cover
Contact Name
Muhammad Hasanuddin
Contact Email
cvraskhamediagroup@gmail.com
Phone
+6282362440765
Journal Mail Official
ejurpai@gmail.com
Editorial Address
Jalan Gurilla No. 2 Sidorejo, Kec. Medan Tembung 20222
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam
Published by CV. Raskha Media Group
ISSN : -     EISSN : 31234704     DOI : https://doi.org/10.62712/jurpai
Jurnal Pendidikan Agama Islam (JURPAI) adalah jurnal ilmiah yang fokus pada pengembangan dan kajian di bidang Pendidikan Agama Islam, pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam pendidikan agama Islam, mulai dari teori, praktik, hingga inovasi dalam dunia pendidikan agama. Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk menyediakan platform bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan agama Islam untuk berbagi temuan riset, pengalaman, serta pemikiran kritis dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Indonesia maupun di tingkat internasional.
Articles 18 Documents
Implementasi Pembelajaran Hybrid Berbasis Learning Management System (LMS) dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Nabila Khairiniza; Cindy Atika Rizki
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran hybrid berbasis Learning Management System (LMS) dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Model pembelajaran hybrid dipandang sebagai solusi strategis dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan yang menuntut integrasi antara proses pembelajaran tatap muka dan daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental one group pretest-posttest design yang melibatkan 60 siswa Madrasah Aliyah sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket kemandirian belajar, observasi aktivitas siswa, serta wawancara pendukung terhadap guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat kemandirian belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran hybrid berbasis LMS, ditunjukkan oleh nilai rata-rata gain score sebesar 0,46 dalam kategori sedang. Aspek yang paling berkembang meliputi kemampuan mengatur waktu belajar, inisiatif mencari sumber belajar tambahan, dan tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas. Selain itu, guru mengalami peningkatan efisiensi dalam manajemen pembelajaran melalui fitur-fitur LMS seperti pengelolaan materi, forum diskusi, dan evaluasi daring. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran hybrid tidak hanya meningkatkan akses dan fleksibilitas belajar, tetapi juga memperkuat internalisasi nilai-nilai mandiri yang sejalan dengan prinsip pendidikan Islam. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi digital guru serta pengembangan kurikulum berbasis teknologi yang adaptif terhadap perubahan ekosistem pendidikan digital.
Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikulturalisme di Era Globalisasi Cindy Atika Rizki; Siti Khodijah; Abil Alwi Prayoga
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i3.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multikulturalisme dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Globalisasi menuntut sistem pendidikan untuk tidak hanya menanamkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membangun kesadaran toleransi, keberagaman, dan keterbukaan terhadap perbedaan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara dengan pendidik PAI, dan observasi terhadap implementasi kurikulum di beberapa sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai multikultural dalam kurikulum PAI masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara sistematis dalam setiap komponen pembelajaran. Kurikulum cenderung menekankan aspek kognitif keagamaan tanpa memperkuat dimensi sosial dan sikap inklusif. Diperlukan pembaruan kurikulum yang menekankan pendidikan karakter berbasis toleransi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru, pengembangan materi ajar kontekstual, serta kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap nilai-nilai multikultural di era global.
Pendidikan Agama Islam sebagai Pilar Moderasi Beragama dalam Membangun Karakter Religius Peserta Didik di Era Digital Muhammad Hasanuddin; Cindy Atika Rizki; Siti Khodijah
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i3.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai pilar utama dalam penguatan moderasi beragama serta pembentukan karakter religius peserta didik di era digital. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, tantangan terhadap nilai-nilai keagamaan dan moral semakin kompleks. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji bagaimana implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam proses pembelajaran PAI dapat menumbuhkan sikap toleransi, keseimbangan, dan tanggung jawab beragama di kalangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter religius peserta didik melalui integrasi antara penguatan spiritual, pemahaman kontekstual terhadap ajaran Islam, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran yang adaptif dan edukatif. Selain itu, guru PAI berperan sebagai agen moderasi yang mengarahkan peserta didik agar mampu memfilter informasi keagamaan secara kritis dan bijak di ruang digital. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan agama, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan kepribadian moderat, religius, dan berintegritas di tengah dinamika era digital.
Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik di Era Digital Efriansyah Putra Bahari Barus; Zulfan; Muhammad Hasanuddin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i3.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses integrasi nilai-nilai Islam dalam pengembangan karakter peserta didik di era digital serta melihat dampak yang ditimbulkan dari penerapannya pada lingkungan pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, kepala madrasah, dan peserta didik sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi perangkat pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dilakukan melalui penggunaan media digital, pembelajaran berbasis proyek, pembiasaan etika komunikasi, serta pemanfaatan forum diskusi daring yang berorientasi pada pembentukan akhlak. Peserta didik menunjukkan peningkatan perilaku pada aspek etika komunikasi digital, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Guru berperan penting sebagai teladan digital yang memberikan contoh nyata mengenai penerapan nilai Islam dalam interaksi daring. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan literasi digital guru dan distraksi peserta didik, dukungan madrasah dan keterlibatan orang tua memperkuat keberhasilan implementasi integrasi nilai Islam. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter Islami apabila digunakan secara terarah dan konsisten dalam pembelajaran.
Integrasi Teknologi Pembelajaran dalam Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Agama Islam Supiyandi Supiyandi; Muhammad Hasanuddin; Siti Khodijah; Cindy Atika Rizki; Abil Alwi Prayoga
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i3.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi teknologi pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas Pendidikan Agama Islam di sekolah pada era digital. Fokus utama penelitian adalah memahami pengalaman guru dan siswa dalam menggunakan media digital untuk memperkuat penyampaian materi serta meningkatkan keterlibatan belajar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang mendalam mengenai praktik integrasi teknologi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi seperti video pembelajaran, e-modul, kuis interaktif, dan platform digital mampu menciptakan proses belajar yang lebih menarik, variatif, dan mudah dipahami. Siswa merespons pembelajaran berbasis teknologi dengan tingkat motivasi yang lebih tinggi, sementara guru mengalami kemudahan dalam menyampaikan materi abstrak secara lebih konkret. Meskipun demikian, penelitian menemukan hambatan berupa keterbatasan kemampuan guru, kendala perangkat, dan akses internet yang tidak stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam, namun keberhasilannya memerlukan dukungan kompetensi guru dan fasilitas yang memadai. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan teknologi dalam PAI perlu dilakukan secara terencana untuk mendukung kualitas pembelajaran di era digital.
Penerapan Metode An-Nahdliyah dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an di TPQ Al Falah Siwalan Pekalongan M. Amhar Dany; Riki Nasrullah; Arditya Prayogi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i1.28

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan sesuai kaidah tajwid merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki santri di lembaga pendidikan Al-Qur’an. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan santri yang mengalami kesulitan dalam penguasaan makharijul huruf, hukum tajwid, dan panjang-pendek bacaan. Kondisi tersebut menuntut penerapan metode pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode An-Nahdliyah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri di TPQ Al Falah Siwalan Pekalongan, meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta hasil yang dicapai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode An-Nahdliyah mampu meningkatkan kelancaran bacaan santri, ketepatan pelafalan huruf, serta pemahaman dan penerapan hukum tajwid secara lebih konsisten. Selain itu, metode ini juga berdampak positif terhadap motivasi, kedisiplinan, dan kepercayaan diri santri dalam membaca Al-Qur’an. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa metode An-Nahdliyah efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran membaca Al-Qur’an di TPQ dan lembaga pendidikan Al-Qur’an nonformal lainnya untuk meningkatkan kualitas bacaan santri secara berkelanjutan.
Transisi Umayyah-Abbasiyah: Tata Kelola, Ekonomi, dan Pendidikan Anugrah Giffari; Faridi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i1.36

Abstract

Penelitian ini menyajikan sebuah sintesis dari penelitian-penelitian terkini mengenai dinasti Umayyah (661-750 M) dan Abbasiyah (750-1258 M) untuk menantang narasi historiografis tradisional yang seringkali menggambarkan transisi kekuasaan sebagai sebuah diskontinuitas radikal. Dengan mengintegrasikan temuan arkeologis, analisis spasial, kajian numismatik, dan re-evaluasi teks-teks historis, penelitian ini mengemukakan argumen bahwa periode Abbasiyah, yang sering disebut sebagai "Zaman Keemasan Islam", tidak muncul secara ex nihilo. Sebaliknya, ia merupakan hasil dari sebuah proses evolusioner yang kompleks, di mana fondasi-fondasi administratif, arsitektural, ekonomi, dan bahkan intelektual yang diletakkan oleh Dinasti Umayyah secara strategis diadaptasi, diperluas, dan diinstitusionalisasikan oleh para penerus mereka, Abbasiyah. Artikel ini secara spesifik menganalisis tiga domain utama: (1) inovasi dalam tata kelola dan arsitektur sebagai instrumen kekuasaan; (2) perkembangan kebijakan ekonomi dan jaringan perdagangan; dan (3) evolusi institusi pendidikan dan keilmuan sebagai studi kasus utama yang merefleksikan dinamika kontinuitas dan perubahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dinasti Umayyah berperan sebagai arsitek awal kerangka kerja kekaisaran Islam, sementara Dinasti Abbasiyah bertindak sebagai pengembang yang mengkonsolidasikan, mengkosmopolitankan, dan menginstitusionalisasikan kerangka tersebut dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kesimpulan ini mengimplikasikan perlunya pergeseran paradigma dalam memahami sejarah peradaban Islam awal, dari narasi revolusi ke narasi evolusi yang terintegrasi.
Implementasi dan Tantangan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) pada Guru Pendidikan Agama Islam di SDIT Bakti Insani Hutami, Wuryan; Wuryan; Putra, Lovandri Dwanda; Niarna, Iftiani Nabilah; Davi A, Nafisa Rahmalia; Nauroh, Alya Nada; Aulia, Syafira
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i1.37

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut guru memiliki kompetensi integratif yang mencakup penguasaan konten, pedagogi, dan teknologi. Namun, dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar, pemanfaatan teknologi masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait literasi digital guru dan terbatasnya pengembangan profesional berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran PAI di SDIT Bakti Insani serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap guru PAI dan dianalisis secara tematik berdasarkan kerangka TPACK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan unsur TPACK secara kontekstual meskipun belum memahami konsep tersebut secara teoritis secara menyeluruh. Implementasi TPACK memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran, motivasi dan keaktifan siswa, pemahaman materi PAI yang abstrak, efektivitas asesmen, serta pembentukan karakter religius. Kendala utama meliputi keterbatasan penguasaan teknologi, waktu pengembangan kompetensi, dan minimnya pelatihan formal terkait TPACK. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi guru, pendampingan berkelanjutan, dan pengembangan profesional berbasis kebutuhan untuk menciptakan pembelajaran PAI yang inovatif dan berorientasi pada peserta didik.

Page 2 of 2 | Total Record : 18