cover
Contact Name
Muhamad Yusuf Amin
Contact Email
jusufan@gmail.com
Phone
+6285230373555
Journal Mail Official
padhangmanahsibyan@gmail.com
Editorial Address
YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN Alamat: Mirombo-Jentrek RT 002 RW 002 Rojoimo Wonosobo, Jawa Tengah
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : 30642035     DOI : -
Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a scientific journal published by Padhang Manah Sibyah Foundation. Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan publishes articles sourced from the results of field study research, literature reviews, theoretical studies, and research dissemination. The focus and scope ofReflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan relates to the themes of education which include learning activities, curriculum, evaluation, management, quality of education, and information technology, in various types, both formal and non-formal education levels. . Articles are published 5 times a year, January-April-July-September-November.
Articles 27 Documents
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB ADABUD DUNYA WAD DIN KARYA IMAM AL MAWARDI
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, 1. Mengetahui isi dan kandungan kitab Adabud Dunya Wad Din karya Imam Al Mawardi. 2. Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang tedapat pada kitab Adabud Dunya Wad Din. Kitab ini merupakan salah satu warisan keilmuan Islam klasik yang memadukan aspek dunia dan akhirat melalui pendekatan rasional serta dalil dari Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral di masyarakat modern yang ditandai dengan meningkatnya perilaku menyimpang, serta lemahnya penanaman nilai-nilai akhlak dalam pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), di mana sumber utama adalah terjemahan kitab Adabud Dunya Wa Din. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat lima aspek utama pendidikan akhlak, yaitu: keutamaan akal dan pengendalian hawa nafsu, adab dalam menuntut ilmu, adab beragama, adab bermasyarakat (dunia), dan adab terhadap diri (nafs). Setiap aspek tersebut mengandung nilai-nilai moral yang relevan untuk membentuk akhlak peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Temuan ini menunjukkan bahwa karya Imam Al-Mawardi dapat menjadi rujukan penting dalam memperkuat pendidikan akhlak di era modern.
Peran Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kemampuan Hafalan Al-Qur’an pada Program Tahfidzul Qur’an Syahda Maharani; Ahmad Zuhdi; Fatiatun
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan konseling berperan sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan. Selain itu tujuan dari bimbingan konseling adalah tercapainya perkembangan peserta didik secara optimal ke arah yang lebih positif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui peran bimbingan konseling dalam meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an kelas VIII 2) mengetahui penerapan bimbingan konseling dalam mendukung program tahfidzul Qur’an dan kontribusinya terhadap keberhasilan program tahfidzul Qur’an. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan yang sedang berlangsung saat ini. Dengan kata lain penelitian deskriptif kualitatif bertujuan memperoleh informasi-informasi mengenai keadaan yang ada seperti peran bimbingan konseling serta penerapannya dalam program tahfidzul Qur’an kelas VIII MTs Ma’arif Kertek. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara dengan guru BK kelas VIII, guru pengampu sekolah, dan beberapa siswa, observasi di madrasah, serta dokumentasi pendukung. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis mendapatkan hasil bahwa bimbingan konseling berperan penting dalam membangun motivasi, mengatasi hambatan psikologis, dan meningkatkan konsistensi hafalan siswa. Penerapan bimbingan konseling dilakukan secara pribadi dan kelompok, terbukti membantu siswa dalam mengembangkan stategi belajar dan menjaga semangat dalam menghafal. Dengan adanya kontribusi dukungan dari guru BK dan dan guru pengampu tahfidz, siswa menunjukkan peningkatan dalam pencapaian target hafalan
MODEL SELF ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI KELAS X MAN 1 KOTA SEMRANG
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa diminta untuk mengevaluasi kemajuan mereka sendiri, tingkat penguasaan, dan posisi saat ini sehubungan dengan keterampilan yang telah mereka pelajari melalui penggunaan Self Assessment. Penelitian ini berusaha untuk menemukan sejauh mana siswa kelas X MAN 1 di Kota Semarang telah menggunakan pendekatan berbasis Self Assessment untuk belajar bahasa Arab dan untuk mengidentifikasi faktor -faktor yang telah membantu dan menghambat adopsi model ini. Hasil penelitian ini akan berguna dalam menentukan apakah model Self Assessment merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar bahasa Arab. Peneliti menggunakan metodologi studi kasus untuk melakukan penelitian lapangan sebagai metode penelitian kualitatif. Minat siswa untuk bersaing untuk meningkatkan keterampilan bahasa Arab mereka mungkin dipicu oleh evaluasi diri ini. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa penilaian diri masih dapat diterapkan dan ditingkatkan, yang sejalan dengan prinsip pembelajaran konstruktivisme.
Nilai-nilai Pendidikan Moral Dalam Novel Wanita-Wanita Matahari Karya Aisyah Qahar Eli Khusniyati; Ali Mu’tafi; Hidayatu Munawaroh
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui nilai-nilai Pendidikan moral dalam novel Wanita-wanita matahari karya Aisyah Qahar, Untuk mengetahui relevansi nilai-nilai pendidikan moral dalam novel tersebut pada Pendidikan Islam di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), serta teknik analisis isi (content analysis) untuk menelusuri pesan-pesan pendidikan Islam dalam narasi novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung berbagai nilai pendidikan Moral seperti nilai Pendidikan moral kepada dirinya sendiri, nilai Pendidikan moral kepada sesama manusia, dan nilai Pendidikan moral kepada Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: novel ini mengandung berbagai nilai pendidikan moral seperti Nilai moral yaitu nilai moral personal (moral individu) yang meliputi sikap menerima kenyataan, jujur, sabar, nilai moral sosial yang mengatur hubungan antar manusia, seperti sikap saling menghargai, tolong-menolong, dan menghormati, nilai moral keagamaan yang berkaitan dengan sikap bersyukur, berdo’a, berserah diri kepada Tuhan. Relevansi Nilai Pendidikan moral dalam novel Wanita-wanita matahari Karya Aisyah Qahar pada Pendidikan Islam di Indonesia. Pedidikan Moral memiliki hubungan erat dengan Pendidikan Islam, yang berkaitan langsung dengan pengembangan akhlak dan moral manusia baik itu yang berkaitan dengan hablu minallah dan hablu minannas.
Tradisi Riyadhah 40 Hari 40 Hataman Santri Di Maqbaroh Kh Muntaha Al-Hafidz Dan Kh Asy’ari
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tradisi riyadhah 40 hari 40 hataman yang dilaksanakan oleh para santri di Maqbaroh KH Muntaha Al-Hafidz dan KH Asy’ari Deroduwur, Mojotengah, Wonosobo (Studi tentang metode penjagaan hafalan Al-Qur’an yang efektif). Tradisi ini dikenal sebagai matangpuluh, yaitu mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz setiap hari selama 40 hari berturut-turut sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan metode efektif dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana jenis penelitiannya bersifat deskriptif lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi 40 hari 40 hataman (matangpuluh) terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an santri. Santri yang mengikuti riyadhah matangpuluh menunjukkan peningkatan kemampuan dalam muroja'ah (mengulang hafalan), kekuatan daya ingat, keteguhan spiritual, serta membentuk karakter sabar, disiplin, dan taqarrub kepada Allah SWT. Mereka lebih mampu menjaga hafalan Al-Qur'an dalam jangka panjang dibandingkan santri yang tidak mengikuti program tersebut.
Strategi Pedagogik Guru Dalam Pembangunan Karakter Positif Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Muhammad Nur Adibuddin; Noor Aziz; Nugroho Prasetya Adi
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagogik guru dalam pembangunan karakter positif siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas VII di SMP Negeri 1 Kejajar Wonosobo. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa di tengah tantangan moral di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan strategi pedagogik yang mencakup keteladanan sikap, pembiasaan nilai-nilai religius, komunikasi edukatif, serta pendekatan yang sesuai dengan kondisi psikologis siswa. Meskipun demikian, strategi tersebut belum sepenuhnya merata diterima oleh seluruh peserta didik, karena masih terdapat hambatan dalam penerapan nilai karakter secara utuh di kelas. Secara keseluruhan, guru PAI memiliki peran penting dalam menanamkan karakter positif melalui pendekatan pedagogis yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Misteri Kuburan dan Alam Kubur dalam Perspektif Pendidikan Islam: Mengurai Paradoks Eksistensial menuju Kesadaran Transendental Ahmad Mustangin; Robingun Suyud El Syam
Jurnal Reflektif Vol 2 No 3 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi misteri kuburan dan alam Barzakh serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter manusia. Permasalahan utama yang dikaji adalah paradoks pemikiran ketika manusia mengabaikan realitas metafisika karena keterbatasan persepsi empiris. Dengan metode studi pustaka dan pendekatan kualitatif-deskriptif yang merujuk pada karya Lisan al-Arab, Ihya Ulumuddin Al-Ghazali, dan Ar-Ruh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, penelitian ini menemukan bahwa kuburan bukan sekadar tempat jasad, tetapi fase metafisik (Barzakh) yang mencerminkan amal manusia. Pemahaman hakikat ini dapat mengubah rasa takut akan kematian menjadi motivasi moral (zikrul maut) yang memperkuat iman dan akhlak. Dalam pendidikan Islam, konsep Barzakh berfungsi sebagai “penasihat diam” yang menumbuhkan kesadaran diri (muraqabah) dan evaluasi diri (muhasabah). Kajian ini merekomendasikan penelitian lebih lanjut mengenai aspek psikologis kematian untuk menanggapi krisis eksistensial dan kesehatan mental di era modern.

Page 3 of 3 | Total Record : 27