cover
Contact Name
Herdianty Kusuma Handari
Contact Email
kusuma.herdianty@gmail.com
Phone
+628986354939
Journal Mail Official
jurnalfisiopolkesta@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta Jl. Adi Sumarmo, Tohudan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah 57173
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nasional Fisioterapi
ISSN : -     EISSN : 30470927     DOI : https://doi.org/10.64974/jnf.v3i3
Core Subject : Health,
Jurnal Nasional Fisioterapi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang terdaftar dengan nomor ISSN (e): 3047-0927. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian kesehatan terutama di bidang fisioterapi yang telah melalui proses peer review. Adapun cakupan bidang fisioterapi meliputi fisioterapi muskuloskeletal, neuromuskuler, kardiovaskuler, kardiopulmonal, pediatri, geriatri, kesehatan wanita, olahraga, integumen,rehabilitasi berbasis masyarakat, maupun kesehatan kerja dan ergonomi. Cakupan artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Nasional Fisioterapi meliputi hasil penelitian eksperimen maupun non eksperiman
Articles 44 Documents
KORELASI DURASI MENATAP LAYAR GADGET DAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA DI JURUSAN FISIOTERAPI POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA Rendhy Irawan; Suhardi; Nurul Fithriati Haritsah
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.89

Abstract

Latar belakang: Kualitas tidur yang buruk berdampak pada sistem kardiovaskuler, neuromuskuler, dan muskuloskeletal. Mahasiswa fisioterapi berisiko mengalami gangguan tidur akibat stres, kurangnya aktivitas fisik, dan paparan layar gadget yang tinggi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara durasi menatap layar gadget dan tingkat aktivitas fisik terhadap kualitas tidur mahasiswa fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 87 mahasiswa. Kualitas tidur diukur menggunakan PSQI, aktivitas fisik diestimasi melalui VO₂max, dan durasi screen time dicatat per hari. Analisisstatistik menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik biner untuk mengevaluasi pengaruh gabungan variabel. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur (r = +0,518; p < 0,01), tetapi tidak terdapat hubungan signifikan antara screen time dan kualitas tidur (r = -0,173; p = 0,132). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara signifikan memengaruhi kualitas tidur (OR = 8,556; 95% CI: 3,015–24,276; p < 0,001), sedangkan screen time tidak berpengaruh signifikan (OR = 0,584; 95% CI: 0,203–1,684; p = 0,320). Kesimpulan: Aktivitas fisik berhubungan positif terhadap kualitas tidur dan memiliki pengaruhdominan dibandingkan durasi screen time. Saran: Intervensi untuk meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa sebaiknya fokus pada peningkatan aktivitas fisik, sementara manajemen screen time dapat dipertimbangkan sebagai pendukung.
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA Raihan Banun Aqwiya; Afrianti Wahyu; Dwi Kurniawati
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.90

Abstract

Latar belakang: Kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, termasuk bagi lansia yang rentan mengalami gangguan tidur akibat perubahan fisiologis seiring bertambahnya usia. Berbagai aktivitas fisik seperti senam yoga telah terbukti berkontribusi dalam meningkatkan kualitas tidur lansia melalui mekanisme relaksasi dan regulasi sistem saraf. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap kualitas tidur lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian one group pre-test dan post-test. Intervensi diberikan sebanyak 3 kali perminggu selama 3 minggu, dengan jumlah subjek sebanyak 15 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu Pittsburgh Sleep Quality Index. Hasil: Hasil uji beda pre-test dan post-test didapatkan p=0.001 (p<0.05). Kesimpulan: Senam Yoga efektif terhadap kualitas tidur pada lansia.
PENGARUH DRY NEEDLING TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS Natasya Mutiara Suci Savitri; Saifudin Zuhri; Setiawan
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.91

Abstract

Abstrak: Nyeri myofascial trigger point syndrome otot upper trapezius merupakan masalah yang paling umum dijumpai khususnya pada pekerja konveksi. Bekerja dengan posisi duduk dan kepala menunduk dalam jangka waktu lama serta statis dapat menyebabkan kontraksi berlebihan sehingga mengakibatkan nyeri myofascial trigger point syndrome. Salah satu upaya fisioterapi dalam menangani kasus myofascial trigger point syndrome pada otot upper trapezius yaitu dengan dry needling. Dry needling merupakan pendekatan untuk mengurangi nyeri akibat myofascial trigger point syndrome dengan merangsang titik-titik pemicu nyeri menggunakan jarum steril. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh dry needling terhadap penurunan nyeri myofascial trigger point syndrome pada otot upper trapezius. Metode: penelitian ini menggunakan one group pre-post test with control design. kelompok I sebagai kelompok perlakuan (n=15) dan kelompok II sebagai kelompok kontrol (n=15). Alat ukur pada penelitian ini adalah quadruple visual analogue scale (QVAS). Hasil: uji hipotesis menggunakan paired samples t-test pada subjek penelitian didapatkan hasil p = 0,000 berarti p < 0,05 sehingga secara statistik terdapat pengaruh pemberian dry needling terhadap penurunan nyeri myofascial trigger point syndrome pada otot upper trapezius. Kesimpulan: dry needling berpengaruh terhadap penurunan nyeri myofascial trigger point syndrome pada otot upper trapezius.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) DEXTRA DENGAN MENGGUNAKAN MODALITAS ULTRASOUND (US) DAN TERAPI LATIHAN DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Deny Febriyanto; Githa Andriani; Husna Arwa Salsabil
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.94

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome merupakan cedera pada pergelangan tangan karena adanya penekanan pada nervus medianus. Problematika CTS yaitu terdapat nyeri diam, tekan, dan gerak, keterbatasan LGS, penurunan kekuatan otot yang mengakibatkan penurunan kemampuan fungsional. Fisioterapi dapat menggunakan modalitas ultrasound, dan terapi latihan nerve gliding exercise, dan resisted active exercise. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas intervensi fisioterapi dengan modalitas Ultrasound (US), dan Terapi Latihan nerve gliding exercise, dan resisted active exercise. Metode: Jenis data sekunder, teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi yaitu rekam medis dan status klinis. Hasil: Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali didapatkan hasil penurunan nyeri diam T0: 2 menjadi T6: 0, nyeri tekan T0: 5 menjadi T6: 1, nyeri gerak T0: 6 menjadi T6: 2. Pada lingkup gerak sendi T0: S: 30o-0o-45o menjadi T6: S: 50o-0o-60o, T0: F: 20o-0o-30o, menjadi T6: F: 20o-0o-30o. Pada kekuatan otot T0: 4 menjadi T6: 5. Pada kemampuan fungsional T0: 34%, menjadi T6: 16%. Kesimpulan: Ultrasound (US) dan terapi latihan nerve gliding exercise, resisted active exercise dapat mengurangi nyeri, meningkatkan LGS, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan kemampuan fungsional