cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.7, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sawerigading
ISSN : 08544220     EISSN : 25278762     DOI : 10.26499/sawer
SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a year, in June and December. SAWERIGADING focuses on publishing research articles and current issues related to language, literature, and the instructor. The main objective of SAWERIGADING is to provide a platform for scholars, academics, lecturers, and researchers to share contemporary thoughts in their fields. The editor has reviewed all published articles. SAWERIGADING accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 348 Documents
MEMBANGUN KARAKTER BANGSA MELALUI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA Dendy Sugono
SAWERIGADING Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i2.347

Abstract

The development of Indonesian society 's life attitude in the post-reformation era has made a lot of changes, including language, as the use of foreign language at schools having international and international pioneering standard. This phenomenon indicates that the use of bahasa Indonesia as language of unity has been shifted. Otherwise, the use of foreign language has become a tendency for the society nowadays. This will effect the attitude of society either mature persons or teenagers to neglect the national nobleness which has been shaped since the independence struggle. Character construct covers the basic strategy in overcoming those phenomena through educational system, especially the bahasa Indonesia education starting from the curriculum, methods, learning books, skills, personality, and reference. In addition, preparing dedicated profesional teachers should be necessity. Abstrak Dalam perkembangan peri kehidupan masyarakat Indonesia pascareformasi telah terjadi berbagai perubahan, termasuk di bidang bahasa, seperti: penggunaan bahasa asing di sekolah bertaraf internasional dan rintisan sekolah bertaraf internasional. Gejala tersebut merupakan indikasi bahwa ruang gerak penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan mengalami pergeseran. Sebaliknya, penggunaan bahasa asing makin memperoleh tempat dalam tatanan kehidupan masa kini. Fenomena seperti itu akan berdampak pada sikap sebagian masyarakat dewasa, kawula muda, dan sebagian kalangan pelajar untuk mengesampingkan nilai-nilai luhur bangsa, seperti karakter yang terbentuk pada masa perjuangan kemerdekaan. Pembangunan karakter merupakan strategi mendasar dalam mengatasi berbagai fenomena tersebut melalui sistem pendidikan, lebih khusus pendidikan bahasa Indonesia, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, buku ajar utama, buku pengayaan pengetahuan, keterampilan, kepribadian, dan referensi. Lebih penting lagi, penyediaan guru profesional yang berdedikasi pada profesi pendidik, dan pemberian keteladanan semua insan di sekolah.
Representasi Maskulinitas dalam Hikayat Raja Miskin Dalman Dalman; Salamah Salamah; Suhardi Suhardi; Andri Wicaksono
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1517

Abstract

Masculinity is one of the phenomena in everyday life that is often depicted in old literature. Hikayat Raja Miskin is one of the folklores of South Sumatra which represents masculinity through the male characters in the story. This study aims to describe the phenomenon of masculinity contained in the folklore of South Sumatra Hikayat Raja Miskin. This research was conducted using a qualitative descriptive method. The source of the research data is the book Hikayat Raja Miskin which was published by the Language Center, Ministry of National Education in 2007. The research data is in the form of excerpts that represent the masculinity of the main male character in the story. The data is collected through a read-note technique. Once collected, the data was analyzed using interactive techniques. The results of the study show that Hikayat Raja Miskin represents many areas of masculinity through the male characters in the story. Through these male characters, the areas of masculinity depicted are quite representative, which include areas of physical, functional, sexual, emotional, intellectual, interpersonal, and other personal characteristics. Various depictions of masculinity attached to the male characters in the story show that in fact men are complex personalities who need the role of other people to build a better masculinity within themselves. AbstrakMaskulinitas merupakan salah satu fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang banyak tergambar dalam karya sastra lama. Hikayat Raja Miskin adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Sumatera Selatan yang banyak merepresentasikan maskulinitas melalui tokoh laki-laki dalam ceritanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena maskulinitas yang terkandung dalam cerita rakyat yang berjudul Hikayat Raja Miskin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku Hikayat Raja Miskin yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional pada 2007. Data penelitian berwujud kutipan-kutipan kalimat yang merepresentasikan maskulinitas tokoh utama laki-laki dalam cerita. Data tersebut dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Setelah terkumpul, data dianalisis menggunakan teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hikayat Raja Miskin banyak merepresentasikan berbagai area maskulinitas melalui tokoh-tokoh lelaki dalam cerita, melalui tokoh-tokoh lelaki tersebut, area maskulinitas yang tergambar cukup representatif, yaitu meliputi area fisik, fungsional, seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakteristik pribadi lain. Berbagai gambaran maskulinitas yang melekat pada tokoh laki-laki dalam cerita menunjukkan bahwa sesungguhnya laki-laki merupakan pribadi kompleks yang membutuhkan peranan orang lain untuk membangun kemaskulinitasan lebih baik dalam dirinya.
ASPEK, ADVERBIA WAKTU, DAN KALA DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA (Aspect, Adverb of Time, and Tenses in English and Indonesian) Mansur Akil
SAWERIGADING Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v15i3.76

Abstract

English-Indonesian translators often find difficulties in translating English verb. This is due to their lack of understanding of the concept of aspect, adverb of time in both English and Indonesian, and tenses in English. This articles is trying to address this problem in term oh their syntactic behavior, since the translators very often make mistakes in this way. Although English and Indonesian are different in those cases, the concept of aspect and tenses in English still can be conveyed into Indonesian. The simple tenses can be conveyed closely to their natural senses, but the complex tenses comprising double aspects or more like perfective-durative are little bit difficult to find the close translation. Certain nuances especially those related to culture are even impossible to convey, for naturally a certain language can only exactly express the meaning of its own culture. Anyway, these difficulties can be solved by making some paraphrases having the same deep structure as the message to render. While to translate tenses and their aspects can be done by using particleslike:masih,sedang,sudah/telahandadverbsoftimesuchaskemarin,tadi,besok,lusaandminggudepan. 
Nilai Kearifan Lokal sebagai Pilar Pemertahanan Teater Tradisional Mendu Kalimantan Barat Gunta Wirawan; Eti Sunarsih; Wahyuni Oktavia; Safrihady Safrihady; Zulfahita Zulfahita; Sri Mulyani; Lili Yanti
SAWERIGADING Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v30i1.1250

Abstract

Traditional theater Mendu has become the identity of the West Kalimantan Malay community because in the Mendu performance various Malay elements are preserved such as customs, oral traditions, oral literature, regional languages, traditional clothing, regional dances, Malay pencak silat and other values. These values are local wisdom that can be a pillar in maintaining traditional theater Mendu. This research aims to describe the local wisdom values contained in the traditional theater Mendu of West Kalimantan. The method used is a qualitative descriptive method with an ethnographic approach. The research results show that Mendu has good local wisdom values, that are worth preserving. These values are integrated into a Mendu performance, including: (1) the value of Malay identity, (2) religious values, (3) the value of the tradition of cooperation, (4) the value of preserving regional languages, (5) the value of preserving oral literature, (6) the value of preserving traditional pencak silat, (7) the value of preserving traditional Malay clothing, (8) the value of preserving regional dances, (9) the value of Malay customs, (10) the value of community education, (11) the value of kinship and social solidarity. AbstrakTeater tradisional Mendu menjadi identitas masyarakat Melayu Kalimantan Barat dikarenakan dalam pertunjukan Mendu tersimpan berbagai unsur kemelayuan seperti adat istiadat, tradisi lisan, sastra lisan, bahasa daerah, pakaian adat, tari daerah, pencak silat Melayu, dan nilai-nilai lainnya. Nilai-nilai tersebut merupakan kearifan lokal yang dapat menjadi pilar dalam pemertahanan teater tradisional Mendu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam teater tradisional Mendu Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatf dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mendu memiliki nilai kearifan lokal yang baik, sehingga patut untuk dilestarikan. Nilai-nilai tersebut terintegrasi dalam sebuah pertunjukan Mendu, antara lain: (1) nilai identitas melayu, (2) nilai religi, (3) nilai tradisi gotong royong, (4) nilai pemertahanan bahasa daerah, (5) nilai pelestarian sastra lisan, (6) nilai pelestarian pencak silat tradisional, (7) nilai pelestarian pakaian adat melayu, (8) nilai pelestarian tari daerah, (9) nilai adat istiadat Melayu, (10) nilai edukasi masyarakat, (11) nilai kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial.
PEMBELAJARAN BAHASA BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI SLB NEGERI KELEYAN BANGKALAN-MADURA (Language Learning for Disabilities at SLB Negeri Keleyan Bangkalan-Madura) Mixghan Norman Antono; Abdul Rosid
SAWERIGADING Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v27i1.901

Abstract

AbstractInclusive education is education designed to develop and direct the potential of children with special needs to have confidence as social beings, one of which is language communication skills training. Children with special needs frequently struggle to control their use of language, both receptive and productive processes. Therefore, teachers or assistants for children with special needs must understand the appropriate learning design to maximize their students’ language potential. This study aims to describe language learning strategies that teachers of children with special needs can use to create an inclusive teaching pattern, mainly to maximize the language potential of children with special needs. The research was conducted at SLB Negeri Keleyan Bangkalan using descriptive qualitative methods, with primary and secondary data sources gathered through interviews and direct observation. This study discovered some learning patterns that teachers should be aware of, especially when managing language learning for children with hearing, vision, and cognitive disabilities.Pendidikan inklusi merupakan pendidikan yang dirancang secara spesifik untuk mengembangkan dan mengarahkan potensi anak berkebutuhan khusus agar memiliki kepercayaan diri dalam memenuhi kebutuhannya sebagai makhluk sosial, salah satunya melatih kemampuan komunikasi berbahasa. Anak berkebutuhan khusus cenderung memiliki kesulitan mengontrol penggunaan bahasa, baik proses reseptif maupun produktifnya. Oleh karena itu, guru atau pendamping anak berkebutuhan khusus perlu mengetahui desain pembelajaran yang tepat agar potensi berbahasa peserta didiknya dapat dilatih secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah gambaran desain pembelajaran yang dapat diterapkan oleh pengajar anak berkebutuhan khusus  dalam menciptakan sebuah pola pengajaran inklusi khususnya dalam rangka memaksimalkan potensi berbahasa anak berkebutuhan khusus. Penelitian dilakukan pada SLB Negeri Keleyan Bangkalan, Madura dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder yang didapatkan dengan melakukan teknik wawancara dan observasi secara langsung. Melalui tulisan ini diharapkan guru ataupun pendamping belajar bagi anak berkebutuhan khusus dapat memiliki satu gambaran untuk meningkatkan mutu pembelajarannya secara signifikan.
SUFISME DALAM DODOLITDODOLITDODOLIBRET: CERPEN KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA (Sufism in “Dodolitdodolitdodolibret” a Short Story by Seno Gumira Ajidarma) Mulawati Mulawati
SAWERIGADING Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v20i3.40

Abstract

This article is a description about Sufism in Dodolitdodolitdodolibret, a short story by Seno Gumira Ajidarma.Basically, Sufism is a thought that drives human to get closed with spiritual attitude, to advise other people,hold promise to Allah swt, and to follow Prophet Muhammad in syari’ah. The article analyzes Sufism existing in the short story. Sufism is described by using descriptive qualitative method. After analyzing it, it could be concluded that sufism is shown by four activities. These activities are 1) the effort of keeping onleavingdesirewhich could be seen by the wish of characters to leave worldly pleasure, 2) searching of spiritual behaviorreflected by the characters’ effort to get closed with their God through praying, 3)giving advice for otherhuman which is shown by the main activity of Guru Kiplik, known as firm character to share his knowledgeof praying well, 4) the application of Rasulullah sunnah in life like praying as one of Rasulullah’s ways whenfacing challenge and suffering.
FUNGSI PELAKU VLADIMIR PROOP DALAM CERITA RAKYAT TORAJA SADOQDONGNA (Vladimir Propp›s Dramatis Personae Functions in Torajan Oral Literature Sadoqdongna) Murmahyati Murmahyati; Amriani H
SAWERIGADING Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i2.1073

Abstract

AbstractThe story of Sadoqdongna is one of the Torajan folk tales that need to be preserved. Many values can be taken from the functions of the dramatis personae or actors who play a role in the story. The method used is descriptive method with structuralism analysis developed by Vladimir Propp which examines the function of dramatis personae, schemes, story patterns, and how to identify personae. The purpose of this writing is expected to provide an overview of the functions of the dramatis personae in the Sadoqdongna story. The functions of dramatis personae found in the Sadoqdongna story are eleven functions and eight circles of action. The eleven functions involve one pattern, namely Sadoqdongna, a young man who aspires to marry a beautiful princess. Because of this dream, Sadoqdongna dared to leave his hometown. He kept trying until the end of the story Sadoqdongna got what he wanted.Keywords: Vladimir Proop, function of dramatis personae, Torajan Oral Literature AbstrakCerita Sadoqdongna merupakan salah satu cerita rakyat Toraja yang perlu dilestarikan. Banyak nilai-nilai yang dapat dipetik manfaatnya melalui fungsi-fungsi para tokoh atau pelaku yang berperan di dalam cerita.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis struturalisme yang dikembangkan oleh Vladimir Propp yang mengkaji tentang fungsi pelaku, skema, pola cerita, dan cara pengenalan pelaku. Tujuan penulisan ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang fungsi-fungsi pelaku dalam cerita Sadoqdongna. Fungsi pelaku yang ditemukan dalam cerita   Sadoqdongna ini adalah sebelas fungsi dan delapan lingkaran aksi. Sebelas fungsi tersebut melibatkan satu pola yaitu Sadoqdongna seorang pemuda yang bercita-cita memperistrikan  seorang puteri raja yang cantik jelita. Karena cita-citanya ini sehingga Sadoqdongna berani meninggalkan kampung halamannya. Dia terus berusaha sampai pada akhir cerita Sadoqdongna mendapatkan apa yang diinginkannya.Kata kunci: Vladimir Proop, Fungsi Pelaku, Cerita Rakyat Toraja
REFLEKSI ADAB DAN ADAT DALAM SASTRA MAKASSAR Salmah Djirong
SAWERIGADING Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i2.315

Abstract

Literature is the description of social condition the time the literary work was written. Thus, it can be said that literary reflects its social life. It means, the thing implied in the literature of course is reflection of society at the certain time. Then, the words culture and tradition are chosen to be the title of the writing. First, Makassar literary works in this writing relates literature as source of local wisdom. Second, the words culture and tradition are used as conceptual works, to rebuild national character as civilized society that is also called civil society nowadays. Abstrak Sastra itu merupakan penggambaran kembali keadaan masyarakat yang ada pada saat karya sastra itu ditulis. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sastra merefleksikan kehidupan masyarakatnya. Artinya, apa yang terkandug di dalam sastra tentu merupakan pantulan gambaran keberadaan masyarakat pada suatu saat, merupakan gambaran kembali apa-apa yang hadir di tengah-tengah masyarakat pada waktu itu. Adapun kata adab dan adat yang dipilih untuk dijadikan judul tulisan ini. Pertama, karya-karya sastra Makassar dalam tulisan ini menghubungkan sastra sebagai sumber kearifan lokal, khususnya yang berkenaan dengan adat dan adat istiadat. Kedua, kata-kata adab dan adat dipakai sebagai kata-kata konseptual, untuk membangun kembali karakter bangsa (nation character building) sebagai masyarakat yang berperadaban yang biasa disebut Masyarakat Madani dewasa ini.
THEME IN SHAKESPEARE’S “KING LEAR” NFN Mustafa
SAWERIGADING Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v16i1.371

Abstract

This paper examines concerning an aging pagan king of ancient Briton, seeks to divide his kingdom among his daughters and their suitors according to a test of how well they can express their love in words. The aim of this paper is to examine theme in Shakespeare’s "King Lear" in applying love value of Lear’s daughters to their father (King Lear). How Shakespeare develops this theme so that it can be alive and pleased by all readers of literary work as well as becoming one of the biggest in Shakespeare’s “tragedy” until now.  Shakespeare has treated all characters very successfully by making them play out their roles and make a complete dramatic unity. He keenly put human life in the whole process of his drama mainly by putting down love and conflict among those characters. Abstrak Makalah ini mengisahkan tentang seorang raja di Inggris Raya yang akan membagikan kekuasaannya kepada para ahli warisnya (ketiga putrinya) berdasarkan kadar cinta yang dimiliki untuk ayahnya dengan melakukan tes mengekspresikan cintanya kepada ayah dengan kata-kata cinta. Makalah ini bertujuan untuk meneliti tema “King Lear” dalam penerapan tentang kadar cinta putri-putri Lear kepada orang tuannya (Raja Lear). Bagaimanakah tema cerita yang ditampilkan oleh Shakespeare dalam mengembangkan cerita ini sehingga dapat hidup dan disenangi oleh para penikmat karya sastra dan juga menjadi salah satu karya terbesar drama tragedi Shakespeare hingga saat ini.  Shakespeare telah berhasil dengan baik dalam mengejawantahkan terhadap peran para pelaku cerita, dan penyusunan sebuah wacana drama yang lengkap. Ia dengan teliti meletakkan dasar hidup manusia dalam seluruh proses dramanya dengan menempatkan konflik dan cinta di antara para pelaku cerita.
ISU GENDER PADA MEDIA NASIONAL PASCA PANDEMI: ANALISIS LINGUISTIK KORPUS (Gender Issues in Post-Pendemic National Media: A Corpus Linguistic Analysis) Fatim, Al Lastu Nurul
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1331

Abstract

Pemberitaan isu gender di media nasional terletak pada penggunaan bahasa tertulis untuk menyampaikan informasi dengan mendeskripsikan dan mendalami konseptualisasi kebahasaan isu gender di media nasional dengan menggunakan analisis linguistik berbasis korpus. Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan isu gender pada periode media nasional pascapandemi dengan menerapkan analisis linguistik korpus yang berfokus pada deskripsi frekuensi kata, kolokasi, dan konkordansi. Penelitian ini menggunakan metode gabungan dengan desain sekuensial eksplanatori dan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi pada 8 berita online selama tahun 2022–2023, sehingga berjumlah 827 berita dengan jumlah kata 310.864 kata. Hasilnya mengungkapkan tiga ciri linguistik: Pertama, frekuensi kemunculan kata secara signifikan menampilkan kata benda sensitif dalam menyajikan kasus kekerasan dan pelecehan. Kedua, analisis kolokasi cenderung berkolokasi dengan frasa yang menghasilkan beberapa jenis frasa: frasa nomina, frasa koordinatif, frasa konjungsi, dan frasa preposisi. Ketiga, analisis konkordansi menunjukkan korelasi antara kekerasan yang dialami korban dengan stigmatisasi keberadaan perempuan dengan membandingkan kelas sosial dan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan. Namun pemberitaan isu gender di media nasional masih menunjukkan upaya sebagai solusi atau kasus yang terjadi

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025 Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025 Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024 Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024 Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023 Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023 Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022 Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022 Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021 Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021 Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020 Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020 Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019 Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019 Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018 Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018 Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017 Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017 Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013 Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013 Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013 Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012 Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012 Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012 Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011 Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011 Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011 Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010 Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010 Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010 Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading More Issue