cover
Contact Name
Edwin Nurdiansyah
Contact Email
edwin@unsri.ac.id
Phone
+6285268434738
Journal Mail Official
jbti@unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32 Indralaya, Kab. Ogan Ilir.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : https://doi.org/10.36706/jbti.v11i02.4
The scope of the study in this journal are: Approaches, Strategies, Models and Evaluation of Pancasila & Citizenship Education Media and Learning Resources for Pancasila & Citizenship Education Pancasila & Citizenship Education Policy and Curriculum Value/Moral/Character Education Social and Political Education Legal Education (National and International)
Articles 99 Documents
KENDALA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENUMBUHKAN CIVIC DISPOSITION PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI Ika Murtiningsih; Siti Fatimah; Toni Harsan; Amin Prasetya
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas secara mendalam mengenai kendala yang dihadapi guru PKn dalam menumbuhkan civic disposition peserta didik di sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas X dan guru di SMK Negeri 5 Sukoharjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalah dengan wawancara, observasi serta dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan tahap-tahap sebagai berikut: (1) Pengumpulan Data, (2) Reduksi Data, (3) Sajian Data, (4) Pengambilan Kesimpulan. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) merupakan subjek pembelajaran yang mengemban misi untuk membentuk kepribadian bangsa, yakni sebagai upaya sadar dalam “nation and character building.” Secara khusus PKn mempunyai peranan penting dalam membentuk civic disposition atau watak kewarganegaraan sehingga dapat menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Hal ini sekolah menjadi tempat untuk membentuk civic disposition peserta didik melalui pembudayaan karakter di lingkungannya. Implementasi dalam menumbuhkan civic disposition harus didukung dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Namun pada kenyataannya, dalam masa pandemi ini penumbuhan civic disposition sulit untuk dilakukan. Permasalahan di lapangan terlihat dengan kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam mengumpulkan tugas, kurangnya tanggungjawab dalam pengerjaan tugas-tugas dari guru, peserta didik kurang mandiri, dan guru hanya menekankan aspek kognitif saja. This study aims to discuss in depth the obstacles faced by civics teachers in growing the civic disposition of students in schools. The approach used in this study is a qualitative approach. The type of research used is descriptive qualitative research. The subjects in this study were students of class X and teachers at SMK Negeri 5 Sukoharjo. Data collection techniques used to obtain and compile research data are interviews, observation and documentation. While the data analysis technique uses an interactive analysis model with the following stages: (1) Data Collection, (2) Data Reduction, (3) Data Presentation, (4) Conclusion Drawing. Civic Education is a subject of learning that carries a mission to shape the nation's personality, namely as a conscious effort in "nation and character building”. In particular, Civics has an important role in shaping civic disposition or citizenship character so that it can become a democratic and responsible citizen. This makes the school a place to shape the civic disposition of students through cultivating characters in their environment. Implementation in cultivating civic disposition must be supported from family, school, and community. But in reality, in this pandemic period the growth of civic disposition is difficult to do. Problems in the field can be seen with the lack of student discipline in collecting assignments, lack of responsibility in carrying out tasks from the teacher, students being less independent, and teachers only emphasizing cognitive aspects.
PERAN PENDIDIK DAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER Elly Suprihatin
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.89

Abstract

Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk individu yang berintegritas dan bermoral tinggi. Artikel ini mengkaji peran pendidik dan kepemimpinan dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Pokok permasalahan yang dibahas meliputi tantangan era digital, seperti pengaruh media sosial, kekerasan, dan intoleransi di sekolah, yang memperumit upaya penguatan karakter. Pendekatan yang diusulkan meliputi pengajaran aktif, mentoring, bimbingan, serta kebijakan sekolah yang mendukung. Temuan utama menunjukkan bahwa pendidik yang efektif tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai model perilaku dan motivator yang mampu menginspirasi siswa. Kepemimpinan sekolah yang baik dapat menciptakan budaya sekolah yang konsisten dengan nilai-nilai karakter. Kesimpulan dari artikel ini adalah kolaborasi antara pendidik, kepemimpinan sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan karakter siswa.   Character education plays a crucial role in shaping individuals with high integrity and moral values. This article examines the roles of educators and leadership in strengthening character education in schools. The main issues discussed include the challenges of the digital era, such as the influence of social media, violence, and intolerance in schools, which complicate efforts to enhance character education. The proposed approaches include active teaching, mentoring, guidance, and supportive school policies. The main findings indicate that effective educators not only serve as teachers but also as role models and motivators who can inspire students. Good school leadership can create a school culture that is consistent with character values. The conclusion of this article is that collaboration between educators, school leadership, parents, and the community is crucial to creating a conducive environment for character development in students.
MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PPKN DI INDONESIA: KAJIAN ANALISIS META Dian Satria Charismana; Heri Retnawati; Happri Novriza Setya Dhewantoro
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi Belajar siswa dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal individu, salah satunya adalah motivasi sebagai faktor internal individu. Motivasi belajar merupakan suatu dorongan, keinginan atau kebutuhan yang muncul dari internal individu dalam melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar akan membentuk motivasi berprestasi sebagai upaya untuk mencapai tujuan hasil belajar. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan analisis meta. Penelitian ini melibatkan 22 artikel dari 70 artikel yang berasal dari Indonesia tentang hubungan motivasi dengan prestasi belajar pada mata pelajaran PPKn yang ditelusuri dari berbagai jurnal elektronik. Hasil analisis meta yang dilakukan pada studi ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang tinggi dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa mata pelajaran PPKn di Indonesia. Diperoleh hasil summary effect sebesar 0,9 yang menunjukkan bahwa ukuran efek yang dihasilkan tergolong tinggi Student achievement can be influenced by internal factors and individual external factors, one of which is motivation as an individual's internal factor. Learning motivation is an encouragement, desire or need that arises from the individual's internal in carrying out learning activities. Learning motivation will form achievement motivation as an effort to achieve learning outcomes. This study aims to see the relationship between learning motivation and student achievement Civic Education in Indonesia. This research is a quantitative research using a meta-analysis approach. This study involved 22 articles from 70 articles originating from Indonesia about the relationship between motivation and learning achievement in Civic Education which were traced from various electronic journals. The results of the meta-analysis conducted in this study indicate that there is a high and significant positive relationship between learning motivation and student achievement Civic Education in Indonesia. A summary effect of 0.9 is obtained, which indicates that the resulting effect size is relatively high.
TOLERANSI PERGURUAN PENCAK SILAT UNTUK MEREDAM KONFLIK SOSIAL DI INDONESIA Indriani Wuryandari; Jagad Aditiya Dewantara; Sulistyarini; Affandi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toleransi yang terjalin antara perguruan pencak silat meliputi bentuk toleransi, upaya memperkuat toleransi, hambatan dan solusi memperkuat toleransi, serta dampak adanya toleransi di Desa Pinang Luar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah ketua perguruan pencak silat Pagar Nusa, Persaudaraan Setia Hati Terate, IkSPI Kera Sakti, angota perguruan Pagar Nusa, PSHT, IkSPI Kera Sakti, kepala Desa pinang Luar, dan tokoh masyarakat di Desa Pinang Luar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan melalui data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa toleransi antar perguruan pencak silat di Desa Pinang Luar terjalin sangat erat, dimana terdapat bentuk toleransi antar perguruan pencak silat yaitu adanya keterbukaan, menyadari adanya perbedaan dan persamaan, adanya sikap kritis serta adanya kemauan untuk saling memahami. Upaya-upaya dalam memperkuat toleransi antar perguruan pencak silat yaitu selalu menjunjung sikap hormat, memiliki rasa solidaritas, kegiatan atau dialog bersama, kesediaan individu untuk membaur, kontribusi aparatur pemerintahan, adanya rasa persaudaraan dan empati yang tinggi, serta kesukarelaan dalam mencegah konflik. Hambatan dalam memperkuat toleransi antar perguruan pencak silat yaitu waktu pelaksanan, fasilitas, dan pendanaan. Solusi dalam mengatasi hambatan yaitu berkordinasi dengan ketua perguruan, membuat alat penunjang latihan, dan iuran setiap pertemuan. Dampak adanya toleransi pencak silat dalam meredam konflik. This study aims to determine the tolerance established between martial arts universities including forms of tolerance, efforts to strengthen tolerance, as well as obstacles and solutions to strengthen tolerance in Pinang Luar Village. The research method used is a case study with a qualitative approach. The source of this research data is the head of the Pagar Nusa martial arts college, The Loyal Heart Terate Fraternity, IkSPI Kera Sakti, members of the Pagar Nusa college, PSHT, IkSPI Kera Sakti, village head pinang Luar, and community leaders in Pinang Luar Village. Data are obtained through observation, interviews, and through secondary data. The results of this study show that tolerance between martial arts universities in Pinang Luar Village is very closely intertwined, where there is a form of tolerance between martial arts universities, namely openness, awareness of differences and similarities, critical attitudes and a willingness to understand each other. Efforts to strengthen tolerance between martial arts universities are always upholding respect, having a sense of solidarity, joint activities or dialogues, individual willingness to blend, the contribution of government officials, the existence of a high sense of brotherhood and empathy, and volunteerism in preventing conflicts. Obstacles in strengthening tolerance between martial arts universities are implementation time, facilities, and funding. The solution in overcoming obstacles is to coordinate with the head of the college, make training support tools, and dues for each meeting. There is no tolerance for martial arts in reducing conflicts.
UPACARA ADAT “ROIT ALANG” SEBAGAI NILAI BUDAYA PADA MASYARAKAT DI DESA MAHEBORA KECAMATAN NITA Yosefina Viviyanti Laukar; Gisela Nuwa; Petrus Kpalet
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Dikatakan demikian karena budaya merupakan sesuatu yang hidup bersama dengan manusia itu sendiri. Lahir dari kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang dan tanpa ada proses belajar secara khusus oleh pengikutnya. Roit Alang adalah ritual cukur rambut yang umumnya dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Sikka, khususnya di Desa Mahebora. Pada masyarakat Desa Mahebora menjadi sangat penting untuk menjaga warisan leluhur dalam Upacara Roit Alang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai budaya yang terkandung dalam Upacara Roit Alang dan upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti saat melakukan penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian diketahui nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Roit Alang yaitu nilai religius, nilai perlindungan, nilai sosial, nilai persaudaraan dan nilai ekonomi. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan Upacara Roit Alang yaitu diperlukan dukungan dari pemerintah setempat dan generasi muda, serta perlu adanya reaktualisasi budaya. Culture has a very large function in human life. It is said so because culture is something that lives together with humans themselves. Born from habits inherited by ancestors and without any special learning process by their followers. Roit Alang is a hair-shaving ritual that is generally carried out by people in Sikka Regency, especially in Mahebora Village. In the Mahebora Village community, it is very important to maintain the ancestral heritage in the Roit Alang Ceremony. The purpose of this study was to determine the cultural values ​​contained in the Roit Alang Ceremony and efforts to preserve these cultural values. This study uses a qualitative research method with an ethnographic approach. Data collection techniques in this study are through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used by researchers when conducting research are data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of the study found that the values ​​contained in the Roit Alang Ceremony were religious, protection values, social values, brotherhood values​​, and economic values. As for the efforts that can be made to preserve the Roit Alang Ceremony, it requires support from the local government and the younger generation, as well as the need for cultural re-actualization.
The Improving The Liveliness Of Learning Pancasila Education Through A Team Games Tournament Learning Model With Media Leveling Card Boards In Class X-H in 1st Semesters Of 7 Public High School Surakarta In The 2023/2024 Year Isnanda Nur Ramdani; Danang Tunjung Laksono
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dalam proses belajar bagi peserta didik. Inisiatif penelitian ini timbul dari keprihatinan terhadap tingkat partisipasi yang kurang dari peserta didik dalam lingkungan kelas. Fokus utama dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran TGT dengan memanfaatkan media sebagai sarana untuk meningkatkan tingkat partisipasi peserta didik dalam proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pedoman atau gambaran terhadap penerapan model pembelajaran TGT berbasis kooperatif dengan penggunaan media guna meningkatkan tingkat partisipasi belajar peserta didik kelas X di SMA. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X-H di SMA Negeri 7 Surakarta, yang berjumlah 36 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas melalui pelaksanaan 2 siklus PTK yang dimulai dengan tahap pra siklus. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi pada setiap siklus, terlihat peningkatan yang positif pada tingkat partisipasi peserta didik. Tingkat partisipasi peserta didik mengalami peningkatan signifikan, dari 22% pada pra siklus, menjadi 44% pada siklus I, dan mencapai 73% pada siklus II. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dengan media dapat secara efektif meningkatkan tingkat partisipasi belajar peserta didik kelas X-H di SMA Negeri 7 Surakarta.   This research aims to enhance participation in the learning process among students. The initiative stems from concerns regarding the insufficient level of student participation within the classroom environment. The primary focus of this research is an implementation of the Team Games Tournament instructional model, utilizing media as a means to augment student participation levels in the learning process. The objective is to provide guidance or an overview of the application of the cooperative-based TGT instructional model with media usage to improve participation levels among 10th-grade students in a high school setting. The research subjects are 36 students from class X-H at SMA Negeri 7 Surakarta. The research methodology employed is classroom action research, executed through two cycles of action research.. Data collection is conducted through observation and documentation. Based on the observations and documentation from each cycle, a positive increase in student participation levels is evident. Student participation rates experience a significant rise, from 22% in the pre-cycle phase to 44% in cycle I, and reaching 73% in cycle II. The findings affirm that the implementation of the Team Games Tournament (TGT) instructional model with media can effectively enhance participation levels among 10th-grade students at SMA Negeri 7 Surakarta.
KENDALA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PKn DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Atika Susanti
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.103

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kendala pelaksanaan pembelajaran PKn dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di SD Negeri 38 Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN 38 Kota Bengkulu dengan melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa kelas IV SD Negeri 38 Kota Bengkulu. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi lembar pedoman observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala-kendala ini melibatkan guru, orang tua, siswa dan lingkungan sekolah, yaitu: (1) Kendala guru ditemukan bahwa kurangnya pemahaman dan ketelitian dalam menyusun perangkat pembelajaran PKn yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila. (2) Kendala yang dihadapi siswa yaitu kurangnya motivasi dan keaktifan siswa dalam belajar nilai karakter disebabkan karena kurang keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran. (3) Kendala dari orang tua yang sibuk dengan kegiatan ekonomi cenderung mengabaikan peran sebagai orang tua dalam mendampingi dan mendidik karakter anak-anak. (4) Kendala yang disebabkan oleh lingkungan siswa yang tidak menyediakan dukungan sosial yang memadai atau bahkan memberikan pengaruh negatif yang kuat. Semua kendala ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, siswa dan lingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dalam upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa sekolah dasar The purpose of this study is to describe the challenges in implementing civic education to instill Pancasila values at SD Negeri 38 Kota Bengkulu. The research conducted is of a qualitative descriptive type, involving the principal, teachers, parents, and fourth-grade students of SDN 38 Kota Bengkulu. Instruments used for data collection include observation guidelines, interview sheets, and documentation. The findings indicate several challenges involving teachers, parents, students, and the school environment: (1) Challenges faced by teachers: There is a lack of understanding and precision in developing PKn learning tools that integrate Pancasila values. (2) Challenges faced by students: Students exhibit low motivation and activity in learning character values due to teachers' insufficient skills in using teaching media effectively. (3) Challenges from parents: Busy with economic activities, parents tend to neglect their role in accompanying and educating their children about character development. (4) Challenges from the school environment: The school environment does not provide adequate social support or may even exert strong negative influences. All these challenges highlight the importance of collaboration among teachers, parents, students, and the school environment to create a conducive learning environment aimed at instilling Pancasila values in students elementary.  
IMPLEMENTASI NILAI NILAI PANCASILA PADA UPACARA SIRAMAN AIR SEDUDO NGANJUK Nisrina Qoriroh
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.108

Abstract

Upacara siraman air sedudo merupakan upacara yang dilaksanakan setiap bulan Syura oleh masyarakat di daerah Ngliman. Upacara siraman ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas keberkahan yang telah diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terkait sejarah siraman air sedudo, nilai kebudayaan yang terkandung pada upacara siraman air sedudo, dan nilai nilai Pancasila yang terkandung pada siraman air sedudo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah studi literatur seperti jurnal ilmiah, artikel, dan karya ilmiah yang menjelaskan kebudayaan siraman air sedudo. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan  bahwa nilai kebudayaan yang ada pada upacara siraman air sedudo yaitu nilai gotong royong, nilai toleransi dan nilai spiritual. Upacara ini juga menjadi bentuk implementasi nilai nilai Pancasila yaitu nilai ketuhanan sebagai ungkapan ras syukur terhadap Tuhan, nilai kemanusian sebagai semangat gotong royong dan kerjasama, nilai persatuan untuk menjaga persatuan dalam keberagaman, nilai musyawarah sebagai bentuk perwakilan yang mewakili setiap golongan, dan nilai keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.   Siraman air sedudo is a ceremony held every shura month by people in the Ngliman area. This ceremony is an expression of gratitude to God Almighty for the blessings that have been given. This study aims to determine the history of the siraman air sedudo , the cultural values contained in the siraman air sedudo ceremony, and the values of Pancasila contained in the siraman air sedudo. The method used in this research is descriptive qualitative research. The data source used is literature studies such as scientific journals, articles, and scientific works that explain the culture of siraman air sedudo . From the results of the study, it can be concluded that the cultural values that exist in the siraman air sedudo  ceremony are the value of cooperation, tolerance value, and spiritual value. This ceremony is also a form of implementation of the values of Pancasila, namely the value of divinity as an expression of gratitude to God, the value of humanity as a spirit of cooperation, the value of unity to maintain unity in diversity, the value of deliberation as a form of representation that represents each group, and the value of justice for all levels of society.
Studi Presepsi Siswa Terhadap Efektivitas Penggunaan Media Sosial Dalam Mendukung Pendidikan Nilai-Nilai Pancasila Arinihubbi Farodisa; Saddam; Aliahardi Winata; Sri Rejeki; Candra; Ayu Sadana Prihatin Ningsih
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi siswa terhadap efektivitas penggunaan media sosial dalam mendukung pendidikan nilai-nilai Pancasila. Mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode survey, penelitian melibatkan 30 siswa dari SMA dan SMK sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket Skala Likert dengan 20 item pertanyaan, dirancang untuk mengukur persepsi siswa terhadap manfaat dan dampak penggunaan media sosial dalam konteks nilai-nilai Pancasila. Hasil analisis data menggunakan uji-r menunjukkan nilai korelasi sebesar -0.374 dengan signifikansi (sig) sebesar 0.716. Meskipun nilai korelasi menunjukkan hubungan negatif antara penggunaan media sosial dan pemahaman nilai-nilai Pancasila, signifikansi yang tinggi menandakan bahwa hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik. Temuan ini memberikan gambaran bahwa meskipun siswa mungkin memiliki pandangan kritis terhadap penggunaan media sosial dalam konteks pendidikan nilai-nilai Pancasila, hubungan tersebut tidak dapat dianggap sebagai faktor signifikan yang memengaruhi presepsi siswa secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang interaksi antara media sosial dan nilai-nilai Pancasila di kalangan siswa SMA dan SMK. Implikasi temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif yang mengintegrasikan media sosial dalam pendidikan nilai-nilai Pancasila.   This research aims to investigate students' perceptions of the effectiveness of using social media in supporting the education of Pancasila values. Adopting a quantitative approach with a survey method, the study involves 30 students from senior high schools (SMA) and vocational schools (SMK) as research subjects. The research instrument utilized a Likert Scale questionnaire with 20 items designed to measure students' perceptions of the benefits and impacts of using social media in the context of Pancasila values. The data analysis results employing the Pearson correlation coefficient (r) revealed a correlation value of -0.374 with a significance level (sig) of 0.716. Although the correlation value indicates a negative relationship between social media usage and the understanding of Pancasila values, the high significance suggests that this relationship is not statistically meaningful. These findings provide an overview that, despite students having critical views on the use of social media in the context of Pancasila values education, this relationship cannot be considered a significant factor influencing students' overall perceptions. This research contributes to our understanding of the interaction between social media and Pancasila values among high school and vocational school students. The implications of these findings can serve as a foundation for the development of more effective learning strategies that integrate social media into Pancasila values education.
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar Tri Mutiara; Ridwal Trisoni; Muspardi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.112

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu. Hal ini karena guru kurang memahami keragaman gaya belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi pada pelajaran pendidikan pancasila kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah Mix Method dengan jenis desain Sequential Explanatory. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu dengan sampel sebanyak 76 peserta didik. Peneliti menggunakan skala likert untuk angket gaya belajar, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan penyatuan data. Dari hasil keseluruh peserta didik kelas IV dengan jumlah 76 orang peserta didik didapatkan data sebanyak 23 orang memiliki gaya belajar visual persentase sebesar 30% cenderung belajar dengan melihat gambar atau media gambar, sebanyak 28 orang peserta didik memiliki gaya belajar auditori persentase 37% cenderung belajar dengan mendengarkan penjelasan guru dan diskusi kelompok, dan sebanyak 25 orang peserta didik memiliki gaya belajar kinestetik persentase sebesar 33% cenderung belajar dengan praktik dan melakukan eksperimen.   This research is based on the difference in students' learning styles in differentiated learning in grade IV at SDIT Masjid Raya Lantai Batu. This is because teachers do not understand the diversity of students' learning styles. The purpose of this study is to analyze the learning styles of students in differentiated learning in class IV Pancasila education lessons at SDIT Masjid Raya Batu Floor. The research method used is the Mix Method with a Sequential Explanatory design. The population in this study is class IV students at SDIT Masjid Raya Lantai Batu with a sample of 76 students. The researcher used a likert scale for learning style questionnaires, observations, interviews and documentation. The data analysis technique uses the stages of data reduction, data presentation and conclusion. The validity of the data in this study uses source triangulation and data unification. From the results of all grade IV students with a total of 76 students, data was obtained as many as 23 people have a visual learning style with a percentage of 30% tend to learn by looking at pictures or image media, as many as 28 students have an auditory learning style with a percentage of 37% tend to learn by listening to teacher explanations and group discussions, and as many as 25 students have a kinesthetic learning style with a percentage of 33% tend to learn with practice and conduct experiments.

Page 6 of 10 | Total Record : 99