cover
Contact Name
Anis Kurli
Contact Email
aniskurli@wiraraja.ac.id
Phone
+6282330605006
Journal Mail Official
aniskurli@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Sumenep-Pamekasan KM. 05 Patean, Patean, Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69451, Indonesia
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Abhakte
ISSN : -     EISSN : 29862590     DOI : https://doi.org/10.24929/abhakte.v3i2
Abhakte sebagai Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu Mei dan November. Abhakte, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah Jurnal kajian pemberdayaan yang memuat persoalan atau isu-isu Ilmu Sosial, Ilmu Budaya, dan isu-isu umum lainnya seperti Pelayanan Publik, Kebijakan Publik, Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan artikel dan catatan penelitian singkat khususnya di bidang pengetahuan yang berkaitan dengan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Articles 57 Documents
Pemberdayaan Perempuan melalui KWT sebagai Strategi Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga: Studi Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Putih Desa Ellak Daya Nur Inna Alfiyah; Dwi Listia Rika Tini; Very Ardianingsih; Enza Resdiana
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v4i1.5097

Abstract

Kelompok Wanita Tani memberikan ruang bagi perempuan desa terutama ibu rumah tangga untuk meningkatkan produktivitas ekonomi melalui kegiatan pertanian, maupun pengolahan hasil tani, sehingga keluarga memperoleh tambahan pendapatan dan ketahanan pangan. Di Desa Ellak Daya, terdapat KWT Melati Putih yang memilki usaha produksi keripuk berbahan dasar kelor, namun produksi tersebut tidak secara konsisten dilakukan karena terkendala dalam beberapa hal seperti kurangnya koordinasi antar anggota kelompok serta manajmen produksi yang bergantung pada pemasaran yang sifatnya tradisional. Sehingga tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pemberdayaan terhadap KWT Melati Putih agar bisa memanfaatkan potensi kelompok yang nantinya akan mampu meningkatkan kapasitas produksi produk mereka dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi. Selain aspek ekonomi, keikutsertaan dalam KWT juga memperkuat jaringan sosial, membangun solidaritas, kepercayaan diri, dan partisipasi perempuan dalam keputusan rumah tangga maupun komunitas sehingga peran perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi menjadi lebih nyata. Metode pengabdian menggunakan metode pemberdayaan dengan menggabungkan dua pendekatan yaitu pendekatan partisipatif dan pendekatan berbasis kekuatan (strength-based) berfokus pada potensi dan kekuatan yang dimiliki individu atau komunitas.
Peberdayaan UMKM Melalui Penerapan Digital Marketing Untuk Memperluas Pangsa Pasar (Studi Kasus UD. Windu Agung) Zarnuji ,; Sindi Arista Rahman
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v4i1.5107

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang strategis dalam peningktan perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala khususnya pemanfaatan digital marketing. Digital marketing adalah platform yang digunakan untuk strategi pemasaran berbasis digital. Pemberdayaan UMKM melalui digital Marketing dilakukan di UD Windu Agung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperluas pangsa pasar produk yang dihasilkan oleh mitra. Metode dalam pengabdian ini terdiri dari yaitu secara kualitatif dengan empat tahap yaitu, 1) persiapan , 2) pelaksanaan, 3) evaluasi dan 4) pelaporan. Hasil kegiatan PkM UD. Windu Agung memili tingkat pemahaman dalam membat dan mengelola akun digital marketing seperti shoope, tokopedia, tiktok, intagram dan facebook, UD. Windu Agung memiliki prospek pemasaran yang besar di masa yang akan datang melalui pemanfaatan media digital marketing yang optimal.
Pelatihan Kewirasuahaan Dalam Mengambangkan Karakter Entrepreneurship pada Pengelola Wisata Bukit Tabungan Warga Pagar Batu (TAWAP) Kabupaten Sumenep Imam Hidayat; Aprilia Dwi Yandari; Evi Dwi Hastri; Naily Huzaimah; Hidayat ,; Deny Feri Suharyanto
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v4i1.5120

Abstract

Tim PkM Universitas Wiraraja mempunyai inisiatif dalam mengembangkan pembangunan pariwisata di Sumenep, hususnya pada kesempatan ini tim melakukan langkah strategis dalam memberikan pelatihan kewirausahaan untuk mengembangkan karakter entrepreneurship bagi pengelola wisata bukit tabungan warga pagar batu (TAWAP) dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat langsung sebagai penggerak dalam mengelola destinasi wisata berbasis masyarakat dan kearifan local. Dengan pelatihan ini, maka pengeola mendaptkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep kewirausahaan serta pentingnya pola piker kreatif dan inovatif dan memiliki kemampuan dalam melihat peluang dalam usaha pada sector pariwisata di bukit TAWAP. Dalam kegiatan PkM ini bukan hanya memperkuat entrepreneurship seperti keberanian, kreativitas dalam mengambil keputusan dan adaptasi, namun juga mendorong pengelola woisata agar mampu merancang gagasan pembangunan wisata secara berkelanjutan, dengan adanya peningkatan kompetensi tersebut. Wisata bukit TAWAP diharapkan mampu menghadirkan dampak yang positif bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini menjadi fondasi penting dalam mendukung dalam penguatan ekosistem pariwisata lokal dan mewujudkan pengelolaan destinasi wisata yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan. Wisata Bukit TAWAP berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sumenep apabila pengelola memiliki modal pengetahuan dan pemahaman yang baik pada pengembangan pariwisata.
Strategi Edukasi Literasi Finansial sebagai Isu Sosial melalui Pendampingan Guru Berbasis Gamifikasi Evi Aulia Rachma; Ety Youhanita; Ninies Eryadini
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v4i1.5133

Abstract

Literasi finansial merupakan kemampuan penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar untuk membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang bijak. Namun, pembelajaran literasi finansial di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti penggunaan metode pembelajaran konvensional dan keterbatasan media pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui pemanfaatan media gamifikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media gamifikasi berupa permainan ular tangga edukatif untuk mendukung pembelajaran literasi finansial di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode edukatif partisipatif dengan pendekatan pendampingan dan praktik langsung (learning by doing). Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi awal, persiapan media, sosialisasi, praktik penggunaan media, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memberikan respon positif terhadap penggunaan media gamifikasi dalam pembelajaran. Guru juga mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan media ular tangga edukatif sebagai media pembelajaran literasi finansial. Selain itu, media gamifikasi dinilai mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan sehingga membantu guru meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media ular tangga berbasis gamifikasi dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif untuk mendukung edukasi literasi finansial di sekolah dasar.
PKM Edukasi Menulis Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung Berbasis Fenomena Sampah untuk Meningkatkan Literasi SDGs Siswa Sekolah Dasar Mikhael Klemens Kedang; Siddik Romadhan; Blandina Seko Bani
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v4i1.5153

Abstract

One of the global issues in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in education and environmental sustainability is waste management. In the educational context, students’ ability to understand and communicate environmental issues through literacy activities remains relatively low. This Community Service Program (PkM) aimed to improve students’ SDGs literacy through education on writing main ideas and supporting ideas based on waste-related phenomena.The program employed an experiential learning approach consisting of four stages: (1) introducing students to environmental issues related to the types, impacts, and management of waste (concrete experience); (2) identifying organic and inorganic waste (reflective observation); (3) discovering creative products made from waste materials (abstract conceptualization); and (4) practicing paragraph writing containing main ideas and supporting ideas based on the previous activities (active experimentation). The target participants were fourth-grade students of SD Sikumana 2 in Kupang City, East Nusa Tenggara (NTT). The results of the community service activity showed that students were able to understand the concepts of main ideas and supporting ideas more effectively through contextual and experience-based learning. Most students succeeded in composing coherent, well-structured, and environmentally relevant paragraphs. In addition, students demonstrated increased ecological awareness through maintaining school cleanliness and identifying simple forms of waste management.Therefore, this activity was effective in integrating language literacy and environmental literacy based on the SDGs in elementary school learning. The implications of this activity highlight the importance of strengthening contextual and environment-based learning to develop students’ literacy skills and environmental awareness from an early age.
Pelatihan Penyusunan Rencana Bisnis untuk Pelaku UMKM berbasis Digitalisasi Abshoril Fithry; Sjaifurrachman ,; Valensyah Abdil Matin
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v4i1.5184

Abstract

Sebagai tulang punggung ekonomi nasional UMKM saat ini masih menghadapi berbagai hambatan mendasar, khususnya dalam menghadapi era digital. Masih banyak para pelaku UMKM yang belum memahami strategi digital marketing, belum memiliki legalitas usaha serta mengalami keterbatasan dalam pengelolaan keuangan dan branding produk. Minimnya pengetahuan ini nantinya akan berdampak pada keterbatasan akses pasar dan rendahnya daya saing produk. Padahal dengan transformasi digital yang tepat UMKM dapat memperluas jangkauan pasar dan dapat meningkatkan pendapatan secara sigifikan. Kegiatan PkM ini menjadi penting untuk memberikan Solusi nyata melalui pelatihan dan pendampingan langsung agar pelaku UMKM mampu memasarkan produknya secara digital, mengelola keuangan usaha dengan baik, melengkapi legalitas usahanya serta dapat meningkatkan citra produk melalui branding sederhana. Memberikan pelatihan kepada UMKM dalam hal digital marketing khususnya pemanfaatan media sosial dan market place, meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat konten promosi, meningkatkan literasi keuangan, membantu UMKM memahami pentingnya legalitas usaha dan menyediakan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan penerapan hasil pelatihan. Selain itu target luarannya adalah peningkatan kapasitas mitra UMKM dalam digital marketing dengan minimal 80% pelaku UMKM mampu membuat akun bisnis di media sosial, setiap peserta juga memiliki minimal 3 konten promosi digital yang dapat dipublikasikan. Dan yang terakhir pada dampak jangka panjang yaitu peningkatan penjualan dan jangkauan pasar yang luas serta terbentuknya jejaring UMKM berbasis digital yang nantinya dapat menjadi mitra lanjutan bagi kampus.
Etika Komunikasi Digital bagi Generasi Z; Bagaimana Etika komunikasi Digital yang Baik Bisa Mengangkat Brand Dirimu Roos Yuliastina; Isyanto ,; Ida Syafriani
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v4i1.5204

Abstract

This community service activity aims to educate Generation Z on the importance of digital communication etiquette (netiquette) and its relationship to personal branding and brand image. The participants in this initiative are students at SMAN 1 Bluto, Sumenep Regency, who represent today’s active social media users. The methods used in this program include interactive presentations, group discussions, and real-world case studies related to digital footprints. The results of this activity demonstrate a significant increase in digital awareness among the students. Participants were able to understand that online activities have a real impact on their personal and professional reputations in the future. Additionally, students were equipped with an understanding of how ethical online communication can support the value of a brand or digital business. The high level of enthusiasm from the participants indicates the program’s success in fostering a healthier and more productive digital environment within the school setting. At the conclusion of the activity, the community service team emphasized that netiquette education grounded in personal branding is crucial for Gen Z to cultivate a culture of digital citizens who are intelligent, ethical, and ready to compete in the modern era.