cover
Contact Name
Herdianty Kusuma Handari
Contact Email
kusuma.herdianty@gmail.com
Phone
+628986354939
Journal Mail Official
jurnalfisiopolkesta@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta Jl. Adi Sumarmo, Tohudan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah 57173
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nasional Fisioterapi
ISSN : -     EISSN : 30470927     DOI : https://doi.org/10.64974/jnf.v3i3
Core Subject : Health,
Jurnal Nasional Fisioterapi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang terdaftar dengan nomor ISSN (e): 3047-0927. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian kesehatan terutama di bidang fisioterapi yang telah melalui proses peer review. Adapun cakupan bidang fisioterapi meliputi fisioterapi muskuloskeletal, neuromuskuler, kardiovaskuler, kardiopulmonal, pediatri, geriatri, kesehatan wanita, olahraga, integumen,rehabilitasi berbasis masyarakat, maupun kesehatan kerja dan ergonomi. Cakupan artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Nasional Fisioterapi meliputi hasil penelitian eksperimen maupun non eksperiman
Articles 44 Documents
PENGARUH MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG AKTIVITAS FISIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIRTO 1 Tri Yanti Yanti; Syavira Nooryana
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i2.65

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan seiring dengan perkembangan janin dapat menimbulkan berbagai keluhan. Hal tersebut bisa dikurangi dengan melakukan aktivitas fisik yang bermanfaat bagi seperti berolahraga. Namun perkembangan zaman yang semakin maju mayoritas masyarakat menggunakan handphone sebagai sumber informasi termasuk ibu hamil dan jika tidak digunakan semestinya maka akan menurunkan minat baca seseorang oleh karena itu salah satu media informasi lain sebagai media baca adalah booklet yang berisi aktivitas fisik bagi ibu hamil sebagai penunjang pengetahuan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh media booklet terhadap ibu hamil tentang aktivitas fisik di Wilayah Kerja Puskesmas Tiro 1. Metode: Pre-eksperimen dengan desain One group pre-test and post-test. Pengambilan sampel yaitu purposive sampling pada 58 responden dengan alat ukur kuesioner pengetahuan dengan nilai reliabilitas 0,796. Analisis menggunakan univariate dan bivariate. Penelitian ini menggunakan uji nonparametric Wilcoxon Sign Ranks Test. Hasil: Distribusi frekuensi dan persentase sebelum diberikan intervensi media booklet sebanyak 33 orang (56,9%) kategori cukup dan sesudah diberikan intervensi sebanyak 54 orang (93,3%) kategori baik. uji pengaruh menggunakan uji Wilcoxon Sign RanksTest didapatkan p value 0,000(<0,005), yang artinya ada pengaruh dari pemberian media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat pengaruh adanya pemberian media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil.
PERBEDAAN PENGARUH SEKETIKA TERAPI MANIPULASI DAN TERAPI MOBILISASI TERHADAP NYERI PINGGANG BAWAH: DIFFERENT IMMEDIATE EFFECTS OF MANIPULATION THERAPY AND MOBILIZATION THERAPY ON LOWER BACK PAIN Khoiri Rahmatiya Islahi pertiwi; Jasmine Kartiko Pertiwi; Setiawan; Yulianto Wahyono
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i2.69

Abstract

Latar belakang: Terapi manual dengan metode manipulasi maupun mobilisasi telah banyak digunakan dalam menangani nyeri pinggang bawah. Kedua jenis terapi tersebut memiliki cara pembebanan sendi yang berbeda dari segi kecepatan dan amplitudo. Perbedaan tersebut menimbulkan tanda tanya terhadap efek yang dihasilkan. Tujuan: Mengetahui perbedaan efek langsung dari terapi manipulasi dan mobilisasi terhadap nyeri dan lingkup gerak sendi lumbal pada nyeri pinggang bawah. Metode: Penelitian ini berjenis pre-eksperimental dengan desain two groups pre and post test. Subjek adalah pasien dengan keluhan nyeri pinggang bawah sejumlah 30 orang yang memenuhi kriteria, kemudian dibagi ke dalam 2 kelompok, kelompok I mendapat terapi manipulasi dan kelompok II mendapat terapi mobilisasi. Intervensi dilakukan satu kali dan pengukuran outcome dilakukan sebelum dan segera setelah intervensi. Hasil: Uji beda paired sample t-test digunakan untuk menghitung pre dan post test pada masing-masing kelompok. Pada kelompok I nilai nyeri adalah p=0,005 (p<0,05) dan lingkup gerak sendi adalah p=0,000 (p<0,05). Pada kelompok II nilai nyeri adalah p=0,000 (p<0,05) dan lingkup gerak sendi adalah p=0,000 (p<0,05). Uji beda antarkelompok menggunakan independent sample t-test didapatkan hasil akhir p=0,952 (p>0,05) untuk nilai nyeri dan p=0,121 (p>0,05) untuk lingkup gerak sendi. Kesimpulan: Pemberian terapi manipulasi maupun mobilisasi dapat memberikan efek berupa penurunan nyeri dan peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita nyeri pinggang bawah, tetapi tidak ada perbedaan signifikan yang dari hasil antara kedua teknik tersebut.
MANFAAT MODALITAS FARADIC CURRENT DAN MASSAGE PADA KASUS BELL’S PALSY - STUDI KASUS: BENEFITS OF FARADIC CURRENT AND MASSAGE MODALITIES IN BELL’S PALSY CASES - CASE STUDY Tantri Widiana Putri -; Sugiono; Aditya Johan
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i2.72

Abstract

Latar Belakang: Bell’s Palsy merupakan kelumpuhan saraf fasialis perifer yang ditandai dengan kelemahan otot wajah secara mendadak pada satu sisi, menyebabkan asimetri wajah serta gangguan fungsi ekspresi dan aktivitas harian seperti makan, minum, dan berbicara. Penatalaksanaan fisioterapi berperan penting dalam proses rehabilitasi pasien bell’s palsy untuk mengurangi gejala, mempercepat pemulihan, serta mengembalikan fungsi otot wajah. Tujuan: untuk mengetahui manfaat modalitas faradic current dan massage pada kasus bell’s palsy. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus pada salah satu pasien dengan diagnosa bell’s palsy dextra. Terapi diberikan sebanyak empat kali dengan kombinasi modalitas faradic current yang berfungsi menstimulasi kontraksi otot wajah, serta massage yang bertujuan mengurangi kekakuan dan meningkatkan relaksasi otot. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot wajah berdasarkan uji Manual Muscle Testing (MMT) pada seluruh otot yang diuji, seperti m. corrugator supercili dan m. orbicularis occuli yang meningkat dari nilai 1 menjadi 5, serta m. zygomaticus dan m. orbicularis oris dari nilai 0 menjadi 3. Peningkatan juga terjadi pada fungsional wajah berdasarkan Ugo Fisch Scale dari 18 poin menjadi 58 poin. Kesimpulan: Pemberian terapi faradic current dan massage sebanyak 4 kali memberikan hasil yang efektif dalam meningkatkan kekuatan otot wajah dan fungsi ekspresi wajah pada pasien bell’s palsy, ditunjukkan dengan peningkatan skor MMT pada seluruh otot wajah yang diuji dan peningkatan skor Ugo Fisch dari 18 poin menjadi 58 poin.
EFEKTIVITAS SENAM AEROBIK LOW IMPACT UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN KARDIORESPIRASI PADA REMAJA: EFFECTIVENESS OF LOW IMPACT AEROBIC EXERCISE TO IMPROVE CARDIORESPIRATORY FITNESS IN ADOLESCENTS Titan Pinasti Jungjunan; yoni Rustiana; Fendy Nugroho
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i2.75

Abstract

Introduction: Cardiorespiratory fitness is an important indicator of physical health, mental health, and academic success, especially in adolescents. Many teenagers experience a decrease in cardiorespiratory fitness due to lack of physical activity, irregular diet, and lack of rest. Low impact aerobic gymnastics is one of the physical activities that can improve cardiorespiratory fitness through structured movements that aim to optimize the function of the heart, lungs, and blood vessels. Method: This study used a quantitative design with a one group pre-test post-test design with subjects totaling 23 teenagers who had met the inclusion and exclusion criteria. The instrument used is in the form of the Harvard Step Test to measure cardiorespiratory fitness. The hypothesis test used is the Wilcoxon test. Results: Based on the research results, a significant increase in fitness parameters measured by the Harvard Step Test p = <0.001 with an increase in the cardiorespiratory fitness index from 22.08 to 30.14. Knot: Low impact aerobic gymnastics is effective in improving cardiorespiratory fitness in teenagers with significant improvement.
PENGARUH PEMBERIAN WILLIAM FLEXION EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH MIOGENIK Hikmatu Risma Ariviana; Pajar Haryatno; Marti Rustanti
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i2.77

Abstract

Nyeri punggung bawah miogenik adalah nyeri di daerah punggung bawah yang terjadi karena adanya gangguan atau kelainan unsur-unsur otot dan tendon yang tidak diikuti gangguan neurologis. Penggunaan otot yang belebihan dapat terjadi pada saat posisi duduk statis dengan duduk membungkuk dan gerakan yang berulang terus menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan otot dan ketidaknyamanan punggung bawah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian william flexion exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah miogenik. Metode: Jenis penelitian ini adalah one group pre and post test with control design, subjek dipilih secara acak mejadi kelompok I dan kelompok II. Kelompok I diberi intervensi william flexion exercise dan terapi standar rumah sakit, sedangkan kelompok II diberi terapi standar rumah sakit. Alat ukur yang digunakan adalah quadruple visual analog scale. Subjek : Subjek penelitian ini adalah pasien di RSUD Banyumas yang termasuk kriteria inklusi berjumlah 30 subjek, kelompok I berjumlah 15 subjek, kelompok II berjumlah 15 subjek. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik pre test dan post test kelompok I diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh. Pada pre test dan post test kelompok II diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh. Hasil uji hipotesis post test kelompok 1 dan kelompok II didapatkan hasil p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada perbedaan pengaruh. Kesimpulan: Pemberian william flexion exercise memiliki pengaruh dalam penuruan nyeri pada punggung bawah miogenik
PENGARUH PENAMBAHAN MCKENZIE EXERCISE PADA PEMBERIAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE TERHADAP KELUHAN NYERI LEHER KARYAWAN PT. ISKANDARTEX: THE INFLUENCE OF MCKENZIE EXERCISE ADDITION TO MUSCLE ENERGY TECHNIQUE ON NECK PAIN COMPLAINTS Dwi Sari Kusumaningrum; Suhardi; Sukadarwanto
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i2.78

Abstract

Background: Work performed in certain positions such as factory workers for a long time and continuously can cause static loading on the neck muscles to increase. Increased static loads that occur continuously can result in increased muscle tone which in the long term will cause neck pain. Objective: Knowing the effect of adding McKenzie Exercise to the provision of Muscle Energy Technique on neck pain complaints of PT Iskandartex employees. Method: This study used a two groups pre-test and post-test design. Subjects are employees of PT Iskandartex who fit the inclusion criteria. Subjects totaled 30 people who were divided into 2 groups consisting of 15 people each group and intervened for 12 sessions in 4 weeks. Group I will be given Muscle Energy Technique intervention plus McKenzie Exercise and group II will be given Muscle Energy Technique intervention. The pain measurement tool used is QVAS at the beginning and end of the intervention. Results: Based on the results of statistical analysis tests before and after intervention in group obtained p= 0.000 (p <0.05) which means there is an effect. In group B II obtained p= 0.000 (p<0.05) which means there is an effect. the results of hypothesis testing after treatment of groups and II obtained results p= 0.000 (p<0.05) which means there is a difference in effect Conclusion: The addition of McKenzie Exercise to the provision of Muscle Energy Technique can reduce neck pain complaints in employees of PT Iskandartex.
DAMPAK LATIHAN LOMPAT TALI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN LONCAT VERTIKAL PEMAIN BOLA VOLI Tsabitah Putri Zubaidah; Dwi Kurniawati; Sugiono; Nurul Fithriati Haritsa
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.83

Abstract

Latar belakang: Daya ledak merupakan kemampuan otot atau sekelompok otot untuk menghasilkan kekuatan kontraksi tinggi dalam waktu yang singkat atau secara eksplosif. Daya ledak otot merupakan komponen fisik yang menunjang aktivitas fisik terutama pada gerakan melompat. Terdiri dari dua komponen utama yaitu kecepatan dan kekuatan. Latihan lompat tali dapat digunakan sebagai salah satu metode latihan untuk meningkatkan nilai daya ledak otot tungkai. Tujuan: Mengetahui dampak latihan lompat tali terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian one group pre-test dan post-test yang dilaksanakan di bulan Februari-Maret 2025, 12 kali perlakuan selama 4 minggu, di Gor Soedriman Pandana Merdeka Semarang dengan jumlah subjek sebanyak 20 orang. Jumlah subjek disesuaikan dengan jumlah anggota yang hadir pada hari pengambilan data dan yang memenuhi kriteria yang sudah ditentukan. Alat ukur yang digunakan yaitu Vertical Jump Test. Hasil: Hasil uji beda pre-test dan post-test didapatkan p=0.001 (p<0.05). Kesimpulan: Latihan lompat tali memiliki dampak terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai terhadap pemain voli.
MANFAAT ULTRASOUND DAN MOBILISASI SARAF PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME: STUDI KASUS Tri Atun Solekah; Afif Ghufroni; Herdianty Kusuma
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.84

Abstract

Latar belakang: CTS merupakan cedera akibat kompresi saraf medianus yang menyebabkan entrapment neuropati. Gejala yang sering dirasakan penderita CTS yaitu berupa nyeri menjalar yang mengenai persarafan saraf medianus pada pergelangan tangan. Selain itu penderita juga merasakan kesemutan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan setengah jari manis yang dirasakan diarea permukaan palmar tangan.Tujuan: untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus CTS dengan modalitas US dan mobilisasi saraf Metode: Metode yang digunakan pada studi kasus pada pasien dengan diagnosa CTS dextra. Terapi diberikan sebanyak tiga kali dengan kombinasi modalitas US dan ULTT 1 Hasil: Hasil evaluasi didapatkan adanya penurunan nyeri dengan skala VAS pada nyeri tekan awalnya 4,3 menjadi 3,2 dan nyeri gerak awalnya 5,3 menjadi 4,5 pada sisi dextra, peningkatan lingkup gerak sendi pada bidang sagital dari T1 S: 62°-0-70° menjadi T3 S: 65°-0-75° dan pada bidang frontal dari T1 F: 16°-0-30° menjadi T3 F: 20°-0-30°, peningkatan kekuatan otot dorsal fleksi, palmar fleksi dan radial deviasi dari T1 dengan nilai 4 menjadi T3 dengan nilai 5 tetapi masih disertai nyeri, dan pengukuran kemampuan fungsional menggunakan skala WHDI dengan skor awal 28% menjadi 20% pada sisi dextra Kesimpulan: Pemberian terapi US dan ULTT 1 yang telah dilakukan sebanyak 3 kali memberikan hasil terdapat adanya penurunan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, dan peningkatan kemampuan aktivitas fungsional pergelangan tangan.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA Benigna Livia Cahyaning Ayu; Triyana; Dwi Kurniawati
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.85

Abstract

Latar Belakang: Lanjut usia merupakan salah satu bagian tahap dari tumbuh kembang yang ada pada manusia. Pada tahap ini akan terjadi proses penuaan akan menyebabkan berbagai perubahan pada lansia. Perubahan - perubahan yang dialami oleh lansia diikuti dengan munculnya dampak permasalahan yaitu penurunan kualitas hidup dan tingginya angka terjadinya jatuh pada lansia. Jatuh pada lansia ini dapat terjadi oleh karena beberapa faktor yang salah satunya adalah gangguan keseimbangan, penyebab terjadinya gangguan keseimbangan adalah terkait dengan indeks massa tubuh orang tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Metode: Jenis penelitian yang dipakai adalah analitik observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional . subjek pada penelitian ini sebanyak 45 lansia dari Posbindu Desa Madu Asri, Kec. Colomadu, Kab. Karanganyar. Setiap orang melakukan pengukuran dengan stature meter dan timbangan untuk mengukur IMT dan Time Up and Go Test (TUGT) untuk mengukur keseimbangan dinamis. Hasil: Hasil uji korelasi menggunakan pearson didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p < 0,05) yang memiliki arti bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Data diatas diperoleh angka koefisien korelasi sebesar (r) = 0,437 hal ini menunjukkan adanya hubungan searah dengan tingkat sedang yang bernilai positif antara indeks massa tubuh terhadap keseimbangan dinamis. Kesimpulan: Adanya hubungan indeks massa tubuh dengan keseimbangan dinamis pada lansia Posbindu Desa Madu Asri, Kec. Colomadu, Kab. Karanganyar.  
PENGARUH PEMBERIAN KINESIO TAPING TERHADAP PENURUNAN NYERI DYSMENORRHEA PRIMER PADA REMAJA PUTRI Hanna Nabila Tsabita; Jasmine Kartiko Pertiwi; Pajar Haryatno; Yulianto Wahyono
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.87

Abstract

Latar Belakang: Dysmenorrhea merupakan keluhan ginekologis yang paling umum dirasakan remaja saat menstruasi. Dysmenorrhea terjadi karena endometrium dalam fase sekresi memproduksi prostaglandin yang menyebabkan hypertonus dan vasokontriksi pada myometrium sehingga mengakibatkan iskemia, disintegrasi endometrium dan nyeri. Dysmenorrhea dibagi menjadi dua yaitu dysmenorrhea primer atau fisiologis adalah nyeri pada perut bagian bawah saat menstruasi tanpa disertai adanya suatu kelainan dan dysmenorrhea sekunder atau patologis adalah nyeri perut bagian bawah saat menstruasi dan disertai adanya kelainan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kinesio taping terhadap penurunan nyeri dhysmenorrhea primary pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah two group pre dan post test design. Alat ukur yang digunakan adalah numeric rating scale. Subjek: subjek penelitian ini adalah remaja putri yang berjumlah 30 orang, setelah itu, kelompok dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan independent sample t-test pada kelompok intervensi didapatkan hasil p=0,042 (p <0,05) artinya ada pengaruh setelah diberikan intervensi tersebut dan pada kelompok kontrol didapatkan hasil p=0,918 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak ada pengaruh pemberjan edukasi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh pemberian kinesiotapping danedukasi terhadap penurunan nyeri pada nyeri dhysmenorrhea primary pada remaja putri.