cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
jmi@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Medika Indonesia
ISSN : 27464946     EISSN : 27983854     DOI : http://doi.org/10.26751/jmi
Core Subject :
Jurnal Medika Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan telaah pustaka di bidang kesehatan dan kedokteran yang bertujuan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pelayanan kesehatan berbasis bukti, khususnya dalam konteks Indonesia. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kesehatan masyarakat, keperawatan dan kebidanan, ilmu kedokteran dasar dan klinis, gizi dan kesehatan, kesehatan lansia dan penyakit kronis, kesehatan mental dan psikologi kesehatan, pengobatan tradisional dan komplementer, serta pendidikan dan profesi kesehatan, dengan artikel yang diterbitkan berupa penelitian asli, artikel tinjauan, dan laporan kasus terpilih sesuai dengan kaidah ilmiah dan etika publikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
HUBUNGAN LATIHAN JASMANI DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Muhammad Ridwanto; Dwi Astuti; Dewinta Hayudanti
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1950

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik yang tingkat morbiditas dan mortalitas meningkat setiap tahunnya. Indonesia merupakan negara yang menyandang peringkat ke 7 dari seluruh dunia 10,7 juta dengan penderita DMT2. Tujuan: Menganalisis hubungan latihan jasmani dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien DMT2. Metode: Sebanyak 210 pasien DMT2 berpatisipasi dalam penelitian Cross Sectional. Kriteria inklusi subjek penelitian ini adalah pasien DMT2 berusia 20-60 tahun bertempat tinggal di Kabupaten Kudus. Pasien DMT2 dengan komplikasi dan menggunakan injeksi insulin tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Latihan Jasmani diperoleh menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Kadar glukosa darah puasa (GDP) diperoleh dari sampel darah vena pasien dengan metode hexokinase.Uji korelasi pearson digunakan untuk menguji hubungan antar variabel dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil: Usia rata-rata subjek adalah 52.7+5.2 tahun. Sebanyak 89,5% subjek penelitian melakukan jasmani 150 menit/minggu. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang kuat latihan jasmani dengan kadar glukosa darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR ALOIN PADA LIDAH BUAYA (ALOE VERA CHINENSIS) Septiani Septiani; Siti Fatimah Muis; Gemala Anjani
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 1, No 2 (2020): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v1i2.1112

Abstract

Latar belakang: Lidah buaya memiliki berbagai senyawa-senyawa bioaktif  yang apabila di olah menjadi minuman dapat menurunkan bahkan menghilangkan aktivitas antioksidannya. Tujuan : Untuk menganalisis aktivitas antioksidan dan kadar aloin pada lidah buaya segar, minuman komersil dan homemade. Metode: Aktivitas antioksidan diukur dengan metode 2,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan asam 2,2’-Azinobis(3-etilbenzatiazolin)-6-sulfonat (ABTS) dan pengujian kadar aloin menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography(HPLC) masing-masing tiga kali pengulangan. Hasil: Aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada lidah buaya segar, minuman komersil dan homemade berturut-turut adalah 10,54%, 1,58% dan 3,39%, sedangakn dengan metode ABTS adalah 8,30%, 1,24%, 2,67% sedangkan  kadar aloin berturut-turut adalah 23791,97 ppm, 735,17 ppm, 1427,75 ppm. Simpulan : Aktivitas antioksidan dalam minuman komersil dan homemade menurun drastis Pengolahan melalui proses pencucian, pemanasan suhu tinggi serta penambahan gula menurunkan hampir 30% aktivitas antioksidan. Secara umum, minuman homemade memiliki aktivitas antioksidan sedikit lebih baik daripada minuman komersil. Metode DPPH menunjukan hasil yang lebih sensitif terhadap aktivitas antioksidan dibandingkan dengan ABTS. Kadar aloin berbanding lurus dengan aktivitas antioksidan.
PENGARUH PEMBERIAN PANGAN DIET KHUSUS TERHADAP PERUBAHAN NILAI Z-SCORE BALITA WASTING DI PUSKESMAS SIDOREKSO KABUPATEN KUDUS Retno Sumiasih; Purbowati Purbowati; Susi Nurohmi
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 2 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jmi.v6i2.3038

Abstract

Masalah gizi pada anak usia bawah lima tahun masih menjadi perhatian di wilayah kerja Puskesmas Sidorekso, khususnya pada kasus anak dengan berat badan rendah terhadap tinggi badan yang menandakan kekurangan gizi akut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pangan diet khusus terhadap perubahan status gizi anak berdasarkan nilai z-score berat badan terhadap tinggi badan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pendekatan pra dan pasca perlakuan tanpa kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 anak usia 12 sampai 59 bulan dengan status gizi kurang yang menerima susu formula 100 selama 8 minggu. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat dan tinggi badan menggunakan alat antropometri standar, kemudian dihitung nilai status gizinya. Hasil menunjukkan rata-rata nilai z-score sebelum intervensi sebesar -2,4153 dan meningkat menjadi -1,7153 setelah intervensi. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pangan diet khusus selama 8 minggu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan status gizi anak. Disarankan agar program pemberian makanan dietetik khusus dilanjutkan dengan pengawasan rutin dan edukasi kepada orang tua untuk menjaga keberlanjutan hasil intervensi dan menurunkan angka kekurangan gizi pada anak di wilayah kerja puskesmas. AbstractNutritional problems in children under five years old remain a concern in the working area of Sidorekso Health Center, particularly in cases of children with low weight-for-height, which indicates acute malnutrition. This study aimed to analyze the effect of special dietary food provision on changes in children's nutritional status based on weight-for-height z-score values. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach without a control group. The sample consisted of 30 children aged 12 to 59 months with poor nutritional status who received formula 100 milk for 8 weeks. Data were collected through anthropometric measurements of weight and height using standard instruments, and the nutritional status was calculated accordingly. The results showed that the mean z-score before the intervention was -2.4153 and increased to -1.7153 after the intervention. The paired sample t-test showed a significance value of 0.000, indicating a statistically significant difference. It can be concluded that the provision of special dietary food for 8 weeks had a significant effect on improving the nutritional status of children. It is recommended that the therapeutic feeding program be continued with regular supervision and parental education to sustain the intervention outcomes and reduce malnutrition rates among children in the health center's working area.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEKERJA WANITA Rizki Widyan Aisya; Purbowati Purbowati; Susi Nurohmi
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2389

Abstract

Hipertensi atau sering dikenal dengan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas batas normal jika tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Faktor risiko hipertensi dipengaruhi oleh usia, genetik, IMT (Indeks Massa Tubuh), dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desain Cross-Sectional dengan 350 yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung, pengukuran darah dan peneliaian antropometri. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan anatar variable. Responden sebagian besar berusia 30-49 tahun (46,6%) yang memiliki latar belakang pendidikan SD (51,7%). Terdapat 16,8% respoden memiliki riwayat tekanan darah tinggi dari orang tua. Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh dengan berat badan lebih (65,7%). Angka kejadian hipertensi pada responden berdasarkan tekanan darah sistolik yang masuk dalam kelompok hipertensi (34.0%), sedangakan diastolik (32,6%). Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia, genetik dan IMT yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita (p-value0,05). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara usia, genetik, dan IMT dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.
DETERMINAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-59 BULAN: A SYSTEMATIC REVIEW Muhammad Ridwanto; Dwi Astuti; Rizki Widyan Aisya
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.1987

Abstract

Stunting pada anak usia 0-59 bulan terus menjadi masalah kesehatan dunia yang serius. Stunting menjadi semakin lazim di seluruh dunia setiap tahun. Untuk mengatasi tingkat stunting yang lebih rendah, sangat penting untuk memahami variabel-variabel yang mempengaruhi kejadian stunting. Faktor-faktor yang mempengaruhi anak usia 0-59 bulan diteliti dalam penelitian ini. Metode: Kriteria Prisma (Item Pelaporan Pilihan untuk Tinjauan Sistematis dan Analisis Meta) digunakan dalam tinjauan sistematis ini. Tiga database terkomputerisasi—Pubmed, Scoupus, dan Google Scholar—dicari secara menyeluruh untuk makalah ulasan. Perpustakaan elektronik Mendeley diisi dengan artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah, usia anak yang sedang tumbuh, jenis kelamin laki-laki, kualitas gizi ibu, tingkat pendidikan ibu, usia ibu sebelum memiliki anak di bawah 20 tahun, status sosial ekonomi, dan sanitasi yang buruk semuanya berperan dalam temuan penelitian. Kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan disebabkan oleh berbagai keadaan, sehingga sangat penting untuk membuat rencana penanganan yang menyeluruh berbasis pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Determinan Stunting and Anak Usia 0-59 bulan.
KADAR OMEGA-6 DAN WARNA KUNING TELUR PUYUH HASIL PEMELIHARAAN DENGAN AIR MINUM BERSUPLEMEN Shinta Dwi Kurnia; Yunita Rusudah; Anisa Solikhati
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 3, No 2 (2022): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v3i2.1558

Abstract

Telur puyuh merupakan bahan makanan yang bergizi dan mudah dijumpai di pasaran. Omega-6 merupakan asam lemak esensial yang sangat penting untuk pertumbuhan tubuh dan otak. Omega-6 tidak dapat disintesis oleh puyuh, maka jumlah asam lemak tersebut tergantung dari jumlah yang terdapat dalam ransum. Penambahan vitamin, mikromineral, dan sari buah mengkudu diharapkan mampu meningkatkan omega-6 pada telur dan intensitas warna kuning telur puyuh. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peningkatan kadar omega-6 telur dan intensitas warna kuning telur puyuh yang diberi air minum dengan penambahan kombinasi vitamin, mikromineral, dan sari buah mengkudu. Sampel yang digunakan yaitu 60 ekor puyuh jepang (Coturnix-coturnix japonica L.) betina berusia 14 hari yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kontrol (P0), vitamin dan mikromineral (P1), sari buah mengkudu (P2), dan campuran vitamin, mikromineral, dan sari buah mengkudu (P3). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dengan dasar rancangan acak lengkap. Pemberian air minum bersuplemen menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kandungan omega-6 telur dan intensitas warna kuning telur puyuh. Pemberian air minum bersuplemen meningkatkan kadar omega-6 sebesar 37,5% dan intensitas warna kuning telur 50%. Kombinasi vitamin, mikromineral, dan sari buah mengkudu pada air minum berpotensi meningkatkan kualitas telur puyuh.
FAKTOR SOSIAL DAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT Zaenal Fanani; Irawati Indrianingrum; Lailatul Farikhah; Julia Winda Sari
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 1 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v6i1.2505

Abstract

Penggunaan antibiotik mulai mengalami pergeseran dari tahun ke tahun, tidak jarang masyarakat menggunakan antibiotik dengan tidak tepat. Berbagai faktor mempengaruhi tingkat pengetahuan pada kalangan masyarakat antara lain adalah faktor sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosial usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan masyarakat dengan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik pada masyarakat Desa Jatisarono Kulon Progo. Jenis penelitian ini adalah survei analitik keterkaitan variabel faktor sosial dan variabel pengetahuan tentang penggunaan antibiotik, dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria inklusi warga usia 18-55 tahun dan mengkonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Jumlah sampel sebanyak 98 orang responden, dan pengambilan data pada periode Februari 2022. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan kendall tau, serta instrument yang digunakan adalah kuisioner dalam bentuk google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik responden dengan p value 0,317 (p0,05). Ada hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik responden dengan p value 0,042 (p0,05). Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik responden dengan p value 0,000 (p0,05). Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara faktor sosial dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik pada masyarakat Desa Jatisarono Kulon Progo. Penelitian selanjutnya dapat melanjutkan studi yang tidak terbatas pada karakteristik responden, namun dapat memperluas faktor meliputi pekerjaan maupun ekonomi.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KIMIA PRODUK YOGURT SINBIOTIK DARI UMBI LOKAL Fariza Yulia Kartika Sari; Septiani Septiani; Amarilla Melati
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 1 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i1.2253

Abstract

Produk yogurt terus berkembang mulai dari variasi rasa atau pun dengan penambahan bahan lain yang dapat meningkatkan nilai fungsionalnya. Umbi lokal seperti jangklong, umbi ungu dan talas mengandung inulin yang berfungsi sebagai prebiotik. Penambahan prebiotic pada yogurt meningkatkan fungsi probiotik, yaitu membantu meningkatkan pertumbuhan dan viabilitas satu atau lebih bakteri probiotik. Fungsi ini akan menjadikan produk yogurt tersebut produk sinbiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik organoleptik dan kimia dari ketiga jenis yogurt sinbiotik dan mengetahui tingkat penerimaan produk yogurt sinbiotik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yaitu F1 (penambahan umbi jangklong), F2 (penambahan umbi ungu), F3 (penambahan talas). Ketiga formula ini dilakukan uji organoleptic (uji hedoink dan uji mutu hedonik) dan analisis karakteristik kimia (analisis pH, dan analisis viscometer). Yogurt dengan penambahan umbi local berpengaruh nyata (P0,05) di semua atribut uji hedonik. Berdasarkan hasil uji hedonik, rata-rata panelis menyukai formula satu yaitu yogurt dengan penambahan umbi jangklong. Secara keseluruhan karakteristik pengembangan produk yogurt dengan penambahan umbi local sesuai dengan kriteria SNI 2981:2009 tentang karakteristik mutu yogurt.
POLA KONSUMSI BALITA SELAMA PPKM Fariza Yulia Kartika Sari; Nur Khoiriyah; Dina Ade Wulan Nuarita
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1952

Abstract

Latar belakang: Kebijakan PPKM yang dibuat pemerintah untuk menurunkan kasus covid-19 memberikan dampak negatif kepada masyarakat salah satunya kelompok Balita. Balita merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap masalah gizi maupun kesehatan. Pola konsumsi pada balita merupakan salah satu faktor penentu status gizinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi balita selama masa PPKM. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Responden pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 6-24 tahun berjumlah 95 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat untuk data karakteristik responden, karakteristik anak, penurunan pendapatan keluarga selama PPKM dan pola makan anak selama PPKM. Hasil penelitian: Sebagian besar responden mengalami penurunan pendapatan selama PPKM. Pola konsumsi balita sebagian besar tetap mengikuti prinsip WHO yang mengonsumsi karbohidrat, protein hewani dan nabati setiap harinya. Selain itu, sebagian besar responden tidak memberikan vitamin/suplemen ke balitanya. Selama PPKM responden lebih memilih membuat MP-ASI secara homemade dibandingkan MP-ASI instan. Kesimpulan: Selama masa PPKM, responden tetap memberikan pola makan ke balitanya sesuai prinsip MP-ASI WHO, meskipun pendapatan keluarganya menurun.
Edukasi Menggunakan Media Leaflet tentang Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kalomdol tahun 2025 Fitri Hayati Pangaribuan; Indanah Indanah; Septiani Septiani
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 2 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jmi.v6i2.3096

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang serius di Indonesia, khususnya di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Kabupaten Pegunungan Bintang. Rendahnya pengetahuan dan sikap ibu balita tentang stunting menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet di wilayah kerja Puskesmas Kalomdol. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experiment dengan pendekatan one group pre-posttest. Sampel terdiri dari 93 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik saturasi sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Guttman untuk pengetahuan dan skala Likert untuk sikap. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 31 untuk uji beda sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dari kategori kurang menjadi cukup dan baik, serta perubahan sikap positif yang signifikan setelah intervensi edukasi (p 0,05). Edukasi melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu tentang definisi, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis media leaflet merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita, yang berimplikasi pada perubahan perilaku pencegahan stunting secara berkelanjutan. Disarankan agar program edukasi ini diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi, untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Page 2 of 4 | Total Record : 38