cover
Contact Name
Edwin Nurdiansyah
Contact Email
edwin@unsri.ac.id
Phone
+6285268434738
Journal Mail Official
jbti@unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32 Indralaya, Kab. Ogan Ilir.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : https://doi.org/10.36706/jbti.v11i02.4
The scope of the study in this journal are: Approaches, Strategies, Models and Evaluation of Pancasila & Citizenship Education Media and Learning Resources for Pancasila & Citizenship Education Pancasila & Citizenship Education Policy and Curriculum Value/Moral/Character Education Social and Political Education Legal Education (National and International)
Articles 99 Documents
KETERLIBATAN POLITIK AKTIVIS MAHASISWA MELALUI MEDIA ONLINE Abdul Gofur; Triyani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.138

Abstract

Perkembangan media online berdampak terhadap perubahan akses serta integrasi dari media konvensional kepada media online. Digitalisasi media juga mengarah pada percepatan komunikasi dan interaktivitas serta perubahan keterlibatan politik. Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan keterlibatan poliitk aktivis mahasiswa melalui media online. Jenis penelitian menggunakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian berjumlah 651 anggota yang berasal dari aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2018. Sampel penelitian yang digunakan berjumlah 90 mahasiswa. Analisis pada statistik deskriptif dilakukan dengan menentukan distribusi frekuensi, posisi skor numerik yang mewakili seperti mean, median, dan modus. Hasil analisis data menunjukan mayoritas aktivis mahasiswa yang mencari berita politik melalui media online 40%, situs yang paling sering diakses Kompas.com sebesar 45,6%, media belajar politik melalui media massa dan organisasi sebesar 35,6%. Tema politik yang sering diakses terkait pergantian kekuasaan, kebijakan politik tentang pendidikan, pembangunan sosial dan ekonomi dengan persentase sebesar 43,3%. Upaya untuk menyaring informasi tertinggi terletak pada melihat saluran media massa online yang berbeda sebesar 26,7%. Majalah politik online yang sering dibaca adalah tempo sebesar 37,8%. Bentuk keterlibatan politik dalam ruang media online mayoritas menulis aspirasi menggunakan media sosial dengan persentase sebesar 26,7%. The development of online media has an impact on changes in access and integration from conventional media to online media. Media digitization also leads to accelerated communication and interactivity as well as changes in political engagement. The purpose of this article is to describe the political involvement of student activists through online media. This type of research uses survey research with a quantitative approach. The population in the study amounted to 651 members who came from the Student Executive Board activists at Yogyakarta State University in 2018. The research sample used was 90 students. Analysis on descriptive statistics is done by determining the frequency distribution, position of numerical scores that represent such as mean, median, and mode. The results of data analysis show that the majority of student activists who seek political news through online media are 40%, the site most frequently accessed is Kompas.Com by 45.6%, media studying politics through mass media and organizations by 35.6%. The political themes that are often accessed are related to the change of power, political policies on education, social and economic development with a percentage of 43.3%. The effort to filter the highest information lies in viewing different online mass media channels by 26.7%. The most read online political magazine is the tempo of 37.8%. The form of political involvement in the online media space is the majority of writing aspirations using social media with 26.7% of participants.
STUDI BUDAYA POLITIK MAHASISWA MELALUI MATA KULIAH PENDIDIKAN POLITIK KEWARGANEGARAAN Shofia Nurun Alanur; Sunarto Amus; Jamaludin
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.139

Abstract

Kehidupan politik senantiasa berhubungan dengan masyarakat dan negara. Politik sebagai cara untuk mengupayakan terwujudnya tujuan dan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa sebagai agent of change harus memiliki budaya politik yang aktif berpartisipasi untuk dalam politk untuk tujun berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan budaya politik mahasiswa yang ditinjau dari pengetahun politik, kesadaran politik dan partisipasi politik melalui mata kuliah pendidikan politik kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualiatatif. Data dikumpulkan dengan teknik angket terhadap 30 orang mahasiswa pendidikan pancasila dan kewarganegaraan universitas tadulako. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian, mahasiwa menunjukkan budaya politik partisipan yang dilihat dari indikator pengetahuan wajib menggunakan hak pilih dalam pemilu, alasan memilih dengan pertimbangan rekam jejak calon, kemauan mengajak orang lain menggunakan hak pilih serta penolakan terhadap politik uang dan kampanye hitam. Hasil analisis terhadap aspek pengetahuan, kesadaran dan partisipasi politik yang membentuk budaya politik partisipan mahasiswa, sejalan dengan aspek dalam pendidikan kewarganegaraan yaitu civic knowledge, civic skill, dan civic participation. Political life is always related to society and the state. Politics as a way to seek the realization of the goals and needs of society. Students as agents of change must have a political culture that actively participates in politics for the purpose of nation and state. This study aims to analyze and describe the political culture of students in terms of political knowledge, political awareness and political participation through civic political education courses. This research is a descriptive qualitative research. Data were collected using a questionnaire technique on 30 students of Pancasila education and citizenship at Tadulako University. Data analysis uses data reduction, data presentation and conclusion drawing. From the results of the study, students showed the political culture of the participants as seen from the indicators of knowledge of mandatory voting rights in elections, reasons for choosing based on candidate's track record, willingness to invite others to use their right to vote and rejection of money politics and black campaigns. The results of the analysis of aspects of knowledge, awareness and political participation that shape the political culture of student participants, are in line with aspects of civic education, namely civic knowledge, civic skills, and civic participation.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUES BERBASIS KRITIK SASTRA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERITA FIKSI Abih Gumelar; Risma Nuriyanti; Sahroni; Encep Syarief Nurdin
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.140

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan dalam berbahasa yang penting dimiliki oleh setiap siswa. Namun dalam praktiknya masih rendahnya keterampilan menulis cerita fiksi khususnya yang bermuatan Pancasila, sehingga perlu diberikan perhatian yang serius. Bertolak dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Value Clarification Techniques berbasis kritik sastra terhadap keterampilan menulis cerita fiksi muatan Pancasila mahasiswa calon guru sekolah dasar.  Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest postest. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample 30 orang. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah tes yang dinilai dengan lima indikator yaitu organisasi isi, isi, tata bahasa, gaya bahasa, mekanis. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa T hitung 6,50> T tabel 2,02 yang dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran value clarification techniques berbasis kritik sastra berpengaruh terhadap keterampilan menulis cerita fiksi muatan Pancasila mahasiswa. Kesimpulan penelitian menjelaskan bahwa sintaks dari model pembelajaran Value Clarification Techniques memiliki kesesuaian dengan keterampilan menulis karangan fiksi muatan Pancasila.   Writing skills are one of the most important language skills every student possesses. However, in practice, students' fiction writing skills are still low, so serious attention needs to be given. Starting from these conditions, this study aims to determine the effect of the Value Clarification Techniques learning model based on literary criticism on the writing skills fiction naratif charged Pancasila of elementary school teacher candidates.  The method used is to experiment with one group pretest-posttest design. The sampling technique used purposive sampling with a total sample of 30 people. The data collection instrument used is a test that is assessed by five indicators, namely content organization, content, grammar, language style, and mechanical. The t-test results showed that T count 6.50> T table 2.02 which can be concluded that the value clarification techniques learning model based on literary criticism affects students' fiction writing skills charged Pancasila. Conclution explains that the syntax of the value clarification techniques learning model is in line with the skill of writing fiction stories.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SOSIODRAMA PADA MATA KULIAH PANCASILA DALAM MENINGKATKAN CIVIC SKILLS MAHASISWA Wendy Anugrah Octavian; Puspa Dianti
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.142

Abstract

Civic skills atau keterampilan warga negara merupakan salah satu jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh generasi muda dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial terutama berbagai permasalahan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan mampu memahami bahwa Pancasila merupakan solusi dari berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat, bangsa, dan negara. Melalui civic skills yang dimiliki para mahasiswa dapat ikut berpartisipasi dalam pemecahan berbagai permasalahan sosial tersebut. Salah satu peningkatan civic skills mahasiswa dapat dilakukan melalui proses pembelajaran di kelas dengan metode yang mampu memfasilitasi terbentuknya civic skills tersebut. Salah satu metode yang disarankan adalah sosiodrama. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode pembelajaran sosiodrama mampu meningkatkan civic skills mahasiswa baik pada indikator keterampilan intelektual maupun partisipasinya.   Civic skills are one type of skill that the younger generation must have in dealing with various social problems, especially various problems that are not in accordance with the values of Pancasila. Students as the younger generation are expected to be able to understand that Pancasila is a solution to various social problems that exist in society, nation and state. Through civic skills, students can participate in solving various social problems. One way to improve students' citizenship skills can be done through the learning process in the classroom with methods that are able to facilitate the formation of these citizenship skills. One method suggested is sociodrama. This type of research is descriptive qualitative with data collection techniques through observation and documentation. The results of the research show that the sociodrama learning method is able to improve students' civic skills both in terms of intellectual skills and participation.
CYBER BULLYING; TANTANGAN BARU BAGI PENDIDIKAN DI INDONESIA Siti Tiara Maulia; Irzal Anderson; Yulianti
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.148

Abstract

Banyaknya kasus bullying yang terjadi di Indonesia khususnya di dunia pendidikan menjadi alasan utama yang melatarbelakangi penelitian ini. Intimidasi yang lebih dikenal dengan nama bully bukan menjadi fenomena baru dalam kehidupan sekarang. Indonesia menduduki posisi kelima sebagai negara yang paling banyak kasus bullying dari 78 negara. Fenomena ini menjadi suatu hal yang kian hari menjadi kian meresahkan dikarenakan peningkatan yang terus terjadi dari waktu ke waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bully sudah memasuki dunia digital atau yang dikenal dengan cyber bullying, termasuk juga akibat yang ditimbulkannya. Ini menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan untuk mencari cara  mencegah dan meminimalisir kemungkinan-kemungkinan efek yang akan terjadi di kemudian hari. Cyber Bully terjadi di berbagai platform media sosial, sehingga sering menganggu kenyamanan penggunanya. Penelitian ini menggunakan metode study literatur dengan berbagai sumber dan bahan sejenis terkait bully. Hasil dalam penelitian ini didapatkan bahwa banyaknya kekerasan dan pelecehan yang marak terjadi di sekolah bisa dihindari atau ditanggulangi dengan melakukan penanganan yang tepat baik dari warga sekolah itu sendiri kemudian dari orangtua dan juga masyarakat sekitar. Selanjutnya melalui penelitian ini diharapkan banyak masyarakat yang lebih peduli dan mengertiterhadap kasus bully terutama cyber bully yang banyak terjadi di media sosial dalam kehidupan sehari-hari.   The many cases of bullying that occur in Indonesia, especially in the world of education, are the main reasons behind this study. Intimidation, better known as bullying, is not a new phenomenon in today's life. Indonesia is ranked fifth as the country with the most bullying cases out of 78 countries. This phenomenon is becoming increasingly disturbing due to the increasing number of cases that continue to occur over time. This study aims to find out how bullying has entered the digital world or what is known as cyber bullying, including the consequences it causes. This is a new challenge for the world of education to find ways to prevent and minimize the potential effects that will occur in the future. Cyber ​​Bullying occurs on various social media platforms, so it often disturbs the comfort of its users. This study uses a literature study method with various sources and similar materials related to bullying. The results of this study showed that the many cases of violence and harassment that are rampant in schools can be avoided or overcome by carrying out appropriate handling both from the school community itself and from parents and also the surrounding community. Furthermore, through this research, it is hoped that many people will be more concerned and understand bullying cases, especially cyber bullying, which often occurs on social media in everyday life.
PENGETAHUAN DAN KEARIFAN LOKAL PETANI TRADISIONAL SUKU DAYAK DI DESA TEWANG KARANGAN KABUPATEN KATINGAN Ali Sunarno; Ida Bagus Suryanatha; Windi Susetyo Ningrum; Ivana Hapsari; Yuana Ledy Prilia
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i1.149

Abstract

Penelitian ini menjawab sebuah kesenjangan yang terjadi mengenai adanya disintegrasi antara warisan pengetahuan dan kearifan lokal yang mulai tergerus dengan masifnya arus modernisasi, sehingga hal ini dianggap tidak penting. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai 16 informan yang terdiri dari pemerintah desa, tokoh adat Dayak, dan petani di Desa Tewang Karangan. Berdasarkan temuan data di lapangan, hasil penelitian dideskripsikan menjadi 4 (empat) sub-topik antara lain: (1) pengetahuan masyarakat tentang pertanian yang meliputi cara bertani, kearifan lokal dalam menentukan musim tanam,serta peralatan yang digunakan untuk bertani; (2) Ritual adat dalam bertani meliputi ritual Mamanggul/Manyanggar, Manugal, dan Menggetam; (3) pemanfaatan hasil pertanian, dimana hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan belum diolah menjadi produk yang bernilai tinggi; serta (4) Pewarisan pengetahuan pertanian kepada generasi muda, dimana minat dan pengetahuan generasi muda tentang kearifan lokal pertanian mulai menurun.   This research answers a gap that occurs regarding the disintegration between inherited knowledge and local wisdom which is starting to be eroded by the massive flow of modernization, so that this is considered unimportant. The research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection was carried out by interviewing 16 informants consisting of village government, Dayak traditional leaders, and farmers in Tewang Karangan Village. Based on data findings in the field, the research results are described into 4 (four) sub-topics including: (1) community knowledge about agriculture which includes farming methods, local wisdom in determining planting seasons, and equipment used for farming; (2) Traditional rituals in farming include the Mamanggul/Manyanggar, Manugal, and Menggetam rituals; (3) utilization of agricultural products, which are only to meet personal needs and have not been processed into high value products; and (4) Passing on agricultural knowledge to the younger generation, where the younger generation's interest and knowledge about local agricultural wisdom is starting to decline.
IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 7 DI SMPN 17 MUARO JAMBI Annisa Dwi Karisma; Tohap Pandapotan Simaremare
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi profil pelajar pancasila di SMP Negeri 17 Muaro Jambi,metode yang digunakan adalah kualitatif karena mampu menjelaskan dan memperoleh informasi mengenai Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7 dalam implementasi profil pelajar pancasila di SMP Negeri 17 Muaro Jambi. Metode ini cocok digunakan karena mampu memahami fakta serta realita pelaksanaan Kampus Mengajar,Teknik pengumpulan data melalui obeservasi serta wawancara yang ditujukan kepada kepala sekolah, guru pamong . Selanjutnya mahasiswa menganalisis keseluruhan informasi yang didapatkan dengan teknik analisis reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Hasil dan pembahasan Kampus mengajar akan berkolaborasi dengan sekolah sasaran dengan menghadirkan berbagai program kerja untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna sekaligus mencapai aspek profil pelajar pancasila Adanya program kampus mengajar 7 memberikan dampak positif terhadap inovasi program dan implementasi dimensi profil pelajar pancasila melalui program prioritas.berikut implementasi profil pelajar pancasila yang diterapkan di SMP Negeri 17 Muaro Jambi Adapun program pesantren kilat merupakan dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,dan pertunjukan tari dan pakaian adat merupakan dimensi berkebhinekaan global,melakukan gotong royong merupakan dimensi gotong royong,dan lomba literasi  di sekolah pada bulan Ramadan merupakan dimensi bernalar kritis dan menghiasi kelas masuk kedalam dimensi kreatif. This study aims to analyze the implementation of the Pancasila student profile at SMP Negeri 17 Muaro Jambi, the method used is qualitative because it is able to explain and obtain information about the Kampus Mengajar Batch 7 in the implementation of the Pancasila student profile at SMP Negeri 17 Muaro Jambi. This method is suitable for use because it is able to understand the facts and realities of the implementation of the Kampus Mengajar, Data collection techniques through observation and interviews aimed at the principal, supervising teachers,. Furthermore, students analyze all the information obtained using data reduction analysis techniques, presentation, and drawing conclusions. Results and discussion Kampus Mengajar will collaborate with target schools by presenting various work programs to present meaningful learning while achieving aspects of the Pancasila student profile The existence of the Kampus Mengajar 7 program has a positive impact on program innovation and implementation of the Pancasila student profile dimension through priority programs. The following is the implementation of the Pancasila student profile applied at SMP Negeri 17 Muaro Jambi. The short-term Islamic boarding school program is a dimension of faith, devotion to God Almighty and noble character, and dance performances and traditional clothing are dimensions of global diversity, carrying out mutual cooperation is a dimension of mutual cooperation, and literacy competitions at school during the month of Ramadan are dimensions of critical reasoning and decorating the class into the creative dimension.
MEDIA EDUKASI KEBINEKAAN: MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL YANG INKLUSIF DI PERGURUAN TINGGI Syifa Siti Aulia; Lisa Retnasari; Yasir Marzuki
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i1.173

Abstract

Pendidikan multikultural berperan penting dalam membentuk masyarakat yang inklusif, adil, dan menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media edukasi kebinekaan untuk mendukung pembelajaran multikultural di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Menggunakan metode pengembangan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), tulisan ini memfokuskan pada tahap Define dengan pendekatan mixed methods. Subjek penelitian berjumlah 27 mahasiswa Program Studi PPKn yang mengikuti mata kuliah Pendidikan Multikultural Tahun Akademik 2024/2025. Hasil analisis menunjukkan 66,7% responden menganggap pembelajaran kebinekaan penting untuk meningkatkan penghormatan terhadap identitas beragam, sementara 85,7% menunjukkan pemahaman inklusif terhadap keragaman budaya, gender, agama, dan status sosial. Selain itu, penghormatan terhadap kepekaan budaya (90,5%) dan dialog terbuka (76,2%) diidentifikasi sebagai strategi utama menghadapi tantangan keberagaman. Penelitian ini menghasilkan lima topik utama media edukasi, yaitu nilai-nilai Pancasila, sikap demokratis, kearifan lokal, penegakan hukum yang adil, serta hak individu dan kewajiban sosial. Media ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, toleransi, dan kreativitas mahasiswa, serta mendukung pelestarian budaya lokal.   Multicultural education plays a crucial role in shaping an inclusive, just, and diversity-respecting society. This study aims to develop a diversity education medium to support multicultural education learning in the Civic and Pancasila Education Study Program. Employing the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate), this paper focuses on the Define stage using a mixed methods approach. The study involved 27 students enrolled in the Multicultural Education course during the 2024/2025 academic year. Findings indicate that 66.7% of respondents perceive learning about diversity as essential to enhancing respect for diverse identities, while 85.7% demonstrate an inclusive understanding of cultural, gender, religious, and social status differences. Moreover, cultural sensitivity (90.5%) and open dialogue (76.2%) are recognised as key strategies in addressing diversity challenges. Based on these findings, five main topics for the diversity education media were formulated, namely Pancasila values, democratic attitudes, local wisdom, fair law enforcement, and individual rights and social responsibilities. The developed educational media is expected to enhance students’ understanding, tolerance, and creativity, while also contributing to the preservation of local culture.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI ASMAUL HUSNA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDIT CINTA QUR’AN ISLAMI SCHOOL TANJUNG BALIK Reni Oktavia; Syaiful Marwan; Yufi Latmini Lasari; Muspardi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i1.179

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media yang dibuat digunakan dalam proses pembelajaran memiliki tingkat validitas dan praktikaitas yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RnD Research and Development menggunakan model 4D Thiagarajan yang telah dimodifikasi. Tahapan yang digunakan ada tiga tahap yaitu define (pendefenisian), design (perancangan), dan development (pengembangan). Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDIT Cinta Qur’an Islami School Tanjung Balik. Siswa kelas V terdiri 9 orang siswa, 5 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon guru terhadap modul menunjukkan respon yang sangat baik dan dibuktikan dengan persentase sebesar 81,25%. Begitu juga respon dari siswa diperoleh persentase sebesar 88% dengan tanggapan sangat baik tersebut sehingga modul pembelajaran terintegrasi Asmaul Husna dapat dikatakan dapat digunakan dan praktis untuk pembelajaran pendidikan pancasila.   This study aims to determine the validity and practicality of the media developed so that it can be used in the learning process. The method used in this research is Research and Development using Thiagarajan's modified 4D model. There are three stages used, namely define, design, and development. Data collection techniques are observation, interview, documentation, and questionnaire distribution. The subjects of this study were teachers and fifth grade students of SDIT Cinta Qur'an Islami School Tanjung Balik. The fifth grade students consisted of 9 students, 5 boys and 4 girls. The results of this study indicate that the teacher's response to the module shows a very good response and is evidenced by a percentage of 81.25%. Likewise, the response from students obtained a percentage of 88% with this very good response so that the Asmaul Husna integrated learning module can be said to be valid and practical to use for learning Pancasila education.
PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MENGUATKAN KOMPETENSI WARGA NEGARA ABAD 21 Giri Harto Wiratomo; Margi Wahono; Edwindha Prafitra Nugraheni; Fegiano Wulung Alami
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i1.180

Abstract

Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab. Namun, pendekatan tradisional dalam pengajaran mata pelajaran ini tidak lagi cukup untuk mengembangkan kompetensi kewarganegaraan yang relevan dengan tuntutan abad 21. Pendekatan pembelajaran yang bersifat pembelajaran klasikal tidak mampu mendorong pemahaman mendalam yang diperlukan untuk menghadapi tantangan kehidupan di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan pembelajaran mendalam dalam Pendidikan Pancasila dan dampaknya terhadap penguatan kompetensi kewarganegaraan abad 21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka. Proses penelitian meliputi pencarian literatur, evaluasi data, dan analisis serta interpretasi temuan. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan dalam Kurikulum Merdeka yang diterapkan dalam Pendidikan Pancasila masih bersifat pembelajaran permukaan, yang lebih fokus pada hafalan dan pemahaman pemahaman. Sebaliknya, pendekatan deep learning yang terdiri dari pembelajaran bermakna, pembelajaran penuh perhatian, dan pembelajaran menyenangkan, terbukti lebih efektif dalam membentuk pemikiran kritis, reflektif, dan keterlibatan aktif peserta didik. Model pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran inkuiri, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memfasilitasi penguatan kompetensi kewarganegaraan yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi pembelajaran berbasis keterlibatan aktif dan refleksi mendalam untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila, untuk mempersiapkan generasi muda yang kritis dan siap berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.   Pancasila Education plays a strategic role in shaping the character of intelligent and responsible citizens. However, traditional approaches in teaching this subject are no longer sufficient to develop citizenship competencies that are relevant to the demands of the 21st century. Classical learning approaches are unable to promote the deep understanding necessary to face the challenges of life in the era of globalization. This study aims to explore the implementation of deep learning approaches in Pancasila Education and their impact on strengthening 21st-century citizenship competencies. The research method used is qualitative with a literature review approach. The research process includes literature searching, data evaluation, and analysis and interpretation of findings. The main finding of this study indicates that the approach in the Merdeka Curriculum applied in Pancasila Education still tends to be surface learning, focusing more on memorization and shallow understanding. In contrast, the deep learning approach, consisting of meaningful learning, mindful learning, and joyful learning, has proven to be more effective in fostering critical, reflective thinking and active student engagement. Learning models that support deep learning, such as project-based learning, problem-based learning, and inquiry-based learning, can enhance learning effectiveness and facilitate the strengthening of citizenship competencies that are more relevant to the needs of the times. This study recommends the use of active engagement-based learning strategies and deep reflection to improve the quality of Pancasila Education, preparing a critical generation ready to participate in community life.

Page 8 of 10 | Total Record : 99