cover
Contact Name
PRISTIYANTORO
Contact Email
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Phone
+6281310517906
Journal Mail Official
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Editorial Address
Jl. Buaran 2 No.30 A, RT.10/RW.13, Klender, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13470
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Farmasi Ikifa
ISSN : 2808702X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi IKIFA adalah forum untuk publikasi karya berkualitas dan orisinal yang membuka diskusi dalam bidang farmasi atau sub-disiplin ilmu lainnya.
Articles 133 Documents
IDENTIFIKASI MEDICATION ERROR PADA PERESEPAN MANUAL DAN E-RESEP FASE PRESCRIBING DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSPAD GATOT SOEBROTO PERIODE OKTOBER-DESEMBER 2024 Yanthy Susanti; Doni Iswandani; Gilang Al Qarana; Siti Aisyah; Eman Suherman
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 1 APRIL TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medication Error merupakan salah satu masalah serius dalam pelayanan kesehatan yang dapat berdampak negatif terhadap keselamatan pasien. Medication  Error dapat terjadi pada 4 fase, yaitu kesalahan peresepan (prescribing error), kesalahan penerjemahan resep (transcribing  error),  kesalahan  menyiapkan  dan meracik  obat  (dispensing  error),  dan  kesalahan penyerahan  obat  kepada  pasien  (administration error). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kejadian Medication Error pada Peresepan Manual dan E-Resep Fase Prescribing di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober-Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh resep manual dan e-resep dari ruang ICU RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober – Desember 2024. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling, terdiri dari 118 resep manual dan 274 e-resep. Data dianalisis berdasarkan 11 parameter identifikasi Medication Error fase prescribing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kejadian Medication Error pada resep manual sebanyak 219 kasus, dengan jenis kesalahan tertinggi yaitu tidak dicantumkannya berat badan pasien (53,9%). Sedangkan pada e-resep ditemukan 75 kasus, didominasi oleh tidak dicantumkannya SIP dokter (65,3%) dan aturan pakai yang tidak jelas (34,7%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa persentase kejadian Medication Error fase Prescribing di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober-Desember 2024 pada resep manual tertinggi yaitu tidak ada berat badan (53,9%) sedangkan pada e-resep tidak ada SIP dokter (65,3%).
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR ANTISEPTIK DENGAN BAHAN PENGENTAL HIDROKSIPROPIL-METILSELULOSA DAN HIDROKSIETIL-SELULOSA KOMPOSISI TUNGGAL SERTA KOMBINASINYA Nia Lisnawati; Eriawan Rismana; Pra Panca Bayu Chandra; Ulya Amanina
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 1 APRIL TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabun antibakteri saat ini banyak diminati masyarakat karena selain dapat membersihkan kulit dari debu dan kotoran, juga dapat membunuh bakteri yang ada di kulit. Salah satu bahan aktif yang ada di sediaan antibakteri/antiseptik ialah povidon iodin. Kekentalan sabun cair merupakan suatu aspek yang harus diperhatikan karena terkait dengan preparasi, pengemasan, penyimpanan, aplikasi, dan aktivitas penghantaran. Hidroksipropil-metilselulosa dan hidroksietil-selulosa adalah dua bahan pengental yang sering digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik sediaan sabun cair antiseptik dengan bahan pengental hidroksipropil-metilselulosa dan hidroksietil-selulosa komposisi tunggal serta kombinasinya. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan statistik. Berdasarkan hasil penelitian ini, pada uji organoleptik sabun cair antiseptik menunjukkan perbedaan karakteristik warna, namun tidak terdapat perbedaan pada bau serta bentuk sabun. Pada uji shapiro wilk dan uji homogenitas hasil data uji viskositas, pH dan bobot jenis diperoleh nilai signifikansi (p> 0,05). Kemudian, hasil uji data statistik one way ANOVA uji viskositas dan bobot jenis menunjukkan nilai signifikansi (p>0,05) berarti tidak terdapat perbedaan karakteristik viskositas dan bobot jenis sabun. Sedangkan, pada uji pH hasil data statistik menunjukkan nilai signifikansi (p<0,05) berarti terdapat perbedaan karakteristik pH. Selanjutnya, hasil uji post hoc pada uji pH menunjukkan antara formula 1 dengan formula 2 dan formula 3 menghasilkan nilai signifikansi (p<0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Lalu, antara formula 2 dengan formula 3 menghasilkan nilai signifikansi (p>0,05) yang artinya tidak ada perbedaan signifikan. Untuk hasil uji viskositas dan bobot jenis didapatkan nilai signifikansi (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga formula tersebut.
ANALISIS HIDROKUINON DALAM KOSMETIK SEDIAAN KRIM YANG BEREDAR DI PASAR PULO GADUNG JAKARTA TIMUR SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Mega Efrilia; Tria Prayoga; Tanti Yulianti; Pra Panca Bayu Chandra; Eka Fadhila Permatasari
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 1 APRIL TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

yang cepat atau instan, hal ini menyebabkan munculnya banyak kecurangan dan pelanggaran di bidang kosmetik dengan mengedarkan produk kosmetik yang tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan berbahaya atau dilarang. Hidrokuinon sering disalah gunakan untuk efek memutihkan wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan hidrokuinon pada sampel kosmetik sediaan krim yang beredar di pasar Pulo Gadung Jakarta Timur secara spektrofotometri UV-Vis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat sampel yang tidak mendapat nomor notifikasi BPOM serta dari hasil pengujian mengandung bahan yang dilarang yaitu hidrokuinon. 13 jenis sampel krim kosmetik yang diperoleh dari Pasar Pulo Gadung Jakarta Timur menunjukkan hasil positif pada uji kualitatif hidroquionon menggunakan pereaksi Ferri klorida dan Benedict. Konfirmasi pengujian menggunakan spektrofotometer UV-VIS menunjukkan kadar kandungan hidrokuionon dalam masing-maisng sampel berada pada rentang 0,123% - 0,132% (b/b).