas (705 kader), dengan sampel125 kader pada masing-masing puskesmas diambil secara proportional cluster random sampling. Kriteria responden yaitu kader posyandu yang aktif bekerja di wilayah Puskesmas Pagelaran atau Gedangan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis uji beda Independet Sample T-Test digunakan untuk membandingkan lama menjadi kader, pengetahuan, motivasi, dan kinerja kader antara dua puskesmas. Analisis jalur digunakan untuk mengetahui pengaruh lama menjadi kader terhadap kinerja kader yang dimediasi pengetahuan dan motivasi kader pada masing-masing wilayah puskesmas. Transformasi data terlebih dulu dilakukan untuh merubah data ordinal menjadi interval dan dilakukan uji kesetaraan pada karakteristik responden meliputi usia, pendidikan, dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan kinerja kader terbukti berbeda signifikan, sedangkan lama menjadi kader dan motivasi kader tidak berbeda signifikan di kedua wilayah Puskesmas. Berdasarkan hasil analisis jalur pengetahuan dan motivasi kader tidak terbukti menjadi variabel mediasi lama menjadi kader terhadap kinerja kader serta lama menjadi kader tidak berpengaruh terhadap kinerja kader di kedua wilayah. Meskipun demikian, motivasi kader berpengaruh dominan terhadap kinerja kader di kedua wilayah Puskesmas.
PEMBERIAN ETANOL JANGKA PANJANG MENURUNKAN MEMORI KERJA SPASIAL PADA TIKUS Aswin, Soedjono; Mustofa, Mustofa
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.933 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2008.024.02.7

Abstract

Long term ethanol administration may cause morphological changes in the hippocampus, followed by deficit in  the  hippocampal  function  including  the  impairment  of  memory.  The  aim  of  this  study  is  to  investigate  the changes of spatial working memory of rats after chronic ethanol administration at adolescent age. Twenty five adolescent  (30  days  of  age)  male  rats  (Rattus  novergicus)  divided  randomly  into  5  groups  :  control  without treatment (C1), control with treatment (C2), treatment 1 (T1), treatment 2 (T2), treatment 3 (T3) group. Each group consist of 5 rats. C2 group was given physiologic saline, T1, T2, and T3 group were given ethanol with doses  1,  2,  and  3  g/kg/day  for  30  days  by  intraperitoneal  injection.  After  chronic  ethanol  administration  the spatial  working  memory  of  5  groups  were  tested  by  using  8  arm  radial  maze  for  12  days.  Spatial  working memory measured by total number of entered arm maze and error A type. The results of this study showed that  chronic  ethanol  administration  at  adolescent  age  caused  decreasing  of  spatial  working  memory  of  the rats. The total number of entered arms maze and error A type for treatment group (especially P3 ) is higher than  control  groups  (p<0,05).  It  is  concluded  that  in  rats,  chronic  ethanol  administration  at  adolescent  age caused decreasing spatial working memory.   Key words : Ethanol, Spatial working memory, Adolescent
EFFECT OF COMBINED THERAPY USING CHLOROQUINE AND VITAMIN C TO THE PERITONEAL MACROPHAGE FUNCTION IN BALB/C STRAIN MICE INFECTED BY Plasmodium berghei Fitri, Loeki Enggar; Suhendro, Wongso; Murwani, Sri; Muliartha, I Ketut Gede; Ali, Mulyohadi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 3 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1633.38 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2003.019.03.2

Abstract

In acute infection, malaria will induce cellular immunity by activating T lymphocytes and macrophages cells. This induction indirectly triggers free radicals production in order to eliminate the parasites from red blood cells, however high concentration of thismolecules can cause vital tissue pathological changes on host. In late phase of malarial infection, there are immunosupression on macrophages activity including antigen presenting and secretion of immunoregulated mediator. It has been anticipated, vitamin C as antioxidant would diminish the side effect of thesefree radicals during malarial infection and increase the immunity. To see the effect of combination chloroquin and vitamin C in hastening the recuperative process by decreasing parasitemia and increasing the phagocytosis function of macrofages during Plasmodium berghei infection. This study has been carried out using 3 groups of BALB/c mice, all group were inoculated with 1x107Plasmodium berghei infected red-blood cells. No drug was given on control group (IK). In experimental group we introduced an oral therapy ofchloroquin for 5 days in 1.4 mg/cc dosage and vitamin C for 7 days in 0.2 mg/cc dosages concurrently with a Plasmodium berghei inoculation (IKC). One group was only given chloroquin at the same dosage and no drug was given at the control group (IK).
Peningkatan Jumlah Apoptosis Airway Smooth MuscleBerhubungan dengan Peningkatan + Jumlah Sel T CD8 pada Model Mencit Asma Setiawati, Dessy; Kusuma, HMS Chandra; Kusworini, Kusworini
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 25, No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.727 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2009.025.03.4

Abstract

Airway  remodeling  is  an  important  thing  in  asthma.The  increase  of  airway  smooth  muscle  mass  is  a prominent  feature  of  asthmatic  airway  remodeling.  The importance  role  of  airway  smooth  muscle cell  (ASM) + apoptosis in airway remodeling is unknown.T cell also had important role in asthma, whereas CD4 T cell +role  in  airway  remodeling  has  already  known,  but  how  CD8   T cell  role  in  airway  remodeling  is  still  unclear.  A randomized  control  group experimental study  used Balb/c mice, that  categorized into  2 groups: asthma and control.  Asthma group was sensitized by ovalbumin intraperitoneally  in  day 0 and 14, followed  by inhalation +every  2-3  days  for  6  weeks.  In  week  8,  all  of  mice  were  terminated.   The  expression  of  CD8   T  cell  lymphocyte was  examined  through  immunohistochemistry  method,  whereas  ASM  apoptosis  by  TUNEL  method. Independent sample t-test and spearman test was used in statistical analysis with confident interval 95%. The  bronchioli  and  lungs  specimens  were  obtained  from  18  mice  (9  in  each  group).  Case  goup  had  significant +increase  in  the  amount of ASM apoptosis and expression of CD8   T cell lymphocyte  (p=0.000;  p=0.001). +There was also positif correlation between  ASM apoptosis and expression of CD8   T cell (r=0.37,  p=0.065). +We  conclude  that  increasing  ASM  apoptosis  has  a  relationship  with  increasing  CD8   T  cell+Keywords:  asthma,  mice,  ovalbumin,  ASM  apoptosis  and  CD8   T  cell
Akurasi Fibrinogen dan Hs-CRP sebagai Biomarker pada Sindroma Koroner Akut Setiawan, Ivan; Wardhani, Viera; Sargowo, Djanggan
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 4 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.915 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.04.10

Abstract

Peran fibrinogen dan Hs-CRP menunjukkan potensinya sebagai biomarker pada sindrom koroner akut. Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan potong lintang yang berlangsung dari bulan Februari dampai dengan Juli 2011. Jumlah subjek untuk tiap kelompok kasus maupun kontrol adalah 76, berusia antara 35 sampai dengan 80 tahun. Kedua kelompok diukur kadar fibrinogen dan Hs-CRP. Cut off masing-masing biomarker diukur dengan Receiver Operating Curve. Akurasi dr nilai diukur dengan sensitivitas, spesifitas, rasio kemungkinan, nilai duga positif dan nilai duga negatif, baik secara kombinasi maupun terpisah. Umur rerata pada kedua kelompok 57,5 tahun. Kadar fibrinogen pada kelompok kasus (5,8±1,56 g/L) berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol (3,78±1,78 g/L). Kadar Hs-CRP pada kelompok kasus (4,04±1,94 mg/L) berbeda bermakna dibanding kelompok kontrol (1,98±1,25 mg/L). Kedua biomarker baik secra kombinasi atau terpisah dapat dipakai sebagai alat diagnostik pada sindrom koroner akut. Fibrinogen dan Hs-CRP mempunyai nilai diagnostik terbaik dibanding bila digunakan secara terpisah.Kata Kunci: Atherosklerosis, biomarker, fibrinogen, Hs-CRP, inflamasi, sindrom koroner akut
Kombinasi Artemisinin dan Ekstrak Moringa oleifera Menurunkan Ekspresi NF-κB namun Tidak Menurunkan Ekspresi iNOS pada Otak Mencit Diinfeksi Malaria Harahap, Herpan Syafii; Dalhar, Mochammad; H, Tinny Endang Endang; Norahmawati, Eviana; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.904 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.6

Abstract

Malaria otak merupakan manifestasi tersering dari infeksi malaria berat yang ditandai dengan respon inflamasi berlebih di otak. Untuk mencegah terjadinya resistensi, penggunaan obat antimalaria standar (artemisinin) harus dikombinasikan dengan obat antimalaria lain. Moringa oleifera, yang secara in vitro memiliki aktivitas antimalaria dan anti-inflamasi, merupakan kandidat obat untuk dikombinasikan dengan artemisinin. Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh kombinasi artemisinin dan ekstrak Moringa oleifera terhadap ekspresi NF-kB dan iNOS pada otak mencit model malaria. Penelitian eksperimental laboratorik ini dilakukan dengan menggunakan 36 ekor mencit Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei ANKA sebagai model malaria. Sampel dibagi menjadi enam kelompok, masing-masing satu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, pemberian artemisinin 0,12mg/hari (C0), dan tiga kelompok yang masing-masing mendapatkan kombinasi artemisinin 0,12mg/hari dan ekstrak daun kelor 3,75mg/hari (C1), 7,5mg/hari (C2) dan 15mg/hari (C3). Pengobatan diberikan setelah mencit mencapai derajat parasitemia 1-5% pasca inokulasi parasit secara intraperitoneal. Ekspresi NF-kB dan iNOS otak mencit diamati dengan metode imunohistokimia pada hari ke-3 dan ke-7 pasca infeksi. Pemberian kombinasi artemisinin 0,12mg/hari dan ekstrak Moringa oleifera 3,75mg/hari, 7,5mg/hari, dan 15 mg/hari, menyebabkan penurunan ekspresi NF-kB dan iNOS yang bermakna dibandingkan dengan kontrol positif (p<0,05). Perlakuan tersebut tidak menyebabkan penurunan ekspresi iNOS yang bermakna dibandingkan pemberian artemisinin 0,12mg/hari saja (p>0,05). Kombinasi ekstrak Moringa oleifera dengan artemisinin memberikan efek sinergis dalam penurunan derajat parasitemia dan ekspresi NF-kB, tetapi tidak untuk ekspresi iNOS di otak mencit yang diinfeksi malaria.Kata Kunci: Artemisinin, iNOS, malaria otak, Moringa oleifera, NF-kB
Efek Preventif Pemberian Ekstrak Kulit Buah Naga Berdaging Super Merah (Hylocereus Costaricensis) terhadap Malondialdehid Tikus Wistar yang Dipapar Asap Rokok Nasution, Ade Saputra; Wirjatmadi, Bambang; Adriani, Merryana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.011 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.01.5

Abstract

Kulit buah naga berdaging super merah  (Hylocereus costaricensis) merupakan limbah yang sangat jarang dimanfaatkan, biasanya kulit buah naga hanya dibuang begitu saja, padahal mengandung antiosianin yang cukup tinggi. Antosianin yang terkandung dalam kulit buah naga berpotensi dijadikan sebagai alternatif pewarna alami dan antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pemberian kulit buah naga berdaging super merah terhadap pencegahan kenaikan Malondialdehid (MDA) pada tikus wistar yang diberi paparan asap rokok. Dalam penelitian ini menggunakan lima kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan diberi ekstrak 1,575gr/ml, kelompok perlakuan diberi ekstrak 3,150gr/ml dan kelompok perlakuan diberi ekstrak 4,725gr/ml. Kadar MDA dianalisis dengan menggunakan metode TBA (Thiobarbaturic Acid). Penelitian ini dilakukan selama 36 hari, 7 hari pertama diberi ekstrak sesuai dosis, selanjutnya 28 hari kemudian dipapar 2 batang rokok dan diberi ekstrak. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA One Way dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA pada kelompok positif dengan kelompok pemberian ekstrak 1,575 gr/ml tidak terdapat perbedanyaan nyata (0,079 >0,05). Kadar MDA pada kelompok  kontrol positif dengan kelompok pemberian ekstrak 3,15gr/ml dan kelompok pemberian ekstrak 4,725gr/ml ada perbedaan nyata (0,00 <0,05). Kelompok pemberian ekstrak 3,15gr/ml dan kelompok pemberian ekstrak 4,725gr/ml dapat mencegah kenaikan kadar MDA pada tikus yang dipapar asap rokok.
Konsumsi Junk food dan Serat pada Remaja Putri Overweight dan Obesitas yang Indekos Septiana, Pipit; Nugroho, Fajar Ari; Wilujeng, Catur Saptaning
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.11

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman angka kejadian overweight dan obesitas remaja semakin meningkat. Remaja dengan obesitas memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsumsi junk food dan serat pada remaja putri dengan overweight dan obesitas yang indekos. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di wilayah Sumber Sari dan Kerto, Malang. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling yang terdiri dari 9 orang informan kunci dan 14 orang teman informan kunci sebagai triangulasi untuk menjamin validitas data. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dan observasi dibantu dengan catatan, tape recorder, dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi junk food pada informan tergolong tinggi dengan jenis junk food yang sering dikonsumsi fried chicken. Alasan tingginya konsumsi junk food paling utama adalah alasan rasa. Frekuensi konsumsi serat informan juga masih rendah dengan jenis serat yang sering dikonsumsi adalah lalapan. Alasan utama rendahnya konsumsi serat karena keterbatasan ketersediaan makanan sumber serat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi junk food pada remaja putri indekos dengan overweight dan obesitas masih tinggi dan konsumsi serat informan masih begitu rendah.Â