cover
Contact Name
Stikes Mataram
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6281392340322
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Swakarsa III No. 10 Kekalik Gerisak Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : https://doi.org/10.47506/2xrgnn93
Core Subject : Religion, Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific adalah platform publikasi ilmiah untuk artikel penelitian, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan ruang komprehensif bagi penyebaran karya akademik yang membahas berbagai topik dalam ilmu kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific diterbitkan dua kali setahun, dengan edisi yang dirilis pada bulan Juni dan Desember. Cakupan artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Ibu dan Anak, Administrasi Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, & Artikel Teknologi Kesehatan.
Articles 153 Documents
Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Zaal Penyakit Dalam, Zaal Anak Dan Zaal Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Bima Eva Marvia; Khaerul Hadi; Febriati Astuti; Putri Ainaul Mardiyah; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/g60vmf52

Abstract

Pendahuluan: Beban kerja berkaitan erat dengan produktifitas tenaga kesehatan. Akibat dari beban kerja yang tinggi, maka akan berpengaruh terhadap kinerja perawat, sehingga  menjadi buruk dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap tempat dia bekerja. Tujuan: Untuk Mengetahui Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Zaal Penyakit Dalam, Zaal Anak dan Zaal Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Bima. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 78 responden, analisa data yang digunakan yaitu uji spearman’s rho dengan nilai p-value 0,05. Hasil:  Dari 78 responden tersebut yang termaksud kategori beban kerja ringan dengan kinerja baik sebanyak 29 responden (37,2%),. Kategori beban kerja sedang dengan kinerja baik sebanyak 24 responden (30,8%). Kategori beban kerja berat dengan kinerja baik sebanyak 2 responden (2,6%), kinerja cukup sebanyak 5 responden (6,4%) dan kinerja kurang sebanyak 1 responden (1,3%).  Hasil uji spearman’s rho didapatkan hasil nilai value 0,000 dengan demikian nilai p-value <0,05 Kesimpulan: Berdasarkan penelitian, terdapat hubungan antara Beban kerja dengan kinerja perawat. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin ringan beban kerja perawat, maka semakin baik pula kinerja perawat.  Saran bagi rumah sakit yaitu perlu adanya evaluasi berkala terhadap beban kerja perawat serta perlu adanya pelatihan secara berkala untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan perawat agar kinerja perawat juga dapat lebih baik lagi.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG KONTRASEPSI  DI STIKES HUSADA GEMILANG TAHUN 2025 Ernawati Ernawati; Linda Raniwati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/5dt6km91

Abstract

Pendahuluan: Pendidikan  kebidanan  memiliki  peran penting dalam  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Salah satu aspek penting dalam  kesehatan reproduksi adalah pengetahuan tentang kontrasepsi. Menurut World Health Organization (WHO) 2022, pendidikan kesehatan reproduksi yang efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam memberikan konseling kontrasepsi yang efektif. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui "Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Mahasiswa tentang kontrasepsi di STIKes Husada Gemilang Tahun 2025". Metode: Penelitian ini berjenis survei analitik. Pengumpulan data dilakukan menggunkan quesioner. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di STIKes Husada gemilang, pada tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa D III Kebidanan yang berada di STIKes Husada Gemilang berjumlah 111 Orang. Menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel mahasiswa DIII Kebidanan tingkat 1 sebanyak 28 orang, mahasiswa D III kebidanan tingkat 2 sebanyak 28 orang, dan mahasiswa D III kebidanan tingkat 3 sebanyak 55 orang. Hasil: Data dianalisis dengan uji Chi Square dari 111 orang terdapat responden yang pengetahuan secara formal tidak terpenuhi. Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,031 (P < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan kontrasepsi. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan mahasiswa kebidanan tentang kontrasepsi di STIKes Husada Gemilang tahun 2025.  Tingkat pendidikan yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kontrasepsi.
Analisis Kinerja Kader Dalam Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Tahun 2019 Linda Raniwati; Ernawati Ernawati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/x82mys55

Abstract

Introduction: Posyandu is a community based health effort that belongs to the community and is integrated into the life and culture of the community. Posyandu managers and implementers are cadres who have an important role in posyandu activities, therefore cadres must have good knowledge and skills in order to carry out their performance well in posyandu services. Objective: Analyzing the performance of cadres in implementing integrated health post activities Method: Qualitative research design, by means of in depth interviews with the village secretary, RW head, dasawisma head, regional coordinator midwife, while focus group discussions (FGD) with 10 posyandu cadres. Results: Based on the results of interviews conducted by cadres and the working group sector, it was analyzed that the integrated health post cadres had received training and received monthly incentives from the working group, but the facilities and infrastructure at the integrated health post in the working area of the Anak Air Health Center were inadequate, so that in carrying out integrated health post activities, they did not meet the standards (five tables) for integrated health post services.Conclusion: Informants in providing information are almost the same between cadres and working group elements, it is hoped that working groups will seek assistance with the facilities and infrastructure needed in integrated health post activities, so that cadres are able to carry out their performance properly and correctly according to integrated health post guidelines in an effort to improve the health of the community.
Hubungan Body Mass Indeks dan Stress Dengan Premenstrual Sindrome Pada Siswi Kelas X Dan XI Di SMAN 1 Monta Kabupaten Bima Febriati Astuti; Sri Masdiningsih Utami; I Gusti Ayu Mirah Adhi; Eri Syahriah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/2xrgnn93

Abstract

Pendahuluan: Premenstrual sindrome merupakan sekelompok gejala fisik dan emosional yang konsisten terjadi selama fase luteal pada siklus menstruasi. Umumnya terjadi 7-10 hari menjelang menstruasi.Gejala fisik termasuk nyeri pada payudara, perut kembung, nyeri pada bagian abdominal dan punggung, edema, sakit kepala, gangguan buang air besar, jerawat dan gejala psikis termasuk mudah tersinggung, gelisah, gugup, depresi, kelelahan yang berlebihan, kebingungan, perubahan suasana hati, perubahan pola tidur dan perubahan nafsu makan.Angka kejadian premenstrual sindrome di Indonesia dialami 70-90% oleh wanita usia reproduktif dan 2-10% mengalami gejala Premenstrual Sindrome berat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan body mass indeks dan stress dengan premenstrual sindrome pada siswi kelas x dan xi di SMAN 1 Monta. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 responden didapatkan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Dass 21, SPAF dan timbangan. Hasil dari kuesioner dianalisis menggunakan uji person product moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada 81% responden memiliki BMI normal, 85% responden dengan tingkat stres ringan dan 85% mengalami PMS gejala ringan. Uji analisa data menunjukkan p value 0,001 < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara body mass indeks dan stress dengan premenstrual sindrome di SMAN 1 Monta.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN APLIKASI SELF MANAGEMENT TERHADAP PEMANTAUAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI KOTA MATARAM TAHUN 2024 Dina Fithriana; Nia Firdiyanti DA; Agus Putradana; Eva Marvia; Antoni Eka FM; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3twh8w76

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Melitus adalah kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah karena kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin yang dihasilkan dengan benar. Diabetes Melitus saat ini menjadisalah satu ancaman kesehatan global yang telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan terdapat 246 juta penduduk dunia menderita DM. Pasien dengan diabetes memerlukan manajemen penatalaksanaan dan pemantauanglukosa yang berkelanjutan menjadi sangat penting dan kepatuhan pengobatan pada tahap awal diabetes dapat memaksimalkan efektivitas farmakoterapi serta meminimalkan kemungkinan berkembangnya komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Wilayah Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Hasil: Hasill dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi mySugr. dengan rata rata kadar gula darah puasa awal 207,35 mg/dl dan setelah menggunakan aplikasi rata-rata 188,8. Dari hasil analisis uji statistik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan penggunaan aplikasi self management efektif dalam pemantauan kadar gula darah. Kesimpulan: Penggunaan aplikasi self management (mySugr) efektif membantu pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dalam memantau kadar gula darah.
STRATEGI PEMANFAATAN ELEARNING DAN TELEEDUKASI UNTUKPEMERATAAN PENDIDIKANKESEHATAN DI INDONESIA (TinjauanLiteratur dan Rekomendasi Kebijakan) Muhammad Riza; Made Hery Santosa
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/dbsd8685

Abstract

Introduction: Equitable and high-quality health education serves as a crucial foundation for ensuring fair healthcare services in Indonesia. Faced with geographic challenges and significant disparities in educational infrastructure, the utilization of technologies such as e-learning and tele-education emerges as a strategic alternative to expand access to health education, particularly in 3T regions (frontier, outermost, and underdeveloped areas). This article analyzes the benefits, challenges, and implementation strategies of these two approaches in the context of higher health education in Indonesia. E-learning offers flexibility in time and space, cost efficiency, and access to global learning resources. Meanwhile, tele-education facilitates continuous training and real-time cross-regional collaboration. However, barriers such as limited digital infrastructure, low technological literacy, and underdeveloped regulations remain significant challenges. This article proposes several strategic recommendations, including infrastructure enhancement, human resource training, regulatory strengthening, and the development of a national tele-education platform. Through a holistic and collaborative approach, e-learning and tele-education can serve as key catalysts in realizing inclusive, equitable, and sustainable health education in Indonesia.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AKUPRESUR TERHADAP POLA MAKAN PADA BALITA BGM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKOTONG I Made Eka Santosa; Djatiswara Satyadharma; Dina Fithriana; Ni Made Sumartyawati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/f66hev08

Abstract

THE EFFECT OF ACCUPRESSURE THERAPY ON TODDLER’S DIET IN THE PUSKESMAS SEKOTONG ABTRACT The nutrition of toddler is an important must be know an the need for attention. The proportion of malnourished children in western Lombok 8,5% and malnutition reach 19,9%. Therefore KEP for toddler reach 28,4%. The most important can be affect the nutrional state is diet. The mostly of dietary for toddler due to spleen and digestive sytem problems. Yhat efforts for solving problems is non farmacological therapy that acupressure therapy. The study was pre experiment with one group pra-post test design. The population in all BGM toddlers. The sampling method used is purposive sampling. Sample used 28 BGM toddlers.  The instrument used was the dietary questionnaire Analysis using Wilcoxon Signed Rank Test. The result of of study a diet before acupressur therapy was mosttly in the category. After acupressure therapy there is enough categories.  Has the effect of accupressure therapy on toddler’s diet in the puskesmas sekotong. The conclusion less toddler’s diet can be improved by acupressure therapy so that toddlers diet can increase. The suggestion in this reseach can be refrence in improving services, especially toddlers diet with acipressure therapy. Keywords: Acupressure Therapi,  Dietrary Habit, Toddler 
HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN (HEWANI) DENGAN STUNTING    ANAK PRASEKOLAH (4-5 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIGERONGAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Wiwik Oktaviana; Endy Bebasari Ardhana Putri; Arista Kusuma Wardhani; Eti Sumiati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/0221q419

Abstract

Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dalam segi jumlah dan kualitas yang seringkali jenis makanannya tidak beragam. Makanan hewani merupakan sumber makanan utama sebagai penyokong pertumbuhan anak pra-sekolah karena mengandung protein dan zat besi. Pada tahun 2023, kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Sigerongan sejumlah 12%. Angka ini belum memenuhi target kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara frekuensi makan (hewani) dengan stunting pada anak pra sekolah di Wilayah kerja puskesmas Sigerongan, Lombok Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 59 anak pra-sekolah (usia 4-5 tahun) dengan metode accidental sampling. Analisis uji statistik menggunakan Uji Chi Square dengan alfa 5%. Sebagian besar sampel memiliki frekuensi makan hewani yang kurang baik (>50%).  Dari 17 anak yang memiliki frekuensi makan yang baik, tidak ada satu pun yang menderita stunting. 11% dari 59 sampel tersebut mengalami stunting dan memiliki frekuensi makan makanan hewani yang kurang baik bahkan buruk, yaitu kurang dari 2 kali sehari. Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan (hewani) dengan kejadian stunting pada anak pra-sekolah di wilayah kerja Puskesmas Sigerongan, Lombok Barat (p=0.001). Frekuensi makan hewani yang tepat yaitu 2-3 kali per hari akan mencegah anak pra-sekolah mengalami stunting.    
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Motivasi Ibu Hamil Trimester III Melakukan Perawatan Payudara Di Wilayah Kerja Puskesmas Woha Kabupaten Bima Anggun Amriani; Citra Sepriana; Nurul Ilmi
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/gbzsn551

Abstract

Pendahuluan: Perawatan payudara selama kehamilan adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan untuk persiapan dalam pemberian ASI. Perawatan payudara merupakan upaya perawatan khusus melalui pemberian rangsangan terhadap otot-otot payudara ibu dengan cara pengurutan. Perawatan payudara pada masa kehamilan merupakan bagian penting yang harus dijadikan sebagai landasan dalam melakukan laktas. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap motivasi ibu hamil trimester III melakukan payudara di wilayah kerja Puskesmas Woha kabupaten Bima. Metode: jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre experimental design dengan rancangan  one group pretest posttest. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang yang ditentukan dengan menggunakan accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dengan uji paired sample t test. Hasil: Sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi lemah (57,5%), setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki motifasi kuat (55%). Hasil uji paired  sample t test didapatkan nilai p valued 0.000. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap motivasi ibu hamil trimester III melakukan perawatan payudara di wilayah kerja Puskesmas Woha kabupaten Bima.
EVALUASI PELAKSANAAN SUPERVISI TERHADAP PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG IRNA II RSUD KABUPATEN LOMBOK UTARA Alwan Wijaya; Ni made Sumartiyawati; Izam Awildan; Suhartiningsih Suhartiningsih
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/43x66v05

Abstract

Introduction: Supervision is essential in nursing management to guide staff nurses in care delivery. Indonesian nurses identify key issues in documentation, including lack of supervision, limited competence, and inefficient practices that can lead to errors. These challenges underscore the need for structured, scheduled supervision to enhance documentation quality and accuracy. Objective: This study aims to explore the implementation of supervision in nursing care documentation within inpatient wards. Methods: A qualitative approach using in-depth interview techniques was employed to collect data, involving a total of four informants Results: The results of the qualitative study revealed several insights regarding the supervision process. According to some informants, the supervision begins with gathering the team, followed by completing a checklist, conducting a briefing, and performing an evaluation. Regarding the personnel responsible for supervision, several informants stated that the head of the nursing division and the head of the ward serve as supervisors. Some informants mentioned that the head of the nursing division conducts supervision once a month, while others reported that the head of the ward performs supervision during shift handovers or when problems arise. In terms of supervision targets, informants indicated that supervision focuses on direct subordinates, the use and completeness of equipment, and the execution of nursing tasks. The impact of supervision, as reported by some informants, includes improvements in the quality of nursing care documentation and increased discipline among staff nurses. Conclusion: The implementation of supervision plays a vital role in the process of nursing care documentation. From the supervision flow, the responsible personnel, to the frequency of supervision, all aspects must be carried out in a scheduled manner to ensure a positive impact on the quality of nursing care documentation.

Page 10 of 16 | Total Record : 153