cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
jmi@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Medika Indonesia
ISSN : 27464946     EISSN : 27983854     DOI : http://doi.org/10.26751/jmi
Core Subject :
Jurnal Medika Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan telaah pustaka di bidang kesehatan dan kedokteran yang bertujuan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pelayanan kesehatan berbasis bukti, khususnya dalam konteks Indonesia. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kesehatan masyarakat, keperawatan dan kebidanan, ilmu kedokteran dasar dan klinis, gizi dan kesehatan, kesehatan lansia dan penyakit kronis, kesehatan mental dan psikologi kesehatan, pengobatan tradisional dan komplementer, serta pendidikan dan profesi kesehatan, dengan artikel yang diterbitkan berupa penelitian asli, artikel tinjauan, dan laporan kasus terpilih sesuai dengan kaidah ilmiah dan etika publikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
SUPLEMEN KECAMBAH KACANG HIJAU TERHADAP MORFOLOGI SPERMA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI PARAQUAT Auliya qurota Ayuni; Taufiqurrachman Taufiqurrachman; Chodidjah Chodidjah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 1, No 2 (2020): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v1i2.1113

Abstract

Latar Belakang: Paparan paraquat menjadi suatu penyebab Oxidative stress yang akan berdampak pada morfologi sperma. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak kecambah kacang hijau mampu mencegah terjadinya Oxidative stress akibat paparan paraquat. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen ekstrak kecambah kacang hijau terhadap morfologi sperma pada tikus galur wistar jantan yang diinduksi paraquat. Metode: True eksperimental, rancangan penelitian post test only control group design menggunakan sampel 25 ekor tikus wistar jantan dibagi 5 kelompok secara random. Penelitian selama 15 hari yaitu P0 pemberian pakan strandar, P1 pemberian paraquat 4 mg/g, P2 pemberian suplemen ekstrak kecambah kacang hijau dosis 21,6 mg/g dan paraquat 4 mg/g 6 hari, P3 pemberian suplemen ekstrak kecambah kacang hiaju dosis 43,2 mg/g dan paraquat 4 mg/g 6 hari, P4 pemberian suplemen ekstrak kecambah kacang hijau dosis 86,4 mg/g dan paraquat 4 mg/g 6 hari. Data dianalisis menggunakan Shapiro Wilk dan Levene Test, (P0.05) menggunakan One Way Anova dan Post Hoc LSD. Hasil: Uji post hoc LSD menunjukan P4 lebih tinggi secara signifikan P0,05 dalam meningkatkan morfologi sperma, kemudian disusul oleh kelompok P3, dan kelompok P2.  Kesimpulan: Suplemen ekstrak kecambah kacang hijau meningkatkan morfologi sperma tikus wistar jantan yang diinduksi herbisida paraquat. 
ANALISIS KORELASI ANTARA KADAR HBA1C DAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK SRIKANDI HUSADA KUDUS: SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL Arief Adi Saputro; Sukarmin Sukarmin; Yunita Rusidah; Arina Lis Sa'adah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 2 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i2.2474

Abstract

Diabetes melitus merupakan krisis kesehatan global yang disebabkan oleh urbanisasi yang cepat, gaya hidup yang berubah, dan pola makan yang tidak baik (Widiasari et al., 2021). Diabetes melitus merupakan penyakit genetika yang biasanya diturunkan dari pewarisan kedua orang tua maupun salah satunya dimana keturunan dari penderita diabetes melitus dua kali lebih beresiko terkena diabetes melitus. Pada dasarnya diabetes melitus mempunyai banyak tipe, salah satu tipe yang sering dijumpai yakni diabetes melitus tipe 2. Untuk mengetahui hubungan hba1c dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di klinik srikandi husada kudus. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode Cross Sectional menggunakan total sampling sebanyak 30 sampel penderita DIABETES tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi yaitu pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Klinik Srikandi Husada Kudus, pasien diabetes mellitus tipe 2 yang berusia   antara 30-75 tahun. Uji Chi Square kadar HbA1c dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus tipe 2 didapatkan nilai p = 0,020 (p 0,05) yang menandakan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida.Simpulan : Distribusi frekuensi penderita diabetes melitus tipe 2 dengan kadar HbA1c tinggi yaitu ≥7,0 mg/dL menunjukan hasil 60% (18 pasien) AbstractDiabetes mellitus is a global health crisis caused by rapid urbanization, changing lifestyles and poor diet (Widiasari et al., 2021). Diabetes mellitus is a genetic disease that is usually inherited from both parents or one of them, where the offspring of diabetes mellitus sufferers are twice as likely to develop diabetes mellitus. Basically, diabetes mellitus has many types, one of the types that is often found is type 2 diabetes mellitus. To determine the relationship between hba1c and triglyceride levels in type 2 diabetes mellitus sufferers at the Srikandi Husada Kudus Clinic. This type of research is analytical observational with The Cross Sectional method used a total sampling of 30 samples of type 2 DIABETES sufferers who met the inclusion criteria. Inclusion criteria are patients suffering from type 2 diabetes mellitus who take part in the Chronic Disease Management Program (Prolanis) at the Srikandi Husada Kudus Clinic, type 2 diabetes mellitus patients aged between 30-75 years. Chi Square test for HbA1c levels and triglyceride levels in sufferers type 2 diabetes mellitus obtained a p value = 0.020 (p 0.05) which indicates that statistically there is a significant relationship between HbA1c levels and triglyceride levels. Frequency distribution of type 2 diabetes mellitus sufferers with high HbA1c levels, namely ≥7.0 mg/dL showed results of 60% (18 patients)
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU MENGGUNAKAN METODE GLUCOSE OXIDASE – PEROXIDASE AMINOANTYPIRIN (GOD-PAP) DAN STRIP TEST POCT (POINT CARE OF TESTING) Okta Yosiana Dewi; Arief Adi Saputro; Nurul Islamiyah; Shinta Dwi Kurnia
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2044

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Prevalensi penyakit diabetes melitus telah mencapai tingkat atau proporsi epidemik di beberapa negara dan menjadi sebuah perhatian yang penting dalam dunia kesehatan. Upaya pencegahan terhadap diabetes melitus dapat dilakukan melalui skrining dengan pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu. Metode GOD-PAP telah ditetapkan sebagai baku standar emas untuk pemeriksaan glukosa darah. Namun, saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering(POCT) yang umumnya sederhana dan mudah. Secara berkala, hasil pemantauan dengan cara reagen kering perlu dibandingkan dengan baku emas yaitu GOD-PAP. Tujuan: Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP dan strip POCT. Metode: Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 16 sampel.  Hasil: Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah metode GOD-PAP didapatkan hasil rerata sebesar 91.87 mg/dL, kadar darah metode strip POCT didapatkan hasil rerata sebesar 83.56 mg/dL. Uji Independent T Test dengan tingkat selang kepercayaan 95% didapatkan p = 0,037  ( p 0,05 ). Kesimpulan : terdapat perbedaan hasil antara glukosa darah metode GOD-PAP dan strip POCT
EFEKTIVITAS VIDEO EDUKASI ANEMIA GIZI BESI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DI BANTUL Yuliana Dwiningrum; Faurina RIsca Fauzia
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 3, No 2 (2022): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v3i2.1559

Abstract

Anemia pada remaja cenderung meningkat dengan bertambahnya usia dan sebagai respon terhadap pertumbuhan selama masa remaja. Persentase anemia pada remaja putri di Kabupaten Bantul sebesar 54,8%, dengan kategori status anemia menurut WHO termasuk prevalensi tinggi yaitu 40%. Edukasi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan anemia pada remaja. Penelitian ini termasuk kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) dan menggunakan desain pre-post-test group design yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi gizi menggunakan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja mengenai anemia. Populasi yang digunakan adalah remaja putri SMP dan SMA di wilayah Bantul. Pemilihan sekolah dilakukan secara cluster random sampling dan jumlah sampel diambil menggunakan rumus analitik berpasangan sebanyak 149 siswi. Penelitian dilakukan dibulan Desember 2021 – Maret 2022. Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja mengenai anemia di SMP dan SMA wilayah Bantul (p value = 0,0000). Kesimpulan: edukasi gizi dengan media video efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia di SMP dan SMA di Kabupaten Bantul.
EVALUASI MANAJEMEN CENTRAL STERILE SUPPLY DEPARTEMENT (CSSD) DI RUMAH SAKIT Irma Febri Mustika
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 1, No 2 (2020): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v1i2.1109

Abstract

Latar Belakang : Rumah sakit sebagai institusi penyedia pelayanan kesehatan yang mengutamakan keselamatan pasien dan petugas selalu berupaya untuk mencegah terjadinya resiko infeksi rumah sakit. Untuk mencapai keberhasilan tersebut maka perlu dilakukan pengendalian infeksi di Rumah Sakit  dengan cara melakukan sterilisasi pada alat atau bahan tertentu yang bertujuan untuk menghancurkan semua bentuk kehidupan mikroba termasuk endospora dan dapat dilakukan dengan proses kimia atau fisika di Central Sterile Supply Departement (CSSD). Central Steril Supply Departement (CSSD) merupakan salah satu unit pengelola alat kesehatan dan linen steril pada fase akhir di rumah sakit, sehingga CSSD merupakan ujung tombak terjaminnya sterilitas alat kesehatan. Tujuan : Untuk mengevaluasi manajemen CSSD RS Awal Bros Batam. Metode : Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk menggali informasi di instlasi pusat sterilisasi. Informan pada penelitian ini sebanyak 4 orang. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, daftar tilik, observasi, serta telusur dokumen. Hasil Dan Pembahasan : Perencanaan CSSD RS Awal Bros Batam sudah terencana dengan baik, Pengorganisasian CSSD belum tersusun secara maksimal, pelaksanaan terdiri dari penerimaan alat, pengemasan, pelabelan, pensterilan, pendistribusian dan penyimpan. Pengelolaan staf dan sarana fisik, sudah sesuai dengan pedoman dalam pengelolaan CSSD. Hambatan utama adalah dukungan dari manajemen yang masih kurang, kebutuhan jumlah SDM, dan fasilitas yang belum  memenuhi. Saran : Penambahan Jumlah SDM dan melengkapi fasilitas yang ada di CSSD RS Awal Bros perlu dilakukan oleh Manajemen RS Awal Bros Batam agar sterilisasi berjalan dengan lebih baik.
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS VARIASI KONSENTRASI DAN WAKTU INKUBASI GIEMSA PADA KUALITAS PEWARNAAN APUSAN DARAH TEPI Doni Wahyu Indrawan; Yuyun Nailufar; Yeni Rahmawati
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 2 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jmi.v6i2.2980

Abstract

Pewarnaan Giemsa adalah teknik yang banyak digunakan untuk menilai bentuk sel darah dalam pemeriksaan apusan darah tepi. Hasil dari proses pewarnaan ini sangat dipengaruhi oleh kadar larutan pewarna serta durasi inkubasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menilai dampak variasi kadar dan durasi inkubasi terhadap kualitas hasil pewarnaan Giemsa pada preparat apusan darah tepi, melalui kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kriteria yang digunakan untuk inklusi meliputi artikel eksperimen yang berfokus pada sel darah manusia, penggunaan pewarnaan Giemsa, dan dipublikasi dalam dekade terakhir. Sumber data utama yang dipakai adalah Google Scholar dan PubMed. Penilaian risiko bias ditekan dengan menerapkan metode PRISMA. Data dianalisis secara naratif untuk menemukan pola serta hasil utama. Total 67 jurnal yang telah diseleksi, 10 di antaranya memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi Giemsa 10% selama 20–45 menit memberikan warna yang optimal, memperjelas morfologi sel, serta menghasilkan latar belakang yang bersih. Peneliti menyimpulkan kombinasi kadar konsentrasi giemsa 10% serta waktu inkubasi 20–45 menit adalah rekomendasi terbaik untuk prosedur pewarnaan Giemsa.
INDEKS GLIKEMIK PRODUK SEREAL BERBASIS PANGAN LOKAL Purbowati Purbowati; Dian Dwi Septiani
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 1 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i1.2223

Abstract

Produk sereal yang sering dikonsumsi masyarakat sebagai menu sarapan maupun makanan selingan umumnya terbuat dari gandum, yang mana tamanan gandum tidak dapat tumbuh di Indonesia. Sehingga perlu adanya diversifikasi pangan pembuatan sereal. Bahan pangan lokal seperti jagung, singkong, kacang hijau, kacang merah dapat dijadikan bahan sereal pengganti gandum. Bahan pangan tersebut juga mengandung serat lebih tinggi sehingga dapat menurunkan nilai indeks glikemik produk. Tujuan penelitian mendeskripsikan nilai indeks glikemik tiga produk sereal berbasis pangan lokal yaitu sereal singkong + kacang hijau (sereal 1), sereal jagung + kacang hijau (sereal 2), sereal jagung + kacang merah (sereal 3). Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimental. Analisis nilai indeks glikemik dengan subjek manusia yaitu sejumlah 10 orang berusia 20-25 tahun, mempunyai IMT dan kadar glukosa darah normal. Setiap subjek diberikan perlakuan sebanyak 4 kali yaitu glukosa murni, sereal 1, sereal 2, dan sereal 3. Setiap perlakuan diberikan jeda waktu selama 2 hari. Pengukuran glukosa darah dilakukan 5 kali setiap perlakuan, yaitu menit ke-0 (glukosa darah puasa), kemudian glukosa darah setelah perlakuan pada menit ke-30, 60, 90 dan 120. Hasil analisis indeks glikemik sereal 1, sereal 2, dan sereal 3 secara berturut-turut yaitu 34,7; 28,68; dan 20,32. Ketiga produk sereal termasuk kategori indeks glikemik rendah (50).
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI Rizki Widyan Aisya; Listiana Dharmawati; Dewi Pertiwi Dyah K
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1953

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang memerlukan perhatian khusus. Penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian peringkat pertama di Indonesia dengan angka kematian 11,06. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh proses arterosklerosis yang berawal dari penumpukan kolesterol. Adapun faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit jantung koroner yaitu kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yang mengandung tinggi lemak, tinggi energi, tinggi natrium, dan rendah serat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan metode crossectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consequtive sampling. Subjek penelitian sebanyak 37 pasien penyakit jantung koroner, berusia 40-65 tahun. Data kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan FFQ. Data penyakit jantung koroner dilihat dari catatan rekam medik pasien. Penelitian ini menggunakan uji statistik Fisher’s Exact. Hasil: Diantara pasien yang sering konsumsi makanan cepat saji, 76% dari mereka memiliki penyakit jantung koroner. Sementara itu, mereka yang jarang mengkonsumsi makanan cepat saji, 66,7% dari mereka tidak memiliki penyakit jantung koroner. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner (p=0,027). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi.
POLA ASUH DAN STATUS GIZI BALITA DI MASYARAKAT Agustina Makatei; Purbowati Purbowati; Muhammad Ridwanto
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 1 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jmi.v6i1.3066

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Teluk Wondama, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Rasiei. Pola asuh ibu diduga memiliki peran penting dalam menentukan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh ibu dengan status gizi balita usia 0–59 bulan di wilayah tersebut. Desain penelitian menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan metode analitik cross-sectional. Sampel terdiri dari 132 ibu balita yang dipilih secara purposive berdasarkan status gizi balita (underweight dan normal). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh yang diadaptasi dan pengukuran antropometri balita menggunakan KMS. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis dengan status gizi berat badan menurut umur (BB/U) dan tinggi badan menurut umur (TB/U). Pola asuh demokratis memberikan dampak positif pada status gizi normal, sedangkan pola asuh otoriter dan permisif terkait risiko gizi kurang dan gangguan pertumbuhan. Pola asuh dominan memiliki korelasi paling kuat dengan status gizi balita. Disarankan agar program intervensi gizi di daerah ini memasukkan edukasi pola asuh ibu untuk mendukung status gizi optimal balita dan mengurangi masalah gizi kurang di masyarakat.
STUDI KUALITAS PRODUK HEWANI MELALUI PENGUJIAN MIKROBIOLOGI, ORGANOLEPTIK DAN DERAJAT KEASAMAN SUSU SAPI SEGAR YANG DIPRODUKSI KOTA KUDUS Yunita Rusidah; Qurrotu A'yuni Auliya; Arief Adi Saputro
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 3, No 2 (2022): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v3i2.1550

Abstract

Kualitas susu sapi merupakan hubungan sifat-sifat susu meliputi sifat fisik, kimia dan mikrobiologis. Mencerminkan penerimaan susu tersebut oleh konsumen dan merupakan hal yang penting dalam produksi dan perdagangan susu. Penelitian bertujuan mengetahui kandungan mikrobiologis, organoleptik dan tingkat keasaman dari susu segar yang diproduksi Kota Kudus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kudus, bulan Juni 2021. Total sampel ada 5 diambil dari peternakan susu di Kota Kudus. Variabel penelitian yang diamati adalah mikrobiologis, organoleptik dan tingkat keasaman. Data yang diperoleh dianalis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil analisa mikrobiologis yaitu rerata total bakteri terdapat  pada sampel susu sapi segar. Uji metylen blue menunnjukkan katagori susu yang baik, karena waktu yang diperlukan untuk perubahan warna susu 8 jam sehingga perkiraan jumlah bakteri per ml hanya   50000 koloni. Analisa kualitas organoleptik dari 5 sampel menunjukan hasil normal dari segi rasa, warna dan bau. Analisa pH atau derajat keasaman berkisar pada pH mendekati normal yaitu 6.58 sampai dengan 7,25. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas susu sapi dari peternakan Kudus ditinjau dari kandungan mikrobiologis, pH dan orgonoleptik dalam katogori aman dan laik sebagai dikonsumsi.

Page 3 of 4 | Total Record : 38