cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI KERJA SERTA IMPLIKASINYA PADA KEPUASAN KERJA Syarifah Ida Farida; Muhammad Iqbal; Augustina Kurniasih
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.181 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i1.9576

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepercayaan dan komitmen organisasi terhadap motivasi kerja serta implikasinya pada kepuasan kerja. Responden penelitian adalah 100 responden tenaga kependidikan (karyawan non dosen) di Universitas Al Azhar Indonesia. Metode analisis dalam penelitian ini adalah structural equation modeling (SEM) dengan menggunakan Lisrel 8.54. Hasil penelitian menunjukkan  Variabel Trust dan Komitmen Organisasi memiliki kontribusi atau pengaruh yang kuat yaitu sebesar 76,0% terhadap varians variabel Motivasi Kerja. Variabel  Trust, Komitmen Organisasi dan Motivasi Kerja memiliki kontribusi atau pengaruh yang kuat yaitu sebesar 82,0% terhadap varians variabel Kepuasan Kerja
IMPLEMENTATION OF SAFETY EDUCATION IN THE SPORT CLASS Yustinus Sukarmin; Sumaryanti Sumaryanti
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No.1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.69 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i1.8338

Abstract

This study was aimed at finding out the significance of safety education implemented the physical education teachers of the lower grade of the elementary school during the teaching-learning process. The study was is descriptive qualitative with one variable, namely implementation of safety education. The research subjects were 1,368 physical education teachers of state elementary schools in the Special Region of Yogyakarta, selected by cluster random sampling of 200 teachers from each school. The study was a survey using questionnaires to collect data. Data analysis was descriptive quantitative using percentages. Findings show that safety education implemented by the lower grade of elementary school physical education teachers is described as follows. First, in the fair category in general =  82.69%, in the environmental aspect = 78.92%, in the student aspect = 81.94 %), and in the weather aspect =  73.65%. Second, in the good caregory, in the human aspect =  86.46% and in the teacher aspect = 90.99%IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESELAMATAN DALAM PEMBELAJARAN OLAHRAGAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan keselamatan oleh guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (penjasorkes) SD kelas bawah dalam proses pembelajaran penjasorkes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan satu variabel, yaitu implementasi pendidikan keselamatan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru penjasorkes SD Negeri se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berjumlah 1.386 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 200 orang yang diambil secara random (acak) dengan teknik cluster sampling atau area sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode survei dengan teknik angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pendidikan keselamatan yang dilakukan oleh guru penjasorkes SD kelas bawah dalam proses pembelajaran penjasorkes adalah sebagai berikut. Pertama, yang termasuk dalam kategori cukup adalah secara keseluruhan (82,69%), berdasarkan aspek lingkungan (78,92%), aspek peserta didik (81,94%), aspek fisik (84,19%), dan aspek cuaca (73,65%). Kedua, yang termasuk kategori baik adalah berdasarkan aspek manusia (86,46%) dan aspek guru (90,99%).
PEMBENAHAN MANAJEMEN PROGRAM INTRODUCTION TO COLLEGE ENGLISH (ICE) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MAHASISWA Mega Wati
Jurnal Kependidikan Vol. 37, No.1 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10222.411 KB) | DOI: 10.21831/jk.v37i1.7294

Abstract

Abstract This action research aims at promoting students’ participation in a class of repeaters so that they can attend classes regularly and be actively involved in the learning process in the classroom through the coordinated actions of the two teachers as a work team. This action research was done in four cycles at the English Language Training Center of Duta Wacana Christian University during the second semester of the 2004/2005 academic year. The participants of the research were the two classes of repeaters at the lowest level of the Introduction to College English (ICE) program (Level 1A) and two other teacher collaborators with whom the researcher taught those classes and did the researcher. Data were collected by means of observation, interview, and document. The data were then analyzed by using the Interactive Analysis Model of Miles and Huberman. The findings show that the increased teacher coordination as a work team through coordinating meetings, Teacher’s Journal and dialogs in teaching learning-strategy, developing students’ sense of achievement, motivating and empowering, and using certain instructional techniques has resulted in an effective synergy to create a productive climate in which the students feel cared for, motivated, and empowered by their two teachers. The extra score from comiling teaching materials is quite motivating for the students and has proven to be helpful for some student to reach the passing score. Keywords: Restructuring programmanagement; promoting teacher coordination;promoting students’ participation
ANALYSIS OF STUDENTS’ SOCIAL SKILLS ON COOPERATIVE LEARNING IN SCIENCEEDUCATION Arif Jatmiko; Insih Wilujeng
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.353 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i2.8408

Abstract

ANALISIS KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PADA METODE KOOPERATIF DALAM PEMBELAJARAN IPAAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe Team Assisted Individualization (TAI) yang ditinjau dari keterampilan sosial siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bulukerto. Penelitian ini termasuk jenis quasi experimental atau penelitian eksperimen semu, dengan desain penelitian pretest-posttest with nonequivalent group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Kelas VIII di SMP Negeri 1 Bulukerto, Wonogiri Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel dipilih dua kelas dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas eksperimen pertama diberi perlakuan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan kelas eksperimen kedua diberi perlakuan dengan pembelajaran kooperatif tipe TAI. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi. Data dianalisis dengan statistik uji independent t test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih berpengaruh dibandingkan tipe TAI terhadap keterampilan sosial siswa. Berdasarkan hasil observasi, secara umum pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe TAI memberikan pengaruh terhadap peningkatan keterampilan sosial siswa.Kata kunci: pembelajaran kooperatif, keterampilan social, IPAAbstractThis study was aimed at analyzing the influences of cooperative learning types, namely Jigsaw and Assisted Individualization Team (TAI) in terms of social skills of the eighth-grade students of SMP Negeri 1 Bulukerto. The study used a quasi-experimental method using a pretest-posttest design with nonequivalent groups. The population of this study was grade-eight students of SMP Negeri 1 Bulukerto, Wonogiri, Year 2015/2016. The samples were two classes selected using the cluster random sampling technique. The first experimental class was treated using Jigsaw cooperative learning and the second experimental class was treated using TAI cooperative learning. The data collection technique used was observation. The results show that Jigsaw cooperative learning is more influential than TAI in improving the social skills of the students. Based on the observation, generally, Jigsaw and TAI cooperative learning techniques give influence to the improvement of the studentssocial skills.Keywords: cooperative learning, social skills, science
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI MULTIFUNCTION EQUIPMENT BAGI PENYANDANG TUNA NETRA DAN TUNA RUNGU DALAM PRAKTIKUM SAINS REALISTIK Pujianto Pujianto; Juli Astono; Dadan Rosana; Setia Adi Purwanta
Jurnal Kependidikan Vol. 42, No.2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.088 KB) | DOI: 10.21831/jk.v42i2.1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan kit praktikum multifunction equipment dalam eksperimen sains realistik; kegunaan modul eksperimen dan LKS bahasa Braille; jenis aktivitas siswa yang muncul   melalui penerapan model eksperimen sains dengan pendekatan konstruktivis; hasil evaluasi pembelajaran sains menggunakan model evaluasi yang telah dikembangkan; dan respon siswa terhadap implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dalam mengoptimalkan aktivitas langsung bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu. Metode penelitian menggunakan desain penelitian pengembangan menurut Cennamo dan Kalk. Hasil yang telah dicapai adalah: 1) Kit praktikum menggunakan teknologi multifunction equipment telah dapat digunakan; 2) Modul eksperimen dan LKS bahasa Braille dapat mengakomodasi kebutuhan belajar; 3) Jenis aktivitas siswa yang muncul melalui penerapan model eksperimen sains dengan pendekatan konstruktivis meliputi menduga, mengukur, mencatat hasil, membuat daftar, menuliskan hasil dan melaporkan hasil; 4) Hasil evaluasi pembelajaran sains menggunakan model evaluasi yang telah dikembangkan menunjukkan nilai rerata 7,3; dan 5) Respon siswa terhadap implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dalam mengoptimalkan aktivitas langsung bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu sangat baik. Hal ini terlihat dari peran aktif siswa dalam merespon implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan.
PELAKSANAAN PROGRAM KETERAMPILAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI JAWA TENGAH H Sarbiran
Jurnal Kependidikan Vol. 28, No.1 (1998) EDISI KHUSUS DIES NATALIS
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6153.966 KB) | DOI: 10.21831/jk.v28i1.19000

Abstract

Mengangkat judul  artikel tentang "Pelaksanaan  Program  Ketrampilan di Madrasah Aliyah Negeri di Jawa Tengah", menurut pendapat pengkaji  artikel ini sangat tepat sekali. Hal itu disebabkan berbagai jenis keterampilan sebagai dasar kejuruan yang  tidak dapat diabaikan dan tidak dapat dihindari untuk "bekal hidup". Maka keterampilan harus diperoleh seoptimal mungkin oleh para siswa sewaktu di sekolah. Sesungguhnya pendidikan keterampilan tidak sekedar mengatas  kemiskinan dengan memberikan bekal hidup tetapi juga membentuk kepribadian dan akhlaq luhur, sehingga menjadi insan bermartabat yang seimbang, sebagaimana dikemukakan oleh penulis artikel, yaitu  sebagai"Umatan wasathon” manusia utuh yang sejahtera "Fid’dunyaa wal Akhirat”
PROBLEM-BASED LEARNING: THE IMPLEMENTATION AND THE URGENCY FOR IMPROVING LEARNING QUALITY. Kokom Komariah; Herminarto Sofyan; Wagiran Wagiran
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.179 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.20792

Abstract

PROBLEM-BASED LEARNING: IMPLEMENTASI DAN URGENSINYA BAGI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARANAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi model Problem-based Learning (PBL) dan urgensinya bagi peningkatan kualitas pembelajaran di SMK. Penelitian dilakukan di 9 SMK program revitalisasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, subjek penelitian adalah guru dan siswa. Objek penelitian adalah model PBL. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi yang dilakukan oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan: Model PBL dapat diimplementasikan melalui 6 tahap, yaitu tahap pendahuluan, mengorganisasikan, melakukan penyelidikan, membangun hasil penyelidikan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Model PBL dapat meningkatkan hasil belajar, kreativitas, berfikir kritis, minat dan motivasi belajar siswa. Model PBL dapat merubah paradigma belajar, dari kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada guru menjadi pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Penerapan Model PBL berdampak pada peningkatan kemampuan siswa, pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Hambatan pelaksanaan model PBL disebabkan kurangnya mind set guru terhadap proses belajar mengajar yang berorientasi pada siswa, kesulitan membuat trigger, kekhawatiran tidak tercapainya tujuan pembelajaran, dan kekurangberanian siswa untuk menyampaikan hal-hal baru yang berbeda dalam upaya memecahkan masalah. AbstractThis study was aimed at describing the implementation of the Problem-based Learning (PBL) model and its urgency for improving the quality of learning in vocational high school. The study was conducted in 9 vocational revitalization programs in Yogyakarta. The research subjects were teachers and students. The object of research was the PBL model. The data were collected through questionnaires and observations made by the teacher. The results show that PBL model can be implemented through 6 stages, namely the preliminary, organization, investigation, investion report analysis and presentation, and problem solving analysis and evaluation stages. PBL model is able to improve learning outcomes, creativity, critical thinking, interest and motivation of the students. The PBL model is also able to change the learning paradigm, from teacher-oriented to student-oriented learning activity. The application of the PBL model has an impact on improving students' abilities on cognitive, affective and psychomotor aspects. The obstacles in implementing PBL model are due to the lack of teacher's mind set towards student-oriented teaching and learning processes, difficulties in triggering, fears of not achieving learning objectives, and students' lack of courage to convey different new things in an effort to solve problems.Keywords: problem based learning, vocational school, learning quality
A CONSTRUCTION OF FOUR-TIER TEST TO IDENTIFY THE MISCONCEPTIONS’ LEVEL AND SOURCE ON MATERIAL OF HEAT Ahmad Ahsin Akmali
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.368 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i2.13165

Abstract

This study was aimed at generating the instruments that are focused on being able to diagnose the level and causes of misconceptions. The method used in this study was the Development Validation research method. The subjects participated in implementation activities were 243 XI grade of high school students in Cimahi. At the instrumental study, the diagnostic level and causes of misconceptions were constructed in Four-Tier Test format using questionnaire integration. Four-Tier Test with the integration of questionnaires generated through this study was a feasible test tool with a CVR score of 0.837, product moment correlation score of 0.733 and the percentage of conformity reaching 88.89%. The results of the instrument implementation shows that students experience misconceptions were quantitatively very low level of misconceptions but qualitatively high. The highest level of misconception reached 25.10% of the total sample. The cause of the most misconceptions in heat material is because the results of personal thinking reached 62.70%. The results of this study show the background to misconception is reading texts from the internet and fiction stories from comics or magazines.KONSTRUKSI FOUR-TIER TEST UNTUK MENGIDENTIFIKASI LEVEL DAN PENYEBAB MISKONSEPSI PADA MATERI KALORAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang difokuskan untuk mampu mendiagnosis level sekaligus penyebab miskonsepsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Development Validation. Subjek pada kegiatan implementasi adalah 243 siswa sekolah menengah atas kelas XI yang ada di Kota Cimahi. Pada penelitian instrumen, diagnostik level dan penyebab miskonsepsi dikonstruk dalam format Four-Tier Test dengan integrasi angket. Four-Tier Test dengan integrasi angket yang dihasilkan melalui penelitian ini merupakan alat tes yang layak dengan skor CVR 0,837 dan skor korelasi product moment 0,733 serta persentase kesesuaian mencapai 88,89%. Hasil implementasi instrumen menunjukkan bahwa peserta didik mengalami miskonsepsi dengan level miskonsepsi sangat rendah secara kuantitatif namun tinggi secara kualitatif. Level miskonsepsi paling tinggimencapai 25,10% dari total sampel. Penyebab miskonsepsi terbanyak pada materi kalor adalah karena hasil pemikiran pribadi yang mencapai 62,70%. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa latar belakang miskonsepsi adalahteks bacaan dari internet dan cerita fiksi dari komik atau majalah.
DEVELOPING COMIC-BASED STUDENT WORKSHEETS ON POSTER AND SLOGAN WRITING MATERIALS Ninit Alfianika; Silvia Marni
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.925 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.13163

Abstract

This study was aimed at producing a valid, practical, and effective comic-based student worksheet for writing slogans and posters on Indonesian language learning. The development research was designed using a 4D model (define, design, develop, disseminate) and limited to the third stage. The subject of the study included experts in content validation, teachers in the practicality test and class VIII students as a trial of product use. The instruments used in data collection in this study were validation questionnaires, observation sheets, and performance tests. The data in the form of questionnaire validation, practicality, activity, and student learning outcomes then were processed quantitatively. The worksheet consists of 8 themes. The results show that the developed comic-based Indonesian worksheet for the material of writing slogans and posters is vaild, practical and effective to facilitate the development of activities and student learning achievement. This worksheet is able to be used as teaching materials to improve the quality of the process and results of learning Indonesian.PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS KOMIK PADA MATERI MENULIS POSTER DAN SLOGAN Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis komik yang valid, praktis, dan efektif untuk materi menulis slogan dan poster pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian pengembangan didesain dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate) dan dibatasi sampai pada tahap ketiga. Subjek penelitian mencakup ahli dalam validasi konten, guru dalam uji praktikabilitas dan siswa kelas VIII sebagai uji coba penggunaan produk. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket validasi, lembar observasi, dan tes unjuk kerja. Data penelitian berupa skor angket validasi, praktikalitas, aktivitas, dan hasil belajar siswa dan diolah secara kuantitatif. LKS yang dihasilkan terdiri dari 8 tema Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa LKS bahasa Indonesia berbasis komik untuk materi manulis slogan dan poster yang dikembangkan sangat valid sangat praktis dan sangat efektif untuk memfasilitasi pengembangan aktivtas dan prestasi belajar siswa. LKS yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran bahasa Indonesia.
UNDERSTANDING THE CONCEPT AND MISCONCEPTION OF STUDENT TEACHER IN KEPLER'S LAWS Syuhendri Syuhendri; Nely Andriani; Saparini Saparini
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.838 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.13613

Abstract

PEMAHAMAN KONSEP DAN MISKONSEPSI MAHASISWA CALON GURU PADA HUKUM KEPLERAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tingkat pemahaman konsep dan miskonsepsi mahasiswa calon guru pada hukum Kepler. Subjek penelitian adalah 68 mahasiswa peserta mata kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Sampel dipilih berdasarkan teknik persampelan purposif. Pengumpulan dan analisis data menggunakan mix method, gabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah two-tear test berupa penyusunan peringkat dan pemberian alasan. Analisis dilakukan terhadap dua lapis data yang dianalisis secara bersamaan berdasarkan tingkat pemahaman konseptual. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman konsep bervariasi dengan dominasi Paham Sebagian dan Miskonsepsi (33,82%) untuk Hukum II Kepler dan Paham Sebagian (42,65%) untuk Hukum III Kepler. Penelitian mendapatkan 14 bentuk miskonsepsi berkaitan dengan kecepatan, perioda, dan jarak orbit benda langit mengitari bintangnya dan pengaruh massa serta bentuk orbit ter-hadap variabel kecepatan, perioda, dan jarak orbit. Sebelas miskonsepsi belum dilaporkan pada penelitian sebelumnya. Pembelajaran tradisional tidak berhasil dalam meningkatkan pemahaman konsep karena berorientasi pada penguasaan rumus dan penghafalan fakta. Perlu inovasi pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan konsep.Kata kunci: pemahaman konsep, miskonsepsi, hukum Kepler, IPBAAbstractThis study was aimed at investigating the level of understanding of the concepts and misconceptions of teacher students in Kepler's law. The research subjects were 68 students participating in the Earth and Space Sciences (ESS) course. The sample was chosen based on the purposive sampling technique. The collection and analysis of the data used a mixed-method, a combination of quantitative and qualitative research. The instrument used was a two-tear test in the form of ranking and explanation. The analysis was carried out on two layers of data which were then analyzed simultaneously based on an analysis of the level of conceptual understanding. The results show that the level of concept understanding varied with the dominance of Partial Understanding and Misconception (33.82%) for Kepler's Law II and Partial Understanding (42.65%) for Kepler's Law III. The study found 14 forms of misconception related to the velocity, period, and orbital distance of celestial bodies around the star and the effect of mass and orbital shape on variable velocity, period, and orbital distance. Eleven misconceptions have not been reported in previous studies. The failure of conventional learning in improving understanding of concepts is due to the application of traditional approaches that are oriented towards mastering formulas and memorizing facts. Learning innovation is needed to improve the mastery of concepts.