cover
Contact Name
Moh Fikri Septiono
Contact Email
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Phone
+6285136480215
Journal Mail Official
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas YPIB Majalengka Kampus 2 Cirebon Jl. Perjuangan Jl. Majasem No. 10a, Kota Cirebon – 45131 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi: Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 26861062     EISSN : 25982583     DOI : https://doi.org/10.51997
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 139 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Eti Haryati; Adi Zakaria
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/0dt49e05

Abstract

Kenanga (Canangium odoratum Baill) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang berasal dari bagian bunganya. Minyak atsiri kenanga dapat digunakan sebagai antibakteri. Antibakteri digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diantaranya yaitu infeksi. Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme flora normal yang banyak berada di kulit dan jika tumbuh berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti selulitis, impetigo, bisul dan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill) yang dibuat sediaan gel sebagai antibakteri dengan konsentrasi minyak atsiri 1%, 5% dan 7%. Jenis penelitian ini adalah experimental yaitu melakukan percobaan dan pengamatan pada objek yang sedang ditetili. Metode yang digunakan ialah in-vitro. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran pada media agar. Zona bening yang muncul di media agar digunakan sebagai parameter bahwa terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan uji maupun kontrol. Analisis data menggunakan parameter uji Normalitas, Homogenitas, Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan uji yang memiliki daya antibakteri adalah konsentrasi 5% dan 7% dengan nilai diameter zona bening masing-masing 6,1 mm dan 7,01 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK KULIT PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil) Subagja; M. Azka Hanapi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/kp63jx70

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan adalah buah pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim esktrak kulit pepaya (Carica papaya L.) yang diukur dengan menggunakan metode DPPH. Ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi esktrak kulit pepaya (Carica papaya L.) pada formula I, II, dan III yaitu 5%, 10%, dan 20%. Pengujian aktivitas antioksidan krim ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) menggunakan metode DPPH dengan larutan pembanding vitamin C. Vitamin C dibuat seri konsentrasi 1, 2, 4, 6, dan 8 ppm didapatkan persentase hambatan 2,58%, 8,27%, 25%, 30,34%, dan 36,37%. Evaluasi krim meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas, dan uji iritasi. Stabilitas krim menggunakan metode Cycling test pada suhu 4 dan 40 . Analisis penelitian menggunakan One Way ANOVA spss versi 21. Langkah awal dalam analisis data melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% (0,05) dapat disimpulkan bahwa krim esktrak kulit pepaya (Carica papaya L.) pada formula I, II, dan III tidak efektif sebagai antioksidan.
UJI EFEKTIVITAS HAIRTONIC EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI JANTAN Anna Pradiningsih; Ririn Rismawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/h1q4ve82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penumbuh rambut Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) terhadap kelinci jantan. Pengujian dilakukan dengan mengukur panjang rambut setiap hari ke-7, 14, 21 dan 28 hari, yang dibagi menjadi 6 daerah pengolesn, yaitu Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 5%, Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 7%, Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 9%, kontrol positif (Hairtonic merk X), kontrol negatif (Basis Hairtonic) dan Kontrol normal tanpa pengolesan. Hasil penelitian menunjukan adanya efek penumbuh rambut pada Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan konsentrasi 5%, 7%, 9% dan kontrol positif. Hasil data statistik diuji normalitas dan homogenitas dengan aplikasi SPSS versi 21 yang dilanjutkan dengan uji Uji Kruskal-Wallis yang menunjukan formula hairtonic ekstrak biji alpukat memiliki efektivitas sebagai penumbuh rambut pada kelinci selanjutnya dilakukan uji Uji ann-Whitney untuk uji perbandingan antar kelompok hasilnya Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 7% dan 9% memiliki efek penumbuh rambut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol positif.
AKTIFITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR EKSTRAK DAUN MELINJO (GNETUM GNEMON L) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Atin Yuliantini; Rahma Nafi’ah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/8055v312

Abstract

Daun melinjo memiliki kandungan resveratrol yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Telah dilakukan penelitian uji aktifitas antibakteri sabun cair ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode in-vitro perforasi pada media nutrien agar dengan melihat diameter zona hambat pada konsentrasi ekstrak 10%, 20% dan 30% b/v. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa konsentrasi 30% memiliki nilai zona hambat mendekati kontrol positif. Selanjutnya ekstrak daun melinjo 30% diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun cair. Hasil formula diuji aktifitas antibakterinya dan stabilitas penyimpanan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sabun cair ekstrak daun melinjo memiliki persen efektif dibanding kontrol positif sebesar 84,81%. Sedangkan hasil uji stabilitas penyimpanan meliputi : organoleptis, pH, viskositas, kenaikan tinggi busa pada suhu 0oC, 25oC dan 40oC menunjukkan bahwa sediaan kurang stabil pada penyimpanan selama empat minggu.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LIPSTIK PEWARNA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensin L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Fitri Zakiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ry11jn34

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) mengandung flavonoid antosianin, termasuk dalam flavonoid yang digunakan sebagai pewarna alami dan sekaligus memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Buah naga merah diambil sarinya dengan cara memeras . Sari yang diperoleh kemudian dibuat sediaan pewarna lipstik dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% dan diujiaktivitasantioksidannya dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji antioksidan metode DPPH menunjukkan bahwa nilai IC50 pada formula I, II, dan III berturut-turut adalah 132, 046 ppm ; 119,803 ppm ; dan 104,978 ppm. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan intensitas sedang (101-150 ppm). Hasil uji analisa regresi linier menunjukkan bahwa nilai R2 mendekati 1 sehingga model regresi semakin baik dan memenuhi kriterialinieritas (layak).
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP DAYA INGAT TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) DENGAN METODE LABIRIN Asep Suparman
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/5t7etg76

Abstract

Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) mengandung senyawa Flavonoid dan Vitamin C yang mampu meningkatkan daya ingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) terhadap daya ingat tikus jantan (Rattus norvegicus) yang di uji dengan metode labirin. Ekstraksi menggunakan maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Pada penelitian ini, 15 ekor tikus jantan dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu X1 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 160 mg/200grBB), X2 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 180 mg/200grBB), X3 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 200 mg/200grBB), Kontrol Positif (Pyritinol), dan Kontrol Negatif (Suspending Agent). Seluruh kelompok dimasukan kedalam labirin selama 18 hari dan mencatat waktu tikus menyelesaikan labirin. Sediaan diberikan dihari ke-8 dan dihentikan pada hari ke-18. Data dianalisis dengan uji Krukal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata waktu tempuh X1 (456,20 detik), X2 (293,02 detik), X3 (475,54 detik), Kontrol Positif (377,76), dan Kontrol Negatif (442,29). Hasil uji Mann Whitney menunjukan bahwa suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) pada dosis 160 mg/200grBB dan dosis 180 mg/200grBB tidak memiliki perbedaan efektivitas dengan Pyritinol terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki efektivitas terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Eti Haryati; Adi Zakaria
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/j55qem09

Abstract

Kenanga (Canangium odoratum Baill) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang berasal dari bagian bunganya. Minyak atsiri kenanga dapat digunakan sebagai antibakteri. Antibakteri digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diantaranya yaitu infeksi. Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme flora normal yang banyak berada di kulit dan jika tumbuh berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti selulitis, impetigo, bisul dan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill) yang dibuat sediaan gel sebagai antibakteri dengan konsentrasi minyak atsiri 1%, 5% dan 7%. Jenis penelitian ini adalah experimental yaitu melakukan percobaan dan pengamatan pada objek yang sedang ditetili. Metode yang digunakan ialah invitro. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran pada media agar. Zona bening yang muncul di media agar digunakan sebagai parameter bahwa terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan uji maupun kontrol. Analisis data menggunakan parameter uji Normalitas, Homogenitas, Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan uji yang memiliki daya antibakteri adalah konsentrasi 5% dan 7% dengan nilai diameter zona bening masing-masing 6,1 mm dan 7,01 mm.
UJI STABILITAS GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) Subagja
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/c4794e47

Abstract

Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang berasal dari bagian bunganya adalah Kenanga (Cananga odorata). Minyak atsiri kenanga dapat digunakan sebagai antibakteri.Antibakteri digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diantaranya yaitu infeksi.Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme flora normal yang banyak berada di kulit dan jika tumbuh berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti selulitis, impetigo, bisul dan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill) yang dibuat sediaan gel sebagai antibakteri dengan konsentrasi minyak atsiri 1%, 5% dan 7%. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental yaitu melakukan percobaan dan pengamatan pada objek yang sedang ditetili.Uji stabilitas yang digunakan adalah metode Cyling Test. Sediaan gel disimpan pada suhu 40 dan 450. Dari evaluasi sediaan diperoleh hasil gel memenuhi syarat dari organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji sineresis.Dari hasil uji stabilitas diperoleh hasil sediaan gel minyak atsiri bunga kenanga stabil dalam penyimpanan 12 hari (6 siklus).
UJI EFEKTIVITAS KRIM KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DAN EKSTRAK PELEPAH PISANG AMBON (Musa Paradisiaca var. Sapientum L.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Rahma Nafi’ah; Rizki Rahmah Fauzia; Cintya Ayu Sahputri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/n0j27v22

Abstract

Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api, air, panas, listrik, bahan kimia dan radiasi juga boleh sebab kontak dengan suhu rendah (frosbite).Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai efektivitas sebagai luka bakar adalah kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi yang paling efektif terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. Serta mengetahui stabilitas formulasi krim kombinasi kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.). Ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) dengan variasi konsentrasi pada formula X1 10% : 10%, X2 10% : 15% dan X3 10% : 20% dengan kontrol positif (Krim “X”). Analisa data menggunakan uji kruskall-Wallis yang dilanjutkan uji Mann-Whitney.Berdasarkan uji kruskall-Wallis diperoleh nilai sig 0,002 (sig<0,05) yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan. Pada uji Mann-Whitney diperoleh nilai sig kelompok X1 sebesar 0,117 (sig > 0,05), nilai sig X2 sebesar 0,020 (sig < 0,05) sedangkan nilai sig X3 sebesar 0,111 (sig > 0,05) yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok X2 dengan kontrol positif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Sediaan krim kombinasi ekstrak kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum L.) konsentrasi 10% : 15% lebih efektif dalam menyembuhkan luka bakar buatan pada tikus putih jantan. Krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon stabil dalam penyimpanan suhu 4° dan 40°C selama 12 hari.
UJI EFEKTIVITAS MINYAK BIJI ALPUKAT (Perseae americana,Mill) SEBAGAI PENAMBAH DAYA INGAT TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Anna Pradiningsih; Devi Maypriyanti Liveta
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/65qkw564

Abstract

Tanaman Alpukat (Perseae americana, Mill) berasal dari Amerika Tengah, zat aktif yang terkandung dalam biji Alpukat (Perseae americana) adalah Omega-3. Omega 3 adalah asam lemak tidak jenuh.Mekanisme omega-3 terhadap pertumbuhan otak adalah sebagai antioksidan yang dapat mendegenerasi sel-sel otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pada kadar berapa minyak biji Alpukat (Perseae americana, Mill) dapat menambah daya ingat pada mencit putih jantan (Mus usculus). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian eksperimental. Dengan hewan uji yang digunakan adala mencit putih jantan sebanyak 15 mencit yang dibagi dalam 5 kelompok. Uji dilakukan dengan menggunakan metode statistik dengan berbagai dosis minyak biji Alpukat ((Perseae americana, Mill)) 5 ml /kg bb, 25 ml/kg bb, dan 50 ml/kg bb, Syrup encephabol, dan aquadest. Hasil penelitian diperoleh perbedaan pada setiap konsentrasi minyak biji Alpukat (Perseae americana, Mill), dosis paling efektif dalam meningkatkan daya ingat pada mencit putih jantan adalah 50 ml/kg bb, karena semakin besar dosis yang digunakan makan peningkatan daya ingat semakin efektif.Analisa data menghasilkan bahwa dengan menggunakan Uji Mann Whitney ketiga dosis memiliki perbedaan yang bermakna dengan kontrol positif.

Page 7 of 14 | Total Record : 139