cover
Contact Name
Rahmat Fadhli
Contact Email
rahmat.fadhli@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jump@uny.ac.id
Editorial Address
Educational Administration Department, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No 1, Karangmalang, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan: Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan
ISSN : 19781938     EISSN : 25806491     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
The journal’s focus is on the studies of management and leadership in schools. The scope: • School planning. • Program and project management in school. • School resources management. It includes management of educational personnel, curriculum, student affairs, school finance, infrastructure and educational facilities (libraries, laboratories, learning resources, etc.), technology and information. • School leadership preparation and development. • School leadership in different contexts culturally, geographically, economically, etc. The journal enocurages manuscripts that discuss innovations, practices, current issues within the scope above. Studies outside Indonesian contexts are welcome if they have implications for broad audience.
Articles 107 Documents
Pengaruh Kepemimpinan Situasional, Budaya Organisasi, dan Efikasi Diri Terhadap Kinerja Guru di SMK Negeri 5 Surabaya Huda, Sultonun; Sholeh, Muhammad; Karwanto; Khamidi, Amrozi
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): October Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v7i2.88618

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan situsional, budaya organisasi, dan efikasi diri terhadap kinerja guru di SMK Negeri 5 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan uji hipotesis yang digunakan adalah regreasi linear berganda. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 103 orang guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert yang diolah menggunakan software IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan situasional berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru, variabel budaya organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru, variabel efikasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru, serta kepemimpinan situasional, budaya organisasi, dan efikasi diri secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru SMK Negeri 5 Surabaya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kepemimpinan situasional kepala sekolah, budaya organisasi sekolah, dan efikasi diri guru untuk mendukung peningkatan kinerja guru yang berdampak baik terhadap mutu pendidikan dan pembelajaran.
Hubungan Program Praktik Kerja Lapangan dengan Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Jurusan TKJ di SMK Miftahul Qulub Polagan Homizah, Nurul; Mufarrikoh, Zainatul
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): October Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v7i2.89962

Abstract

Adanya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dalam dunia Pendidikan sangatlah penting, maka dari itu perlu untuk ditingkatkan sebagai upaya dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil. Setiap lulusan di lembaga pendidikan baik formal atau non formal akan terjun dalam masyarakat atau dunia kerja dan akan menghadapi dunia nyata dengan segala tuntutannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan dan seberapa kuat hubungan antara program praktik kerja lapangan dengan kesiapan kerja siswa kelas XII jurusan TKJ di SMK Miftahul Qulub Polagan Galis Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Miftahul Qulub Polagan Galis Pamekasan dengan jumlah 52 siswa. Sampel yang diambil dengan jumlah 46 siswa menggunakan rumus Isaac dan Michael. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan penulis terdiri dari: (1) uji instrumen yang meliputi uji validitas dan uji reliabilitas. (2) uji hipotesis asosiatif dengan korelasi Rank Spearman menggunakan bantuan Software IBM SPSS Statistic 25. Kesimpulan dalam penelitian ini, bahwasanya program praktik kerja lapangan memiliki hubungan yang signifikan kategori sangat kuat dengan kesiapan kerja siswa kelas XII Jurusan TKJ di SMK Miftahul Qulub. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai korelasi dengan nilai koefisien sebesar 0,820. Harapan dari hasil penelitian ini dapat memberikan evaluasi bagi pihak sekolah SMK Miftahul Qulub Polagan Galis Pamekasan atau lembaga pendidikan kejuruan lainnya, serta menambah wawasan lebih mendalam bagi peneliti maupun pembaca mengenai kesiapan kerja siswa SMK kedepannya.
Praktik Manajemen Kolaboratif melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Sinjai sebagai Model Penguatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Muallim; Fahmi Surya Abdi
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): October Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v7i2.89998

Abstract

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan instrumen strategis dalam peningkatan mutu guru, namun pelaksanaannya di daerah masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi praktik manajemen kolaboratif Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Kabupaten Sinjai sebagai model penguatan PKB bagi guru SMP. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dilakukan secara kolaboratif berbasis analisis kebutuhan, pelaksanaan lebih berfokus pada pengembangan diri guru dibanding karya inovatif dan publikasi ilmiah, serta pengawasan masih bersifat administratif. Faktor pendukung utama adalah kolaborasi yang solid, dukungan fasilitatif dari dinas pendidikan, dan pendanaan mandiri; sedangkan hambatannya berupa perbedaan generasi dan rendahnya inovasi program. Kesimpulan penelitian ini menegaskan MKKS Sinjai sebagai model praktik baik yang partisipatif, akuntabel, dan berpotensi direplikasi di daerah lain.
Penerapan Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah dalam Membangun Budaya Belajar di RA Amanatul Izzah Desa Cangkring Sidoarjo David Pramudia Prajuningsetia; Bachtiar Hariyadi
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): October Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v7i2.90677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam membangun budaya belajar di RA Amanatul Izzah Desa Cangkring Sidoarjo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan empat dimensi kepemimpinan transformasional—idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration—dalam praktik kepemimpinannya. Penerapan tersebut mendorong lahirnya budaya belajar yang reflektif, kolaboratif, dan berakar pada nilai-nilai spiritual Islam. Kepemimpinan yang meneladani nilai keikhlasan, empati, dan inovasi terbukti mampu meningkatkan motivasi, profesionalisme, serta semangat belajar guru. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis nilai religius dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan komunitas pembelajar di lingkungan madrasah.
Peran Kepala Sekolah dalam Menerapkan Kebijakan Inklusi di Lingkungan SDIT Salsabila 3 Banguntapan Aminatuzzuhriyah, Yunti; Wati, Nelly Setia; Kuswoyo, Pandi
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): October Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v7i2.81872

Abstract

Pendidikan inklusif bertujuan untuk memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, tanpa adanya diskriminasi. Pendekatan ini menyediakan kebutuhan individu siswa dalam lingkungan belajar reguler. Penelitian ini fokus pada peran kepala sekolah dalam menerapkan kebijakan inklusi di SDIT Salsabila 3 Banguntapan. Kepala sekolah memegang peran kunci dalam merancang visi inklusi, membimbing guru, menyediakan fasilitas yang memadai, serta membangun kolaborasi dengan komunitas sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan kebijakan inklusi di SDIT Salsabila 3 dilandasi oleh visi Islami yang menjunjung nilai keadilan dan kesetaraan. Kepala sekolah memainkan peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif, mendukung pengembangan siswa, dan mengurangi stigma sosial.
Transformasi Pola Kepemimpinan Kiai di Pesantren Salaf: Studi Kasus di Pesantren Salafiyyah Al-Muhsin Yogyakarta Nihayatuzzain
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): October Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v7i2.86675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pola kepemimpinan kiai di lingkungan pesantren salaf, dengan fokus pada studi kasus di Pesantren Salafiyyah Al-Muhsin Yogyakarta. Berbeda dengan tipikal pesantren salaf yang cenderung otoriter dan terpusat, pesantren ini menerapkan model kepemimpinan yang lebih demokratis dan partisipatif di bawah pimpinan Kiai Nasrul Hadi. Kiai memberikan ruang musyawarah bagi santri dan pengurus dalam pengambilan keputusan strategis, seperti penentuan kitab kuning dan perencanaan kegiatan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan kemandirian santri, tetapi juga mendorong munculnya budaya dialog, penguatan kepemimpinan santri, serta keterbukaan pesantren terhadap teknologi digital. Transformasi ini membuktikan bahwa pesantren salaf dapat mengadopsi pendekatan modern tanpa kehilangan identitas keagamaannya.
Supervisi Kolaboratif dalam Meningkatkan Kemampuan Profesional Guru di SMA Negeri Kota Bandung Hadiansyah, Chairil Fajar; Az Zahro, Fatimah; Wahidin, Wahidin; Ismail, Achmad Taufik
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): October Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v7i2.91340

Abstract

This study aims to describe how collaborative supervision is implemented by the school principal and to examine its contribution to teachers’ professional competence at one of SMA Negeri in Bandung City. Employing a qualitative case study design, purposive sampling involved the principal, a supervising school inspector, the vice principal for curriculum, and six subject teachers. Data were collected through semi-structured interviews, limited participatory observations, and document analysis; data were analyzed interactively using iterative reduction, display, and conclusion/verification procedures. Findings indicate that collaborative supervision unfolds in three interrelated phases: (1) planning (needs identification, negotiated focus, and pre-observation conferences); (2) implementation (clinical classroom observation and dialogic feedback); and (3) follow-up (joint reflection, instructional coaching, and integration with a professional learning community/PLC). Contributions include measurable improvements in teachers’ competencies regarding lesson planning, active and innovative instruction, meaningful formative assessment, and strengthened professional reflection. Key enabling factors are the principal’s instructional leadership, a collaborative school culture, and teachers’ readiness to learn; major challenges include time constraints and administrative load, residual evaluative perceptions of supervision, and uneven coaching skills among supervisors. Practical implications call for strengthening principals’/supervisors’ coaching capacity, safeguarding time for reflective practice through scheduling, and systematically integrating supervision with PLC and lesson study for sustained professional growth.
Implementation of TQM at Palangka Raya State Vocational School: Improving the Role of Teachers and Education Personnel Balinga, Sadrakh; Marinda, Retty; Aslamiah, Aslamiah; Cinantya, Celia
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): April Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v8i1.83996

Abstract

The implementation of Total Quality Management (TQM) in State Vocational Schools (SMK) in Palangka Raya aims to enhance the quality of education sustainably through the management of learning, teacher and staff involvement, and curriculum development. This study employs a qualitative approach with a case study method, utilizing in-depth interviews, observations, and document analysis as data collection techniques. TQM focuses on student and parent satisfaction, as well as improving the quality of graduates to be more competitive in the job market.The results of TQM implementation indicate significant improvements in education quality, including increased satisfaction among students and parents. However, challenges such as limited human resources, budget constraints, and management's lack of sustained commitment persist. To address these challenges, State Vocational Schools have conducted teacher training, established collaborations with industries, and implemented transparent evaluation systems. By instilling a culture of quality throughout all school elements, it is hoped that State Vocational Schools can continuously improve educational quality and produce graduates who excel in the workforce.
Teacher Empowerment Strategy to Improve the Quality of Education at SMAN 1 Palangka Raya Asie, Yeprina Prihatini; Mutmainnah, Eka; Wijayanti, Septina; Aslamiah, Aslamiah; Cinantya, Celia
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): April Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v8i1.84003

Abstract

This descriptive qualitative study, carried out at SMAN 1 Palangka Raya, employs observations, interviews, and documentation to explore strategies for teacher empowerment. Data processing entails collection, reduction, presentation, and verification. From processing data, the following research results were obtained: 1) The teacher empowerment strategy starts with analyzing training needs from the Education Report Document to enhance teacher competency. The school organizes development programs and regular meetings aligned with its goals. Initiatives include workshops, self-development opportunities, reflection on practices, and learning communities. The principal supervises these activities through classroom observations to monitor implementation and ensure ongoing effectiveness. 2) Empowering teachers at SMAN 1 Palangka Raya improves the quality of education through a variety of teaching methods, technology skills, and a culture of reflection. Support for training and collaboration among teachers is crucial for professional development. Recognition of achievements increases motivation and fosters a positive work environment, which enhances students' learning experiences. Teacher empowerment significantly contributes to student success, thereby enhancing the reputation of SMAN 1 Palangka Raya as an institution that produces competent graduates.
Resiliensi Kepala Sekolah PAUD dalam Menyelenggarakan Layanan PAUD di Daerah Industri Sri Widhiyanti
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): April Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v8i1.90948

Abstract

Education is one of the important things that will provide children in life. School as formal education has the aim of forming human beings with personality, in developing students' intellectuals in order to make the nation's life more intelligent. In line with the needs and developments of the times, currently many formal early childhood schools are emerging. The existing schools for early childhood are diverse in terms of curriculum and quality, there are formal schools that follow the national, national plus and international curriculum. The principal of a school in an institution providing Early Childhood Education is a key factor in developing and maintaining the existence of an institution. This study aims to determine the resilience of Early Childhood Education principals in organizing their institutions that stand in the middle of industrial areas. This research uses qualitative narratives that use stories or experiences from research subjects. From the observations, it was found that the most basic thing that made the principal try to maintain the existence of his institution was because of faith. The principals who have confidence in their profession contribute to the formation of the principal's fighting spirit. In addition, the leadership style and creativity as well as the innovation of the principal are factors that determine an institution can survive in providing its educational services. The school principal's creativity is demonstrated by his ability to generate brilliant ideas related to strategies for providing early childhood services at the early childhood education institution he leads. With these brilliant ideas he will be able to produce changes to advance the institution.

Page 10 of 11 | Total Record : 107