cover
Contact Name
Edwin Nurdiansyah
Contact Email
edwin@unsri.ac.id
Phone
+6285268434738
Journal Mail Official
jbti@unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32 Indralaya, Kab. Ogan Ilir.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : https://doi.org/10.36706/jbti.v11i02.4
The scope of the study in this journal are: Approaches, Strategies, Models and Evaluation of Pancasila & Citizenship Education Media and Learning Resources for Pancasila & Citizenship Education Pancasila & Citizenship Education Policy and Curriculum Value/Moral/Character Education Social and Political Education Legal Education (National and International)
Articles 99 Documents
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER MANDIRI ANAK SUKU BAJO DI DESA LALUIN HALMAHERA SELATAN Udi Murad; Wahyudin Noe; Camellia; Dyla Fajhriani N
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.113

Abstract

Suku Bajo dikenal sebagai suku yang erat dengan kehidupan laut. Pola interaksi suku ini terpusat di laut dan laut sebagai sumber kehidupan mereka. Sejak kecil, anak-anak suku ini diajarkan mengenai tehnik berenang, menyelam, serta memancing sehingga memiliki keterampilan mencari kehidupan dari hasil laut. Namun di sisi lain, tingkat kemandirian anak dalam hal menuntut ilmu masih rendah karena kurangnya dorongan dan motivasi orang tua terhadap pendidikan anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kondisi demikian sebagaimana terjadi di masyarakat desa Laluin kecamatan Kayoa Selatan kabupaten Halmahera Selatan. Hal tersebut disebabkan pola asuh orang tua yang belum optimal dalam mengembangkan karakter mandiri anak terlebih pada pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai pola asuh orang tua Suku Bajo dalam membentuk karakter mandiri anak di desa Laluin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasilnya menggambarkan bahwa: 1) pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak suku Bajo di desa Laluin dilakukan dalam pola asuh otoriter, permisif, ataupun demokratis; 2) faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua dalam membentuk karakter mandiri anak suku Bajo di desa Laluin, diantaranya: a) tingkat pendidikan orang tua, dan b) status ekonomi dan pekerjaan orang tua.   The Bajo tribe is known as a tribe that is close to marine life. This tribe's interaction pattern is centered on the sea and the ocean as their source of life. Since childhood, the children of this tribe are taught swimming, diving and fishing techniques so that they have the skills to earn a living from sea products. However, on the other hand, the level of independence of children in terms of studying is still low due to a lack of parental encouragement and motivation for their children's education to continue their education to a higher level. This condition occurs in the community of Laluin village, South Kayoa subdistrict, South Halmahera district. This is due to parents' parenting patterns which are not yet optimal in developing children's independent character, especially in formal education. This research aims to obtain descriptive information regarding the parenting patterns of Bajo parents in forming the independent character of children in Laluin village. This research is qualitative research with a case study method. The results illustrate that: 1) parents' parenting patterns in shaping the character of Bajo children in Laluin village are carried out in authoritarian, permissive or democratic parenting patterns; 2) factors that influence parents' parenting patterns in shaping the independent character of Bajo children in Laluin village, including: a) parents' education level, and b) parents' economic and employment status.
PENGUATAN KARAKTER PEDULI SOSIAL MELALUI KEGIATAN JUMAT BERAMAL SMAN 4 SUNGAI KAKAP Hana Mauludea; Nurhadianto
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.114

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah upaya penguatan membentuk karakter peduli sosial pada remaja adalah melalui kegiatan jumat beramal di sekolah. Studi ini menggambarkan dan menganalisis peran kegiatan Jumat Beramal dalam menguatkan karakter peduli sosial siswa di SMAN 4 Sungai Kakap. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Jumat Beramal memberikan manfaat konkret bagi masyarakat penerima bantuan dan menghasilkan peningkatan signifikan dalam sikap dan nilai-nilai siswa, seperti empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Integrasi kegiatan Jumat Beramal ke dalam kurikulum sekolah penting untuk membentuk karakter siswa dan membawa dampak positif jangka panjang pada kesejahteraan sosial. Keberhasilan kegiatan Jumat Beramal di SMAN 4 Sungai Kakap memberikan contoh inspiratif bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi program serupa, yang akan membangun budaya kepedulian sosial yang lebih luas di kalangan generasi muda. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan Jumat Beramal memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan sosial secara keseluruhan.   The purpose of this research is an effort to strengthen the formation of social care character in adolescents through charity Friday activities at school. This study describes and analyzes the role of Friday Charity activities in strengthening the character of social care of students at SMAN 4 Sungai Kakap. This study depicts and analyzes the role of Jumat Beramal activities in strengthening the social care character of students at SMAN 4 Sungai Kakap. The research method employs a qualitative approach with a case study, involving participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The research findings indicate that Jumat Beramal activities provide concrete benefits to the recipient community and result in a significant improvement in students' attitudes and values, such as empathy, concern, and social responsibility. Integrating Jumat Beramal activities into the school curriculum is essential for shaping students' character and bringing long-term positive impacts on social welfare. The success of Jumat Beramal activities at SMAN 4 Sungai Kakap sets an inspirational example for other schools to adopt similar programs, which will foster a broader culture of social care among the younger generation. Thus, the conclusion of this research is that Jumat Beramal activities have great potential to shape a caring and responsible younger generation towards overall social welfare.
PERUBAHAN SOSIAL MAHASISWA SETELAH MELAKUKAN URBANISASI KE KOTA PALEMBANG Ratih Ayu Sasbilah; Della Valentin; Abizar Agusti; Sri Artati Waluyati; Camellia
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses transisi yang dialami mahasiswa dari perdesaan di Sumatera Selatan pindah ke kota Palembang. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara menyebarkan angket, setelah semua data yang diperlukan telah terkumpul lalu di analisa menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan selama penelitian dapat disimpulkan ketika mahasiswa berasal dari desa yang pindah ke kota banyak mengalami perubahan sikap dan perilaku, hal ini dapat terjadi karena dominan mahasiswa merasa adanya perbedaan kondisi kehidupan di desa dan di kota Palembang.   This research aims to find out how the transition process experienced by students from rural areas in South Sumatra moves to the city of Palembang. The data collection technique used is by distributing questionnaires, after all the necessary data has been collected it is then analyzed using quantitative descriptive methods. Based on the data that has been collected during the research, it can be concluded that when students from villages who move to cities experience many changes in attitudes and behavior, this can happen because the majority of students feel that there are differences in living conditions in the village and in the city of Palembang.
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PPKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL Mirza Hardian; Annisya Rismi; Rike Erlande; Ryan Taufika; Ahmad Fauzan; Juri; Apriya Maharani R
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.117

Abstract

Partisipasi siswa dalam proses belajar adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Partisipasi siswa dalam pembelajaran PPKn sangat dipengaruhi oleh desain pembelajaran yang direncanakan oleh guru. Penggunaan model pembelajaran yang konvensional secara berkesinambungan tanpa variasi akan berdampak pada aktifitas siswa dalam proses pembelajaran tidak maksimal. Kondisi demikian akan menyebabkan motivasi dan hasil belajar siswa menjadi menurun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Kampar Kiri. Model pembelajaran yang digunakan adalah problem-based learning dengan 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan aktifitas siswa yang cukup signifikan dengan menggunakan model pembelajaran problem-based learning di kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Kampar Kiri dari 61.33% menjadi 87.17%. Guru seharusnya merencanakan materi materi pembelajaran yang terkait dengan kejadian yang terjadi di lingkungan sekitar siswa sehingga memudahkan siswa melakukan observasi dan menerapkan pemecahan masalah ditemukan. Selain itu, diharapkan juga guru dapat menyesuaikan metode yang digunakan dalam pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi efektif untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa.   Student participation in the learning process is the most effective way to enhance their understanding and skills. This participation on civic education  is strongly influenced by the learning design created by the teacher. The continuous use of conventional learning models without variation can result in less-than-optimal student engagement. Such conditions may lead to a decline in both student motivation and learning outcomes. This research was conducted as classroom action research in Class XII Science 1 at SMA Negeri 1 Kampar Kiri. The learning model applied was problem-based learning, implemented over two cycles. The results showed a significant increase in student engagement, rising from 61.33% to 87.17%, after the use of the problem-based learning model in Class XII Science 1. Teachers should plan lessons related to events in the students' environment, making it easier for students to observe and apply problem-solving skills. Additionally, teachers should adjust the teaching methods to meet the students' needs, ensuring that the learning process effectively enhances student engagement.
INTERNALISASI NILAI-NILAI NASIONALISME DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN KABUPATEN PESISIR BARAT Abdul Halim; Viyanti; Ana Mentari; Nurhayati
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.118

Abstract

Indonesia merupakan Negara dengan berbagai macam keunikan di dalamnya, mulai dari suku, agama, budaya, dan ras. Indonesia menjadi tempat keberagaman yang dibungkus dengan persatuan dan kesatuan yang kuat dan penuh dengan makna dikehidupan kenyataan. Tentu adanya keberagaman ini harus dijaga dengan baik dan tidak boleh luntur begitu saja. Maka dari itu dibutuhkanya sikap nasionalisme yang kuat. Jiwa Nasionalisme merupakan implikasi penting yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari dalam dan luar negeri. Namun, muncul berbagai masalah sosial yang mengganggu keutuhan bangsa Indonesia. Salah satu masalah yang berkembang di masyarakat Indonesia saat ini adalah penyebaran radikalisme. Paham ini berpotensi besar diterapkan pada generasi muda di lingkungan akademik terutama di lembaga pendidikan pondok pesantren di Indonesia. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah sebagai cara atau metode untuk melawan radikalisme tidak hanya di pondok pesantren Kabupaten Pesisir Barat tetapi di seluruh lembaga pendidikan pesantren di Indonesia dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan di pondok pesantren yang dapat menginternalisasi nilai-nilai Nasionalisme.   Indonesia is a country with various types of uniqueness, ranging from ethnicity, religion, culture, and race. Indonesia is a place of diversity wrapped in great unity and integrity and full of meaning in real life. Of course, this diversity must be maintained properly and should not just fade away. Therefore, a greatly nationalist attitude is needed. The spirit of Nationalism is the more significant implication that the Indonesian nation must have in facing challenges, threats, obstacles, and disturbances both within and outside the country. The aim of this research was as a way or method to fight radicalism not only in Islamic boarding schools in Pesisir Barat Regency but in all Islamic boarding schools in Indonesia by developing activities in Islamic boarding schools that can internalize the values of Nationalism. Pondok Pesantren Pesiisr Barat Regency does not have a especially program of activities for internalizing the values of nationalism, but only through daily activities in the pesantren, in instilling the norms of nationalism. The form of these activities consists of intracurricular activities, namely; the Koran, and rihlah ilmiyah and extracurricular activities, namely; khitobah and hadroh.
THE EFFECT OF HOTS-BASED E-LKPD ON STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN PANCASILA EDUCATION LEARNING Nur Khofifah; Mariyani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.119

Abstract

Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan bahwa dalam bidang baca sains dan matematika Indonesia berada pada pisisi rendah. Hasil PISA tersebut menjadi patokan bagi Indonesia untuk memperbaiki kualitas pendidikan yang ada. Untuk itu, Peserta didik pada pendidikan abad 21 sudah dituntut akan keterampilan kognitif. Salah satu keterampilan yang harus peserta didik kuasai yakni critical thinking. Terkhusus dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, sangat diharuskan karena Pendidikan Pancasila menjadi mata pelajaran yang sangat riil serta konseptual, dimana pembiasaan berpikir tingkat tinggi ini mampu membuat peserta didik menyelesaikan masalah serta menemukan solusinya. Dan salah satu alternatif yang bisa diambil adalah dengan merancang bahan ajar, khususnya Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, Higher Order Thinking Skills (HOTS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan E-LKPD Berbasis HOTS terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasil. Penelitian ini adalah penelitian kuantitaif dengan metode quasi eksperimen design kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD berbasis HOTS pada kelas eksperimen semakin meningkat ditinjau dari rata-rata nilai pre-test dan post-test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan E-LKPD berbasis HOTS memiliki pengaruh dalam peningkatan hasil belajar peserta didik.   Based on the results of the Program for International Student Assessment (PISA) 2018 show that in the field of reading science and mathematics Indonesia is in a low position. The PISA results are a benchmark for Indonesia to improve the quality of existing education. For this reason, learners in 21st-century education are already required to have cognitive skills. One of the skills that learners must master is critical thinking. Especially in learning Pancasila Education, it is very necessary because Pancasila Education is a very real and conceptual subject, where this high-level thinking habit is able to make students solve problems and find solutions. And one of the alternatives that can be taken is to design teaching materials, especially the Learner Worksheet (LKPD), which focuses on developing higher order thinking skills (HOTS). The purpose of this study was to determine the effect of using HOTS-based E-LKPD on student learning outcomes in Pancasila Education learning. This research is a quantitative research with quantitative quasi experimental design method. The results showed that the use of HOTS-based E-LKPD in the experimental class increased in terms of the average pre-test and post-test scores. So it can be concluded that the use of HOTS-based E-LKPD influences improving the learning process.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMPERKUAT PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Husnul Fatihah; Julianti Dewi; M Kevin Effriansyah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan kewarganegaraan dan pendidikan multikultural. Study pustaka merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Kewarganegaraan dan pendidikan multikultural saling melengkapi dalam membentuk tingkah laku peserta didik. Melalui pendidikan multikultural, peserta didik dapat memahami nilai-nilai kewarganegaraan yang lebih mendalam lagi terkait jati diri bangsa, demokrasi, toleransi, keadilan, dan persamaan hak. Mereka juga dapat mempelajari sejarah bangsa dan nilai-nilai yang melekat dalam budaya lokal. Dengan demikian, peserta didik akan lebih memahami dan menghargai keragaman sosial dan nilai-nilai universal yang menjadi dasar kewarganegaraan. Kewarganegaraan dan pendidikan multikultural ini memang memiliki hubungan yang sangat erat, karena hubungan antara kedua pendidikan ini akan membentuk masyarakat yang inklusif, beragam, dan toleran.   This study aims to describe the relationship between citizenship and multicultural education. Literature study is the method used in this study. Citizenship and multicultural education complement each other in shaping students' behavior. Through multicultural education, students can understand more deeply the values of citizenship related to national identity, democracy, tolerance, justice, and equal rights. They can also learn the history of the nation and the values inherent in local culture. Thus, students will better understand and appreciate social diversity and universal values that are the basis of citizenship. Citizenship and multicultural education do have a very close relationship, because the relationship between these two educations will form an inclusive, diverse and tolerant society.
PENGARUH MEDIA VIDEO PROFIL PELAJAR PANCASILA TERHADAP KARAKTER KEMANDIRIAN SISWA DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BATU Slamet Rifa'i; Nurul Zuriah; Rose Fitria Lutfiana
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media video Profil Pelajar Pancasila terhadap karakter kemandirian siswa di SMK Muhammadiyah 1 Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penilitian kuantitatif. Pupulasi yang digunakan seluruh peserta didik SMK Muhammadiyah 1 Batu Tahun ajaran 2020-2021 yang berjumlahkan 273 dan sempel yang digunakan 52 siswa, teknik pengambilan sampelnya adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data berupa dengan observasi, disebarkannya kuisioner yang diuji kepada seluruh siswa kelas X, serta dokumentasi. Analisis data yang dipergunakan yaitu uji normalitas, uji linier sederhana, dan uji korelasi Product Moment. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah (a) Media video Profil Pelajar Pancasila dan karakter kemandirian di SMK Muhammadiyah 1 Batu memiliki kategori yang sangat tinggi, sehingga terdapat pengaruh signifikan dengan nilai koefesien sebesar 19.362. (b) Karakter Kemandirian di SMK Muhammadiyah 1 Batu mendapat pengaruh signifikan dengan koefesien 0.472 (c) Terdapat pengaruh yang diberikan media video Profil Pelajar Pancasila terhadap karakter kemandirian siswa dengan nilai koefesiensi 0.660 serta kontribusi sebesar 43.5%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini mempunyai pengaruh signifikan antara penggunaan media video Profil Pelajar Pancasila dengan karakter kemandirian siswa di SMK Muhammadiyah 1 batu. This study aims to analyze the effect of the Pancasila Student Profile video media on the character of students' independence in SMK Muhammadiyah 1 Batu. This study uses a type of quantitative research. The population used by all students of SMK Muhammadiyah 1 Batu for the academic year 2020-2021 totaling 273 and the sample used by 52 students, the sampling technique was purposive sampling. Collecting data in the form of observation, distributing tested questionnaires to all students of class X, as well as documentation. Data analysis used is normality test, simple linear test, and Product Moment correlation test. The results obtained from the research are (a) The media video of Pancasila Student Profile and the character of independence in SMK Muhammadiyah 1 Batu has a very high category, so there is a significant effect with a coefficient value of 19,362. (b) The character of independence at SMK Muhammadiyah 1 Batu has a significant effect with a coefficient of 0.472 (c) There is an influence given by the Pancasila Student Profile video media on the character of students' independence with a coefficient value of 0.660 and a contribution of 43.5%. The conclusion from the results of this study has a significant influence between the use of Pancasila Student Profile video media with the character of student independence at SMK Muhammadiyah 1 Batu.
HARMONISASI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA Mewana; Ranti Nazmi; Azwar
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk harmonisasi serta faktor penghambat dan pendukung harmonisasi antar umat beragama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi Penelitian di Desa Kampung Baru Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Subjek Penelitian adalah Sekretaris Desa Kampung Baru, Tokoh Agama Islam dan Kristen serta Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Sedangkan teknik analisa data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ditemui sembilan bentuk harmonisasi yaitu: (1) saling berkunjung satu sama lain ketika hari raya, (2) saling berkunjung satu sama lain ketika ada yang mendapatkan musibah kematian, (3) kegiatan perayaan kemerdekaan, (4) tidak mengganggu satu sama lain dalam hal ibadah, (5) bekerjasama, (6) menghargai pendapat orang lain, (7) kegiatan politik desa, (8) saling tolong-menolong dan (9) saling mengundang satu sama lain ketika membuat acara. Kemudian faktor penghambat dan pendukung harmonisasi antar umat beragama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa yaitu, faktor penghambat terdiri dari terjadinya konflik, kurangnya kesadaran umat beragama dan pendatang baru, sedangkan faktor pendukung terdiri dari ajaran setiap agama, interaksi sosial yang baik, peran pemerintah desa dan peran tokoh agama. This study aims to describe the forms of harmonization as well as the inhibiting and supporting factors of harmonization between religious communities in strengthening the unity and integrity of the nation. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. The research location is in Kampung Baru Village, Batang Asam District, Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province. The research subjects were the Secretary of Kampung Baru Village, Islamic and Christian Religious Leaders and Community Leaders. Data collection techniques are observation, interviews, documentation, and triangulation. While the data analysis techniques are data reduction, data presentation and conclusion drawing.The results of the study found nine forms of harmonization, namely: (1) visiting each other during holidays, (2) visiting each other when someone got a death accident, (3) independence celebration activities, (4) not disturbing each other. others in terms of worship, (5) working together, (6) respecting other people's opinions, (7) village political activities, (8) helping each other and (9) inviting each other when making events. Then the inhibiting and supporting factors of inter-religious harmonization in strengthening the unity and integrity of the nation, namely, the inhibiting factors consist of the occurrence of conflict, lack of awareness of religious communities and newcomers, while the supporting factors consist of the teachings of each religion, good social interaction, the role of the village government and the role of religious leaders.
DAMPAK SOSIAL PERDA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN ATAU LAHAN TERHADAP MASYARAKAT SUMATERA SELATAN Alva Beriansyah; Erik Darmawan; Mariatul Qibtiyah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.137

Abstract

Penelitian ini menganalisa dampak sosial peraturan daerah Sumatera Selatan nomor 8 tahun 2016 mengenai pengendalian kebakaran hutan dan atau lahan terhadap masyarakat Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Selatan adalah provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan atau lahan yang sangat parah pada tahun 2015, yaitu seluas 736.587 Ha padahal hutan memiliki banyak manfaat untuk menjaga stabilitas iklim dunia. Kebakaran hutan dan atau lahan yang terus terjadi tiap tahunnya ini mendatangkan kerugian yang luar biasa sehingga pemerintah Sumatera Selatan mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan atau Lahan guna meminimalisir bencana kebakaran hutan yang ada di Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertipe komparatif. Teknik analisa datanya menggunakan Causal-Comparative Research (CCR) yang menyelidiki hubungan sebab akibat dari sebuah fenomena. Hasil penelitian dalam laporan ini menunjukkan bahwa perda ini telah mengakibatkan perubahan sosial bagi masyarakat dalam segala aspek. Meskipun sosialisasi terhadap perda ini masih kurang menyeluruh dan tidak menyentuh kelompok masyarakat sebagai sasaran utamanya namun pemberlakuan perda ini telah mengakibatan perubahan yang sangat mendasar pada kelompok masyarakat pertani dan pekebun dalam hal teknik membuka lahan. Kehadiran perda yang melarang membuka lahan dengan teknik membakar tidak diiringi dengan alternatif solusi teknik membuka lahan tanpa pembakaran sehingga masyarakat mengalami dampak kerugian dari adanya perda ini. This study analyzes the social impact of the South Sumatra regional regulation number 8 of 2016 concerning the control of forest and / or land fires against the people of South Sumatra. The Province of South Sumatra is a province that experienced severe forest and / or land fires in 2015, covering an area of 736,587 hectares even though forests have many benefits to maintain the stability of the world's climate. Forest fires and / or land that continue to occur each year bring tremendous losses so the government of South Sumatra issued a policy in the form of Regulation Number 8 of 2016 concerning Control of Forest and / or Land Fires in order to minimize the disaster of forest fires in South Sumatra.This study uses a qualitative research method that is comparative type. Data analysis techniques use Causal-Comparative Research (CCR) which investigates the causal relationship of a phenomenon. The results of the research in this report indicate that this regulation has resulted in social changes for the community in all aspects. Although the dissemination of this regulation is still not comprehensive and does not touch the community groups as its main target, the enactment of this regulation has resulted in very basic changes in farming communities and planters in terms of techniques to clear land. The presence of a regional regulation that prohibits land clearing by burning techniques is not accompanied by alternative technical solutions for clearing land without burning so that the community experiences the impact of the existence of this regulation.

Page 7 of 10 | Total Record : 99