cover
Contact Name
Kristian
Contact Email
jihhsofficial@gmail.com
Phone
+6285869775962
Journal Mail Official
jihhsofficial@gmail.com
Editorial Address
Miliran UH 2/102, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal Integrative and Holistic Health Studies
ISSN : -     EISSN : 31238165     DOI : 10.66188
Core Subject : Health,
Journal Integrative and Holistic Health Studies Published by IDPUSVAKRIS Published monthly Managed by PT PUNAR SVASTHYA KRISTA Accepting research manuscripts in the field of health, especially in the field of nursing e-ISSN: 3123-8165. Journal Integrative and Holistic Health Studies is a scientific journal containing research results from the field of nursing science, such as basic nursing, medical surgery, critical and emergency, maternity, mental, community, geriatric, management and other health related to nursing. Journal Integrative and Holistic Health Studies is a scientific journal that has a focus and scope in the field of nursing science, such as basic nursing, medical surgery, critical and emergency, maternity, mental, community, geriatric, management and other health related to nursing. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Journal Integrative and Holistic Health Studies should follow the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further review. The editors will only accept manuscripts that meet the assigned format.
Articles 27 Documents
GAMBARAN IMPLEMENTASI KOMBINASI HEAD OF BED ELEVATION, FISIOTERAPI DADA DAN SUCTION PADA NY. R DENGAN GAGAL NAPAS TERHADAP BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RS BETHESDA YOGYAKARTA: CASE REPORT Fransiska Ayu Utari; Diah Pujiastuti; Danarso
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i2.26

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang masuk ruang perawatan ICU umumnya bervariasi, salah satunya yaitu pasien dengan gagal napas, dengan masalah utama yang sering dijumpai adalah bersihan jalan napas tidak efektif, yaitu ketidakmampuan individu untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan guna mempertahankan jalan napas yang paten. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya sekret yang berlebihan, penurunan refleks batuk, serta penggunakaan ventilator mekanik atau endotrakeal tube. Gejala Umum: Pasien penurunan kesadaran dengan ETT on ventilator mekanik, terdapat sputum produktif berwarna putih keruh dengan karakteristik kental, dan terdapat bunyi napas tambahan ronchi. Intervensi Terapeutik: Kombinasi intervensi Head of Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction. Hasil: Peningkatan pengeluaran produksi sputum yang signifikan 2 hari perturut-turut, hari pertama 20 cc menjadi 75 cc , hari kedua 62 cc menjadi 80 cc berturut-turut setelah diberikan intervensi. Kesimpulan: Implementasi kombinasi Head of Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction efektif untuk mengurangi bersihan jalan napas yang tidak efektif pada pasien gagal napas terpasang ventilator mekanik.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN FOOT MASSAGE MENGGUNAKAN MINYAK CENDANA DAN ROM PASIF UNTUK MENCEGAH KRAM PADA PASIEN CKD YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA : STUDI KASUS Melanie Rambu Moha; Vivi Retno Intening; Eni Purwanti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.27

Abstract

Latar belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis seperti penderita Chronic Kidney Disease (CKD) sering mengalami kram otot pada proses hemodialisa.  Proses hemodialisis bertujuan untuk mengeluarkan cairan dan racun dari tubuh. Apabila cairan yang dikeluarkan terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Sehingga perubahan kadar elektrolit secara mendadak dapat menyebabkan kram otot. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan pada pasien CKD untuk mencegah terjadinya kram otot adalah foot massage dan ROM Pasif. Foot massage memberikan pijatan yang merangsang sirkulasi darah ke area yang terdampak. Peningkatan aliran darah ini memastikan pengiriman oksigen dan nutrisi penting yang lebih baik ke otot sehingga dapat mencegah terjadinya kram. Gerakan ROM pasif membantu melancarkan aliran darah ke area otot yang terkena kram.. Gejala utama: Komplikasi yang sering terjadi pada pasien hemodialisa adalah kram otot. Metode: Metode dalam penulisan Karya Ilmiah Akhir ini adalah menggunakan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian foot massage dan ROM Pasif yang dilakukan selama 3 kali dalam 2 minggu dengan durasi 15 menit. Pengkajian kram otot menggunakan Muscle Cramp Questionnaire. Hasil: Hasil intervensi foot massage dan ROM pasif mendapatkan perubahan yaitu tidak terjadi cram pada saat intra hemodialisa maupun post hemodialisa. Kesimpulan: Foot Massage dan ROM Pasif dapat berpengaruh dalam mencegah kram otot pada pasien CKD yang sedang menjalani hemodialisa Saran: Foot Massage dan ROM Pasif dapat dilakukan secara mandiri untuk mencegah kram otot pada pasien chronic kidney disease yang sedang menjalani hemodialisa.
PENGARUH KOMBINASI FOOT MASSAGE DAN SLOW DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP KELETIHAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA TAHUN 2025: STUDI KASUS Theresia oktavina amalia sari; Vivi Retno Intening; Eni Purwanti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.28

Abstract

Latar Belakang: Chronic kidney disease (CKD) merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena terjadinya penurunan fungsi dari ginjal. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik maka diperlukan terapi untuk menggantikan fungsi dari ginjal seperti hemodialisa. Dalam proses hemodialisa terdapat efek samping salah satunya adalah keletihan. Maka dapat diberikan tindakan non farmakologi seperti terapi kombinasi Foot Massage dan Slow Deep Breathing. Gejala Umum: Pasien CKD yang menjalani hemodialisa sering mengalami keletihan. Tujuan: mengetahui pengaruh kombinasi foot massage dan slow deep breathing exercise terhadap penurunan Tingkat keletihan pada pasien  hemodialisis. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus. Populasi  pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa dengan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling jumlah sampel satu orang yang mengalami keletihan. intervensi yang dilakukan adalah terapi foot massage dan slow deep breathing yang dilakukan pada pasien dengan keletihan sebanyak 3 kali intervensi selama 20 menit. Penilaian dengan menggunakan lembar kuisioner FACIT. Hasil: Sebelum diberikan intervensi tingkat keletihan sedang dan setelah diberikan intervensi tingkat keletihan menjadi ringan. Kesimpulan: Berhasil mengaplikasikan terapi foot massage dan Slow Deep Breathing pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Saran : Terapi kombinasi tersebut dapat diterapkan di rumah sakit sebagai tindakan mandiri perawat
DUKUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT KEMANDIRIAN LANJUT USIA HIPERTENSI Daning Widi Istianti; Laurensius Sebrian Rahmadi
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i2.29

Abstract

Lembaga Kesejahteraan Sosial Pelita Kasih dalam naungan Gereja Baptis Indonesia Demakijo berlokasi di Kelurahan Banyuraden. Masalah kesehatan yang ditemukan pada lanjut usia yaitu hipertensi. Lanjut usia dengan hipertensi memerlukan dukungan keluarga untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. Kemandirian lanjut usia dalam melakukan aktivitas sehari-hari masih kurang dikarenakan dukungan kurang, keluarga sibuk bekerja, sehingga tidak ada waktu untuk mengantar lansia kontrol ke puskesmas dan tidak mengingatkan untuk rutin minum obat, lansia seringkali lupa dan menyebabkan tekanan darah meningkat. Mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pada lansia hipertensi di Lembaga Kesejahteraan Sosial Pelita Kasih Tahun 2023. Kuantitatif korelasi dengan cross sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling berjumlah 61 lansia dengan hipertensi di Lembaga Kesejahteraan Sosial Pelita Kasih, alat ukur menggunakan kuesioner. Karakteristik responden berdasarkan hasil terbanyak pada usia 60-74 tahun 62,3%, jenis kelamin perempuan 65,6%, pendidikan Sekolah Dasar 42,6%, tidak bekerja 73,8%. Hasil analisis sebagian besar dukungan keluarga dengan kategori baik 73,8% dan pada tingkat kemandirian dengan kategori mandiri 73,8%. Hasil uji Kendall’s didapatkan nilai 0,010 < 0,05 dengan nilai keeratan 0,313. Ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pada lanjut usia hipertensi di Lembaga Kesejahteraan Sosial Pelita Kasih dengan keeratan rendah. Diharapkan keluarga memberikan dukungan, baik waktu, emosional, penghargaan, materi, dan memberikan informasi untuk menunjang kesehatan lansia.
PEMBERIAN MINYAK ZAITUN DENGAN BUBUK KUNYIT UNTUK MENGATASI PRURITUS PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA: CASE REPORT Noke Yola Puspita Sari; Nurlia Ikaningtyas; Agustin Eka Kristiningsih
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.30

Abstract

Latar Belakang: Terdapat lebih dari 40% pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani terapi hemodialisis mengalami pruritus. Terapi hemodialisis dapat menyebabkan perubahan fisiologis, salah satunya peningkatan suhu tubuh akibat pembuangan panas melalui dialyzer yang memicu vasodilatasi dan produksi keringat berlebih, sehingga menimbulkan pruritus. Salah satu pengobatan yang dilakukan yaitu non farmakologis dengan menggunakan minyak zaitun dan bubuk kunyit. Gejala Umum: Pasien CKD yang menjalani hemodialisa sering mengalami gangguan kulit seperti gatal dan kulit kering. Metode: Karya Ilmiah Akhir ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus. Populasi yang di gunakan pasien CKD yang menjalani hemodialisa dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumalah sampel 1 orang. Intervensi yang dilakukan pemberian minyak zaitun dan bubuk kunyit dengan penilaian menggunakan lembar kuisioner. Hasil: Hasil dari intervensi yang dilakukan selama 2 kali pertemuan didapatkan hasil bahwa ada perubahan dalam skor pruritus dari 17 menjadi 10. Kesimpulan: Berhasil  mengaplikasikan pemberian minyak zaitun dan bubuk kunyit pada pasien CKD yang sedang menjalani hemodialisa. Saran: Pemberian minyak zaitun dan bubuk kunyit ini dapat di terapkan di rumah sakit maupun tindakan mandiri perawat pada pasien CKD dengan masalah pruritus.
PEMBERIAN KOMPRES DAUN KUBIS TERHADAP PENURUNAN NYERI PEMBENGKAKAN PAYUDARA IBU NIFAS: CASE STUDY Mustikasari, Anita; Suciani, Ana Maria; Suryanti, Susana Wahyu Dwi; Setyaji, Irawan Inung; Wirata, Resta Betaliani
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.32

Abstract

Pembengkakan payudara (breast engorgement) merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh ibu pada masa nifas akibat peningkatan produksi ASI yang tidak diimbangi dengan pengosongan payudara secara optimal. Kondisi ini ditandai dengan payudara terasa keras, tegang, hangat, serta menimbulkan rasa nyeri yang dapat mengganggu proses menyusui. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi pembengkakan payudara adalah kompres daun kubis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres daun kubis terhadap penurunan pembengkakan payudara pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case report) dengan dua responden ibu nifas yang mengalami pembengkakan payudara di RS Bethesda Yogyakarta Lempuyangwangi. Pengukuran tingkat pembengkakan payudara dilakukan menggunakan Six Point Engorgement Scale (SPES) dengan rentang skor 1–6. Intervensi yang diberikan berupa kompres daun kubis dingin yang ditempelkan pada payudara selama 25-30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi salah satu responden mengalami kondisi payudara teraba hangat, sedangkan responden lainnya tidak. Setelah pemberian kompres daun kubis, kedua responden menunjukkan kondisi payudara tidak teraba hangat. Selain itu, terjadi penurunan skor SPES pada kedua responden, dimana pada ibu nifas pertama skor menurun dari 3 menjadi 1 dan pada ibu nifas kedua dari 4 menjadi 2. Hasil ini menunjukkan bahwa kompres daun kubis dapat membantu menurunkan pembengkakan payudara serta meningkatkan kenyamanan ibu nifas dalam proses menyusui. Saran bahwa kompres daun kubis dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif, mudah dilakukan, dan ekonomis dalam penatalaksanaan pembengkakan payudara pada ibu nifas.
GAMBARAN SIKAP NOMOPHOBIA PADA REMAJA ANTARIKSAWAN, I WAYAN; Maglaya, Mac Donele G.; Hufana, Karl Michael G.
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.33

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah dunia secara signifikan yang memberikan dampak positif dan negatif terhadap remaja. Nomophobia atau “No Mobile Phone Phobia” adalah perilaku atau sikap kecanduan yang dirasakan karena perasaan takut tidak memakai smartphone yang menjadi salah satu dampaknya. Kegiatan remaja yang dilakukan di dusun Menulis saat kegiatan rapat yang seharusnya berfokus pada diskusi namun remaja terlihat fokus memperhatikan hp masing-masing. Remaja merasa takut jika ada pesan atau informasi yang terlewat di sosial media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap nomophobia pada remaja di dusun menulis sumbersari, sleman yogyakarta. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 60 remaja. Hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas usia responden 18-24 tahun sebanyak 61,7%, berjenis kelamin perempuan sebanyak 58,3%, dengan pendidikan terbanyak adalah perguruan tinggi sebanyak 60%, sikap tehadap nomophobia pada kategori berat sebanyak 61,7%.  Kesimpulan dari penelitian ini responden memiliki tingkat sikap tehadap nomophobia berat sehingga perlunya kesadaran diri terkait penggunaan hp. Saran peneliti yaitu remaja perlu diberikan kesadaran dan kewaspadaan dalam penggunaan hp agar dapat mengurangi tingkat nomophobia.

Page 3 of 3 | Total Record : 27