cover
Contact Name
M.Ahkam Alwi
Contact Email
m.ahkam.a@unm.ac.id
Phone
+628979544520
Journal Mail Official
m.ahkam.a@unm.ac.id
Editorial Address
Fakutas Psikologi UNM Jl. AP. Pettarani
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29859557     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat is an open journal system that uses a peer-reviewed system in the journals published by the Faculty of Psychology, Makassar State University. Jurnal Psikologi Kebajikan is an Open-Access journal and published four times a year every January, May, August and November. Articles/Journals published with aims and scope around: (1) Educational and Developmental Psychology; (2) Social Psychology; (3) Industrial and Organizational Psychology; and (5) Clinical Psychology
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER" : 7 Documents clear
Optimalisasi Peran Empati Sebagai Langkah Preventif Terhadap Kasus Bullying di SMP Nur Akmal; Novita Maulidya Jalal; Andi Fitri Wahyuni; Rezky Eka Wardana; Andi Mifzal Fauzan
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.80788

Abstract

Sekolah merupakan tempat utama bagi pembentukan karakter siswa, namun menjadi salah satu lingkungan yang rentan terhadap munculnya kasus bullying. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya empati sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya bullying di sekolah. Metode kegiatan menggunakan pendekatan psikoedukasi yang diikuti oleh 12 siswa SMPN 3 Sungguminasa berusia 13–14 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya empati dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti menolong teman, khususnya ketika bullying terjadi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa menjadi lebih peka terhadap kondisi emosional orang lain dan lebih berani untuk bersikap aktif ketika menyaksikan peristiwa bullying. Dengan demikian, psikoedukasi melalui optimalisasi empati dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah perilaku bullying yang terjadi di lingkungan sekolah
Psikoedukasi via Poster: Strategi Preventif Meningkatkan Pemahaman Stres Kerja pada Karyawan Tri Yasmin Januarsih Mahka; Siti Nurhamda Kaltsum H; Deisyagitavania Yusri Abbas; Nurfitriany Fakhri; M Ahkam Alwi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.78967

Abstract

Karyawan merupakan aset perusahaan yang rentan mengalami stres kerja, terutama akibat beban kerja yang tinggi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman karyawan PT. Kalla Inti Karsa mengenai stres kerja sebagai bentuk intervensi preventif. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui media poster digital bertema “Workplace Warrior: Menaklukkan Stres Kerja”. Poster berisi materi komprehensif tentang definisi, faktor penyebab, dampak, dan cara mengelola stres kerja. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan melibatkan 40 karyawan. Efektivitas intervensi diukur menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pemahaman awal karyawan sebesar 42,7%, yang mengindikasikan pengetahuan tentang stres kerja yang masih rendah. Setelah intervensi psikoedukasi via WhatsApp, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan menjadi 57,3%. Hal ini merepresentasikan peningkatan sebesar 14,6%, yang membuktikan bahwa psikoedukasi berbasis poster efektif dalam mentransfer pengetahuan. Disimpulkan bahwa psikoedukasi melalui media poster digital merupakan strategi preventif yang praktis, efisien, dan efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan mental karyawan mengenai stres kerja. Implementasi intervensi semacam ini direkomendasikan sebagai bagian dari program kesehatan organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
Pelatihan Identifikasi dan Penanganan Masalah Siswa TK-SMA: Analisis Aspek Akademik, Emosional, dan Sosial Astiti Tenriawaru Ahmad; Noviyanti Pratiwi; Kasmayani Karim; Rahmat Permadi; Diah Ayu Permatasari
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.79786

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru dalam mengidentifikasi dan menangani permasalahan siswa berdasarkan jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA. Pelatihan ini diikuti oleh 16 guru dari berbagai jenjang pendidikan dan dilaksanakan pada tanggal 15 November 2025 di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Metode yang digunakan mencakup tiga sesi utama, yaitu presentasi, diskusi kelompok, dan simulasi studi kasus yang mengintegrasikan aspek akademik, emosional, dan sosial. Setiap sesi dirancang untuk membantu guru memahami karakteristik perkembangan siswa, tantangan pembelajaran, serta faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku dan performa akademik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perbedaan karakteristik permasalahan siswa berdasarkan kelompok generasi, mulai dari Generasi Alpha di tingkat TK dan SD hingga Generasi Z di tingkat SMP dan SMA. Guru juga dibekali dengan strategi praktis untuk deteksi dini masalah belajar, tanda-tanda gangguan emosi, dinamika sosial, serta pendekatan intervensi yang sesuai dengan masing-masing jenjang. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola kasus siswa dan kemampuan membuat rencana tindak lanjut berbasis kebutuhan individual. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa guru memerlukan pemahaman mendalam, keterampilan adaptif, serta pelatihan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Pendekatan holistik dan kolaboratif antara sekolah, orangtua, serta tenaga profesional menjadi kunci dalam memastikan kesejahteraan dan perkembangan optimal peserta didik.
Career Course Berbasis Self-Reflection untuk Meningkatkan Efikasi, Kematangan, dan Adaptabilitas Karir Siswa SMK Novita Maulidya Jalal; Nur Akmal; Irdianti Irdianti; Tri Sugiarti; Muhammad Riszky
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.78609

Abstract

Pengambilan keputusan karir merupakan salah satu tugas perkembangan penting pada remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada dalam fase transisi menuju dunia kerja. Siswa menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan informasi mengenai dunia kerja, ketidakpastian masa depan, serta rendahnya kesiapan dalam merencanakan dan mengambil keputusan karir. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa lulusan SMK masih mendominasi angka pengangguran di Indonesia, sehingga intervensi untuk memperkuat kesiapan karir menjadi kebutuhan mendesak. Untuk itu, Program Self-Reflection Focused Career Course (SRFCC) dirancang untuk meningkatkan career self-efficacy, career maturity, dan career adaptability melalui pendekatan refleksi diri. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswi SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar melalui empat tahap, yaitu ceramah, diskusi, role play refleksi karir, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih mampu mengenali kelebihan, keterbatasan, dan tujuan karir mereka, serta lebih yakin dalam menyiapkan keterampilan pendukung karir. Selain itu, keterlibatan siswa dalam kegiatan kelompok memungkinkan terbentuknya validasi sosial yang memperkuat kepercayaan diri. Temuan ini membuktikan bahwa Program Self-Reflection Focused Career Course (SRFCC) merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesiapan karir siswa SMK dan dapat direkomendasikan sebagai bagian integral dari layanan bimbingan konseling karir di sekolah vokasi. Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi yang dapat direplikasi di konteks pendidikan vokasi lainnya.
Seminar Strategi Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Kompetensi Caregiver Novita Maulidya Jalal; M Ahkam Alwi; Astiti Tenriawaru Ahmad; Dian Novita Siswanti; Wulan Nahdila Sapsuha
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.78674

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan individu untuk mengenali, menilai, dan menyesuaikan respons emosional agar mendukung keberfungsian diri dalam berbagai situasi. Dalam konteks pengasuhan di daycare, caregiver sering menghadapi tantangan berupa perilaku anak yang menantang, seperti tantrum, kesulitan mengikuti arahan, serta resistensi anak saat berpisah dari orang tua. Program Seminar Strategi Regulasi Emosi dirancang untuk meningkatkan kemampuan caregiver dalam mengelola emosi secara adaptif melalui empat tahap, yaitu berbagi pengalaman, pemaparan materi, latihan pernapasan dan mindfulness, serta evaluasi post-test. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa caregiver lebih mampu menerapkan strategi seperti cognitive reappraisal, attentional deployment, dan mindfulness sehingga interaksi dengan anak menjadi lebih responsif dan lingkungan pengasuhan lebih kondusif. Analisis t-test independen menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor evaluasi caregiver dan volunteer, yang mengindikasikan kesetaraan kompetensi setelah mengikuti pelatihan. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi regulasi emosi efektif dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi caregiver dan dapat direkomendasikan sebagai bagian penting dari pengembangan profesional di lingkungan daycare. Pelatihan ini juga berpotensi memperkuat kualitas layanan pengasuhan secara keseluruhan, karena caregiver yang mampu mengelola emosinya dengan baik cenderung memberikan dukungan yang lebih stabil, sensitif, dan adaptif terhadap kebutuhan anak pada fase perkembangan awal. Implementasi berkelanjutan dari pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas institusional daycare, meningkatkan kualitas interaksi harian, serta mendukung perkembangan emosional anak secara lebih optimal secara berkesinambungan.
Psikoedukasi Prokrastinasi pada Siswa SMKN 3 Gowa: Memahami Pola, Dampak, dan Solusinya Irdianti Irdianti; Sri Putri Rahayu; Hilda Sulistiani; Nardi Nardi; Muh Adri Latif; Muh Ainun
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.78806

Abstract

Prokrastinasi adalah penundaan sukarela terhadap suatu tindakan yang seharusnya dikerjakan, meskipun individu mengetahui bahwa penundaan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif. Prokrastinasi akademik merupakan permasalahan yang cukup menonjol karena berdampak pada penurunan prestasi belajar, kedisiplinan, serta kesejahteraan psikologis siswa. Observasi awal menunjukkan bahwa siswa SMKN 3 Gowa memiliki kecenderungan menunda pekerjaan sekolah maupun tugas praktik, sehingga diperlukan intervensi edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai perilaku tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi mengenai konsep prokrastinasi, bentuk-bentuk perilaku menunda, faktor internal maupun eksternal yang memengaruhinya, serta membantu siswa mengenali tanda-tanda prokrastinasi pada diri sendiri dan memahami dampaknya terhadap proses belajar, dan strategi untuk mengatasi prokrastinasi secara adaptif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu (1) eksplorasi pengalaman siswa terkait kebiasaan menunda dan situasi pemicunya; (2) pemaparan materi mengenai konsep, faktor penyebab, dan dampak prokrastinasi; (3) latihan strategi pengelolaan, seperti time blocking, mengerjakan tugas kecil terlebih dahulu, serta restrukturisasi kognitif; dan (4) evaluasi melalui post-test. Sebanyak 50 siswa aktif SMKN 3 Gowa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mengenal istilah prokrastinasi maupun memahami akar penyebabnya. Setelah mengikuti psikoedukasi, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsep, faktor pemicu, serta strategi mengatasi prokrastinasi. Kesimpulannya, program psikoedukasi efektif dalam meningkatkan literasi psikologis siswa dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih adaptif.
Pelatihan Motivasi dan Mindset Positif untuk Ibu Binaan Rumah Zakat Lukman Nadjamuddin; Muh Daud; Ismarli Muis; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.80726

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi bagi para ibu wirausaha binaan Rumah Zakat Indonesia Timur, khususnya dalam mengatasi tantangan utama yang berkaitan dengan keterbatasan akses modal, rendahnya literasi bisnis, kualitas produk yang belum optimal, serta jangkauan pasar yang masih terbatas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program ini menggunakan metode pelatihan peningkatan kapasitas, workshop, dan pendampingan yang berfokus pada perubahan mindset berwirausaha bagi ibu-ibu pelaku UMKM. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sesi pelatihan terstruktur, workshop praktik langsung, dan diskusi yang mendorong peserta untuk memahami potensi usaha mereka serta mengembangkan strategi yang lebih tepat dalam menghadapi dinamika pasar. Temuan program menunjukkan adanya perubahan positif pada mindset peserta. Para ibu mulai memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh kemampuan mengelola usaha secara kreatif, disiplin, dan berorientasi jangka panjang. Melalui proses pendampingan, peserta menjadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan usaha, lebih berani mencoba hal baru, serta lebih siap menghadapi risiko. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta berhasil mengubah pola pikirnya menjadi lebih produktif, terbuka terhadap peluang, dan mampu mengelola usaha dengan lebih terarah. Kesimpulannya, ibu-ibu pelaku wirausaha perlu mengembangkan pola pikir wirausaha yang positif dengan menanamkan growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar dan pengalaman. Dengan mindset tersebut, peserta menjadi lebih siap mengatasi ketakutan gagal, belajar dari kesalahan, serta meningkatkan keberlanjutan usaha mereka.

Page 1 of 1 | Total Record : 7