cover
Contact Name
Moh Fikri Septiono
Contact Email
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Phone
+6285136480215
Journal Mail Official
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas YPIB Majalengka Kampus 2 Cirebon Jl. Perjuangan Jl. Majasem No. 10a, Kota Cirebon – 45131 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi: Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 26861062     EISSN : 25982583     DOI : https://doi.org/10.51997
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 139 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Nurpatmawati; Asep Rahman Sidiq
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1w1z6264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan pada kadar berapa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) Mempunyai daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini yaitu didasarkan pada suatu permasalahan banyaknya kasus penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri Escherichia coli contohnya diare yang banyak menyerang penduduk Indonesia.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang meneliti hubungan sebab akibat. Metode ekstraksi yang digunakan untuk penyarian simplisia kering daun papaya (Carica papaya L) dalam peneltian ini adalah secara maserasi.Berdasarkan data dari hasil penelitian tersebut didapat hasil bahwa ekstrak maserasi daun papaya (Carica papaya L) memiliki zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli untuk konsentrasi 25% adalah 0,45 mm, untuk konsentrasi 50% adalah 0,53 mm sedangkan untuk konsentrasi 75% adalah 0,67 mm, dan konsentrasi 100 % adalah 0,77 mm, dan larutan kontrol (kotrimoksazol) hanya 0,52 mm. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah pada konsentrasi 100% karena semakin besar jumlah konsentrasi yang digunakan maka semakin besar zona hambatnya.
UJI EFEKTIVITAS HEMOSTATIKA SIRUP INFUSA DAUN SIRIH (Piperbetle L.) PADA MENCIT PUTIH (Musmusculus) Rizki Rahmah Fauzia; Ahmad Azrul Zuniarto; Rizky Medino Putera
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/0yh8br89

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas hemostatika sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) pada mencit putih (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hemostatika sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) terhadap mencit putih (Mus musculus), untuk mengetahui pada dosis berapakah sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) yang paling efektif sebagai agent hemostatika terhadap mencit putih (Mus musculus), untuk mengetahui stabilitas sediaan sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) dengan metode cycling test, dan untuk mengetahui perbedaan efektivitas hemostatika antara metode potong ekor mencit dan metode pembekuan darah mencit pada objek glass. 15 ekor mencit putih jantan terbagi dalam 5 kelompok dengan masingmasing kelompok terdiri dari 3ekor mencit. Masing-masing mencit diberi sediaan kontrol positif (Asam Traneksamat), kontrol negative (basis sirup), serta control perlakuan dengan sirup infusa daun Sirih dosis 0,2g/20g mencit, 0,35g/20g mencit, dan 0,5g/20g mencit. Waktu yang diamati adalah pada saat darah berhenti menetes dan menggumpalnya darah pada objek glass. Hasil penelitian berdasarkan waktu pembekuan darah pada ekor mencit yaitu kontrol positif (250 detik), kontrol negative (535 detik), dosis 0,2g/20gmencit (475 detik), 0,35g/20gmencit (448,33detik), dan 0,5g/20g mencit (351,67 detik). Waktu pembekuan darah mencit pada objek glass yaitu kontrol positif (183,33 detik), kontrol negatif (321,67 detik), dosis 0 ,2g/20g mencit (273,33 detik), 0,35g/20g mencit (268,33 detik), dan 0,5g/20g mencit (258,33 detik). Sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas hemostatika pada mencit putih (Mus musculus). Pada dosis 0,5g/20g mencit sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) yang paling efektif sebagai agen themostatika pada mencit putih (Mus musculus). Sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) tidak stabil pada siklus ke-6. Metode pembekuan darah mencit pada objek glass mempunyai efektivitas hemostatika yang lebih baik dibandingkan dengan metode potong ekor mencit.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI SUSPENSI EKSTRAK KULIT WORTEL (Daucus carrota L.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN Subagja; Bambang Karsidin; Siti Hadiyanti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/3ypf0f35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) memiliki efektivitas dalam menurunkan volume udema dan menentukan konsentrasi suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) yang dapat menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitian 15 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) dengan berat badan ±200 gram yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Bufect), kontrol negatif (suspensi Na.CMC), suspensi ekstrak kulit wortel konsentrasi I (7,5%), konsentrasi II (11,2%), dan konsentrasi III (14,93%). Pemberian senyawa uji dilakukan secara peroral, setelah 1 jam kaki tikus diinduksi karagenan 1%.Penelitian dilakukan selama 6 jam. Data hasil pengukuran volume udema dianalisis menggunakan uji analisis statistik ANOVA dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) mempunyai efektivitas dalam menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus) serta suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) konsentrasi 14,93% mempunyai efektivitas paling tinggi dalam menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus) dengan persentase daya antiinflamasi sebesar 32,37%.
Uji Efektifitas Salep Ekstrak Daun Handeuleum (Graptophyllum pictum L.) Sebagai Antiinflamasi Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih Jantan Fitri Zakiah; Lina Karlina
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/vgcz0448

Abstract

Tanaman Handeuleum adalah tanaman obat yang dikenal memiliki khasiat penyembuhan untuk luka dalam dan luka luar seperti jerawat, wasir, luka akibat senjata tajam dan luka bakar. Telah dilakukan pemeriksaan ekstrak etanol daun Handeuleum hasil maserasi dengan etanol 96% yang meliputi susut pengeringan, pemeriksaan kadar air, pemeriksaan kadar abu, dan golongan senyawa kimia. Sebelunya dari uji pendahuluan dikethui bahwa ekstrak daun Handeulem efektif sebagai antiinflamasi pada konsentrasi 5%. Sebagai pengembangan dari ekstrak tersebut maka dibuat dan diformulasikan sediaan topikal yaitu salep dengan basis tertentu untuk diuji antiinflamasi terhadap luka sayat pada tikus jantan. Salep dibuat dengan konsentrasi ekstrak daun Handeuleum 2,5 %, 5% dan 10 %, dengan basis yang digunakan adalah hidrokarbon dan serap. Selanjutnya dilakukan evaluasi salep meliputi organoleptik, pH, viskositas, sifat alir, daya sebar, aktivitas antibakteri dan uji iritasi. Hasil ekstrak kental daun Handeulem berwarna hijau dengan rendemen 27,67 %, dengan bentuk kental berwarna hijau kehitaman dan golongan senyawa kimianya flavanoid, fenol, saponin dan tanin. Salep ekstrak daun Handeuleum efektif sebagai antiinflamasi terhadap luka sayat pada tikus jantan. Evaluasi sediaan, pH dan daya sebar memenuhi syrat sedian salep,homogenitas dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Hasil uji stabilitas menyatakan bahwa sediaan tersebut stabil dalam pengujian pada suhu kamar dan 40℃ selama 3 bulan.Pengolahan data menggunakan statistik dengan software SPSS v19.0.
UJI EFEKTIVITAS MINYAK JAGUNG (Oleum maydis) TERHADAP DAYA INGAT MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAZE RADIAL DELAPAN LENGAN Cece Supriatna; Ahmad Azrul Zuniarto; Sari Novianti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/cartq007

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays) mengandung senyawa asam linoleat (omega 6), asam linolenat (omega 3) dan vitamin (A, B1, B2, B6, C dan E) yang berkhasiat dalam membantu memperbaiki daya ingat dan konsentrasi untuk mencegah kepikunan adalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas minyak Jagung (Oleum Maydis) terhadap daya ingat mencit putih jantan (Mus musculus) dengan menggunakan metode maze radial delapan lengan. Untuk mengetahui pada dosis berapa minyak agung (Oleum Maydis) efektif terhadap daya ingat mencit putih jantan (Mus musculus) dengan menggunakan metode maze radial delapan lengandan untuk mengetahui apakah minyak Jagung (Oleum Maydis) yang dibuat sudah memenuhi persyaratan minyak.Mencit 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 3 ekor. Diberikan minyak Jagung (Oleum maydis) dosis 5 ml/kg bb; 10 ml/kg bb; 15 ml/kg bb; kontrol positif diberikan obat enchepabol0,5 ml/kg bb, kontrol negatif diberikan aquadest0,5 ml/kg bb. Pengujian dilakukan pada hari ke-18 dan data dihitung dari hari ke-1 sampai ke-18 dengan parameter pengamatan meliputi waktu yang ditempuh mencit dalam menemukan makanan pada maze radial delapan lengan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa minyak Jagung (Oleum maydis) mempunyai efektivitas meningkatkan daya ingat terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Hasil penelitian daya ingat berdasarkan uji mann-whitney (sig. >0,05) menunjukan bahwa minyak Jagung (Oleum maydis) dosis 5 ml/kg bb mempunyai efektivitas untuk meningkatkan daya ingat terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Minyak Jagung (Oleum Maydis) tidak memenuhi persyratan mutu dan uji stabilitas.
UJI AKTIVITAS PASTA GIGI KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG SEBAGAI ANTI JAMUR TERHADAP Candida albicans Ahmad Azrul Zuniarto; Jojon Tanujaya
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/dxz8ws82

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formulasi pasta gigi kitosan dari limbah kulit udang yang berfungsi sebagai antijamur. Adapun penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antijamur terhadap Candida albicans, serta untuk mengetahui kestabilan sediaan pasta gigi selama penyimpanan. Kitosan diperoleh dari limbah kulit udang melalui proses (deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi kitin menjadi kitosan) dan diformulasi dalam bentuk pasta gigi dengan konsentrasi 0%, 0,25%, 0,5%, dan 0,75%. Pengujian aktivitas daya hambat terhadap Candida albicans dilakukan dengan metode sumuran menggunakan perforator ukuran 0,6 cm. Uji stabilitas menggunakan metode Cycling Test. Hasil data pengukuran daya hambat pada uji aktivitas antijamur hari ke-1 dan hari ke-2 dianalisis dengan Uji Anova Satu Arah dengan tingkat kepercayaan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasta gigi yang mengandung kitosan 0,25%, 0,5% dan 0,75% menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dengan rata-rata diameter hambatan (cm) berturut-turut 0,712 cm, 0,836 cm, 0,896 cm. Dengan hasil uji-t yaitu nilai sig > 0,01. Kesimpulan bahwa pasta gigi kitosan dari limbah kulit udang mempunyai aktivitas sebagai anti jamur terhadap Candida albicans dengan konsentrasi 0,75% dan pasta gigi kitosan stabil pada penyimpanan pada suhu 4 C dan 40 C selama 12 hari.
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP AFRODISIAKA MENCIT PUTIH JANTAN Cece Supriatna; Minkhatul Maula
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/hjzgvm89

Abstract

Afrodisiak adalah zat yang mampu meningkatkan gairah seksual, salah satunya adalah jahe yang sering digunakan sebagai afrodisiaka yang ditunjukkan dengan munculnya 13 ramuan pada 24 ramuan jamu yang berkhasiat sebagai afrodisiak, sehingga merupakan salah satu bahan afrodisiak terbanyak pemakaiannya dibanding yang lain. Pada penelitian ini dilakukan pengujian efek afrodisiak dari suspensi ekstrak jahe (Zingiberofficinale) pada mencit putih jantan. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) konsentrasi 10%, 25%, 50% sebagai variabel terikat adalah efek afrodisiak pada mencit putih jantan, kemudian sebagai variabel kontrol adalah kontrol positif yaitu suspensi sildenafil dan kontrol negatif yaitu suspensi CMC. Pada penelitian ini menggunakan 15 pasang mencit putih yang dibagi kedalam 5 kelompok, yang pertama adalah kelompok suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) konsentrasi 10% yang kedua adalah kelompok suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) 25%, yang ketiga adalah suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) 50%, yang keempat adalah kontrol positif yaitu suspensi sildenafil dan yang terakhir adalah kelomppok kontrol negatif yaitu suspensi CMC, masing masing kelompok terdiri dari tiga pasang mencit putih. Dan pemberiaan sediaan yaitu 30 menit sebelum perlakuan pada malam hari. Adapun hasil dari rangkaian penelitian ini semua konsntrasi menunjukan adanya efektivitas suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) terhadap afrodisiak pada mencit putih jantan dan yang paling efektif adalah suspensi dengan konsentrasi 10%.
UJI EFEKTIVITAS KRIM KOLAGEN CANGKANG KEPITING (Scylla serrata) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Dwi Meiria A; Rosiyan
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/rjwtk050

Abstract

Cangkang Kepiting mengandung zat aktif kolagen sebagai penyembuhan terhadap luka bakar. Kolagen bekerja pada proses pembentukan fibril dalam fase poliferasi. Kolagen diformulasikan menjadi sediaan krim. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas krim kolagen cangkang Kepiting (Scylla serrata) terhadap luka bakar pada tikus putih jantan serta mengetahui stabilitasnya. Penelitian dilakukan dengan 15 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok konsentrasi 1%, 2%, 3%, kontrol postif bioplacenton gel, dan kontrol negatif yang diinduksi dengan besi panas ukuran 3×3. Data berupa hari sembuh setelah perlakuan, kemudian dianalisis dengan Anova Uji evaluasi sediaan meliputi organoleptik, pH, daya sebar dan homogenitas. Uji Stabilitas menggunakan metode cycling test. Hasil perlakuan kolagen cangkang Kepiting pada masing-masing kelompok berupa lama kesembuhan adalah sebagai berikut (1%:10hari; 2%:9hari; 3%:7hari). Semua konsentrasi krim stabil pada berbagai suhu. Kesimpulan yaitu krim kolagen cangkang kepiting dengan konsentrasi 3 % memiliki efektivitas yang paling efektif terhadap luka bakar pada tikus putih jantan dan krim kolagen cangkang kepiting stabil selama penyimpanan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM EKTRAK DAUN PUCUK MERAH (Syzygium oleana) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Eti Haryati; Euis Diah Pitaloka
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/36z2ty33

Abstract

Tanaman Pucuk Merah (Syzygium oleana) mengandung zat aktif flavonoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas krim ekstrak daun pucuk merah (Syzygium oleana) terhadap bakteri Staphylococcus aureus serta mengetahui konsentrasi krim ekstrak daun pucuk merah (syzygium oleana) yang paling besar aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Formulasi krim ekstrak daun pucuk merah (Syzygium oleana) yang digunakan dalam penelitian ini adalah Konsentrasi 0,5 %, konsentrasi 1%, dan konsentrasi 2%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan metode difusi sumuran untuk uji aktivitas antibakteri krim ekstrak daun pucuk merah (Syzygium oleana). Pengamatan dilakukan dengan mengukur zona bening disekitar sumuran dengan menggunakan penggaris. Hasil penelitian menunjukan bahwa krim ekstrak daun pucuk merah (syzygium oleana) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan Konsentrasi 0,5 % zona bening yang dihasilkan 0,49 cm, konsentrasi 1% zona bening yang dihasilkan 0,82 cm, konsentrasi 2% zona bening yang dihasilkan 1,05 cm. Krim ekstrak daun pucuk merah (Syzygium oleana) dengan konsentrasi 2% yang paling besar aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yaitu sebesar 1,05 cm.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK SERBUK BAMBU TALI (Gigantochloa apus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Fitri Zakiah; Sri Susanti Nurpahla
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/a0g7r106

Abstract

Bambu dengan berbagai jenis dan varietasnya banyak ditemukan sebagai tumbuhan liar yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia. Penelitian sebelumnya menyatakan Bambu memiliki banyak manfaat namun publikasi yang mengungkap tentang penggunaan Bambu dalam dunia pengobatan masih sedikit bila dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Bambu diantaranya digunakan sebagai obat tradisional penyembuh luka sayat dengan cara ditaburkan pada luka sehingga beberapa hari luka tersebut menjadi kering dan sembuh. Salep merupakan salah satu sediaan topikal yang mudah digunakan dan efektif untuk pengobatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak serbuk Bambu tali terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan, dan kandungan kimia yang potensi sebagai penyembuh luka sayat serta stabilitas sediaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengujian di laboraorium, serbuk bambu tali dikerok sebanyak 200 g lalu di maserasi dengan etanol 70% selama 7 hari. Maserat diuapkan dengan evaporator kemudian dilakukan analisis senyawa aktif secara kulaitatif dan ditemukan senyawa flavonoid, tannin dan saponin. Pada tahap selanjutnya, pembuatan salep ekstrak serbuk bambu tali dengan konsentrasi 5 %, 15% dan 25 % b/b. Evaluasi dan uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas dan uji iritasi. Uji efektivitas penyembuh luka sayat dilakukan pada tikus jantan dengan panjang luka 2 cm dan kedalaman luka 2 mm. Salep ekstrak serbuk Bambu tali dengan konsentrasi 15% menunjukan yang paling efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Salep ekstrak Serbuk bambu tali pada semua konsentrasi relatif stabil selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu.

Page 8 of 14 | Total Record : 139