cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PROGRAM LAYANAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Gunartha, I Wayan; Kartowagiran, Badrun; Suardiman, Siti Partini
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i1.2122

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengembangkan model evaluasi program layanan PAUD (TK kelompok B) dan (2) menilai keefektifan model yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan research and development. Subjek coba adalah guru dan siswa TK kelompok B. Instrumen pengumpul data adalah kuesioner dan lembar observasi. Uji coba dilakukan 3 tahap dengan jumlah subjek meningkat setiap tahapnya. Analisis validitas kuesioner menggunakan exploratory factor analysis dan cofirmatory factor analysis (CFA). Estimasi reliabilitas kuesioner tingkat perkembangan anak dan life skills menggunakan CFA dengan menghitung composite reliability. Estimasi reliabilitas kuesioner kompetensi guru dan fasilitas menggunakan teknik Alpha. Estimasi reliabilitas lembar pengamatan dengan dua orang pengamat menggunakan teknik Kappa. Hasil penelitian berupa model evaluasi program layanan PAUD (Model IPPO), yang terdiri atas prosedur, panduan evaluasi, dan instrumen-instrumennya yang cukup baik. Berdasarkan uji coba, semua instrumen memiliki kecocokan model yang baik (fit), validitas konstruk, dan reliabilitas yang memenuhi persyaratan akademik. Menurut penilaian para praktisi dan pengguna model, model IPPO sangat efektif untuk diterapkan.Kata kunci: pengembangan, model evaluasi, pendidikan anak usia dini______________________________________________________________DEVELOPING A PROGRAM EVALUATION MODEL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION (ECE) SERVICEAbstract The study was to: (1) develop an evaluation model of early childhood education (Group-B Kindergarten); and (2) evaluate the effectiveness of the model being developed. The study is a research and development one. The subject of the research was the teachers and the students of Group-B Kindergarten. The data gathering instruments were questionnaires and observational sheet. The experiment was performed in 3 stages with increasing number of participants for each stage. To analyze the questionnaire's validity, the researchers employed exploratory factor analysis and confirmatory factor analysis (CFA).To estimate the reliability  of the questionnaire of the children's developmental stage and life skills, the researchers employed CFA by calculating the composite reliability. To estimate the reliability of the questionnaire's of the teacher competence and the facility, the researchers employed Alpha technique. For the estimation of reliability toward the observational sheet with two observers the researchers employed Kappa technique. The result of the research was a model of evaluation of the early childhood education (IPPO Program), consisting of procedures, evaluation guideline and the well-designed instruments.  Based on the experiment, all of the instruments have had a goodness of fit (fit), construct validity and reliability that meet all of the academic requirements. According to the evaluation from the practitioners and the model users, the IPPO model is very effective to be implemented.Keyword: development, evaluation model, early childhood education.
Pembentukan Karakter Remaja Awal melalui Pendidikan Nilai yang Terkandung dalam Pendidikan Konsumen: Kajian Evaluasi Reflektif Kurikulum SMP di Yogyakarta Sri Wening
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v10i2.1980

Abstract

Penelitian ini bertujuan: mengembangkan dimensi pembentuk karakter nilai-nilai pada pendidikan konsumen, mengeksplorasi dimensi pendidikan nilai, mengetahui faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh, dan pencapaian pembentukan karakter remaja melalui pendidikan konsumen. Penelitian evaluasi reflektif ini membandingkan pendidikan nilai dari berbagai kurun waktu. Pendekatan yang digunakan adalah export facto model kausal komparatif. Partisipan penelitian diambil secara acak, yang terdiri dari 15 guru PKn, 15 guru IPS Ekonomi, dan 9 guru PICK serta 744 siswa dari 39 kelas pada 10 SMP di Kodya Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif, regresi, analisis jalur, dan t-test. Temuan penelitian adalah sebagai berikut: (1) ada 17 nilai kehidupan dalam konsep pendidikan konsumen yang berkaitan dengan dimensi pembentuk karakter; (2) pendidikan nilai dirasakan sangat penting untuk dimiliki; (3) faktor lingkungan bersama dengan pendidikan konsumen berpengaruh signifikan pada pembentukan karakter siswa; dan (4) pembentukan karakter siswa dalam kelas-kelas melalui buku cerita lebih berpengaruh dibanding tanpa diberi buku cerita. Kata kunci: pembentukan karakter, pendidikan konsumen, evaluasi reflektif.
Comparing item parameter estimates and fit statistics of the Rasch model from three different traditions Bahrul Hayat; Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra; Bambang Suryadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.29871

Abstract

Rasch model is a method that has a long history in its application in the fields of social and behavioral sciences, including educational measurement. Under certain circumstances, Rasch models are known as a special case of Item response theory (IRT), while IRT is equivalent to the Item Factor Analysis (IFA) models as a special case of Structural Equation Models (SEM), although there are other ‘tradition’ that consider Rasch measurement models not part of both. In this study, a simulation study was conducted using simulated data to explain how the interrelationships between the Rasch model as a constraint version of 2-parameter logistic (2-PL) IRT, Rasch model as an item factor analysis were compared with the Rasch measurement model using Mplus, IRTPRO and WINSTEPS program, each of which came from its own 'tradition'. The results of this study indicate that Rasch models and IFA as a special case of SEM are mathematically equal, as well as the Rasch measurement model, but due to different philosophical perspectives, people might vary in their understanding of this concept. Given the findings of this study, it is expected that confusion and misunderstanding between the three can be overcome.
MODEL AFL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS MAHASISWA VOKASI BIDANG BUSANA Widihastuti, Widihastuti; Suyata, Suyata
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i2.2866

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengembangkan model AFL berbasis HOTS untuk pembelajaran bidang busana di perguruan tinggi; (2) menguji keefektifan model AFL berbasis HOTS dalam meningkatkan pemahaman dan HOTS mahasiswa pendidikan vokasi bidang busana. Penelitian pengembangan ini menggunakan HC-ADDIE modification model. Tahapan research meliputi analysis & need assessment. Tahapan development meliputi design prototype model, validasi model, uji keterbacaan, melatih  dosen,  uji coba terbatas dan diperluas sebagai implementation, analysis, dan evaluation melalui CAR. Tahapan diffusion meliputi diseminasi hasil penelitian melalui seminar dan jurnal. Subjek uji coba adalah mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Busana, Fakultas Teknik, UNY. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif kuantitatif dengan penyajian data berupa tabel, grafik, dan diagram, serta menggunakan teknik statistik inferensial yaitu one-way ANOVA, dengan bantuan program Excell dan SPSS for Windows 17.0. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model AFL berbasis HOTS berhasil dikembangkan melalui HC-ADDIE modification model; (2) model AFL berbasis HOTS terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman dan HOTS mahasiswa.Kata kunci: AFL, HOTS, mahasiswa vokasi bidang busana_____________________________________________________________THE AFL MODEL TO IMPROVE UNDERSTANDING AND HIGHER ORDER THINKING SKILLS OF STUDENTS OF CLOTHING IN COLLEGEAbstractThis study aims: (1) to develop a model of HOTS-based AFL to the teaching and learning of clothing in college; (2) to investigate the effectiveness of the developed model of HOTS-based AFL to improve understanding and HOTS of student of clothing vocational education. This study is a development research, using HC-ADDIE modification model that is the collaboration and modification of the research, development, and diffusion of Hopkins & Clark model with ISD-ADDIE model and the classroom action research. The stages of research include analysis and needs assessment. The stages of development include designing prototype models, validating model, testing reliability, training lecturer/observer, conducting limited and extended trials as implementation, analysis, and evaluation through the classroom action research. The stages of diffusion include the dissemination of research results through seminars and journals. The subjects of this study were under graduate student teachers majoring in the field of clothing of vocational education in the first semester of 2012/2013 at Clothing Technical Education Program, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University. The data analysis used the descriptive statistical techniques with the presentation in the form of tables, graphs, and diagrams, as well as using inferential statistical techniques namely one-way ANOVA. The process of data analysis used Excel and SPSS for Windows 17.0 program. The results of this study are as follows: (1) The HOTS-based AFL model for the teaching and learning of clothing to the student of clothing vocational education is successfully developed through the HC-ADDIE modification model. (2) The HOTS-based AFL model is effective to improve the students' understanding and students' HOTS.Keywords: AFL, HOTS, student of clothing vocational education
Penskalaan Butir Format Respons Pilihan dan Respons Bebas Berdasarkan Model Rasch dan Partial Credit Eko Hariadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1992

Abstract

Penelitian melihat pengaruh jumlah parameter butir, kategori respons bebas (RB), pengaruh sampel terhadap akurasi estimasi parameter kemampuan untuk menghasilkan estimasi yang stabil dan pengaruh pembobotan butir RP dan butir RB terhadap kesalahan baku. Penelitian dalam dua tahap, simulasi menggunakan 30 kondisi dengan replikasi 50 dengan variabel panjang tes, jumlah kategori, dan jumlah parameter butir, dan analisis deskriptif, dilanjutkan penerapan penskalaan gabungan butir tipe respons pilihan (rp) dan butir respons bebas (rb) pada konstruksi tes elektronika yang terdiri 40 butir pilihan ganda dan 4 butir jawaban tersusun, 3 butir memiliki lima kategori jawaban dan 1 butir dengan 4 kategori jawaban, melibatkan 355 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: ukuran sampel kurang berpengaruh pada root mean square error atau (RSME) dan korelasi antara 9 dengan 0, namun berpengaruh terhadap akurasi estimasi parameter butir pilihan ganda (//y,)dan parameter butir respons tersusun (3^)- Jumlah parameter butir berpengaruh terhadap parameter kemampuan, tetapi tidak berpengaruh terhadap akurasi dari b^, dan S„,. Estimasi dari parameter tingkat kesulitan butir jawaban tersusun tiga kategori lebih akurat daripada butir jawaban tersusun lima kategori. Estimasi tahan {robust) untuk parameter kesulitan butir jawaban tersusun 5 kategori memerlukan sampel minimal 250 responden, sedangkan untuk butir respons tersusun 3 kategori memerlukan sampel minimal 100 responden. Estimasi parameter kemampuan dari skor total (0^^) tidak sama dengan rata-rata jumlah tbeta dari masing-masing subtes (0^ + 0CR). Theta dari tes yang dikalibrasi bersama-sama berbeda dengan theta dari total subtes yang dikalibrasi secara terpisah. Korelasi kemampuan yang mengunakan pembobotan dan kemampuan tanpa pembobotan mempunyai suatu rentang dari 0,988 sampai 0,948. Kata kunci: penyekaiaan, model rash dan partial credit.
Penanaman Nilai-Nilai Agama dalam Pembentukan Sikap dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Luqman Al-Hakim Yogyakarta Ali Mustadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model kurikulum, proses penanaman nilai-nilai agama Islam, dan hasil yang telah dicapai SDIT Luqman Al-Hakim dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam ke dalam sikap dan perilaku siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik, dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kelas, siswa, dan orang tua siswa. Untuk pengumpulan data digunakan metode pengamatan, wawancara dan analisis dokumen. Keabsahan data diukur dengan menggunakan teknik trianggulasi dengan sumber, metode, dan teori, serta dengan cara melakukan perpanjangan waktu pengamatan, pengamatan secara terus menerus, kecukupan bahan referensi, pengecekan dengan teman sejawat melalui diskusi, dan mem-ber-cbeck. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Diperoleh kesimpulan penelitian sebagai berikut: 1) Model kurikulum yang dilaksanakan oleh SDIT Luqman Al-Hakim mengacu kepada kurikulum Depdiknas dan kurikulum Depag ditambah kurikulum muatan lembaga. 2) Proses penanaman nilai-nilai agama Islam ke dalam sikap dan perilaku siswa menggunakan pendekatan: ajakan dan pembiasaan, proses penyadaran emosi, serta pendisiplinan dan penegakan aturan. Metode yang digunakan antara lain metode: keteladanan, ibrah melalui kisah, ceramah dan nasehat, tanya jawab, perumpamaan dan sindiran, penugasan, demonstrasi, pembiasaan, pengalaman langsung, out bond, dan bernyanyi. Suasana interaksi pem-belajaran dibangun dengan suasana demokratis dan atas dasar kasih sayang. 3) Model kurikulum dan proses penanaman nilai-nilai agama yang dilakukan SDIT terbukti mampu membentuk sikap dan perilaku siswa yang taat kepada Allah, berakhlakul karimah kepada sesama manusia dan alam, serta berkepribadian yang cukup baik, cerdas, pemberani dan kritis. Kata kunci: nilai-nilai agama Islam, sikap dan perilaku, SDIT.
FAKTOR DETERMINAN DALAM PEMILIHAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Rahdiyanta, Dwi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 (2012): Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i0.1112

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran faktor situasional, factor, pilihan bidang keahlian teknik mesin dan determinasi faktor situasional dan faktor psikologis dalam pemilihan bidang keahlian teknik mesin di SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian korelasional dan bersifat ex-post facto. Penelitian dilakukan di SMK Kelompok Teknologi dan Rekayasa pada Bidang Keahlian Teknik Mesin negeri dan swasta di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis regresi dan analisis jalur. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 1) skor untuk faktor situasional termasuk dalam kategori tinggi,  skor untuk faktor psikologis termasuk dalam kategori tinggi, dan skor pilihan bidang keahlian teknik mesin di SMK  termasuk dalam kategori tinggi, 2) ada pengaruh faktor situasional dan psikologis terhadap pemilihan bidang keahlian teknik mesin SMK di Yogkarta.Kata kunci: faktor situasional, faktor psikologis, determinasi bidang keahlian teknik mesin SMK      ______________________________________________________________DETERMINANT FACTOR IN THE CHOISE OF THE MECHANICAL ENGINEERING EXPERTISE PROGRAM IN VOCATIONAL HIGH SCHOOLS Abstract This study aims to describe situational and psychological factors,  the choice of the mechanical engineering skill program, and  determinations of situational and psychological factors on the choice of the mechanical engineering skill program in VHSs in the Yogyakarta Special Territory. This was a correlational study which was ex post facto in nature. It was conducted in public and private VHSs belonging to the technology and engineering cluster in the Mechanical Engineering Skill Program in the Yogyakarta Special Territory. The data were analyzed using the descriptive analysis, regression analysis, and path analysis. The results of the descriptive analysis show that 1) the scores of situational factors are in the high category, those of psychological factors are in the high category, and that of the choice of the mechanical engineering skill program in VHSs is in the high category, and 2) there are effects of situational and psychological factors on the choice of the mechanical engineering skill program in VHSs in Yogyakarta.Keywords: determinant factors, Mechanical Engineering Skill Program
PENGEMBANGAN TES BERPIKIR KRITIS DENGAN PENDEKATAN ITEM RESPONSE THEORY Fajrianthi Fajrianthi; Wiwin Hendriani; Berlian Gressy Septarini
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.6304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah alat ukur (tes) berpikir kritis yang valid dan reliabel untuk digunakan, baik dalam lingkup pendidikan maupun kerja di Indonesia. Tahapan penelitian dilakukan berdasarkan tahap pengembangan tes menurut Hambleton dan Jones (1993). Kisi-kisi dan pembuatan butir didasarkan pada konsep dalam tes Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). Pada WGCTA, berpikir kritis terdiri dari lima dimensi yaitu Inference, Recognition Assumption, Deduction, Interpretation dan Evaluation of arguments. Uji coba tes dilakukan pada 1.453 peserta tes seleksi karyawan di Surabaya, Gresik, Tuban, Bojonegoro, Rembang. Data dikotomi dianalisis dengan menggunakan model IRT dengan dua parameter yaitu daya beda dan tingkat kesulitan butir. Analisis dilakukan dengan menggunakan program statistik Mplus versi 6.11 Sebelum melakukan analisis dengan IRT, dilakukan pengujian asumsi yaitu uji unidimensionalitas, independensi lokal dan Item Characteristic Curve (ICC). Hasil analisis terhadap 68 butir menghasilkan 15 butir dengan daya beda yang cukup baik dan tingkat kesulitan butir yang berkisar antara –4 sampai dengan 2.448. Sedikitnya jumlah butir yang berkualitas baik disebabkan oleh kelemahan dalam menentukan subject matter experts di bidang berpikir kritis dan pemilihan metode skoring.Kata kunci: Pengembangan tes, berpikir kritis, item response theory DEVELOPING CRITICAL THINKING TEST UTILISING ITEM RESPONSE THEORYAbstractThe present study was aimed to develop a valid and reliable instrument in assesing critical thinking which can be implemented both in educational and work settings in Indonesia. Following the Hambleton and Jones’s (1993) procedures on test development, the study developed the instrument by employing the concept of critical thinking from Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). The study included five dimensions of critical thinking as adopted from the WGCTA: Inference, Recognition Assumption, Deduction, Interpretation dan Evaluation of arguments. 1453 respondents from Surabaya, Gresik, Tuban, Bojonegoro and Rembang were used for trailing the test. The dichotomous data were analized using the Item Response Theory with two parameter logistic model using statistical program Mplus ver. 6.11. Several assumptions were tested prior the IRT analysis; the test of unidimensionality, local independency and Item Characteristic Curve (ICC). Amongst 68 items only 15 items had good discrimination parameter. Difficulty item level ranged from – 4.95 to 2.448. The study was limited in producing high number of qualified items due to its failure in finding subject matter experts in critical thinking area and inadequate choice in scoring method.Keywords: test development, critical thinking, Item response theory
Miskonsepsi Stoikiometri pada Siswa SMA Suandi Sidauruk
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i2.2024

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik TDS (Tes Diagnostdk Stoikiometri) yang dikembangkan dalam penelitian ini, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan penyebab miskonsepsi stoikiometri yang terjadi serta menguji perbedaan firekuensi miskonsepsi stoikiometri pada siswa SMA berdasarkan perbedaan jenis kelamin, jenjang kelas, dan bahasa yang digunakan. Penelitian ini melibatkan 1096 siswa SMA kelas 2 dan kelas 3 di Kota Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda. Miskonsepsi stoikiometri yang dimiliki siswa diungkapkan menggunakan TDS bentuk pilihan ganda dan wawancara. Karakteristik TDS yang dikembangkan adalah: (1) stoikiometri disusun oleh tiga subkonsep dan terdiri dari 15 P3S, (2) panjang soal 48 butir, (3) waktu mengerjakan 90 menit, (4) tingkat kesesuaian P3S subkonsep rata-rata 1,30 - 1,90 (diterima), (5) tingkat KBP = 0,85 - 0,96 (sesuai), (6) tingkat KBS; harga Stress 0,1 -0,15 dan RSQ 0,92 - 0,93 (sesuai dengan model), (7) indeks TK = 0,31 - 0,68 (ideal), (8) indeks DB = 0,27 - 0,63 (ideal), dan (9) indeks koefisien a Cronbach 0,93 (baik). Hasil analisis konsentrasi mengidentifikasi 30 miskonsepsi stoikiometri yang dilakukan siswa, yaitu 13 miskonsepsi tentang persamaan reaksi, satu miskonsepsi tentang massa atom/molekul relatif, dan 16 miskonsepsi tentang moL Hasil uji c2 menunjukkan firekuensi miskonsepsi stoikiometri terbukti tidak tergantungpada perbedaan jenis kelamin, tetapi tergantung pada bahasa yang digunakan dan jejang kelas pada taraf 5%. Siswa yang menggunakan bahasa Indonesia dan siswa kelas 3 memiliki peluang lebih kecil melakukan miskonsepsi stoikiometri. Kata kunci: miskonsepsi, stoikiometri, tes diagostik stoikiometri, jenis kelamin, jenjang kelas, dan bahasa
SUBSTANSI KOMPONEN KOMPETENSI GURU SEKOLAH INKLUSIF BAGI ANAK BERKELAINAN/BERKEBUTUHAN PENDIDIKAN KHUSUS Rudiyati, Sari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i2.1130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan: (1) substansi komponen kompetensi guru sekolah inklusif bagi anak berkelainan/berkebutuhan pendidikan khusus; dan (2) buku panduan dan instrumen asesmen kom-petensi guru sekolah inklusif bagi anak berkelainan/berkebutuhan pendi-dikan khusus. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan de-ngan menggunakan prosedur research and development yang dikem-bangkan oleh Borg dan Gall (1983: 771-787).Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah: (a) Teknik Delphi, (b) Focus Group Discussion, (c) angket/kuesio-ner, (d) wawancara, (e) portofolio guru, (f) observasi, dan (g) Studi doku-mentasi. Analisis instrumen menggunakan Explanatory Factors Analysis dan Cronbach Alpha serta analisis data mengggunakan teknik deskriptif. Temu-an hasil penelitian menunjukkan bahwa substansi komponen kompetensi guru sekolah inklusif bagi anak berkelainan meliputi kompetensi guru, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan profesional. Produk peneliti-an yang berupa buku panduan dan instrumen dinilai mudah digunakan untuk melakukan asesmen kompetensi guru sekolah inklusif. Secara umum opini yang diberikan Kepala Sekolah Dasar Inklusif menunjukkan bahwa keberadaan model yang dikembangkan ini, dapat membantu pihak sekolah dalam hal penyediaan instrumen asesmen kompetensi guru sekolah inklusif bagi anak berkelainan/berkebutuhan pendidikan khusus.Kata kunci: Substansi komponen kompetensi guru, sekolah inklusif, anak berkelainan/berkebutuhan pendidikan khusus______________________________________________________________SUBSTANTIAL COMPONENTS OF TEACHER'S COMPETENCE OF INCLUSIVE SCHOOL FOR EXEPTIONAL CHILDREN/CHILDREN WITH SPECIAL EDUCATIONAL NEEDSAbstract The purposes of this research were to: (1) formulate substantial com-petence components of teachers of inclusive schools for exceptional child-ren/children with special educational needs; and (2) develop a guide book and some competence assessment instruments of teachers of inclusive schools for exceptional children/children with special educational needs. The research was a developmental research study which used research and development procedures developed by Borg and Gall (1983: 771-787).The data gathering technique in this research included: (a) the Delphi techni-que, (b) focus group discussion, (c) questionnaire, (d) interview, (e) teach-ers' portfolios (f) observation, and (g) document study. The instrument analyses applied The Exploratory Factor Analyses and Cronbach Alpha, while the data analyses used a descriptive technique. The result of the re-search showed that the substantial components of teachers competence for inclusive schools for exceptional children/children with special educational needs included: teachers' competence, pedagogic competence, social com-petence, and professional competence. The research product in a form of a guiding book and instruments was seen as easy to use for assessing the competence of inclusive school teachers. Generally, the principals of the inclusive schools stated that the existence of the developed model would be able to assist the school in providing assess-ment instrument for assessing the competence of teachers of inclusive schools for exceptional children/children with special educational needs.Keywords: Substantial competence components, inclusive schools, exceptional children/children with educational needs