cover
Contact Name
Moh Fikri Septiono
Contact Email
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Phone
+6285136480215
Journal Mail Official
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas YPIB Majalengka Kampus 2 Cirebon Jl. Perjuangan Jl. Majasem No. 10a, Kota Cirebon – 45131 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi: Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 26861062     EISSN : 25982583     DOI : https://doi.org/10.51997
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 139 Documents
Uji Perbandingan Antiinflamasi Gel Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Terhadap Luka Bakar dengan Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) Wirsad Yuniuswoyo; Ahmad Azrul Zuniarto; Feni Yusniawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/k3dmnm06

Abstract

Rimpang kencur merupakan simplisia yang mengandung flavonoid yang mana mempunyai efektivitas sebagai antiinflamasi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan perbedaan efektivitas gel ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap luka bakar dengan luka sayat pada tikus putih (Rattus Novergicus), serta mengetahui stabilitas gel ekstrak Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) selama penyimpanan. Ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) didapatkan dari metode maserasi dengan pelarut alkohol 70% dan dibuat dalam bentuk sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak 10%, 15%, 20%. Gel ekstrak rimpang kencur diujikan ke tikus putih jantan sebanyak 15 ekor dengan masing masing kelompok 3 ekor dengan luka sayat dan luka bakar. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test dengan parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji iritasi. Gel dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% telah menunjukan efektivitas terhadap luka bakar (dengan waktu kesembuhan 11 – 13 hari) dan luka sayat (dengan waktu kesembuhan 8 hari) pada tikus putih jantan dan tidak terdapat perbedaan diantara kedua luka. Sediaan gel ekstrak Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) memenuhi persyaratan mutu uji stabilitas. Gel ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L) tidak memiliki perbedaan efektivitas terhadap luka bakar maupun luka sayat dan stabil selama penyimpanan.
UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus) Asep Suparman; Nurpatmawati; Wahyuni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1sypa242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun Alpukat terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan.Obat tradisional berasal dari tanaman, hewan, dan mineral, sediaan galenic atau campuran bahan-bahan yang diturunkan dari generasi telah digunakan untuk pengobatan.Penelitian sebelumnya menyatakan daun Alpukat memiliki banyak manfaat dimana salah satunya dalam pengobatan luka.Ekstrak daun alpukat diantaranya digunakan sebagai obat tradisional penyembuh luka bakar dengan caradioleskan pada luka sehingga beberapa hari luka tersebut menjadi kering dan sembuh. Kandungan kimia daun alpukat antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dimana zat bioaktif tersebut diketahui yang potensi sebagai penyembuh luka bakar serta stabilitas sediaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengujian di laboratorium, daun Alpukat diambil pada bagian daun yang tidak terlalu tua (daun kelima dari pucuk). Daun alpukat dibersihkan terlebih dahulu dengan air kemudian dikeringkan dan dihaluskan, ±100 gram lalu di maserasi dengan etanol 70% selama 5 hari. Maserat diuapkan dengan evaporator kemudian dilakukan identifikasi senyawa aktif dan ditemukan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pada tahap selanjutnya, ekstrak daun Alpukat dibuat sediaan gel dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5% b/b dalam bahan dasar gel yang terdiri dari HPMC, dan propilen glikol. Evaluasi dan uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas dan uji iritasi. Gel yang dihasilkan berwarna kuning kehijauan, homogen, dengan rata-rata pH 6, daya sebar 5,5 cm, daya lekat 4 detik dan tidak menimbulkan iritasi. Efektivitas penyembuhan luka bakar pada tikus jantan ditemukan pada konsentrasi gel ekstrak daun alpukat 5% b/b. Gel ekstrak daun Alpukat pada semua konsentrasi relatif stabil selama penyimpanan pada suhu 40 C dan 400 C selama 12 hari.
Uji Aktivitas Antibakteri Pasta Gigi Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L) Terhadap Bakteri Lactobacillus achidophilus Eti Haryati; Ria Wahyu Pratiwi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/57dym617

Abstract

Karies gigi adalah penyakit gigi dan mulut yang masih banyak diderita baik dewasa maupun anak-anak. Lactobacillus acidophilus merupakan penyebab dominan karies gigi. Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L) mempunyai senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang bekerja sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pasta gigi ekstrak biji jintan hitam(Nigella sativa L) terhadap Lactobacillus acidophilus. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Penyarian biji jintan hitam (Nigella sativa L) menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode merasi kemudian dibuat sediaan pasta gigi dengan konsentrasi 6%, 12%, dan 15%. Pasta gigi sasha “herbal” digunakan sebagai kontrol positif dan pasta gigi plasebo “basis” sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan mengukur zona bening media agar padat. Hasil zona bening dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Tukey HSD. Evaluasi sediaan pasta gigi yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, tinggi busa, dan daya sebar serta uji stabilitas sediaan pasta gigi dengan metode cycling test. Hasil penelitian terhadap bakteri Lactobacillus acidophilus menunjukan bahwa pasta gigi ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) memilki aktivitas antibakteri di tandai dengan terbentuknya zona bening. Diameter zona bening dari pasta gigi ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) dari konsentrasi 6%, 12%, dan 15% adalah 3,99 mm, 5,67 mm, dan 8,22 mm. Kesimpulan penelitian ini berdasarkan uji Tukey adalah pasta gigi jintam hitam (Nigella sativa) konsentrasi 15% adalah yang paling baik daya aktivitasnya setara dengan kontrol positif , serta pasta gigi ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) telah memenuhi persyaratan evaluasi dan uji stabilitas sediaan.
Uji Efektivitas Sedatif Suspensi Kombinasi Ekstrak Akar Kecubung (Datura metel L) dan Biji Pala (Myristica fragnans Houut) pada Tikus Putih Jantan Cece Supriatna; Rahma Nafi’ah; Kadek Hardikha Kusuma
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/49x4fz24

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas sedatif suspensi kombinasi ekstrak akar Kecubung dan biji Pala pada tikus putih jantan. Akar kecubung mengandung alkaloid sedangkan biji pala mengandung terpenoid yang memiliki efektivitas sedatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sedatife dari suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung dan ekstrak biji pala dan dosis paling efektif dari kombinasi tersebut. Metode yang digunakan untuk melihat efek sedatif pada tikus putih jantan yaitu dengan menggunakan metode Forced swimming test dengan menghitung durasi immobility time. Variabel yang digunakan yaitu suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (Datura Metel L) dan biji pala (Myristica Fragnans Houut) pada tikus putih jantan dengan kombinasi dosis 2 mg : 6 mg/200g BB tikus, 4 mg : 4 mg/200 g BB tikus, dan 6 mg : 2 mg/200 g BB tikus sebagai variabel bebas serta sebagai kontrol positifnya adalah suspensi Phenobarbital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (Datura Metel L) dan ekstrak biji pala (Myristica Fragnans Houut) memiliki efektivitas sebagai sedatif pada tikus putih jantan. Suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (DaturaMetel L) dan ekstrak biji pala (Myristica Fragnans Houut) yang memiliki dosis paling efektif sebagai sedatif pada tikus putih jantan adalah dosis 4 mg : 4 mg/200 g BB tikus.
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Daun Teh Hijau (Camelia sinensis) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil) Subagja; Bambang Karsidin; Dewi Permatasari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/b6087x38

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan adalah daun teh hijau (Camelia sinensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim esktrak daun teh hijau (Camelia sinensis) yang diukur dengan menggunakan metode DPPH. Ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) pada formula I, II, dan III yaitu 2%, 4%, dan 6%. Kemudian di uji aktivitas antioksidannya menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa krim ekstrak daun teh hijau pada konsentrasi 6% memiliki aktivitas antioksidan paling optimal dengan nilai IC50 sebesar 167,579 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan lemah.
Uji Aktivitas Antioksidan Gel Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan Metode DPPH dan METODE ABTS Ris Ayu Nuari; Ahmad Azrul Zuniarto; Rachma Putri Maulida
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ft082c39

Abstract

Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan antioksidan, salah satu zat yang terkandung di dalamnya adalah flavonoid dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan metode DPPH dan ABTS, untuk mengetahui pada konsentrasi berapa aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) yang paling baik dan untuk mengetahui apakah gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) memenuhi persyaratan dan stabil dalam penyimpanan. Kulit Jeruk Nipis diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian dibuat sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak 10%, 12,5%, 15% dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH dan metode ABTS menggunakan spektrofotometri UV-Vis serta stabilitas fisiknya dengan metode Cycling Test selama 6 siklus atau 12 hari. Hasil uji aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) metode DPPH menunjukkan bahwa nilai IC50 pada konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, dan basis gel berturut-turut adalah 72,25 ppm ; 67,401 ppm ; 67,647 ppm ; 73,772 ppm. Dan hasil pada metode ABTS menunjukkan bahwa nilai IC50 pada konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, dan basis gel berturut-turut adalah 79,378 ppm ; 38,721 ppm ; 35,153 ppm ; 44,304 ppm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak kulit Jeruk Nipis memiliki aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan Metode ABTS, Ketiga konsentrasi Gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan metode DPPH dan metode ABTS, dan hasil uji stabilitas gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan berbagai parameter uji (uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji sineresis) menunjukkan bahwa semua formulasi pada suhu dan waktu tertentu.
Pengaruh Efek Samping Obat Anastesi terhadap Pasien Post Operasi Caesar di Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon Ahmad Azrul Zuniarto; Nuryana; Ris Ayu Nuari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/k6gs0k62

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh efek samping obat anastesi terhadap pasien post operasi Caesar di rumah sakit Sumber Kasih Cirebon. Anestesi yang sering digunakan yaitu propofol injeksi dan bupivacaine injeksi yang memiliki efek samping mual dan muntah, mengigil, pusing, sakit kepala, dan nyeri punggung. Pengaruh efek samping obat anastesi spinal ditentukan setelah pasien menjalani operasi caesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek samping terhadap masing-masing obat dan membandingkan mana yang lebih banyak memberikan efek samping antara propofol injeksi dan bupivacaine injeksi. Penelitian dilakukan dengan uji klinik tersamar ganda pada 224 pasien terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok 1 bulan September 2019 sampai bulan Oktober 2019 dan kelompok 2 mulai bulan November sampai bulan Desember 2019 Dalam masing-masing kelompok tersebut di kategorikan pada pasien yang berusia 18–30 tahun dan pasien yang berusia 31– 40 tahun. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilakukan uji T dengan tingkat kepercayaan 95% dan dianggap bermakna bila p<0,05. Hasil penelitian didapatkan pada obat propofol injeksi dan bupivacaine injeksi bulan September 2019 sampai bulan Oktober 2019 terbanyak pada efek samping mual dan muntah yaitu timbul rasa mual atau muntah yang menggunakan propofol injeksi 62,5% dan bupivacaine injeksi sebanyak  0,5%%. Data perbandingan efek samping obat anastesi propofol injeksi dan bupivacaine injeksi bulan November 2019 sampai bulan Desember 2019 yaitu timbul rasa mual atau muntah yang menggunakan propofol injeksi sebanyak 44,6% dan bupivacaine injeksi sebanyak 99,1%. Kesimpulan penelitian ini adalah efek samping terbanyak pada obat anastesi propofol injeksi dan bupivacaine injeksi yaitu mual dan muntah dan yang terbanyak mengalami efek samping tersebut terjadi pada penggunaan obat bupivacaine injeksi.
UJI AKTIVITAS TABIR SURYA GEL EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Fitri Zakiah; Bambang Karsidin; Listiya Biaskawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/23nz7t74

Abstract

Buah Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari family Caricaceae.Tanaman tersebut diketahui memiliki berbagai macam manfaat yaitu sebagai tabir surya. Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada kulit buah Pepaya (Carica papaya L.) yang berkhasiat sebagai tabir surya yaitu senyawa fenolik khususnya golongan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas tabir surya gel ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.), dan pada konsentrasi berapa yang paling efektif sebagai tabir surya, serta untuk mengetahui evaluasi dan stabilitas sediaan gel ekstrak kulit buah Pepaya (Carica papaya L.) selama pengujian pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini proses ekstraksi kulit buah Pepaya (Carica papaya L.) menggunakan cara maserasi dengan pelarut etanol 70%, diperoleh rendemen 43%. Sediaan gel dibuat dengan konsentrasi 5%,10%, dan 15%. Uji sediaan yang dilakukan yaitu uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, sineresis, dan uji iritasi pada kelinci. Hasil evaluasi sediaan menunjukan semua formulasi memenuhi persyaratan gel, begitu pula dari hasil uji stabilitas dengan metode cycling testpada suhu 4 ̊C dan 40 ̊C selama 6 siklus (12 hari). Hasil pengukuran persentasi eritema menunjukkan nilai sesuai standar persyaratan (<1%) dan pada pengukuran persentasi pigmentasi menunjukan memiliki nilai dibawah batas standar persyaratan (3-4%), sedangkan pengukuran nilai SPF menunjukkan bahwa gel ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) masuk dalam kategori tingkat kemampuan minimal tabir surya (2-4) pada konsentrasi 10%, dan 15%.
Uji Aktivitas Krim Ekstrak Daun Tin (Ficus carica Linn.) sebagai Antioksidan Auliana Huwaida Nurulhuda; Rahma Nafi’ah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/2hcv8f18

Abstract

Daun Tin (Ficus carica Linn.) Memiliki banyak kandungan zat berkhasiat seperti flavonoid, polifenol yang bermanfaat sebagai antioksidan. Pada penelitian ini pemanfaatan daun tin sebagai antioksidan dilakukan dengan pembuatan krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.), Konsentrasi Krim ekstrak Daun Tin (Ficus carica Linn.) terbaik sebagai antioksidan, serta untuk mengetahui stabilitas krim selama penyimpanan. Percobaan ini menggunakan metode DPPH. Krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.) dibuat dengan 3 konsentrasi yaitu 1%, 1,5%, 2%, kontrol negatif (basis krim), dan kontrol positif (vitamin C). Krim tersebut kemudian dilakukan uji evaluasi untuk menganalisis organoleptik, pH, kelengketan, dan spreadibilitas, dan uji stabilitas digunakan metode cycling test. Hasil evaluasi krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.) memenuhi persyaratan topikal yang digunakan. Krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.) dapat digunakan sebagai antioksidan dan pada konsentrasi 1% krim ekstrak daun Tin menunjukkan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 23,23 ppm.
Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT (Medium Chain Triglyceride) terhadap Candida albicans Rizki Rahmah Fauzia; Putri Siroh Khusnia
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/9k305365

Abstract

MCT (Medium Chain Triglyceride) merupakan suatu jenis lemak jenuh rantai sedang yang memiliki kandungan yang terdiri dari asam kaproat, asam kapriliat, asam kaprat dan asam laurat yang berkhasiat sebagai anti jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur terhadap Candida albicans serta pada konsentrasi berapa MCT yang paling aktif digunakan sebagai antijamur terhadap Candida albicans.Uji aktivitas antijamur sabun cair MCT dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan diameter 6 mm dengan media nutrient agar selama 2 x 24 jam pada suhu 30o C – 37o C. Sabun Cair MCT ini dibuat dengan konsentrasi 15%,30%, 45% dan sebagai kontrol positif adalah sabun cair Dettol. Metode stabilitas yang digunakan yaitu stabilitas dipercepat dengan parameter organoleptic, pH, berat jenis dan viskositas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair MCT memiliki aktivitas sebagai antijamur terhadap Candida albicans yang ditunjukkan oleh zona hambat yang dihasilkan yaitu konsentrasi 15% (0,91 cm), 30% (1,00 cm), 45% (1,02 cm), k+ (1,03 cm) dan k- (0,58 cm). Hasil uji Kruskall-Wallis didapatkan nilai sig 0,000 < 0,05, artinya sabun cair mct mempunyai aktivitas antijamur terhadap Candida albicas. Sedangkan berdasarkan hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai dari konsentrasi 25% , 30%, 45 % secara berturut-turut yaitu sig < 0.05 (0.001) , sig > 0.05 (0,372) dan sig > 0.05 (0,542). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sabun cair MCT mempunyai aktifitas antijamur terhadap Candida albicans dengan konsentrasi yang paling aktif adalah pada konsentrasi 30%.

Page 10 of 14 | Total Record : 139