cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG BUKU KIA DENGAN PEMANFAATAN BUKU KIA DI WILAYAH PUSKESMAS JEKULO sri hadi sulistiyaningsih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.553

Abstract

Buku KIA adalah instrumen pencatatan dan penyuluhan (edukasi) yang berisi informasi dan materi penyuluhan tentang KIA yang dapat membantu keluarga khususnya ibu dalam memelihara kesehatan dirinya sejak hamil sampai anaknya berumur 5 tahun. Buku KIA juga sebagai catatan kesehatan, alat monitoring dan alat komunikasi antara tenaga kesehatan dengan ibu hamil. Pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan anak masih terkendala oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang manfaat dari buku KIA, kurangnya konseling KIA dari petugas kesehatan dan sebagian ibu menganggap hal-hal yang berhubungan dengan buku KIA hanya sekedar buku catatan pemeriksaan hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi ibu hamil dengan pemanfaatan Buku KIA. Jenis penelitian deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel sebanyak 47 orang diambil dengan teknik total sampling dan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan responden mempunyai pengetahuan baik (44,7%), persepsi baik (72,3%) dan Pemanfaatan Buku KIA dengan baik (53,2%). Terdapat hubungan pengetahuan (p value 0,039) dan persepsi (p value 0,011) dengan pemanfaatan buku KIA. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan pendidikan kesehatan tentang pemanfaatan buku KIA kepada ibu hamil, dan  ibu hamil lebih aktif mencari informasi kesehatan dengan cara membaca dan memahami isi buku KIA.  Kata Kunci : Pengetahuan, Persepsi, Ibu Hamil, Pemanfaatan Buku KIA
OBESITAS PADA BALITA Indanah Indanah; Sukesih Sukesih; Fairuzza Luthfin; Khoiriyah Khoiriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.1115

Abstract

Obesitas adalah akumulasi lemak abnormal yang dapat mengganggu Kesehatan   (Kemenkes RI, 2017) Obesitas merupakan masalah kesehatan bagi orang dewasa dan usia balita. Jika kegemukan terjadi pada masa balita kemungkinan besar kegemukan akan menetap sampai dewasa. Obesitas mempunyai dampak terhadap tumbuh kembang anak, terutama aspek perkembangan psikososial. Anak obesitas berpotensi mengalami berbagai penyakit yang menyebabkan kematian antara lain penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, dan lain-lain. Penyebab obesitas yaitu pola makan,tingkat asupan gizi, tingkat aktivitas fisik yang dilakukan individu, serta kondisi sosial ekonomi bahkan beberapa penelitian menemukan hubungan insomnia atau kurang tidur sebagai faktor risiko kejadian obesitas.Tujuan penelitian mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada balita di Wilayah puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus. Penelitian merupakan  survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian adalah balita di wilayah Puskesmas Ngemplak  Kabupaten Kudus. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 64 balitas. Data dikumpulkan dari data skunder melaui catatan medis dan data primer dengan menggunakan kuesioner yang sudah di lakukan uji validitas dan reliabilitas.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pola makan anak, Riwayat pemberian ASI, obesitas pada ayah dan Tingkat stress anak dengan kejadian obesitas pada anak (pvalue 0,05). Aktifitas Fisik balita, Status Gizi Ibu tidak ada hubungan secara signifikan dengan kejadian obesitas pada balita.Kesimpulan menunjukkan Pola makan anak, Riwayat pemberian ASI dan Stress pada balita berhubungan dengan kejadian obesitas pada balita di wilayah puskesmas ngemplak Kabupate Kudus
KADAR GLUKOSA DARAH SEBAGAI DETERMINAN TATALAKSANA PENDERITA TUBERKULOSIS DENGAN KOMORBID DIABETES MELLITUS TIPE -2 Aslani Threestiana Sari; Azizah Siantya; Siti Maisyaroh Bakti Pertiwi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1685

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Jumlah kasus TBC di Indonesia berdasarkan  data dari WHO Global TBC Report 2020 tahun 2019 diperkirakan sebesar 845.000 kasus dengan insidensi 312 per 100.000 penduduk. Terkait jumlah kasus tuberkulosis di dunia, Indonesia mendapatkan urutan kedua setelah India. Salah satu faktor risiko sakit tuberkulosis adalah penyakit diabetes mellitus (DM). Tuberkulosis dengan faktor komorbid DM menjadi beban penyakit terbesar ketiga di Indonesia. Tatalaksana TBC dengan komorbid DM dapat dipengaruhi oleh kadar glukosa darah yang tidak terkontrol.Tujuan dilalukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah melalui penilaian kadar HbA1c dengan keberhasilan pengobatan penderita TB yang memiliki komorbid DM Tipe 2. Metode penelitian menggunakan analitik observasional dengan desain cross-sectional melalui pendekatan retrospektif. Sample penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 25 responden. Berdasakan hasil uji statistik menggunakan aplikasi IBM SPSS 25 menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai P = 0,012 dengan nilai Ratio Prevalence 3,958, sehingga  dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara nilai HbA1c terhadap keberhasilan pengobatan Penderita TB dengan komorbid DM tipe-2, tingkat risiko ketidakberhasilan antituberculosis pasien dalam kondisi HbA1c tidak normal 3 kali lebih besar dibandingkan pasien dalam kondisi HbA1c normal. Perlunya monitoring yang baik pada kadar gula darah sehingga terjadinya ketidakberhasilan antituberculosis pada pasien DM tipe-2 dengan TB paru menjadi rendah.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGAN KADAR ANTIBODI ANTITETANUS PADA IBU HAMIL Yussie Ater Merry; Netti Suharti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.295

Abstract

Kadar antibodi antitetanus pada ibu hamil dipengaruhi berbagai faktor, yaitu: umur, interval vaksinasi Tetanus toksoid (TT)-1 – TT-2, TT-1, TT-2 – waktu pemeriksaan dan kadar Hb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berkorelasi dengan kadar antibodi antitetanus pada ibu hamil. Disain penelitian cross sectional, observasional terhadap 67 ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Lubuk Buaya, Nanggalo dan Ambacang Kuranji kota Padang, bulan Juni - Desember 2015, teknik consecutive sampling. Kadar antibodi diukur menggunakan metode Indirect ELISA di Laboratorium Biomedik Universitas Andalas. Uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov, Spearman untuk korelasi antara umur, interval: TT-1 – TT-2, TT-1, TT-2 – waktu pemeriksaan, kadar Hb dengan kadar antibodi dan uji Kruskal Walis untuk menilai perbedaan kadar antibodi berdasar interval TT-1 – waktu pemeriksaan serta uji regresi linier untuk menentukan faktor determinan yang berkorelasi dengan kadar antibodi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif yang sangat lemah, tidak signifikan antara umur  dengan kadar antibodi (r=-0,076 p=0,540), terdapat korelasi positif lemah dan signifikan antara: interval TT-1 – TT-2 (r= 0,353, p = 0,003), korelasi positif kuat dan signifikan antara TT-1, TT-2 waktu pemeriksaan (r=0,696 p = 0,000 dan r= 0,729 p= 0,000) dengan kadar antibodi. Terdapat korelasi positif sangat lemah antara kadar Hb dengan kadar antibodi (r=0,200 p=0,104). Kesimpulan penelitian, faktor determinan yang berkorelasi dengan kadar antibodi antitetanus adalah: interval TT-1 – TT-2 dan TT-2 – waktu pemeriksaan
HUBUNGAN NILAI GULA DARAH SEWAKTU (GDS) DAN USIA DENGAN PENYEMBUHAN LUKA ULKUS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH MAYONG JEPARA Luluk Nailil Fadilah; Dewi Hartinah; Noor Hidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2680

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang diakibatkan karena kerusakan sekresi insulin. Penderita diabetes mellitus rentan terhadap serangkaian komplikasi kronis, salah satunya ialah ulkus diabetik. Banyak faktor yang berperan terhadap lama proses penyembuhan ulkus diabetik yaitu perawatan luka, pengendalian infeksi dengan penggunaan antibiotik, faktor nutrisi, faktor penyakit, usia dan faktor resiko selanjutnya yaitu ketidakstabilan gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai gula darah sewaktu (GDS) dan usia dengan penyembuhan luka ulkus pada penderita diabetes mellitus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi. Populasinya yaitu pasien yang menderita diabetes sebanyak 43 pasien. Sampel sebesar 39 responden yang dihitung dengan rumus slovin. Instrumen menggunakan lembar pengkajian BWAT dan lembar observasi. Analisa bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan nilai gula darah sewaktu (0,000) dan usia (0,013) dengan penyembuhan luka ulkus pada penderita diabetes mellitus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong Jepara.
TERAPI KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN ISOLASI SOSIAL Rani Kawati Damanik; Jek Amidos Pardede; Licy Warman Manalu
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.822

Abstract

Abstrak Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seseorang individu mengalami perilaku menarik diri, serta penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain, terutama untuk mengungkapkan dan mengonfirmasi perasaan negatif dan positif yang dialaminya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pasien dalam kemampuan berinteraksi, maka dibutuhkan terapi, salah satunya terapi kognitif.Terapi kognitif diperuntukkan kepada seseorang yang mengalami kesalahan dalam berpikir yang terjadi pada pasien isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif terhadap kemampuan berinteraksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasi sosial di RSJ Prof. Dr.Muhammad Ildrem Medan Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah Quasi Experimental one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien skizofrenia dengan masalahisolasi sosial. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling yang dilakukan dengan mengambil sampel sesuai dengan kriteria peneliti dengan menggunakan screening isolasisosial, sehingga didapatkan sejumlah 22 pasien. Berdasarkan hasil uji mc-neymar diperoleh hasil p value = 0.001 (p0.05), sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh terapi kognitif terhadap kemampuan berinteraksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasisosial di RSJ Prof.Dr. Muhammad Ildrem Medan tahun 2019. Diharapkan kepada pasien skizofrenia dengan masalah isolasisosial, mampu mengubah pikiran negatif menjadi positif, meningkatkan aktivitas serta mampu berinteraksi dengan baik setelah melaksanakan terapi kognitif dengan baik dan teratur. Kata Kunci: Terapi Kognitif, Interaksi, Isolasi Sosial AbstractSocial isolation is a condition in whichindividual experiences withdrawal behavior, as well as a decrease or even completely unable to interact with other people, especially to express and confirm the negative and positive feelings they experience. So as to meet the needs of patients in their ability to interact, therapy is needed, one of which is cognitive therapy. Cognitive therapy is for someone who experiences errors in thinking that occur in patients with social isolation. This study aims to determine the effect of cognitive therapy on the ability to interact with schizophrenic patients with the problem of social isolation at the RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. The design of this study was Quasi Experimental one group pre-post test design. The population in this study were all schizophrenic patients with social isolation problems. The sampling technique in this study was purposive sampling which was carried out by taking samples according to the criteria of researchers using social isolation screening, so that a total of 22 patients were obtained. Based on the results of the mc-neymar test, the results obtained p value = 0.001 (p 0.05), so it can be concluded that there is an influence of cognitive therapy on the ability to interact with schizophrenic patients with the problem of social isolation. It is expected that schizophrenic patients with social isolation problems can be able to change negative thoughts to be positive, increase activities and be able to interact well after carrying out cognitive therapy well and regularly. Keywords: Cognitive Therapy, Interaction Ability, Social Isolation
LITERATURE REVIEW : PERAN KADER KESEHATAN JIWA DALAM MENANGANI GANGGUAN JIWA DI MASYARAKAT Noor Chandiq Kurniawan; Muhammad Fatkhul Mubin; Amin Samiasih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1535

Abstract

Literature review memiliki tujuan mereview dan membandingkan kesamaan beberapa hasil penelitian tentang peran kader kesehatan jiwa dalam menangani gangguan jiwa di masyakarat. Metode Literature review dengan pendekatan PRISMA dengan tahun terbit artikel 2018 sampai Juli 2022. Pencarian artikel selama Juli 2022 menggunakan Sciencedirect, Portal Garuda, Mendeley dan Google Schoolar untuk artikel dengan desain kuantitatif dan kualitatif. Hasil Dari keenam artikel menyatakan peran kader kesehatan jiwa diantaranya peran primer, sekunder dan tersier dalam menangani gangguan jiwa di masyarakat. Diskusi dan Kesimpulan: peran kader kesehatan jiwa dalam menanganai gangguan jiwa meliputi peran pencegahan primer yaitu melakukan identifikasi kelompok resiko, memberikan pendidikan dan memberikan motivasi. Peran kader kesehatan jiwa dalam program pencegahan sekunder meliputi deteksi dini dan sosialisasi. Peran kader kesehatan jiwa dalam program pencegahan tersier meliputi memotivasi untuk rutin berobat dan rutin kontrol.
KORELASI FAKTOR SOSIO DEMOGRAFI DENGAN PELAKSANAAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN KUDUS Diah Andriani Kusumawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun telah banyak bukti yang mendukung pentingnya menyusui eksklusif selama 6  bulan,  namun  masih  terdapat  kenyataan  bahwa  para  ibu  di  beberapa  negara  termasuk Indonesia melakukan penyapihan dini sebelum bayi berusia 3 dan 6 bulan,serta memberikan makanan  semi  padat  kepada  bayi  mereka. Pencapaian  ASI  eksklusif  di  Kabupaten  Kudus berdasarkan  hasl  survey  hanya  19,56%.  Kota  Kudus  merupakan  kota  yang  didalamnya terdapat pabrik rokok dan sebagian besar pekerjanya adalah perempuan.Tujuan  penelitian  ini  adalah  mengetahui  korelasi  faktor  sosio  demografi  dengan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Kudus.Rancangan  penelitian  yang  digunakan  adalah  analitik  korelasi  dengan  pendekatan cross sectional. Jumlah subyek penelitian 92 orang, yaitu ibu yang memiliki bayi usia 7 – 12 bulan.variabel  bebas dalam  penelitian  ini  adalah  faktor  sosio demografi yang  meliputi usia ibu,  paritas,  pendidikan,  pekerjaan,  status  ekonomi sedangkan  variabel  terikatnya adalah pelaksanaan  pemberian  ASI  eksklusif.  Hubungan  variabel  bebas  dan  variabel  terikat dianalisis dengan  menggunakan  Rank  Spearman  dan  Chi  kuadrat,  sedangkan  untuk  melihat interaksi antara variabel bebas dan variabel terikat menggunakan rumus Kruskal Wallis. Hasil  penelitian  menunjukkan  korelasi  antara usia  nilai  p  =  0,189  (p  0,05),paritas nilai p = 0,030 (p 0,05), pendidikan nilai p = 0,115(p 0,05), pekerjaan nilai p = 0,772(p 0,05), status ekonomi nilai p = 0,567(p 0,05).Simpulan  menunjukkan  terdapat  korelasi  antara  paritas  dengan  pelaksanaan pemberian  ASI  eksklusif,sedangkan  persepsi  dan  faktor  sosiodemografi yang  meliputi usia, pendidikan, pekerjaan dan status ekonomi tidak terdapat korelasi, dan pendidikan berkorelasi dengan persepsi ibu tentang menyusui
WAKTU MUNCUL DAN FREKUENSI PERISTALTIK USUS PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN MOBILISASI DINI Windy Astuti Cahya Ningrum; Amalia Nur Azhima; Suratun Suratun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.575

Abstract

Abstrak         Tindakan operasi dapat menyelamatkan nyawa seseorang, meringankan kecacatan dan mengurangi risiko kematian namun banyak sekali efek yang ditimbulkan setelah operasi salah satunya terjadi penurunan peristaltik usus. Pengembalian frekuensi peristaltik usus harus cepat kembali salah satunya dengan tindakan mobilisasi dini, sehingga pemulihan kesegaran dan kebugaran pasien post operasi cepat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap waktu muncul dan frekuensi peristaltik usus pada pasien post operasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.. Desain Penelitian ini menggunakan”Pre Experiment: Static group comparis” dengan jumlah sampel 72 responden yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukan waktu muncul peristaltik usus pada kelompok intervensi lebih cepat yaitu 355,97 menit dengan frekuensi peristaltic lebih banyak yaitu 5x/menit dibandingkan dengan   kelompok kontrol yaitu 538,06 menit  waktu muncul dan 2,79 x/menit frekuensi peristaltik usus. Berdasarkan uji statistik Mann-Whitney diperoleh p value = 0.001 (p value 0.1). Terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap waktu muncul dan frekuensi peristaltik usus pada pasien post operasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Kata Kunci: Mobilisasi Dini, Waktu Muncul Peristaltik Usus, Frekuensi Peristaltik usus
STUDI LITERATUR: KOMPRES AIR GARAM EPSOM HANGAT MENURUNKAN NYERI SENDI PADA KLIEN ARTRITIS GOUT Muhamad Jauhar; Nur Ulisetiani; Sri Widiyati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1264

Abstract

Artritis gout merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan peningkatan kasus setiap tahunnya. Penyakit ini jarang disadari oleh masyarakat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada disabilitas. Gejala yang sering dikeluhkan adalah nyeri sendi. Salah satu intervensi non-farmakologi untuk menurunkan keluhan tersebut adalah kompres air garam epsom hangat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi artikel-artikel penelitian tentang efektifitas kompres air garam epsom hangat dalam menurunkan nyeri sendi pada klien artritis gout. Desain penelitian studi literatur melalui database jurnal terindeks seperti PubMed, ProQuest, dan Google Scholar dan didapatkan 10 artikel. Teknik analisis artikel menggunakan analisis kualitatif. Kriteria inklusi yaitu waktu publikasi 5 tahun terakhir, jenis artikel studi eksperimental, variabel independen yaitu kompres air garam epsom hangat, variabel dependen yaitu nyeri sendi pada atritis gout. Kriteria eksklusi yaitu terapi kombinasi. Kata kunci yang digunakan warm epsom salt water compress, joint pain, gout arthritis. Kompres air garam epsom hangat diberikan sebanyak 200 mg dalam satu liter air (perbandingan 1:5) pada suhu 40-50oC. Kompres dilakukan 10-20 menit, 3 kali per minggu, selama 15 hari. Kompres dapat menurunkan nyeri sendi skala sedang menjadi ringan pada klien artritis gout. Kelebihannya bahan mudah didapatkan dan teknik mudah dilakukan. Kekurangannya dilakukan dalam jangka waktu lama. Berdasarkan hasil analisis artikel didapatkan adanya pengaruh yang signifikan kompres air garam Epsom hangat terhadap penurunan nyeri sendi pada klien artritis gout. Hasil kajian dapat digunakan sebagai dasar ilmiah dalam pemilihan intervensi alternative non-farmakologi dalam mengurangi keluhan nyeri sendi pada klien artritis gout. 

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue