cover
Contact Name
Wira Hadi Kusuma
Contact Email
wirahadi@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
+6285709037738
Journal Mail Official
rojai@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Syi'ar
ISSN : 16932714     EISSN : 26852934     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/syi'ar
Jurnal Ilmiah Syi’ar is an academic journal published by the Islamic Communication and Broadcasting Study Program, State Islamic University Fatmawati Sukarno Bengkulu. This journal publishes original research on various concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies of Islamic Communication and Broadcasting studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2020): June 2020" : 8 Documents clear
Analisis Perkembangan Manajemen Zakat untuk Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia Solikhan, Munif
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i1.10528

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis perkembangan manajemen zakatuntuk pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Hal ini didasarkanatas potensi zakat yang ada Indonesia bernilai cukup besar mencapairatusan trilun rupiah. Akan tetapi dampak dari zakat belum dirasakansecara optimal oleh masyarakat luas. Tulisan ini menggunakanmetode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajianpustaka, yaitu dengan mengambil data dari hasil penelitian, media,serta website lembaga maupun stakeholder zakat. Dari hasil analisistersebut ditemukan bahwa secara histori, manajemen zakat sudah adasejak Islam masuk ke negeri ini, berlanjut ke zaman kolonial, zamankemerdekaan, masa orde baru kemudian berlanjut di masa reformasi.Perkembangan manajemen zakat berjalan cukup masif ketikapemerintah menerbitkan UU No 38 tahun 1999 tentang manajemen  zakat. Lembaga Amil Zakat mulai bermunculan dan berlomba mengeluarkan program untuk membantu mencari solusi permasalahan masyarakat. Untuk Mengatasi permasalahan tersebut manajemen zakat dibagi menjadi dua yakni zakat konsumtif dan zakat produktif. Kedua zakat ini memiliki tujan yang sama yaitu memberdayakan masyarakat. Di dalam zakat konsumtif dana zakat digunakan untuk membantu masyarakat yang bersifat langsung, Sedangkan di dalam zakat produktif, dana zakat didistrubusikan dengan cara memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Dari hasil tersebut perkembangan manajemen zakat untuk pemberdayaan masyarakat berjalan cukup progresif meskipun belum bisa maksimal dalam menyelesaiakan permasalahan di masyarakat.
Dakwah Subuh dan Filantropi Islam: Praktik Terbaik Pembelajaran Dakwah di Era Millenial Suhirman, Suhirman; Fitria, Rini; Rayyan, Fathan Awwalur
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i1.10529

Abstract

Dakwah di era millenial menemukan hambatan yang luar biasabanyak. Kehadiran new media; internet diyakini sebagai faktorpendorong utama yang menjadikan masjid sepi dari aktivitasceramah. Jamaah lebih memilih mendengar ceramah melaluihandphone karena mendapati ustadz populer. Dakwah subuh sebagaiaktivitas da’i dan mad’u dengan tatap muka (face to facecommuniactaion) tentu sangat efektif untuk mendapatkan pencerahanbathin bagi mad’u, dengan metode tanya jawab akan menjadi efisiendan efektif pesan yang di sampaiakan dengan di selingi sarapan pagi.Studi ini menyajikan sebuah praktik terbaik yang mengkolaborasimetode ceramah dengan kebaikan filantropi. Studi kualitatif menjadipilihan melalui mekanisme interview dan pengamatan mendalam.Masjid Al-Mubarakah di Kota Bengkulu menjadi lokasi penelitian.Kami menemukan bahwa filantropi Islam melalui peyajian sarapanpagi setelah dakwah subuh dinilai efektif. Makan pagi disediakan daridana kas masjid yang berasal dari sedekah dan infaq jamaah subuh.  Ada konsistensi kehadiran jamaah, bahkan cenderung bertambah walau tidak fluktuatif. Ustadz memberikan materi sesuai dengan kebutuhan jamaah dan perkembangan zaman.
Paradigma dan Teori Ilmu Dakwah: Perspektif Sosiologis Syam, Nur
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i1.10506

Abstract

Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu dakwah memiliki paradigma dan teoriyang memungkinkan ilmu dakwah tersebut berkembang. Ada limaparadigma ilmu dakwah yang dapat dikaji lebih lanjut adalahparadigma faktor, paradigma sistem, paradigma interpretif, paradigmadevelopmentalisme, dan paradigma partisipatoris. Dari paradigmatersebut kemudian dapat dikembangkan teorinya berbasis pada teoriteorisosiologi. Di antara teori tersebut, misalnya adalah teorifenomenologi dakwah, teori konstruksi sosial dakwah, teori dramaturgidakwah, teori hermeneutika dakwah, teori tindakan komunikatifdakwah, teori etnometodologi dakwah dan sebagainya. Melaluipendekatan sosiologis terhadap fakta atau realitas dakwah tersebut,maka ilmu dakwah akan dapat berkembang secara lebih cepat. Kedepanharus dipikirkan tentang pengembangan lebih lanjut tentang sosiologi  dakwah, psikologi dakwah, antropologi dakwah, komunikasi dakwah dengan memanfaatkan pola pengembangan ilmu pengetahuan berbasis pada integrasi ilmu, yaitu fenomena dakwah sebagai sasaran kajian dan memanfaatkan ilmu lain sebagai pendekatan.
Poda Na Lima: Islamic Character Based on Local Wisdom in Angkola-Mandailing Rohman, Rohman; Lubis, Rica Umrina
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i1.10530

Abstract

Poda Na Lima merupakan kearifan lokal etnik Angkola-Mandailingyaitu lima nasehat yang digunakan sebagai dasar untuk pembentukankarakter Islami dalam kehidupan masyarakatnya. Kearifan lokal inisejalan dengan tujuan Islam yakni menjaga kebersihan dan kesucianbaik secara lahir maupun batin. Penelitian ini menjelaskan tentangbagaimana karakter Islami berdasarkan kearifan lokal Poda Na limapada masyarakat Angkola-Mandailing. Lima pokok yang terkandungpada Poda Na Lima yaitu paias rohamu (kewajiban untuk menyucikanhati), paias pamatangmu (kewajiban membersihkan anggota tubuh),paias parabitonmu (kewajiban untuk membersihkan pakaian), paiasbagasmu (kewajiban untuk membersihkan rumah) dan paiaspakaranganmu (kewajiban untuk membersihkan lingkungan). Jenispenelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan  deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan tinjauan pustaka yang mengkaji langsung tentang Poda Na Lima. Analisis data digunakan secara sistematis mulai dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi data hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Poda Na Lima sebagai tradisi merupakan identitas yang sangat penting bagi masyarakat Angkola-Mandailing terutama untuk mewujudkan karakter dan kepribadian yang baik dalam rangka membangun tatanan hidup masyarakat yang bersih dan sehat. Pada saat yang sama juga menjadi pedoman dan landasan hidup yang dipegang oleh setiap kelompok etnik Angkola-Mandailing dalam menata kehidupan.
Rational Emotive Therapy untuk Remaja Berpikiran Negatif: Elaborasi Doktrin QS At-Tin : 4 Putra, Ahmad
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i1.10508

Abstract

Penelitian ini menjelaskan upaya rational emotive therapy untuk remajaberpikiran negatif terhadap tubuhnya yang tidak ideal. Imbas daripikiran negatif, klien merasa putus asa dan kecewa sehingga merasatidak ada kesempatan untuk menggapai keinginan menjadi anggotakepolisian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialahpenelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yangkemudian dianalisa menggunakan deskriptif komparatif. Datadikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Setelah dataterkumpul, lalu dianalisis untuk mengetahui proses konseling denganrational emotive therapy dan dielaborasikan dengan At-Tin ayat 4. Lalutidak lupa membandingkan sebelum dan sesudah dilakukannyaproses konseling. Proses konseling dengan rational emotive therapy  dilakukan dengan langkah: identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, terapi, dan evaluasi. Hasil yang ditemukan setelah dilakukannya proses konseling dan dielaborasikan dengan At-Tin ayat 4 ialah klien menyadari bahwa apa yang ia persepsikan selama ini adalah salah. Kemudian, berniat untuk berpikir rasional dalam menghadapi sebuah permasalahan. Anggapan negatif yang muncul pada pikiran klien hanya akan menjadi sebuah beban dan penghambat dalam mencapai sebuah cita-cita. Pada akhirnya, klien termotivasi untuk berusaha mencapai cita-citanya dengan cara rajin berolahraga, tidak cepat berburuk sangka dengan bentuk tubuh, belajar untuk bersyukur dengan tubuh yang Allah SWT beri, tidak mengeluh, menjaga pola makan dan klien yakin tidak ada yang tidak mungkin bila ada usaha dari hati.
Muslim Milenial Sebagai Katalisator Industri Pariwisata Halal Indonesia: Mencari Titik Temu Potensi dan Atensi Shofi’unnafi, Shofi’unnafi
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i1.10531

Abstract

Industri pariwisata halal di Indonesia menajdi salah satu sektor pentinguntuk meningkatkan perekonomian Negara. Keberadaan dan peranMuslim milenial untuk mendorong perkembangan pariwisata halal diIndonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensimuslim milenial sebagai pemercepat sekaligus menjadi pasar industripariwisata halal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan libraryresearch, yang mana sumber data diperoleh dari sumber pustaka yangberasal dari buku-buku, hasil penelitian, jurnal dan bahan-bahan bacaan  lainnya yang masih ada relevansinya dengan topik penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa muslim milenial saat ini gemar untuk melakukan perjalanan dan mengeluarkan sejumlah uang yang dapat meningkatkan perputaran uang dilokasi wisata, sehingga peningkatan pendapatan dan peningkatan perekonomian dapat bergerak naik. Selain itu, muslim milenial begitu lekat dengan teknologi dan media sosial yang akan memberikan peranan sebagai endorser atau promoter bagi pariwisata halal, mengingat muslim milenial akan menceritan pengalaman yang ia dapat dengan kreatifitas yangdimilikinya kepada jutaan pengikut di media sosialnya. Hal ini mendorong pemerintah dan para pelaku industry pariwisata halal diminta menyediakan fasilitas pendukung dan atraksi di industry pariwisata halal serta memberikan perhatian pada wisatawan muslim milenial untuk mempercepat sekaligus menjadi pasar industry pariwisata halal di Indonesia yang dapat memberikan dampak bagi peningkatan perekonomian Indonesia.
Embrio Destinasi Wisata Religi Baru: Identifikasi Komponen 3A Berbasis Wisata Ziarah Desa Balun, Lamongan Salmon, Indra P P; Ismail, Ismail; Pujianto, Wahyu E; Nadyah, Fitroh
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i1.10527

Abstract

Studi ini bertujuan mengkaji kesiapan dan kelayakan komponen pendukungdi tengah penetapan Desa Balun sebagai Desa Pancasila dan KawasanWisata Religi Kabupaten Lamongan. Atraksi Budaya yang ditawarkanadalah Situs Makam Mbah Alun dan nilai pluralisme kehidupan masyarakatberagama di Desa Balun. Kajian menggunakan metode kualitatif denganpendekatan deskriptif analitik dan participatory rural appraisal (PRA).Teknik pengumpulan data yakni berupa narasi yang bersumber daribeberapa informan, data statistik sekunder, dan dokumentasi lapangan.Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan yang direpresentasikan dalamkomponen 3A yakni: Pertama berupa atraksi, berupa atraksi budaya baikberupa fisik atau tangible (situs ziarah) dan non-fisik atau intangible (nilaipluralisme bermasyarakat/kebhinekaan dan festival keagamaan) telah dimiliki dan berjalan selama berpuluh tahun; Kedua berupa aksesibilitas, yakni jarak menuju Desa Balun dari titik-titik strategis yang relatif dekat (2-5 km) dan kondisi infrastuktur jalan; Ketiga berupa amenitas dan elemen pendukung tambahan berupa adanya layanan dan pendukung lainnya yag tersedia seperti akomodasi/penginapan bagi wisatawan, rumah makan dan pusat kuliner, pusat oleh-oleh, titik transportasi dan akses yang dekat dengan jalan utama. Pengembangan lain yang perlu dilakukan adalah perbaikan dari segi aksesibilitas mengingat peluang kedatangan di Situs Ziarah Desa Balun melonjak secara drastis pada hari-hari besar keagamaan tertentu.
NAKHON SI THAMMARAT MUSLIM BUSINESS CLUB: MANAGING DA'WAH AND ENTREPRENEURSHIP AMONG MUSLIM MINORITIES IN THE SOUTHERN THAILAND Kusuma, Bayu Mitra A.
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i1.10532

Abstract

Pattani is not a single representation of the Islamic existence in Thailand,because in reality Muslim societies have been living in various regions. Oneplace where Muslim societies can form new identities is in the Nakhon SiThammarat province, where they are able to transform into an adaptive andhighly competitive group. To examine more deeply this phenomenon, this studyuses a type of qualitative research with a descriptive approach, and emphasizesthe interactive data analysis of the Miles and Huberman models. The results offield research show that one of the manifestations of Muslim existence is toestablish Nakhon Si Thammarat Muslim Business Club (NMBC). In itsexistence, NMBC has two main functions: First, to bridge and unite the power  of Muslim entrepreneurs from micro to large scale. Secondly, to become a da’wah institution on Islamic philanthropy based on the belief that the more charity, the more business will develop. NMBC gives direction to the development of Muslim entrepreneurship in two ways: First, positioning the majority group as partners, not competitors. Second, to strengthen the Blue Ocean strategy in which Muslim entrepreneurs must find new business sector gaps that are not controlled by the majority group.

Page 1 of 1 | Total Record : 8