cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
hasansyahrizal311@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31106412     DOI : https://doi.org/10.61104/qd.v1i2
Core Subject : Religion, Education,
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam dengan e-ISSN 3110-6412 LINK Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka yang ditinjau oleh rekan sejawat dan mengikuti kebijakan single blind review. Artikel ilmiah Jurnal QAYID merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Teknologi Pendidikan Islam (TPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Kependidikan Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ilmu-ilmu Keislaman. Artikel ilmiah Jurnal QAYID dapat ditulis secara individu atau ditulis secara tim, baik yang berafiliasi dengan institusi di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa institusi. Para penulis dari universitas atau peneliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor dan reviewer jurnal yang kompeten di bidangnya. Artikel yang terpilih akan dipublikasikan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi ShareAlike 4.0 International License.
Articles 111 Documents
Rekonstruksi Filosofis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Era Kurikulum Merdeka Sitti Fatimah Az-zahra; Nurfuadi; Irfan Musonif
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1037

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menghadirkan paradigma pendidikan yang menekankan fleksibilitas, pembelajaran berdiferensiasi, dan pengalaman belajar yang bermakna. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), perubahan ini memunculkan kebutuhan untuk mengkaji kesesuaiannya dengan landasan filosofis pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika pengembangan kurikulum PAI dalam perspektif Kurikulum Merdeka melalui pendekatan filosofis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah, teori kurikulum, dan dokumen kebijakan terkait Kurikulum Merdeka serta pendidikan Islam. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan kategorisasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang dilanjutkan dengan interpretasi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI dalam Kurikulum Merdeka merefleksikan pergeseran dari pembelajaran berorientasi materi menuju pengembangan kompetensi, pembelajaran bermakna, dan pembentukan karakter. Secara ontologis, pembelajaran berdiferensiasi selaras dengan konsep fitrah yang mengakui keberagaman potensi peserta didik. Secara epistemologis, pendekatan konstruktivistik mendukung internalisasi nilai-nilai Islam melalui pengalaman belajar reflektif. Secara aksiologis, nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila memiliki korespondensi dengan tujuan pendidikan Islam dalam membentuk akhlak mulia dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menawarkan model kurikulum PAI integratif-transendental yang memadukan nilai-nilai Islam dengan prinsip pedagogis kontemporer
Sejarah Perkembangan Tafsir Klasik dan Modern: Kajian Transformasi Metode Penafsiran Al-Qur'an Ahmad Rifin; Elviani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1039

Abstract

Tafsir Al-Qur’an merupakan disiplin ilmu yang berperan penting dalam memahami kandungan dan pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an. Perkembangan tafsir berlangsung secara dinamis seiring dengan perubahan sosial, budaya, politik, dan intelektual umat Islam dari masa ke masa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah perkembangan tafsir Al-Qur’an pada masa klasik dan modern serta menganalisis transformasi metode penafsiran yang digunakan oleh para mufasir. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan dan analisis data dari buku, jurnal, serta berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa klasik, tafsir didominasi oleh metode tafsir bi al-ma’tsur yang berlandaskan Al-Qur’an, hadist, serta riwayat sahabat dan tabi’in. Sementara itu, pada masa modern terjadi perkembangan metodologi tafsir yang lebih kontekstual, rasional, dan tematik dengan memanfaatkan pendekatan historis, sosiologis, serta hermeneutika. Transformasi tersebut menunjukkan bahwa penafsiran Al-Qur’an terus berkembang untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam.
Tranformasi Pendidikan pada Masa Kolonial: Relasi Pendidikan Barat dan Pendidikan Pribumi Awal Abad Ke-20 Ade Hesti NF; Faisal Ibnu Ridlo; Natia Syafii Al Gibran Wijayani; Sutrimo Purnomo
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1045

Abstract

Kajian ini membahas transformasi dan dualisme sistem pendidikan di Hindia Belanda pada awal abad ke-20 sebagai dampak dari penerapan Politik Etis oleh pemerintah kolonial Belanda. Kebijakan tersebut membawa perubahan dalam bidang pendidikan, namun pada praktiknya melahirkan sistem pendidikan yang bersifat berbeda dan tidak setara antara golongan Eropa dan masyarakat pribumi. Pendidikan Barat diselenggarakan oleh pemerintah kolonial dengan orientasi mencetak tenaga administrasi yang terampil dan loyal terhadap kepentingan kolonial, sementara pendidikan pribumi berkembang melalui lembaga tradisional seperti pesantren yang menitikberatkan pada pendidikan agama dan pembentukan moral. Selain itu, muncul pula pendidikan priyayi yang diperuntukkan bagi kalangan bangsawan pribumi sebagai bagian dari strategi kolonial dalam mempertahankan struktur sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dualisme pendidikan kolonial serta menjelaskan karakteristik pendidikan Eropa, pendidikan priyayi, dan pendidikan santri pada awal abad ke-20. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan historis melalui studi kepustakaan dari berbagai sumber buku, jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan pada masa kolonial bersifat diskriminatif dan berlapis berdasarkan status sosial, ras, dan kepentingan politik pemerintah kolonial. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya ketimpangan akses pendidikan bagi masyarakat pribumi, sekaligus memperlihatkan adanya perbedaan tujuan, kurikulum, dan kesempatan pendidikan di setiap golongan masyarakat.
Tafsir Maudhu'i dalam Studi Al-Qur'an: Konsep, Metodologi, dan Relevansinya di Era Modern Muhammad Ikhwan; Elviani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1047

Abstract

Tafsir maudhu'i (tematik) muncul sebagai salah satu metode utama dalam penafsiran Al-Qur'an kontemporer, yang menawarkan cara membaca ayat-ayat yang tersebar mengenai satu tema sebagai satu kesatuan yang koheren dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep dasar, perkembangan historis, dan langkah-langkah metodologis tafsir maudhu'i, serta menilai relevansinya dalam menjawab persoalan sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis sepuluh artikel jurnal terakreditasi nasional yang seluruhnya diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir, ditunjang rujukan klasik dan kontemporer mengenai metodologi tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir maudhu'i dibangun atas prinsip bahwa Al-Qur'an dapat menjelaskan dirinya sendiri secara komprehensif melalui penghimpunan dan sintesis ayat-ayat bertema sama, dengan mengikuti langkah sistematis mulai dari penentuan tema hingga penarikan kesimpulan yang utuh. Perkembangan historisnya di Indonesia menunjukkan pergeseran dari kajian deskriptif menuju kajian yang lebih analitis dan responsif terhadap konteks sosial. Beberapa penelitian membuktikan penerapan praktis metode ini pada tema-tema kontemporer seperti ekologi dan korupsi, yang menegaskan kapasitasnya menjawab persoalan aktual. Namun demikian, tafsir maudhu'i juga menghadapi tantangan metodologis, termasuk risiko dekontekstualisasi ayat dari surat asalnya dan perdebatan berkelanjutan mengenai batas-batas epistemologisnya dibandingkan pendekatan hermeneutika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir maudhu'i tetap menjadi metode yang vital dan adaptif untuk menjembatani teks Al-Qur'an dengan kompleksitas kehidupan modern
Dinamika Knowldge hiding dalam Organisasi Islam: Analisis Literatur mengenai Faktor Pemicu dan Dampaknya terhadap Kapasitas Inovasi Tim Muhammad Muthi Hamidi; Zam zam Lukmanul Jamil
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1066

Abstract

Pengetahuan merupakan aset strategis yang memainkan peran penting dalam mendukung efektivitas organisasi dan mengembangkan inovasi. Namun, tidak semua individu bersedia berbagi pengetahuan mereka. Salah satu fenomena yang sering ditemui adalah penyembunyian pengetahuan, yaitu tindakan sengaja menahan, menyembunyikan, atau tidak memberikan informasi yang dibutuhkan oleh rekan kerja. Perilaku ini berpotensi menghambat kolaborasi dan mengurangi kemampuan organisasi untuk menghasilkan inovasi. Studi ini bertujuan untuk meneliti berbagai faktor yang mendasari munculnya penyembunyian pengetahuan dan implikasinya terhadap kapasitas inovasi tim dalam organisasi pendidikan Islam. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data diperoleh melalui peninjauan dan analisis berbagai artikel ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik yang dikombinasikan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyembunyian pengetahuan dipengaruhi oleh kombinasi faktor pribadi, hubungan interpersonal, dan kondisi organisasi. Tekanan kerja yang tinggi, tingkat kepercayaan yang rendah, budaya kompetitif, sistem penghargaan yang berorientasi pada individu, dan struktur organisasi yang kaku merupakan faktor dominan yang mendorong perilaku ini. Selain itu, penyembunyian pengetahuan menyebabkan penurunan pertukaran pengetahuan, berkurangnya kreativitas tim, melemahnya kolaborasi, dan terbatasnya kemampuan inovasi organisasi. Oleh karena itu, penguatan budaya kolaboratif, kepemimpinan partisipatif, dan sistem manajemen pengetahuan terintegrasi diperlukan untuk mendukung lingkungan organisasi yang lebih inovatif.
Tafsir Ayat Sosial Dalam Al-Qur’an Kajian Tentang Nilai-Nilai Sosial Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Ririn; Afriani; Elviani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1085

Abstract

Al-Qur'an berfungsi sebagai pedoman hidup yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah serta hubungan antar sesama manusia. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, Al-Qur'an memuat ayat-ayat yang mengajarkan nilai-nilai sosial seperti keadilan, persaudaraan, tolong-menolong, dan toleransi. Nilai-nilai ini sangat penting dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan mengkaji ayat-ayat sosial dalam Al-Qur'an serta memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir maudhu’i (tematik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat sosial dalam Al-Qur'an menekankan pentingnya menegakkan keadilan, memperkokoh persaudaraan, membangun kerja sama dalam kebaikan, dan menghargai keberagaman. Menurut penulis, nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk mengatasi berbagai persoalan sosial di era modern, baik dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital.
Pola Asuh Pendidik dalam Membentuk Karakter di Panti Asuhan Desa SOS Lapang Aceh Barat Vidya Murni; Herin Santiara; Zahara Azizah; Zara Febri Lestari; Sopar; Tri Quari Handayani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1108

Abstract

Tidak semua anak dapat tumbuh dalam lingkungan keluarga utuh, sebagian anak mengalami kehilangan pengasuhan orang tua akibat berbagai faktor, seperti kemiskinan, penceraian, maupun kondisi sosial lainnya. Sehingga lembaga seperti SOS Children’s Villages hadir sebagai alternatif yang memberikan perlindungan, pendidikan, dan pengasuhan bagi anak-anak yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan ibu asuh dalam membentuk karakter anak di SOS Children's Villages Desa Lapang, Aceh Barat. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap ibu asuh di panti asuhan. Analisis data dilakukan melalui redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori Gaya Pengasuhan Diana Baumrind. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan termasuk dalam kategori pola asuh demokratis (authoritative), ditandai dengan keseimbangan antara aturan yang terstruktur dan kebebasan bertanggung jawab bagi anak. Kemandirian anak dibentuk melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuci pakaian sendiri dan membiasakan anak belajar menyelesaikan kebutuhan pribadi. Anak-anak diberikan kebebasan memilih jalur pendidikan serta mendapat dukungan pengembangan minat dan bakat. Ibu asuh berperan aktif medampingi, membimbing, dan menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Selain itu, anak-anak memiliki jadwal kegiatan teratur yang mendukung pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab. Pola asuh demokratis ini terbukti efektif membentuk karakter anak menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.
Fenomena Over-Estimate Pendapatan dan Rendahnya Serapan Anggaran sebagai Akar Persistensi SiLPA di Kota Cilegon Lulu Tri Sabila; Az-Zahra Naiyacinta; Muhamad Rizky Rizaldi
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1130

Abstract

Persistensi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) menjadi salah satu indikator belum optimalnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Fenomena ini masih terjadi di Kota Cilegon meskipun nominal SiLPA menunjukkan tren penurunan, dari Rp 479,50 miliar pada tahun anggaran 2021 menjadi sekitar Rp80 miliar pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana over-estimate pendapatan dan rendahnya serapan anggaran secara simultan membentuk persistensi SiLPA di Kota Cilegon dengan menggunakan teori penganggaran publik Aaron Wildavsky sebagai kerangka analisis utama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review. Data diperoleh dari artikel ilmiah, regulasi, dokumen APBD, laporan realisasi anggaran, serta pemberitaan media yang relevan, dengan mengutamakan jurnal nasional terakreditasi dan publikasi lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi temuan, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Teori Wildavsky dioperasionalkan melalui empat dimensi: (1) inkrementalisme, yaitu penyusunan anggaran Kota Cilegon yang mereplikasi pola tahun sebelumnya tanpa koreksi struktural; (2) peran anggaran, yakni ketegangan antara OPD sebagai spender dan TAPD/BPKPAD sebagai guardian yang menghasilkan inkonsistensi proyeksi pendapatan dan realisasi belanja; (3) kalkulasi dan simplifikasi, berupa penetapan target pendapatan berbasis asumsi tanpa dokumen kerja yang memadai sehingga menghasilkan selisih tahunan antara proyeksi dan realisasi fiskal; serta (4) anggaran sebagai proses politik, yang tercermin dari perbedaan interpretasi SiLPA antara eksekutif dan legislatif Kota Cilegon. Keempat dimensi ini saling memperkuat sehingga membentuk siklus disfungsional yang menyebabkan SiLPA terus berulang setiap tahun. Penelitian ini merekomendasikan penguatan perencanaan berbasis data, penegasan peran kelembagaan dalam proses penganggaran, serta peningkatan kapasitas aparatur guna memutus siklus persistensi SiLPA di Kota Cilegon.
Perencanaan Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Tinggi Dessy Wahyuni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1142

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Perkembangan teknologi informasi mendorong perguruan tinggi untuk untuk mengelola operasionalnya lebih efektif, efisien, dan akuntabel melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi. Namun, implementasi SIM di perguruan tinggi Indonesia masih sering menghadapi kegagalan akibat lemahnya proses perencanaan dan perancangan sistem sebelum tahap implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, metodologi, dan faktor-faktor kunci dalam perancanaan dan perancangan SIM pada manajemen pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustakan (library research), melalui analisis konten dan sintesis naratif terhadap berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa SIM pendidikan tinggi yang komprehensif terdiri atas beberapa subsistem terintegrasi, meliputi sistem informasi akademik, keuangan, sumber daya manusia, penelitian dan pengabdian masyarakat, perpustakaan, asset, serta dashboard eksekutif. Perencanaan strategis SIM yang selaras dengan visi, misi, dan tujuan institusi (IT-Business Alignment) merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan implementasi. Terdapat tiga pendekatan metodologi perancnagan yang umum digunakan, yaitu System Development Life Cycle (SDLC), pedekatan agile/iterative, dan Enterprise Architecture (EA), yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan sesuai karakteristik institusi. Selain aspek teknis, tata Kelola TI (misalnya melalui kerangka COBIT5), analisis kebutuhan yang komprehensif, serta keterlibatan pemangku kepentingan juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implemetasi SIM tidak hanya ditentukan oleh faktor teknologi, tetapi juga oleh faktor manusia, organisasional, dan komitmen pimpinan institusi
Model-Model Pengembangan Kurikulum dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Islam Halimatus Sa’diyah; Inarotul Chasanah; Nanang Budianto
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1145

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Perkembangan teknologi informasi mendorong perguruan tinggi untuk untuk mengelola operasionalnya lebih efektif, efisien, dan akuntabel melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi. Namun, implementasi SIM di perguruan tinggi Indonesia masih sering menghadapi kegagalan akibat lemahnya proses perencanaan dan perancangan sistem sebelum tahap implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, metodologi, dan faktor-faktor kunci dalam perancanaan dan perancangan SIM pada manajemen pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustakan (library research), melalui analisis konten dan sintesis naratif terhadap berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa SIM pendidikan tinggi yang komprehensif terdiri atas beberapa subsistem terintegrasi, meliputi sistem informasi akademik, keuangan, sumber daya manusia, penelitian dan pengabdian masyarakat, perpustakaan, asset, serta dashboard eksekutif. Perencanaan strategis SIM yang selaras dengan visi, misi, dan tujuan institusi (IT-Business Alignment) merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan implementasi. Terdapat tiga pendekatan metodologi perancnagan yang umum digunakan, yaitu System Development Life Cycle (SDLC), pedekatan agile/iterative, dan Enterprise Architecture (EA), yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan sesuai karakteristik institusi. Selain aspek teknis, tata Kelola TI (misalnya melalui kerangka COBIT5), analisis kebutuhan yang komprehensif, serta keterlibatan pemangku kepentingan juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implemetasi SIM tidak hanya ditentukan oleh faktor teknologi, tetapi juga oleh faktor manusia, organisasional, dan komitmen pimpinan institusi.

Page 11 of 12 | Total Record : 111