Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM)
Jurnal Karya Untuk Masyarakat (JKuM) merupakan jurnal ilmiah bereputasi dan ditelaah sejawat (peer-reviewed) yang berfokus pada publikasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan Keterlibatan Masyarakat (Community Service and Community Engagement). Jurnal ini menjadi wadah diseminasi penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan humaniora untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat. Ruang Lingkup Jurnal Jurnal Karya Untuk Masyarakat (JKUM) menerima naskah dalam bentuk artikel pengabdian kepada masyarakat yang mencakup, namun tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut: 1. Kegiatan pendidikan dan pelatihan 2. Social Kemasyarakatan 3. Sustainable Development
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 1: JANUARI 2021"
:
9 Documents
clear
Komunikasi Tim dan Cloud Platform (dengan Slack dan Asana) pada Siswa SMAN 2 Tambun Utara
Wa Ode Sitti Nurhaliza;
Titis Nurwulan Suciati;
Hizkia Yosias Polimpung;
Nurul Fauziah;
Ratna Puspita
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/mrj94m20
Komunikasi dalam ruang virtual terjadi tidak hanya dalam konteks interpersonal tetapi semakin berkembang dalam lingkup kelompok. Kehadiran platform komunikasi berbasis kolaborasi/Team Communication Platform (TCP) seperti Slack dan Asana- menggabungkan berbagai fitur di media sosial seperti platform jejaring sosial dan pesan singkat dirasa penting untuk mencapai komunikasi yang efektif dan efisien. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang manajemen komunikasi kelompok kecil yang efektif pada siswa; dan pemahaman tentang pemanfaatan manajemen cloud platform sebagai media komunikasi kelompok pada siswa SMA Negeri 2. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2019 sasaran kegiatan berjumlah 70 siswa-siswi di SMA Negeri 2 Tambun Utara. Media pelatihan yang digunakan Power point, Handphone, Slack dan Asana. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi dan praktik sampai pelajar mampu mengoperasikan berbagai cloud platform (Slack dan Asana). Hasil pelatihan menunjukkan para siswa dapat memanfaatkan dan mengoperasikan berbagai platform (Slack dan Asana) untuk mengelola komunikasi kelompok siswa khususnya menciptakan komunikasi efektif dalam tim di ruang virtual. Dengan demikian, para siswa setelah mengikuti kegiatan ini mampu secara mandiri mengoperasikan berbagai platform (Slack dan Asana) terutama dalam menyelesaikan tugas sekolah berbasis kelompok. Selain itu, untuk meningkatkan kreatifitas siswa-siswi di era teknologi informasi dan komunikasi yang semakin hari semakin maju dan berkembang, kegiatan pelatihan serupa perlu sering dilakukan guna membiasakan siswa dalam memanfaatkan teknologi khususnya dalam membangun komunikasi tim diantara siswa.
Membuat Laporan Keuangan Sederhana bagi Karang Taruna Taman Sari Jakarta Barat
Hieronimus Erwin Indrawan;
Agus Sujiarko
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/92h6qd46
Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sedang digalakan oleh pemerintah di masa pandemi ini, karena merupakan salah satu jalan keluar saat banyak perusahaan atau industri yang mengalami kesulitan operasionalnya sehingga harus melakukan efisiensi di mana salah satunya adalah pengurangan tenaga kerja. Sementara itu salah satu hambatan UMKM adalah kemampuan mereka untuk membuat Laporan Keuangan untuk usaha yang mereka jalankan. Sementara untuk melihat perkembangan usaha yang mereka jalankan dapat dilihat dalam Laporan Keuangan, demikian juga bila membutuhkan tambahan modal agar usahanya dapat lebih berkembang dengan omset yang meningkat. Penambahan modal berarti penurunan biaya produksi sehingga produk yang dijual lebih banyak dan dapat menggapai pangsa pasar yang lebih luas. Sasaran kegiatan ini adalah pemuda Karang Taruna Pinangsia Jakarta Barat. Permasalahan diselesaikan dengan tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan melakukan identifikasi pendahuluan untuk mengenali kondisi di lapangan mengenai perkembangan usaha di Karang Taruna serta pembuatan modul dan video untuk mempermudah peserta memahami materi. Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode presentasi dua arah dalam bentuk tanya jawab kegiatan workshop pembuatan Laporan Keuangan. Kegiatan tersebut dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting dikarenakan adanya pandemi corona. Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan tugas yang telah diberikan dalam presentasi yaitu pembuatan laporan keuangan. Hasilnya pelatihan menunjukan tingkat keberhasilan dengan indikasi tugas dapat dilaksanakan dengan baik sesuai materi yang diberikan, adanya tanggapan positif dari peserta dan sebagian besar (80%) peserta telah memahami bagaimana membuat Laporan Keuangan dan mampu membuat Laporan Keuangan yang dapat diimplementasikan pada UMKM di Karang Taruna RW.01 Pinangsia Jakarta Barat.
Model Pembelajaran Mind Mapping Menggunakan Microsoft Visio 2007 bagi Guru-Guru SDIT Al-Kautsar Cikarang
Arie Kusumawati;
Nuraini Purwandari;
Ester Lumba
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/e3emf278
Penggunaan teknologi yang mudah dan mempermudah proses belajar namun powerfull sangat dibutuhkan. Salah satu penerapan teknologi software aplikasi komputer dalam pembelajaran adalah dengan memanfaatkan Microsoft Visio untuk pembuatan metode Mind Mapping. Berfokus pada kemampuan praktikal guru-guru maka pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar kepada guru-guru sehingga dapat memanfaatkan software aplikasi khususnya Microsoft Visio serta mampu mengembangkan materi ajar dengan Mind Mapping. Kegiatan pelatihan dilakukan di SDIT Al-Kautsar Cikarang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah berfokus pada masukan, proses dan keluaran. Hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah dilakukannya enam kegiatan bertahap dalam pemenuhan hasil dari kegiatan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan guru-guru terhadap Mind Mapping dan Microsoft Visio 2007
Pelatihan Daring Trik dan Tips Mendirikan Bengkel Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
Selfiana;
Nining Purwatmini;
Subawa;
Hanif Aulawi;
Etyca Rizky Yanti
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/5a9zyp32
Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang dibekali dengan berbagai keterampilan dan pratikum diharapkan akan mampu diterima oleh dunia industri atau mampu bekerja secara mandiri dengan membuka suatu usaha. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbentuk pelatihan secara online yang ditujukan khususnya untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan Karya Guna 1 Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, bertujuan menggali dan menumbuhkan minat siswa untuk mulai berpikir sejak dini menjadi seorang wirausaha dan membuka sebuah usaha yang sesuai dengan kompetensinya yaitu bengkel. Selain itu peserta juga dibekali dengan konsep berwirausaha, membangun jaringan dan memahami pasar yang akan dihadapi. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa, diawali dengan kegiatan observasi dengan menggunakan teknik wawancara dengan pihak guru dan siswa mitra. Kegiatan dilakukan secara online melalui media zoom meeting berbentuk pelatihan. Kebermanfaatan kegiatan terlihat dari antusiasme para peserta melalui pertanyaan tentang konsep wirausaha, seputar minat, rencana dan sikap seorang wirausaha. Potensi ini menjadi awal untuk seseorang yang berminat untuk menjadi seorang wirausaha.
Pelatihan Pembuatan Hand Soap untuk Proteksi Diri dan Keluarga dari Covid-19 di Wilayah Perumahan Kekancan Mukti Kidul
Sri Sutanti;
Sari Purnavita;
Lucia Susi Irawati;
Rachel Dasmasela
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/0zyzpz44
COVID-19 adalah penyakit mematikan yang menyerang sistem pernapasan manusia dan menular dengan sangat cepat. Di masa kebijakan new normal pandemi, angka positif COVID-19 di Semarang masih tinggi. Salah satu cara untuk memproteksi diri dan keluarga dari ancaman COVID-19 adalah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa pelatihan pembuatan hand soap ini secara umum bertujuan untuk membantu masyarakat menekan penyebaran COVID-19 di Semarang, dan secara khusus memberikan penyuluhan, pengetahuan, dan keterampilan baru kepada mitra seputar teknologi pembuatan hand soap dan gambaran peluang berwirausaha. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan pada mitra ibu-ibu PKK RT 05 RW 02 Perum Kekancan Mukti Pedurungan Kidul Semarang dalam tiga sesi, yaitu kegiatan penyuluhan dan pemberian materi, pelatihan pembuatan hand soap, dan diskusi. Hasil keseluruhan rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat, mitra menunjukkan respon positif karena mendapatkan manfaat berupa pengetahuan dan keterampilan baru, mitra senang dan antusias dengan materi yang diberikan karena bermanfaat terutama di masa pandemi COVID-19, kegiatan ini sebagai alternatif untuk mengisi waktu luang akibat masyarakat kehilangan pekerjaan (PHK) serta mitra termotivasi untuk mencoba peluang berwirausaha hand soap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat memberikan manfaat bagi negara dengan turut membantu pemerintah bersama sama menekan angka COVID-19 melalui gerakan 3M, menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan dengan sabun, serta membantu pemerintah untuk memberikan penyuluhan “melek iptek” pada masyarakat
Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Basis Data untuk Para Pengurus dan Karyawan Rumah Singgah Lansia
Henri Septanto
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/h8dsp513
Pengelolaan Basis Data adalah bagian dari kegiatan operasional administrasi sebuah organisasi. RSL (Rumah Singgah Lansia) adalah sebuah organisasi sosial yang menyediakan tempat singgah bagi para Lansia yang membutuhkan perhatian baik dari sisi kesehatan maupun psikologi. Saat ini pengelolaan data di RSL masih bersifat konvensional, seorang lansia yang datang diantar keluarganya untuk dirawat, diperiksa atau singgah dicatat pada sebuah buku. Walaupun saat ini jumlah para lansia yang menjadi anggota belum banyak namun untuk jangka panjang dibutuhkan pengelolaan data yang lebih baik, untuk itulah pembuatan dan pengelolaan basis data sangat penting untuk diterapkan pada RSL ini. Tujuan PKM ini adalah memberikan pelatihan pembuatan dan pengelolaan basis data agar data-data lansia yang ada pada rumah singgah lansia ini dapat dikelola dengan lebih baik dari sebelumnya. Beberapa kendala yang ada dalam PKM ini adalah terbatasnya infrastruktur TIK serta kurangnya kompetensi SDM dalam bidang TIK khususnya dalam mengoperasikan aplikasi basis data dan perangkat komputer. Rumah singgah lansia ini hanya mempunyai sebuah laptop yang digunakan untuk berbagai keperluan administrasi dan keuangan. Dua orang karyawan yang mengurus berbagai urusan administrasi mulai dari pendaftaran, kesehatan sampai dengan urusan keuangan, dibantu secara bergiliran oleh para pengurus RSL yang juga sekaligus sukarelawan. Setiap hari selalu ada pengurus dan sukarelawan yang datang membantu berbagai pekerjaan di rumah singgah lansia, mulai dari menangani masalah administrasi, kebersihan sampai dengan melayani para lansia dan keluarganya. Pelatihan pada PKM yang telah dilakukan terbukti berhasil meningkatkan kompetensi para karyawan dan pengurus Rumah Singgah Lansia sehingga mereka mampu beralih dari awalnya mengelola data secara konvensional sehingga akhirnya membuat dan mengelola data menggunakan software aplikasi Basis Data.
Pemanfaatan Gang sebagai Ruang Edukasi dan Interaksi pada RW 02 Kelurahan Paseban Jakarta Pusat
Sitti Wardiningsih;
Sitinah;
Serepina Tiur Maida;
Retno Indriyati K;
Rismen Sinambela
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/fa0z8620
Gang sebagai ruang umum dapat digunakan untuk pemanfaatan sebagai Ruang Publik (RP) untuk berbagai kegiatan edukasi dan interaksi anak. Anak–anak di lingkungan RW 02 berada pada usia belajar yaitu usia 3-12 tahun. Tujuan dari Pengabdian pada Masyarakat di Kelurahan Paseban Jakarta Pusat adalah agar memanfaatkan gang sebagai ruang edukasi dan interaksi anak di luar ruangan belajar sambil bermain. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pencerahan dan diskusi langsung pada anak-anak dengan materi terentang belajar sambil bermain di luar ruangan bangunan. Dalam pelaksanaan di bagi dua, untuk usia 3-6 tahun bermain dengan melipat kertas, dan untuk dan usia 6-12 tahun membuat ondel-ondel, kegiatan diikuti oleh 10 orang anak. Hasil akhir pelaksanaan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat di RW 02 adalah bermain sambil belajar di luar ruangan bangunan rumah. Anak-anak memanfaatkan waktu di luar jam belajar dengan kegiatan positif dan diharapkan anak-anak lebih kreatif dalam berkreativitas dan dapat bekerja dalam tim.
Pengenalan Pemikiran Computational Thinking untuk Guru MI dan MTs Pesantren Nurul Islam Sekarbela
Wiya Suktiningsih;
Diah Supatmiwati;
Ni Gusti Ayu Dasriani;
Apriani;
Ismarmiaty
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/m8y03m85
Computational Thinking (CT) adalah konsep berpikir secara komputasi dalam menyelesaikan suatu masalah. Saat ini para guru di MI dan MTs Pesantren Nurul Islam belum menerapkan CT dalam proses pembelajarannya. Metode pembelajaran dalam CT mencakup 4 pilar utama, yaitu: Dekomposisi, Abstraksi, Algoritma dan Pengenalan Pola. CT melatih siswa untuk berpikir secara komputasi sambil memecahkan masalah di semua disiplin ilmu. Berpikir Komputasi adalah suatu konsep proses berpikir yang melibatkan suatu perumusan masalah dalam menemukan solusinya, seperti cara berpikir suatu system computer atau mesin yang berkerja secara efektif. Metode pembelajaran CT membentuk siswa menjadi kreatif dan inovatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi. Saat ini CT tidak hanya dapat diterapkan di bidang teknik informatika, akan tetapi dapat diintegrasikan dengan bidang keilmuan lain seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Program kegiatan pengabdian masyarakat ini memperkenalkan konsep CT untuk guru MI dan MTs di Pondok Pesantren Nurul Islam - Pagesangan Mataram. Dengan harapan guru dapat memasukkan CT ke dalam kurikulum pembelajaran yang diajarkan, supaya siswa mampu menyelesaikan masalah menggunakan konsep berpikir computational thinking, dan terkonsep secara alamiah menggunakan CT, hingga pemasalahan dapat diselesaikan secara efektif dan optimal.
Berbagi dengan Sesama dalam Masa Pandemi Covid-19 di Bekasi Selatan
Rosalia Kurni Setyawati;
Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/v2xj5722
Membantu orang lain tidak harus menunggu kaya atau berkecukupan secara ekonomi. Membantu orang lain tidak harus nilainya besar. Sebagai manusia kita perlu saling membantu dalam bentuk apapun dan kapanpun karena kita pun juga suatu ketika akan membutuhkan uluran tangan orang lain. Kegiatan penggalangan dana ini merupakan inisiatif warga yang peduli pada saudara yang menderita yang terdampak oleh pembatasan sosial berskala besar yang mengakibatkan sebagian masyarakat tidak dapat bekerja atau bahkan tidak lagi memiliki pekerjaan karena terkena PHK. Inisiatif ini ternyata mendapat sambutan positif dari warga lain sehingga bantuan kepada yang membutuhkan benar-benar dapat dilakukan secara swadaya, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk sembako namun juga diberikan dalam bentuk uang untuk mereka berobat. Metode yang dilakukan untuk menentukan apakah mereka berhak menerima atau tidak dengan melakukan survey atau bertanya langsung dengan cara mendatangi rumahnya. Dengan demikian, data yang terkumpul merupakan data yang akurat sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kesimpulannya adalah bahwa setiap anggota masyarakat dapat secara swadaya dan sesuai kebutuhan berupaya untuk meringankan beban saudara kita dengan berbagai cara.