cover
Contact Name
Sanusi
Contact Email
jurnal@staip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sn.kariem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Siliwangi No. 95 Pelabuhanratu Sukabumi
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Published by STAI Pelabuhan Ratu
ISSN : -     EISSN : 30466954     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
"Al-Banin: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini" adalah Jurnal akademik yang fokus pada isu-isu pendidikan Islam bagi anak-anak usia dini. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi para peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan Islam untuk berbagi pemahaman, penelitian, dan pengalaman terkait pendidikan Islam anak usia dini baik secara teoritis maupun praksis. Fokus penelitian diarahkan pada peneraapn metode pengajaran, kurikulum, perkembangan anak, pengasuhan, pemahaman agama, dan berbagai aspek lainnya yang berkaitan langsung dengan pendidikan Islam anak usia dini. "Al-Banin" adalah istilah dalam bahasa Arab yang berarti "anak-anak" atau "keturunan." Dalam konteks jurnal "Al-Banin: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini." istilah ini mengacu pada pendidikan Islam untuk anak-anak usia dini, yang merupakan topik utama kajian dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
Implementasi Pembiasaan Praktek Shalat Dhuha dalam meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Dini Aden Yusup
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2026): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/banin.311712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam implementasi pembiasaan salat Dhuha terhadap peningkatan kedisiplinan anak usia dini di PAUD Cempaka Mekar Kecamatan Cikakak, Sukabumi. Kedisiplinan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai landasan pembentukan regulasi diri, tanggung jawab, serta kemampuan berperilaku sesuai norma dan aturan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi 17 anak usia 5–6 tahun kelompok B yang terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan salat Dhuha. Fokus observasi diarahkan pada lima indikator kedisiplinan anak, yaitu ketepatan waktu hadir, antusiasme mengikuti ibadah, ketepatan dalam melakukan gerakan salat, ketenangan serta fokus saat beribadah, dan keteraturan dalam wudu serta merapikan tempat ibadah. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator kedisiplinan selama empat minggu pelaksanaan program. Pembiasaan salat Dhuha yang dilakukan secara terstruktur, konsisten, dan dalam suasana religius terbukti efektif dalam membentuk perilaku disiplin anak. Selain itu, keterlibatan guru sebagai figur teladan dan dukungan orang tua melalui penguatan di rumah turut berperan dalam mengoptimalkan proses internalisasi nilai kedisiplinan.  Dengan demikian, pembiasaan salat Dhuha dapat diimplementasikan sebagai strategi pedagogis yang tidak hanya memperkuat dimensi spiritual, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan karakter anak secara holistik dalam konteks pendidikan anak usia dini.
Strategi Pengembangan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini melalui Kegiatan Senam di RA Perwanida 4 Palembang Sumatera Selatan Irja Putra Pratama; Zulhijra; Ade Akhmad Saputra
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2025): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinesthetic intelligence is one of the components in Howard Gardner's Multiple Intelligences theory, which refers to an individual's ability to control body movements and optimise motor skills efficiently and in a coordinated manner. During early childhood, stimulation of this aspect is very important through fun, structured physical activities that are appropriate for the child's stage of development. This study aims to thoroughly examine strategies for developing kinesthetic intelligence in children aged 4–5 years through the implementation of gymnastics activities at RA Perwanida 4 Palembang, South Sumatra. A descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation was used in this study. The results of the study indicate that regular gymnastics activities have a positive impact on the development of children's motor skills, including movement coordination, balance, flexibility, and self-confidence in expressing themselves through movement. Teachers play an important role as active facilitators who not only teach movements but also create a safe and enjoyable learning environment and provide children with motivation and positive reinforcement. Gymnastics activities are also integrated into thematic learning plans so that they become part of contextual and meaningful learning. This finding confirms that movement-based learning can be an effective pedagogical strategy to support the holistic development of kinesthetic intelligence. Therefore, ongoing support is needed to ensure that physical activities such as gymnastics become an integrated practice in early childhood education in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum.
Penguatan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Ritual Keagamaan Fitra Nur Rahma Kamila; Rahmah As-Sa’idah
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2025): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan karakter disiplin dan tanggung jawab pada anak usia dini melalui pembiasaan ritual keagamaan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di TK Baitul Hikmah Yogyakarta, melibatkan 20 anak usia 4-6 tahun, guru, dan orang tua sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama tiga bulan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami proses pembentukan karakter melalui aktivitas ritual keagamaan seperti sholat berjamaah, dzikir, dan kegiatan keagamaan rutin lainnya yang diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari. Analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan ritual keagamaan mampu meningkatkan disiplin anak melalui rutinitas yang terstruktur, seperti waktu pelaksanaan sholat dan ketaatan terhadap aturan kegiatan. Selain itu, tanggung jawab anak terbentuk melalui pelibatan dalam tugas-tugas sederhana, seperti mempersiapkan alat sholat atau menjaga kebersihan lingkungan setelah kegiatan. Interaksi antara guru, anak, dan orang tua juga berperan penting dalam memperkuat nilai-nilai karakter tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan ritual keagamaan dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab sejak dini, dengan catatan adanya konsistensi pelaksanaan dan dukungan lingkungan yang kondusif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi nilai keagamaan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini untuk mendukung pembentukan karakter yang holistik.
Musik sebagai Sarana Edukatif dalam Pembentukan Nilai Karakter pada Anak di Taman Kanak-kanak Mawarni Mawarni; Dyah Ageng Pramesty Koenarso
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2025): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel bertujuan untuk memahami proses pembentukan nilai karakter pada anak usia dini melalui kegiatan musik di Taman Kanak-Kanak, dengan fokus pada pengembangan karakter religius, disiplin, mandiri, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan peneliti, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan musik bukan hanya untuk mengasah keterampilan bermusik anak, tetapi sebagai media pembentukan karakter melalui lagu-lagu mendidik dan islami yang sesuai dengan materi pembelajaran. Proses pembelajaran yang menyenangkan melalui bernyanyi dan bermain alat musik dapat meningkatkan keberanian, kemandirian, dan rasa percaya diri anak, serta mendorong kreativitas dan penghargaan terhadap sesama. Faktor yang mendukung pembentukan karakter melalui kegiatan musik meliputi peran guru sebagai demonstran dan ketersediaan instrumen musik, sedangkan faktor penghambatnya termasuk ketidakhadiran guru dan keterbatasan waktu.
Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pembelajaran Tematik untuk Membangun Karakter Anak Usia Dini M Renaldy Fadillah; Ahmad Solihin
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2025): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini, terutama melalui pendekatan pembelajaran yang relevan dengan nilai-nilai budaya dan agama. Penelitian ini berfokus pada isu rendahnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran tematik di PAUD, yang berpotensi melemahkan pembentukan karakter anak yang berlandaskan akhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam diintegrasikan dalam pembelajaran tematik di PAUD A Palabuhanratu, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter anak usia dini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru dan orang tua, serta analisis dokumen kurikulum. Pendekatan tematik dipilih karena fleksibilitasnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, sopan santun, dan tanggung jawab, melalui cerita, lagu, dan kegiatan bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD A telah mengintegrasikan nilai-nilai Islam melalui tema-tema seperti "Aku Cinta Allah" dan "Nabi Teladanku," yang diterapkan dalam kegiatan sehari-hari seperti sholat berjamaah, hafalan doa, dan permainan edukatif berbasis akhlak. Integrasi ini terbukti meningkatkan pemahaman anak tentang nilai-nilai Islam dan mendorong perilaku positif, seperti saling berbagi dan menghormati orang lain. Namun, tantangan seperti kurangnya pelatihan guru dalam merancang pembelajaran tematik Islami masih perlu diatasi. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan penguatan keterlibatan orang tua untuk mendukung keberlanjutan pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
Dari Guntingan Menjadi Keterampilan: Efektivitas Media Gunting dan Lem untuk meningkatkan Motorik Halus Anak PAUD Desi Arisandi; Yani Suryani; Nani Widianingsih K.
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2026): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/banin.311774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas menggunting dan menempel pada anak usia 4-5 tahun dapat meningkatkan kemampuan motorik anak di PAUD KB AL-ZAITUN. Latar belakang penelitian didasarkan pada kurangnya keterampilan motorik halus dalam aktivitas menggunting dan menempel , kurang nya koordinasi mata dan tangan, kesulitan memegang gunting dengan benar dan ketidak mampuan menempel secara rapih.Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 14 anak kelompok A di PAUD KB AL-ZAITUN Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gunting dan lem dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran dan peningkatan keterampilan motorik halus anak usia dini dalam peningkatan pada aspek koordinasi mata dan tangan, fokus dan kesabaran. Pada pra tindakan anak yang Belum Berkembang (BB) 6 siswa dengan presentasi 42.85%, anak yang Mulai Berkembang (MB) 8 siswa dengan presentasi 57.15 %. Pada Siklus I anak yang Belum Berkembang (BB) 1 siswa dengan presentasi 7.14 % sedangkan anak yang Mulai Berkembang (MB) 13 siswa presentasi 92.86%. Pada Siklus II anak yang Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 2 siswa presentase 14.28% sedangkan Berkembang Sangat Baik (BSB) 12 siswa presentase 85.72 %. Media gunting dan lem terbukti mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak di paud kb al-zaitun. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan gunting dan lem dalam pembelajaran karena sangat efektif dalam keterampilan motorik halus anak.
Pendidikan Anak dalam Perspektif Hadis Tarbawi Imam Buchori; Herri Azhari
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2026): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/banin.311935

Abstract

Pendidikan anak merupakan aspek fundamental dalam ajaran Islam karena anak dipandang sebagai amanah yang harus dibina sejak usia dini agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya. Hadis Nabi Muhammad saw. sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an mengandung banyak petunjuk pendidikan (hadis tarbawi) yang relevan dengan pembentukan karakter dan kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan anak dalam perspektif hadis tarbawi serta relevansinya dengan pendidikan anak usia dini pada masa kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari hadis-hadis Nabi Muhammad saw. yang berkaitan dengan pendidikan anak, kitab hadis mu‘tabarah, buku pendidikan Islam, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan tematik hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tarbawi memuat prinsip-prinsip pendidikan anak yang komprehensif, meliputi pendidikan akidah, akhlak, ibadah, serta pengembangan aspek sosial dan emosional anak. Pendidikan anak dalam hadis tarbawi menekankan peran sentral orang tua sebagai pendidik utama, pentingnya keteladanan, pembiasaan nilai-nilai kebaikan, serta penggunaan metode pendidikan yang humanis dan penuh kasih sayang tanpa kekerasan. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan anak dalam hadis tarbawi memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip pendidikan anak usia dini modern, khususnya dalam membangun karakter dan moral anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian hadis tarbawi serta menjadi rujukan praktis bagi pendidik dan orang tua dalam menerapkan pendidikan anak berbasis nilai-nilai Islam.  
Permainan Puzzle: Media Edukatif untuk mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Andepi Daryana; Tuti Sulastri; Devi Sulaeman
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2026): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun melalui penggunaan media puzzle di PAUD Bunga Mawar. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kemampuan anak dalam mengenal angka, huruf, bentuk, serta keterampilan berpikir logis dan pemecahan masalah. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin dengan dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak kelompok B. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: pada kondisi awal hanya 30% anak yang berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), meningkat menjadi 96% pada akhir siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa puzzle efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, mengenali pola, serta menyelesaikan masalah. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan proses pembelajaran berbasis puzzle yang dikaitkan langsung dengan teori perkembangan kognitif tahap pra-operasional menurut Piaget. Puzzle terbukti tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menciptakan pembelajaran bermakna yang dapat diadaptasi oleh guru PAUD
Dampak Program Parenting terhadap Nutrisi dan Kesehatan Anak Nia Soniati
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2026): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/banin.311974

Abstract

Pengetahuan orang tua memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan nutrisi anak usia dini. Namun, dalam praktik pengasuhan, masih ditemukan berbagai keterbatasan pemahaman orang tua terkait konsep kesehatan dan gizi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara mendalam pengetahuan orang tua tentang kesehatan dan nutrisi anak melalui pendekatan kualitatif fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di satuan PAUD Kabupaten Sukabumi dengan melibatkan sepuluh orang tua sebagai partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 melalui wawancara terstruktur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua tentang nutrisi anak masih berorientasi pada pemenuhan rasa kenyang, sementara kesehatan anak dipersepsikan sebagai kondisi tidak sakit. Program parenting di PAUD menjadi sumber pengetahuan utama yang dipercaya orang tua, meskipun implementasinya belum optimal dan berkelanjutan. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik pengasuhan yang dipengaruhi oleh faktor waktu, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaharuan dengan menempatkan pengetahuan orang tua sebagai fondasi utama dalam upaya peningkatan kesehatan dan nutrisi anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program parenting yang holistik, kontekstual, dan terintegrasi dengan layanan pendidikan serta kesehatan.  

Page 3 of 3 | Total Record : 29