cover
Contact Name
Moh Fikri Septiono
Contact Email
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Phone
+6285136480215
Journal Mail Official
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas YPIB Majalengka Kampus 2 Cirebon Jl. Perjuangan Jl. Majasem No. 10a, Kota Cirebon – 45131 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi: Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 26861062     EISSN : 25982583     DOI : https://doi.org/10.51997
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 139 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TOGA DENGAN PEMANFAATAN TOGA PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK STUNTING Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi TW; Yenny Sri Wahyuni; Tatik Sofiyani Suhada; Rai Fadiilah Akbar
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/p20y6q24

Abstract

Pengetahuan tentang tanaman obat keluarga sudah ada sejak jaman dahulu. Diantara manfaat dan kegunaannya baik untuk upaya peningkatan kesehatan, mencegah dari penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan. Berdasarkan hasil laporan nasional Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, proporsi pemanfaatan TOGA di Indonesia sebesar 24,6%. Pemanfaatan TOGA untuk kesehatan balita dapat diawali dari tanaman yang ada di pekarangan rumah atau di lingkungan tempat tinggal. Dengan pengetahuan yang benar tentang pemanfaatan TOGA bagi kesehatan balita akan mendorong peningkatan pengobatan balita yang sakit maupun mencegah sakit dengan meningkatkan daya tahan tubuh balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode observasional analitik dengan jenis penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 50 responden ibu anak stunting. Data dikumpulkan melalui kuesioner penelitian. Hasil uji tingkat pengetahuan tentang TOGA terdapat 44 responden dengan pengetahuan baik (88%). Perilaku pemanfaatan TOGA dengan kategori cukup 26 responden (52%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting dengan nilai p-value sebesar 0,001, korelasi sedang (0,455) dengan arah korelasi positif. 
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK SUSPENSI EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Rizki Rahmah Fauzia; Nurpatmawati; Feri Fadilah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/cjb3a255

Abstract

Lengkuas (Alpinia galanga L.) merupakan salah satu tanaman yang dikenal oleh masyarakat memiliki efek farmakologis sebagai obat. Lengkuas telah banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai obat nyeri (analgetik), diuretik, dan antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah suspensi ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) efektif sebagai analgetik dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah suspensi ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) yang efektif sebagai analgetik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih jantan dengan berat badan 200 gram sebanyak 15 ekor, di bagi 5 kelompok secara random. Kelompok I diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 10% secara oral, Kelompok II diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 12,5% secara oral, Kelompok III diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 15% secara oral, Kelompok IV diberi 2 ml suspensi ibuprofen secara oral, dan Kelompok V diberi 2 ml larutan suspensi CMC Na 1% secara oral, lalu diamkan selama 10 menit. Setelah didiamkan selama 10 menit semua kelompok tikus diinduksi dengan asam asetat 3% (0,2 ml) intra peritonium. Kemudian hitung jumlah geliat setiap 10 menit selama 1 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan anova satu arah dan dengan AUC (Area Under Curve). Hasil penelitian menunjukan suspensi ekstrak rimpang lengkuas dengan konsentrasi 12,5% dan 15% memiliki efektivitas sebagai analgetik pada tikus putih jantan. Simpulan bahwa ekstrak rimpang lengkuas memiliki efektivitas analgetika pada tikus putih jantan. 
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena Glauca L. Benth) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN Ahmad Azrul Zuniarto; Evi Alfiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/4kjavj75

Abstract

Daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) merupakan tanaman yang berasal dari famili fabaceae adalah tanaman yang ditemukan memiliki berbagai macam manfaat diantaranya yaitu dapat menyembuhkan luka. Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) yang dapat menyembuhkan luka yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) memiliki efektivitas terhadap luka sayat pada tikus putih jantan, untuk mengetahui konsentrasi salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) yang paling efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan serta untuk mengetahui salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) yang memiliki stabilitas terbaik pada penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini proses ekstraksi daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) menggunakan cara maserasi dengan pelarut alkohol 70%. Hasil ekstraksi akan di formulasikan dalam bentuk salep dengan konsentrasi 10%, 15%, 30%. Tikus yang dibuat luka sayat dioleskan salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) pada pagi dan sore hari. Hasil dari kesembuhan luka sayat kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji ANOVA satu arah serta uji t-test. Salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) menunjukan efektivitas terhadap luka sayat, dan salep ekstrak daun lamtoro dengan konsentrasi 15% dan 30% yang memiliki perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif. Hasil stabilitas sediaan salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) stabil pada suhu 0oC, 25oC, sedangkan pada suhu 60oC tidak stabil.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI Staphylococcus aureus. Anna Pradiningsih; Bambang Karsidin; Nunung Komalasari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/43b9y010

Abstract

Salah satu tanaman yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka bakar adalah Daun Sirih (Piper betle L.). Daun Sirih mempunyai kandungan kimia, khususnya bagian daun seperti minyak atsiri berisikan senyawa kimia seperti fenol dan senyawa turunannya antara lain kavikol, kavibetol, eugenol, karvacol, dan allipyrocatechol. Kandungan daun sirih lainnya adalah karoren, asam nikotinat, riboflavin, tanin, vitamin C, tiamin, gula, patin, dan asam amino. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirih memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus dan pada konsentrasi berpakah yang paling efektif, serta untuk mengetahui kestabilan salep ekstrak daun sirih pada waktu dan suhu tertentu. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan analisis data menggunakan uji Anava Satu Arah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa salep ekstrak daun sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus, sedangkan konsentrasi 10%,15%, dan 20% tidak mempunyai perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif (salep burnazin). Berdasarkan hasil uji stabilitas menunjukan sediaan salep ekstrak daun sirih stabil selama penyimpanan. Simpulan bahwa salep ekstrak daun sirih memiliki efektivitas terhadap luka bakar bakar pada tikus putih jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus.
UJI PERBANDINGAN KADAR PROTEIN DAN LEMAK PADA SUSU KAMBING, SUSU SAPI FORMULA DAN SUSU KEDELAI Yuni Suwitaningsih; Rizki Wulansari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/106t1r25

Abstract

Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh, karena zat ini disamping berfungsi sebagai bahan bakar tubuh, juga berfungsi sebagai zat pembangun dan zat pengatur. Sedangkan lemak adalah sumber energi utama bagi tubuh dan juga membantu menyerap vitamin serta zat gizi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan lemak pada Susu Kambing, Susu Sapi Formula dan Susu Kedelai. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi yaitu dengan menggambarkan kandungan protein dan lemak yang dimiliki Susu Kambing, Susu Sapi Formula dan Susu Kedelai. Penelitian pada penetapan kadar protein ini menggunakan metode Kjedhal sedangkan penelitian pada penetapan kadar lemak ini menggunakan metode Soxhletasi. Dimana didapatkan hasil kadar rata-rata protein pada Susu Kambing Goat Milk 48,61%, Etamas 56,43% dan Sky Goat 53,92%. Untuk Susu Formula didapatkan hasil rata-rata perhitungan kadar protein susu SGM 46,85%, Dancow 49,57% dan Lactogrow 42,13%. Sedangkan untuk Susu Kedelai didapat hasil rata-rata perhitungan kadar protein susu SGM Soya 51,26%, Child Kid Soya 46,32% dan Mandala 49,07%. Sedangkan hasil kadar rata-rata lemak susu kambing Goat Milk (4,86%), Etamas (2,25%) dan Sky Goat (2,3%). Untuk susu formula didapat hasil kadar lemak yaitu susu SGM (28,84%), Dancow (29,21%) dan Lactogrow (28,82%). Sedangkan pada susu kedelai didapat hasil kadar lemak yaitu SGM Soya (4,90%), Child Kid (4,90%) dan Mandala (13,84%). Simpulan penelitian ini yaitu
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG UNGU ( Solanum melongena L) DAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) Siti Pandanwangi; Dian Oktaviani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/vm8xh113

Abstract

Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah atau yang disebut dengan hiperkolesterolemia merupakan salah satu dari beberapa faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Hiperkolesterolemia timbul karena adanya peningkatan kadar kolesterol LDL. Salah satu bahan alam yang dikenal dapat menurunkan kadar kolesterol secara empiris adalah penggunaan kulit buah terong ungu (Solanum melongena L) dan daun jambu biji (Psidium guajava L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pada dosis berapa suspensi ekstrak kombinasi kulit buah terong ungu (Solanum melongena L) dan daun jambu biji (Psidium guajava) dapat menurunkan kadar kolesterol pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan propiltiourasil dan kuning telur ayam negeri. Pengujian efektivitas penurunan kadar kolesterol dilakukan pengamatan sebanyak lima kali pengecekan yang diawali dengan pengecekan kadar sebelum induksi, lalu di cek kembali setelah diinduksi, kemudian pengujian efektivitas suspensi kombinasi ekstrak kulit buah terong ungu (Solanum melongena L) dan daun jambu biji (Psidium guajava) dan kontrol positif simvastatin dan kontrol negatif suspensi CMC Na 1%. Hasil penelitian penurunan kadar kolesterol pada tikus putih jantan menunjukan bahwa suspensi kombinasi ekstrak kulit buah terong ungu (Solanum melongena L) dan daun jambu biji (Psidium guajava) yang paling efektif terhadap penurunan kadar kolesterol pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dengan dosis 50mg/200gBB/hari : 40mg/200gBB/hari. Simpulan adalah bahwa suspensi kombinasi suspensi ekstrak kulit buah terong ungu dan daun jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
GAMBARAN SWAMEDIKASI TERHADAP RHEUMATOID ARTHITIS PADA MASYARAKAT KABUPATEN MAJALENGKA Fitri Zakiah; Laela Azmi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ztzqa490

Abstract

Banyaknya obat-obatan yang dijual di pasaran memudahkan seseorang melakukan pengobatan sendiri terhadap keluhan penyakitnya, karena relatif lebih cepat, hemat biaya, dan praktis tanpa perlu periksa ke dokter. Namun untuk melakukan pengobatan sendiri dibutuhkan informasi yang benar agar dapat dicapai mutu pengobatan sendiri yang baik, yaitu tersedianya obat yang cukup dengan informasi yang memadai akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu pengobatan sendiri yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah Rheumatoid Arthitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan alasan masyarakat melakukan pengobatan sendiri terhadap Rheumatoid Arthitis dan untuk mengetahui tingkat persentase pengetahuan penggunaan pengobatan sendiri terhadap Rheumatoid Arthitis. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisa deskriptif. Gambaran pengetahuan alasan ini mengenai pengetahuan tentang obat, dosis, waktu konsumsi, efek samping, dan sumber informasi yang diperoleh. Adapun cara yang dilakukan adalah dengan observasi partisipasi terhadap 44 responden. Hasilnya adalah pengaruh pengetahuan masyarakat dalam melakukan pengobatan sendiri sebagian besar berdasarkan informasi obat yang didapat dari orang-orang terdekat yang sudah membeli obat Rheumatoid Arthitis sebelumnya dan lebih dari 50% jumlah responden berjenis kelamin wanita yang mengerti dan paham akan obat, dosis, waktu konsumsi, dan efek samping yang benar. Simpulan yang didapatkan adalah sebagian masyarakat mengetahui akan obat, dosis, waktu konsumsi, dan efek samping dari obat Rheumatoid Arthitis tetapi sayangnya informasi tersebut tidak didapatkan dari tenaga kesehatan.
AKTIFITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR EKSTRAK DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus Rahma Nafi’ah; Atin Yuliantini
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/tb8stt72

Abstract

Daun melinjo memiliki kandungan resveratrol yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Telah dilakukan penelitian uji aktifitas antibakteri sabun cair ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode in-vitro perforasi pada media nutrien agar dengan melihat diameter zona hambat pada konsentrasi ekstrak 10%, 20% dan 30% b/v. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa konsentrasi 30% memiliki nilai zona hambat mendekati kontrol positif. Selanjutnya ekstrak daun melinjo 30% diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun cair. Hasil formula diuji aktifitas antibakterinya dan stabilitas penyimpanan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sabun cair ekstrak daun melinjo memiliki persen efektif dibanding kontrol positif sebesar 84,81%. Sedangkan hasil uji stabilitas penyimpanan meliputi : organoleptis, pH, viskositas, kenaikan tinggi busa pada suhu 00C, 250C dan 400C menunjukkan bahwa sediaan kurang stabil pada penyimpanan selama empat minggu.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LIPSTIK PEWARNA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensin L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Fitri Zakiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/w69b6808

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) mengandung flavonoid antosianin, termasuk dalam flavonoid yang digunakan sebagai pewarna alami dan sekaligus memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Buah naga merah diambil sarinya dengan cara memeras . Sari yang diperoleh kemudian dibuat sediaan pewarna lipstik dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji antioksidan metode DPPH menunjukkan bahwa nilai IC50 pada formula I, II, dan III berturut-turut adalah 132,046 ppm ; 119,803 ppm ; dan 104,978ppm. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan intensitas sedang (101-150 ppm). Hasil uji analisa regresi linier menunjukkan bahwa nilai R2 mendekati 1 sehingga model regresi semakin baik dan memenuhi kriteria linieritas (layak).
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP DAYA INGAT TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) DENGAN METODE LABIRIN Asep Suparman; Rizki Rahmah Fauzia; Deden Suwandhy
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ps0p9590

Abstract

Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) mengandung senyawa Flavonoid dan Vitamin C yang mampu meningkatkan daya ingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) terhadap daya ingat tikus jantan (Rattus norvegicus) yang di uji dengan metode labirin. Ekstraksi menggunakan maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Pada penelitian ini, 15 ekor tikus jantan dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu X1 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 160 mg/200grBB), X2 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 180 mg/200grBB), X3 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 200 mg/200grBB), Kontrol Positif (Pyritinol), dan Kontrol Negatif (Suspending Agent). Seluruh kelompok dimasukan kedalam labirin selama 18 hari dan mencatat waktu tikus menyelesaikan labirin. Sediaan diberikan dihari ke-8 dan dihentikan pada hari ke-18. Data dianalisis dengan uji Krukal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata waktu tempuh X1 (456,20 detik), X2 (293,02 detik), X3 (475,54 detik), Kontrol Positif (377,76), dan Kontrol Negatif (442,29). Hasil uji Mann Whitney menunjukan bahwa suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) pada dosis 160 mg/200grBB dan dosis 180 mg/200grBB tidak memiliki perbedaan efektivitas dengan Pyritinol terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki efektivitas terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin.

Page 6 of 14 | Total Record : 139