cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal@ibi.ac.id
Phone
+6287725846534
Journal Mail Official
jurnal.dirasah@ibi.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Hasyim Ashari kav dpr 236 gg. ambon. Kec. Pinang Kota Tangerang Post Code: 15145
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Dirasah : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
ISSN : 25987488     EISSN : 2686598X     DOI : https://doi.org/10.51476/jurdir
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Binamadani Indonesia. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel dari hasil penelitian lapangan dan kajian pustaka seputar pendidikan dasar, perkembangan anak usia sekolah dasar, dan isu-isu terkini mengenai pendidikan dasar. Bidang kajian jurnal ini mencakup: 1. Manajemen dan kurikulum pendidikan MI/SD 2. Model Pembelajaran di MI/SD 3. Media dan alat peraga pembelajaran di MI/SD 4. Evaluasi pembelajaran di MI/SD 5. Inovasi Pembelajaran MI/SD 6. Kompetensi dan profesionalisme guru MI/SD, dan lainnya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 137 Documents
Hubungan, Dengan HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR AFEKTIF PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK Alifa Lathifah; Yayan Carlian; Muhammad Sofyan
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/g8eghe32

Abstract

Maraknya fenomena kenakalan yang terjadi pada siswa SD/MI menunjukkan hasil belajar afektif siswa yang belum terealisasi dengan baik, terutama pada mata pelajaran Akidah Akhlak, padahal tujuan utama dari mata pelajaran Akidah Akhlak adalah untuk membentuk karakter dan sikap siswa. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan hasil belajar afektif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 71 siswa kelas IV MI Ad-Dimyati Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini memperoleh nilai signifikansi yaitu sebesar 0,008, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan hasil belajar afektif siswa. Adapun nilai koefisien korelasi yang diperoleh yaitu sebesar 0,342 yang menunjukkan bahwa kekuatan hubungannya berada pada kategori rendah dengan arah hubungan yang positif, yang artinya semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang diterima siswa maka semakin tinggi pula hasil belajar afektif yang siswa capai. Dengan demikian, dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar afektif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak.
Model ANALISIS KOMPARATIF MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM DI MADRASAH IBTIDAIYAH: SEBUAH KAJIAN LITERATUR Dewi Rismawati; Fatimatul Baroroh Baroroh
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/5mf4h626

Abstract

The curriculum plays a key role in the education system, serving as the main guideline for planning, implementing, and assessing the learning process. Advances in science and technology, as well as changing social needs, require the development of a flexible and continuously updated curriculum. This study aims to examine various curriculum development models and identify their characteristics, strengths, and weaknesses in responding to current educational demands. This study applies a qualitative approach through a literature review method by analyzing various relevant academic sources, such as journal articles, books, and scientific proceedings. The findings show that each curriculum development model has a different orientation and focus. The administrative model emphasizes policy uniformity, the grassroots model prioritizes teacher involvement and local context, the demonstration model serves as a tool for testing innovations, while the Tyler model focuses on achieving measurable learning objectives and the Taba model emphasizes student needs. The Olivia model complements these approaches through a systemic and reflective perspective. The conclusion of this study shows that there is no single curriculum development model that is superior in all situations, so a deep understanding and application of context-appropriate models is needed to improve the quality of education in a sustainable manner.
ANALISIS PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 6 METRO UTARA Alfian Deni Iskandar; Zelina Affriani; Maulinda Putri Prasojo; Muhammad Kaulan Karima
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/ar1thc11

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital telah menjadi indicator penting dalam transformasi pengelolaan pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan teknologi digital dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan supervise pembelajaran di UPTD SDN 1 Metro Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Kemudian dilanjutkan dengan observasi kelas dan anaisis dokumen kurikulum yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital. Data dianalisi menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital dimanfaatkan melalui penggunaan laptop, proyektor, Interactive Flat Panel (IFP), WhatsApp, Canva, dan aplikasi penilaian digital. Pemanfaatan teknologi digital meningkatkan efektivitas administrasi pembelajaran, mempermudah komunikasi, memperkaya media pembelajaran, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan koneksi internet, perbedaan tingkat kompetensi digital yang dimiliki guru, dan ketersediaan perangkat. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa model intergrasi teknologi digital yang dianalisissecara komprehensif pada empat fungsi manajemen pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan supervise dalam konteks sekolah dasar. Kata Kunci: manajemen pembelajaran, sekolah dasar, teknologi digital
ANALISIS DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS MODUL AJAR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDIT AL ANIS Alya Nur Fadilah; Ummu Salamah; Lina Ulfa Mayassaroh
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/n2dfys64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain pembelajaran berbasis modul ajar dalam penerapan Kurikulum Merdeka di SDIT Al Anis Kartasura. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Analisis data employ model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar telah disusun sesuai prinsip Kurikulum Merdeka yang memuat tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, asesmen, media pembelajaran, dan integrasi Profil Pelajar Pancasila. Strategi pembelajaran berorientasi pada peserta didik melalui metode aktif seperti diskusi, kerja kelompok, dan pembelajaran kontekstual. Asesmen mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui evaluasi formatif dan sumatif. Namun, implementasi menghadapi kendala keterbatasan waktu penyusunan modul ajar, perbedaan kemampuan peserta didik, keterbatasan sarana pembelajaran, serta pemahaman guru yang beragam terhadap metode pembelajaran baru. Peneliti menyarankan penguatan kompetensi guru, pengembangan pembelajaran berdiferensiasi, dan optimalisasi sarana pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI MEDIA WAYGROUND DI KELAS II SEKOLAH DASAR Muhammad Angka Pratama; Mutmainnah; Kartika Meilani
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/rvdcby84

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar dan minimnya fokus peserta didik Kelas II pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) akibat dominasi metode pembelajaran konvensional yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan hasil belajar PAI melalui penerapan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi Wayground. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 15 peserta didik Kelas II di SDN 55/1 Sridadi pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis objektif dan observasi, dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar kognitif peserta didik. Pada tahap Pra-Siklus, nilai rata-rata kelas hanya mencapai 58,00 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 6,67%. Setelah diterapkannya intervensi media Wayground yang memuat mekanisme kuis dalam video (embedded interactive video), hasil evaluasi pada akhir siklus mengalami lonjakan dengan nilai rata-rata kelas mencapai 83,33 dan persentase ketuntasan klasikal menyentuh angka 80%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media interaktif Wayground terbukti efektif bertindak sebagai instrumen pemusat fokus ulang (refocusing tool) yang mampu mendongkrak antusiasme dan hasil belajar PAI pada siswa kelas rendah secara signifikan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL : INTEGRASI INTUISI, RASIONALITAS, DAN TEKNOLOGI Riska riska novi; Ilham Wahyu Saputra
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/bvxeax63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pengambilan keputusan intuisi kepala sekolah dasar di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan systematic literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan kepala sekolah tidak hanya bergantung pada pendekatan rasional berbasis data, tetapi juga dipengaruhi oleh intuisi yang terbentuk melalui pengalaman, pengetahuan implisit, dan kecerdasan emosional. Selain itu, digitalisasi pendidikan melalui pemanfaatan sistem informasi manajemen dan data berbasis teknologi turut mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan berbasis bukti. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di era digital memerlukan keseimbangan antara intuisi, rasionalitas, dan pemanfaatan teknologi agar bisa  menghasilkan keputusan yang tepat, humanis, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
RUBRIK PENILAIAN AUTENTIK PAI BERBASIS CAPAIANPEMBELAJARAN DI SMPN 7 PEUSANGAN BIREUN Fitria Agus Rianti Abdul Rahim; Nia Wardhani; Rita Riannur Rianur; Islahul Umam Funna Umam; Nurhayati Nurhayati
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/npyfra79

Abstract

Penilaian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memerlukan instrumen yang objektif, terukur, dan konsisten. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa guru PAI di SMP Negeri 5 Juli belum memiliki rubrik penilaian yang komprehensif dan terstandar sesuai Kurikulum Merdeka, sehingga penilaian yang dilakukan masih cenderung subjektif, tidak konsisten antarguru, dan belum mampu mengukur capaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengertian rubrik penilaian, manfaat, dan jenis-jenisnya, serta mengembangkan rubrik penilaian aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada pembelajaran PAI yang kontekstual bagi SMP Negeri 5 Juli. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan fokus analisis konseptual terhadap literatur rubrik penilaian dan dokumen kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rubrik penilaian merupakan instrumen yang memuat kriteria beserta deskriptor tingkat capaian kinerja peserta didik secara terstruktur dan terukur, yang bermanfaat untuk menjamin objektivitas dan konsistensi penilaian bagi guru sekaligus memberikan kejelasan standar kinerja bagi peserta didik. Rubrik penilaian terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu rubrik holistik yang memberikan satu skor tunggal secara menyeluruh dan rubrik analitik yang menilai setiap kriteria secara terpisah. Rubrik analitik dinilai lebih sesuai untuk pembelajaran PAI karena mampu memberikan umpan balik yang spesifik pada setiap aspek kompetensi. Rubrik penilaian yang dikembangkan mencakup indikator ketaatan ibadah, kejujuran, disiplin, toleransi, dan tanggung jawab pada aspek sikap; ketepatan konsep, kedalaman pemahaman, kelengkapan jawaban, dan kemampuan menyimpulkan pada aspek pengetahuan; serta ketepatan praktik ibadah, kelancaran membaca Al-Qur'an, keaktifan, dan kemampuan presentasi pada aspek keterampilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyusunan rubrik penilaian yang sistematis dan berbasis capaian pembelajaran berpotensi meningkatkan kualitas, objektivitas, dan akuntabilitas penilaian PAI sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka, meskipun penerapannya masih memerlukan tahap validasi ahli dan uji coba lapangan lebih lanjut. Kata Kunci: Asesmen Autentik, Kurikulum Merdeka, Pembelajaran PAI, Pengembangan Rubrik, Rubrik Penilaian