cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 498 Documents
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Aman, Aman
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i2.1126

Abstract

Penelitian ini menemukan model evaluasi pembelajaran sejarah yang dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat bagi pimpinan sekolah dan guru serta bermanfaat secara optimal bagi pelaksanaan program pem-belajaran sejarah di SMA. Model pengembangan yang digunakan pada pe-nelitian dan pengembangan ini memakai model Borg and Gall dengan me-modifikasi 10 tahapan penelitian menjadi 4 tahap penelitian. Uji coba dalam penelitian dan pengembangan dilakukan tiga tahap yakni uji coba pendahuluan melibatkan 20 orang pakar dan praktisi pendidikan, uji coba utama diterapkan pada 241 subjek coba di SMA Negeri I Prambanan Kla-ten, dan uji coba operasional diterapkan pada 377 subjek coba di SMA Negeri I Yogyakarta, SMA Negeri 5 Yogyakarta, SMA Islam I Gamping Sleman, dan SMA Muhammadiyah Wates dengan melibatkan kepala seko-lah, guru, dan siswa. Penelitian menyimpulkan bahwa model evaluasi pem-belajaran sejarah (EPS), memiliki dua komponen evaluasi program, yakni komponen kualitas pembelajaran dan hasil pembelajaran sejarah. Kualitas pembelajaran sejarah terdiri dari tujuh komponen, yakni: kinerja guru seja-rah, materi pelajaran, metode pembelajaran, sarana pembelajaran, suasana pembelajaran, sikap siswa, dan motivasi belajar sejarah, sedangkan hasil pembelajaran sejarah terdiri dari tiga komponen yakni: kecakapan akade-mik, kesadaran sejarah, dan sikap nasionalisme. Model EPS memiliki bebe-rapa karakteristik yang membedakan dengan evaluasi model lain, yakni: (a) model digunakan untuk mengevaluasi program pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMA, (b) tidak tergantung pada pendekatan pembelajaran terten-tu, (c) komprehensif, (d) dapat digunakan sebagai evaluasi diagnostik, (e) bersifat terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut.Kata Kunci: pengembangan model, evaluasi program, pembelajaran sejarah, SMA______________________________________________________________DEVELOPING MODEL OF HISTORY LEARNING EVALUATION PROGRAM IN SMAThis study discovers a model for the history learning evaluation (HLE) that can give accurate information to the principal and teacher and is optimally useful for the implementation of history learning programs in SHSs. This research used model developed by Borg and Gall with modify-cation from 10 steps to 4 steps. The tryouts in this research and develop-ment study were conducted in three stages, i.e. the preliminary tryout involving 20 education experts and practitioners, the main tryout involving 241 subjects in SMA Negeri I Prambanan Klaten, and the operational try-out involving 377 subjects in SMA Negeri I Yogyakarta, SMA Negeri 5 Yogyakarta, SMA Islam I Gamping Sleman, and SMA Muhammadiyah Wates, and involving the principals, teachers, and students. The study con-cludeed that the HLE model has two components of program evaluation: the history learning quality and learning result. The history learning quality consists of seven components, i.e. history teachers' performance, history learning materials, teaching methods, history learning sources, learning atmosphere, student attitudes, and history learning motivation. The history learning results consist of three components: academic capability, history awareness, and nationalism attitude. The HLE model has some characteris-tics which are different from other evaluation models in that: (a) it is used to evaluate learning history program implementation in senior high schools, (b) it does not depend on a certain learning method, (c) it is com-prehensive, (d) it can be used as a diagnostic evaluation, and (e) it is open for further development.Keywords: the development model, program evaluation, learning history, high school
Pengembangan Instrumen Evaluasi Perkembangan Moral Keagamaan Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mawardi Lubis
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v6i1.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen evaluasi perkembangan moral keagamaan mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN. Untuk itu, perlu dicari indikator-indikator moral keagamaan mahasiswa dan menyelidiki karakteristik instrumen tersebut Populasi penelitian ini adalah 2.260 mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sedangkan sampel penelitian 10% dari populasi yakni 226 mahasiswa ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah inventori dan menggunakan analisis faktor. Hasil analisis data menunjukkan adanya sebaran butir yang merata pada semua faktor, di mana instrumen ini memiliki dua faktor yakni moral terhadap Allah swt. dan moral terhadap sesama manusia dengan dua indikator serta 18 deskriptor. Pada inventori ini, dari hasil uji validitas konstruk dapat ditemukan nilai varians kumulatif sebesar 34,576% atau hanya mampu mengungkap 34,576% dan belum mengungkap semua konstruk teori yang diasumsikan. Nilai koefisien reliabilitas yang diperolehnya sebesar 0,9501 dengan nilai SEM sebesar 5,2897. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas instrumen masih rendah. Kata kunci: instrumen perkembangan moral keagamaan.
FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KEPALA SEKOLAH Ahmad, Syarwani
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepe-mimpinan, pengetahuan manajemen, ketahanmalangan, dan buda-ya organisasi terhadap prestasi kerja Kepala Sekolah Dasar di kota Palembang. Penelitian menggunakan metode survei dengan pen-dekatan kausalitas. Sampel penelitian 115 Kepala Sekolah Dasar dan diambil secara random. Analisis data menggunakan path analysis untuk menguji pengaruh langsung atau tidak langsung antar-variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ketahan-malangan lebih besar pengaruhnya terhadap prestasi kerja melalui ke-pemimpinan kepala sekolah, yakni sebesar 37,69%, pengaruh langsung kepemimpinan terhadap prestasi kerja kepala sekolah sebesar 30,91%. Ketahanmalangan berpengaruh langsung terhadap budaya organisasi sekolah sebesar 27,35%. Budaya organisasi ber-pengaruh langsung terhadap kepemimpinan kepala sekolah sebesar 25,88%. Pengetahuan manajemen berpengaruh secara langsung terhadap kepemimpinan sebesar 20,88%, dan variabel ketahan-malangan berpengaruh langsung terhadap kemampuan manajemen sebesar 19,27%. Hal ini membuktikan bahwa faktor penentu ke-berhasilan kepala sekolah atau prestasi kerja kepala sekolah dipe-ngaruhi oleh kepemimpinan, pengetahuan tentang manajemen sekolah, ketahanmalangan dalam menjalankan tugasnya, serta budaya organisasi yang tinggi yang perlu dipelihara dan dikembang-kan oleh kepala sekolah.Kata kunci: kepemimpinan, pengetahuan manajemen, ketahanmalangan, budaya organisasi, dan prestasi kerja______________________________________________________________THE DETERMINING FACTORS FOR THE HEADMASTERS' SUCCESS Syarwani AhmadFKIP Universitas PGRI PalembangJl. A.Yani Lrg. Gotong Royong 9/10 Ulu, Palembangsyarwani190@yahoo.co.idAbstractThis study aimed to find out the effects of leadership, management knowledge, perseverane, and organisational culture on the elementary school headmasters' achievements in Palem-bang. The sample was 115 headmasters chosen randomly. This research used survey method with causal approach. Path analysis is used to test direct and indirect effects of variables. The results show that: 1) the perseverane has greater effect on the work achievement through the headmasters' leadership (37,69%); 2) the direct influence of leadership on headmasters' achievement is 30.91%; 3) the perseverance affected directly the culture of the school organization (27.35%); 4)the organizational culture affected directly the headmasters' leadership (25.88%); 5) the management knowledge affected directly the leadership (20.88%). And finally, the aperseverance directly affected management knowledge (19.27%). They proved that the headmasters' achievement is affected by the leadership, management knowledge, perseverance in doing their duties, and having a great work culture as headmasters.Keywords: leadership, knowledge management, adversity, work culture, and work achievements
Program Rehabilitasi Korban Narkoba (Studi Kasus pada Pesantren Al Islamy Kalibawang Kulonprogo) Sapriansyah Alie
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2004)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v6i2.2052

Abstract

Penelirian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) kinerja awal, selama proses, dan setelah rehabilitasi korban narkoba; 2) penerapan nilai-nilai agama dalam proses rehabilitasi korban narkoba; 3) penerapan asumsi pendidikan orang dewasa (adult education) dalam proses rehabilitasi narkoba; 4) penerapan prinsip-prinsip keterampilan manajerial dalam program rehabilitasi korban narkoba; dan 5) masalah-masalah yang dihadapi dalam program rehabilitasi korban narkoba di pondok pesantren Al Islamy Kalibawang, Kulon Progo, DIY. Penelitian ini merupakan penelitian campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan kuesioner, observasi, inter­view mendalam, dan dokumentasi dari segenap orang tua korban narkoba dan para pelaksana serta kepala Madrasah di pesantren Al Islamy. Analisis data menggunakan model interaktif versi Keeven Souden yang meliputi perencanaan penelitian, pengumpulan data, reduksi data, presentasi dalam bentuk matriks, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Program rehabilitasi dilaksanakan dalam bentuk terpadu antara nilai-nilai agama, tindakan medis, dan sosial dalam dua tahap. Tahap awal, mengidentifikasi tingkat kecanduan, tipe obat, dan penentuan tindak lanjut. Tahap kedua, merupakan penyembuhan secara keagamaan. 2) Rehabilitasi korban narkoba dengan nilai-nilai agama; 3) Rehabilitasi korban narkoba dengan pendekatan pendidikan orang dewasa; dan 4) Rehabilitasi korban narkoba dengan panarapan kemampuan belajar dasar psikoterapi secara Islam. Kata kunci: program rehabilitasi, korban narkoba, pondok pesantren.
Kaderisasi Kepemimpinan Agama melalui Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta Abdul Qodir; Sarbiran Sarbiran
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami sifat kepemimpinan Rasulullah pada proses interaksi yang memunculkan kader pemimpin agama melalui uswah dari Kiai. Subjek penelitian adalah santri penguins pondok, santri anggota, santri junior (santri muda), dan Kiai. Pendekatan kualitatif fenomenologik naturalistik digunakan dalam penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode pengamatan, wawancara mendalam, dan artifak. Metode tersebut untuk memperoleh data tentang tampilan tuturkata, tampilan perilaku santri dan perilaku Kiai, selanjutnya dikategorikan ke dalam sifat-sifat kepemimpinan Rasulullah yang empat, yaitu sifat shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Data dikumpulkan dan dianaiisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian dapat dikemukakan: Kiai meneladankan traits kepemimpinan Rasulullah kepada para santri. Uswah itu terlihat dari tuturkatanya dan adil tindakannya serta mengajak para santri untuk berlaku jujur. Kiai memberi uswah kerja keras dan menjadi leader yang cerdas-bijaksana dalam mencarikan solusi masalah keagamaan. Santri serius belajar agama, menjalani riyadhoh atau membiasakan ibadah, aktif belajar ber-haiaqoh, aktif organisasi, dan ibda 'bin-nqfsih. Munculnya kader pemimpin dari santri diindikasikan dengan memiliki traits kepemimpinan Rasulullah, yaitu sifat shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah bagi santri, seperti: (a) sifat shidiq muncul dalam kebiasaan berterus terang, bicara seperlunya, berlaku jujur, dapat dipercaya dan jelas bicaranya; (b) sifat amanah tampak pada perilaku serius mengurus titipan, pesan, menyampaikan amanah, bertanggungjawab, menyempurnakan janji, mengawasi pekerjaan, rajin ibadah, giat belajar dan tekun membaca Al-Qur'an, (c) sifat tabligh dicirikan mampu mengajak berbicara lisan, tauladan mulia, bersimpatik kepada kiai, tabah ketika kesulitan; (d) sifat fathonah cerdak-bijak seperti cepat dan tanggap dengan perubahan situasi serta mencarikan solusi yang menentramkan.
HUBUNGAN MODEL PENSKORANTERHADAP ESTIMASI SKOR SESUNGGUHNYA BERDASARKAN TEORI RESPONS BUTIR Musmuliadi, Musmuliadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2009)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v13i2.1412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) karakteristik tes UN mata pelajaran matematika tingkat SLTP tahun 2007/2008, 2) karakteristik distribusi skor sesungguhnya hasil estimasi beberapa model penskoran, 3) hubungan antara skor kemampuan  dan skor tampak dengan skor sesungguhnya, dan 4) implikasi penerapan model penskoran terhadap estimasi skor sesungguhnya. Data penelitian ini berupa respons siswa SMP/MTs terhadap tes Ujian Nasional (UN) mata pelajaran matematika tahun 2007/2008 di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tes UN mata pelajaran matematika tahun 2007/2008 tingkat SMP/MTs pada kategori sulit, memiliki rerata daya pembeda baik, tetapi rerata indeks pseudo-guessing kurang baik. Rerata skor sesungguhnya yang paling tinggi diperoleh pada model penskoran jumlah benar sesungguhnya, sedangkan rerata paling kecil terjadi pada model penskoran koreksi terhadap tebakan. Hubungan antara skor kemampuan () dengan skor sesungguhnya menunjukkan korelasi positif dengan nilai koefisien korelasi sangat tinggi. Rerata hasil estimasi skor sesungguhnya dari ketiga model penskoran menunjukkan perbedaan yang signifikan.Kata kunci:      skor tampak, skor kemampuan, skor sesungguhnya, model penskoran
Pelaksanaan Akhlak Islami di Kalangan Siswa Madrasah Aliyah Negeri I Kodya Mataram Ibdu Hizam; Zuchdi Zuchdi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 5 (2002)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v4i5.2068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pendidikan akhlak Islami dalam lingkungan keluarga, pendidikan akhlak Islami dalam lingkungan sekolah, pengaruh teman bermain serta pengaruh masing-masing terhadap pelaksanaan nilai-nilai akhlak Islami oleh para siswa Madrasah Aliyah Negeri I Kodya Mataram. Populasi penelitian ini adalah para siswa Madrasah Aliyah Negeri I Kodya Mataram, dengan jumlah sampel sebanyak 214 siswa. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskripuf dan analisis regresi. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat sumbangan positif terhadap pelaksanaan akhlak Islami oleh pendidikan akhlak Islami dalam lingkungan keluarga sebesar ß = 0.471 (p= .000). dan teman bermain sebesar ß = 0,156 (p= .018), tetapi tidak demikian dengan pendidikan akhlak Islami dalam lingkungan sekolah sebesar ß = 0,071 (p= .197). Disarankan pada kelurga dan sekolah untuk meningkatkan pendidikan yang telah diberikan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hendaknya mereka, khususnya para orang tua memberikan perhatian dengan siapa anaknya bermain. Para siswa hendaknya berupaya untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: keluarga, sekolah, teman bergaul, akhlak islami
Sikap dan Perilaku Keagamaan Mahasiswa Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta Mami Hajaroh
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2107

Abstract

Penelitian eks post facto ini bertujuan untuk mengetahui: 1) gambaran perilaku keagamaan, sikap keagamaan, pengetahuan keaga­maan, pendidikan dalam keluarga, dan Hngkimgan kampus mahasiswa; 2) efek langsung dari pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus. dan pengetahuan keagamaan terhadap sikap keagamaan mahasiswa; 3) efek langsung dari pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan dan sikap keagamaan terhadap perilaku keagamaan mahasiswa; 4) efek tidak langsung dari pendidik­an dalam keluarga, lingkungan kampus, dan pengetahuan keagamaan terhadap perilaku keagamaan melalui sikap keagamaan mahasiswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Daerah Isti-mewa Yogyakarta, menurut kategori perguruan tinggi, dengan jumlali sampel sebanyak 382 orang. Pengambilan sampel dengan mengguna­kan teknik multi stage random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner, yang meliputi lima perangkat instnimen yaitu instnimen tentang pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan, sikap keagamaan, dan perilaku keagamaan. Uji validitas dan reliabilitas instnimen menggunakan analisis faktor. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif, analisis regresi, dan anali­sis jalur (path analisis). Uji keberartian koefisien jalur menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskripsi menunjukkan gambaran bahwa pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan, sikap dan perilaku keagamaan mahasiswa pada kategori cukup/sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat efek yang positif terhadap: 1) sikap keagamaan oleh variabel pendidikan dalam keluarga; 2) sikap keagamaan oleh variabel lingkungan kampus; 3) sikap keagamaan oleh variabel pengetahuan keagamaan; 4) perilaku keagamaan oleh variabel pendidikan dalam keluarga; 5) perilaku keagamaan oleh variabel lingkungan kampus; 6) perilaku keagamaan oleh variabel pengetahuan keagamaan; 7) perilaku keagamaan oleh variabel sikap keagamaan; dan 8) pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, dan pengeta­huan keagamaan, mempunyai efek secara tidak langsung terhadap perilaku keagamaan melalui sikap keagamaan.
PENYUSUNAN DAN VALIDASI MODUL "SOCIAL LIFE SKILL" BAGI PENDIDIK ANAK-ANAK PRASEKOLAH Ayriza, Yulia
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2008)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v12i2.1428

Abstract

Penelitian ini dengan tujuan: (1) penyusunan modul "social life skill" bagi pendidik TK; (2) pengujian validitas modul, baik isi maupun keterbacaannya; (3) penyempurnaan modul atas dasar hasil ujicoba keterbacaan. Penelitian menggunakan pendekatan research and development. Modul yang disusun ada 3, dan masing-masing terdiri dari 3 sub modul. Subjek penelitian adalah pendidik TK di DIY dengan berbagai latar belakang, tingkat pendidikan dan lama pengalaman kerja. Validitas modul diuji dari segi isi oleh para pakar dalam bidangnya dan keterbacaannya oleh para pengguna dengan menggunakan teknik cloze. Modul dapat diterima dari sisi validitas isi melalui expert judgement; sedang validitas keterbacaan pada ujicoba kedua menunjukkan semua sub modul terkategori mudah, sehingga dapat dilepas untuk pembaca tanpa membutuhkan pendamping instruktur; (3) Penyempurnaan dilakukan dengan merevisi kata-kata yang masih dipandang cukup sulit dan menyertakan glosari pada sub modul yang bersangkutan.Kata kunci: modul, social life skill, prasekolah
Efektivitas Kinerja Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP-3) Angkatan IX Tahun 1997/1998 di Tirtohargo, Kretek, Bantul, DIY Sumirah Agus Subardan; Fx Sudarsono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program SP-3 terhadap kader wirausaha dan pembangunan masyarakat pedesaan serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja SP-3. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan mengambil setting di Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul dengan alasan SP-3 di lokasi ini memperoleh penghargaan pada waktu dilakukan evaluasi. Dengan model studi kasus, subyek penelitiannya adalah SP-3, informannya para tokoh masyarakat, para pamong desa, dan instansi Kecamatan serta beberapa warga masyarakat. Data dikumpulkan dengan peneliti sebagai instrumen, dibantu dengan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis kualitatif yang digunakan adalah pola fikir deduktif dengan silogisme hipotetis. Kesimpulan penelitian adalah "Kinerja SP-3 dinyatakan kurang efektif. Hal ini terlihat pada: (1) Dampak terhadap kader wirausaha: (a) diri SP-3 tidak dapat menjadi kader wirausaha (b) masyarakat khususnya pemuda tidak ada yang meniru atau melanjutkan kegiatan ekonomi produktif yang dilaksanakan SP-3. (2) Dampak terhadap pembangunan: (a) dampak terhadap perubahan pola fikir masyarakat desa Tirtohargo tidak ada. (b) dampak terhadap perbaikan ekonomi masyarakat Desa Tirtohargo tidak ada. Temuan yang menarik bahwa SP-3 masuk pada banyak segmen kehidupan masyarakat yang berarti SP-3 akseptabel. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas kinerja SP-3 adalah faktor internal dan ekstemal. Faktor internal meliputi: motivasi, kemampuan dan etos kerja SP-3. Faktor internal ditemukan mendukung terhadap efektivitas kinerja SP-3. Faktor ekstemal meliputi: lingkungan fisik/geografis, biaya hidup yang diterima SP-3, sikap masyarakat terhadap kehadiran SP-3. Ditemukan bahwa hanya biaya hidup yang diterima SP-3 yang berpengaruh terhadap tidak efektivnya kinerja SP-3. Biaya hidup tersebut ternyata jumlahnya relatif sedikit untuk ukuran sarjana.