cover
Contact Name
Didin Septa Rahmadi
Contact Email
lppmununtb@gmail.com
Phone
+6285339028532
Journal Mail Official
lppmununtb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan No. 06, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30322537     DOI : https://doi.org/10.69503/abdinesia
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu secara umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
Meningkatkan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Pada Warga di Dusun Beruk Jatiyoso Karanganyar Nuriyah Yuliana; Estiningtyas Estiningtyas; Fitri Wulandari; Damayyanti Nur Khotimah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i2.479

Abstract

Kesiapsiagaan bencana berfungsi untuk memicu agar masyarakat lebih paham tentang bencana dan masyarakat bisa menciptakan ketangguhan dan kesiapsiagaan bencana. Permasalahan mitra berdasarkan hasil wawancara yaitu masih minimnya kesiapsiagaan bencana yang ada di Dusun Ngantirejo, Beruk, Jatiyoso. Dampak kurangnya kesiapsiagaan bencana yang dimiliki oleh relawan dan warga yang ada didaerah tersebut mengakibatkan kerugian yang besar terutama material ketika terjadi bencana di daerah tersebut. Tujuan yang dicapai pada PKM ini diantaranya: meningkatnya kemampuan kesiapsiagaan masyarakat tentang bencana tanah longsor. Metode yang dilakukan dengan melakukan identifikasi kesiapsiagaan warga setempat, sosialiasi dan simulasi tentang kesiapsiagaan bencana. Hasil kegiatan peningkatakan kesiapsiagaan bencana yaitu hasil studi pendahuluan rata-rata kesiapsiagaan bencana dalam kategori cukup 51 orang, belum ada titik assembling dan jalur evakuasi, masih minimnya pemahaman tentang penanganan korban bencana dengan masalah gangguan sistem muskuloskeletal. Evaluasi kegiatan peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana efektif dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana sebanyak 66 dari 80 warga memiliki pengetahuan kesiapsiagaan kategori baik, tersedianya jalur evakuasi di Desa Beruk, adanya titik assembling, denah peta kerawanan bencana dan titik rawan bencana longsor.
Sosialisasi Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (ELSIMIL) Untuk Peningkatan Pengetahuan Remaja Pra Nikah Tentang Kesehatan Reproduksi Haikal Fikri; Mahadir Muhammad; Zuliana Rahma Yanti; Widia Khaeratun Huzro; Muhammad Iswandi Halqi; Hilmiati Hilmiati; Yusnaini Elinda; Ega Oktaviantika; Wita Megasari; Yazman Yazid; Sapwan Sapwan; Mahram Afrianti; Muhammad Iskandar Haris; Baiq Repika Nurul Furqan
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i1.480

Abstract

Pernikahan usia anak dapat mengakibatkan masalah kesehatan reproduksi pada wanita, kesehatan fisik, psikologis, dan psikososial. Proporsi perempuan umur 20-24 tahun yang berstatus kawin atau berstatus hidup bersama sebelum umur 18 tahun di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 16,23% jika mengacu pada angka nasional sebesar 8,06 % maka Provinsi Nusa Tenggara Barat masih di atas angka nasional. Sehingga angka perkawinan anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan tertinggi secara nasional. Minimnya pengetahuan dan kurangnya pemahaman perempuan tentang dampak keputusan yang diambil untuk melakukan pernikahan usia anak. Tujuan dilakukan sosialisasi adalah untuk memberikan wawasan tambahan terkait kesehatan remaja untuk meminalisis kejadian gangguan kesehatan reproduksi untuk kesiapan berkeluarga serta mencegah terjadinya pernikahan usia anak. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan remaja Desa Batu Mekar dan Mahasiswa KKN Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat berjumlah 55 orang berlokasi di Kantor Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar. Metode yang dilakukan dengan ceramah terkait materi kesehatan reproduksi remaja dan praktek pemanfaatan aplikasi ELSIMIL. Dalam kegiatan sosialisasi dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan dengan hasil didapatkan ada peningkatan sejumlah 100% sesudah dilakukan sosialisasi.
Strategi Pencegahan Pernikahan Usia Anak Perspektif Kesehatan dan Dunia Pendidikan Baiq Nursila; Hartini Hartini; Husnul Khotimah; Ira Fatira Mandar; Jamilah Jamilah; Juliadi Jaye; Kamila Zakiah; Lalu Ahmad Halim Amrullah; Muhammad Budi Ashari; Padli Padli; Risa Apriana; Siti Juliani; Sumiatun Sumiatun; Abdul Muttalib
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i1.481

Abstract

Pernikahan usia anak merupakan pernikahan yang terjadi dibawah usia 19 tahun baik bagi laki-laki maupun Perempuan. Kenyataannya masih banyak remaja Perempuan yang menikah pada usia dibawah 19 tahun. tujuan dari pembuatan karya ilmiah ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab pernikahan usia anak di Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Metode pelaksanaan ini menggunakan metode observasi merupakan metode yang dilakukan berupa pengamatan langsung ke lapangan. Hasil pengamatan dan wawancara beberapa narasumber mengatakan bahwa di Desa Jago tercatat sebagai desa yang penduduknya melakukan pernikahan usia anak. Hasil pengabdian menunjukkan faktor penyebab pernikahan usia anak yaitu Sebagian besar berpendidikan rendah, memiliki status ekonomi yang masih rendah, dipengaruhi oleh budaya atau pola pikir orang tua yang masih beranggapan bahwa anak Perempuan adalah beban kelurga dan memiliki pengetahuan yang kurang terhadap dampak dari pernikahan usia anak. Simpulan pengabdian yaitu faktor penyebab pernikahan usia anak adalah Sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dampak negative dari pernikahan usia anak dan pola pikir orang tua yang masih kuno.
Pemanfaatan Kulit Singkong Sebagai Kripik Singkong Abidatul Wardiah; Ahmad Turmuzi; Akbar Akbar; Baiq Feni Wahyuni; Baiq Ayu Larasati; Dini Hardianti; Muhamad Efendi; Muhamad Azwar; Mirhawati Mirhawati; Muh Laelatul Badri; Peragustina Peragustina; Surya Hadi; Sahnim Sahnim; Wawan Hasfi; Riana Riana
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.489

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu proses pembelajaran bagi mahasiswa yang akan menempuh semester akhir melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata mengembangkan Tridharma perguruan tinggi terhadap 1) pendidikan, 2) penelitian, dan 3) pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yangg sesuai dengan potensi SDA dan SDM dalam suatu desa. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan terhadap penanganan masalah dengan melakukan analasis masalah pembangunan atau pemberdayaan masyarakat sesuai bidang keahlian dan menjadi peluang yang baik bagi mahasiswa yang produktif, inovatif, dan kreatif dalam menentukan formula dan strategi penanganan masalah dalam pemberdayaan masyarakat. Penempatan lokasi mahasiswa KKN diarahkan pada desa yang memiliki potensi yang unggul yang belum memiliki perkembangan dalam pengelolaan sumber daya alam. Desa Lantan merupakan titik KKN Mahasiswa UNU NTB yang memiliki potensi sumber daya alam dan perkembangan sektor pariwisata yang baik namun minim edukasi dan skill dalam pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN yaitu melalui praktikum pengolahan kulit singkong sebagai kripik, dan testimony kepada masyarakat sebagai edukasi yang dapat bermanfaaat. Adapun sasaran dalam kegiatan KKN yakni masyarakat sekitar lokasi KKN yang terdiri dari masyarakat umum dan juga masyarakat yang memiliki usaha mikro, dan anak-anak kalangan pelajar.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Untuk Mengelola Sampah Melalui Edukasi Pencegahan Bencana Banjir Yeni Nur Rahmayanti; Dewi Wulandari; Eka Novitayanti; Betty Kusdhiarningsih; Tri Wulandari; Nurul Gilang Abriani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.506

Abstract

Sampah merupakan sarana penyakit, sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan banjir. Desa Mojorejo merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di Sukoharjo. Bencana banjir merupakan limpahan air yang melebihi tinggi muka air normal, sehingga melimpah dari palung sungai menyebabkan adanya genangan pada lahan rendah di sisi sungai. Pada umumnya banjir di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi diatas normal sehingga sistem pengaliran air yang yang terdiri sungai dan anak sungai alamiah serta sistem drainase dangkal penampung banjir buatan yang ada tidak mampu menampung akumulasi air hujan tersebut, sehingga meluap. Bencana banjir Bandang adalah bencana banjir yang biasanya terjadi pada aliran sungai yang kemiringan dasar sungai curam. Aliran banjir yang tinggi dan sangat cepat dan limpahan dapat membawa batu besar atau bongkahan dan pepohonan serta merusak atau menghanyutkan apa saja yang di lewati namun cepat surut kembali. Dengan adanya kejadian bencana banjir tersebut maka kedepannya perlu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah untuk pencegahan terjadinya bencana banjir. Masyarakat menjadi sasaran terhadap peningkatan kapasitas dikarenakan masyarakat yang terkena bencana alam banjir. Desa Mojorejo terdapat 6 dukuh, dukuh tersebut antara lain Mojorejo, Masan, Losari, Sambilutung, Tangkil, dan Tempukrejo. Dukuh Mojorejo terdapat RT 1, 2 dan RW 1 dengan Jumlah warga desa Mojorejo 300 orang dan jumlah ibu-ibu di dukuh Mojorejo RW 01 sebanyak 43 orang dengan berbagai permasalahan yang kompleks, dan dari hasil survei dan wawancara. Para warga masih banyak kurang pengetahuan dan pemahaman warga terkait mitigasi bencana banjir.
Supportif-Edukatif Dalam Menghadapi Menarche Pada Siswi SDN 48 Ampenan Kota Mataram Ni Komang Wijiani Yanti; Mega Sara Yulianti; Dian Neni Naelasari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.509

Abstract

Menstruasi pertama merupakan hal yang sangat wajar dialami oleh remaja perempuan normal dan tidak perlu di khawatirkan. Pada kenyataannya menarche membuat perasaan bingung, gelisah, malu, tidak nyaman selalu menyelimuti perasaan perempuan yang mengalami menstruasi pertama. Kejadian menarche yang semakin dini harus diimbangi dengan kesiapan anak. Ketidaksiapan menghadapi menarche menyebabkan siswi memiliki respon negatif seperti malu, takut, dan khawatir. Tujuan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu meningkatkan pengetahuan siswi SD melalui penyuluhan, simulasi dan penumbuhan kepercayaan diri siswi dalam menghadapi menarche. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberi penyuluhan, simulasi dan penumbuhan kepercayaan diri siswi dalam menghadapi menarche. Lokasi pengabdian dilakukan di SDN 48 Ampenan dengan jumlah siswi perempuan kelas 5 dan kelas 6 sebanyak 25 orang. Kegiatan supportif-edukatif dilakukan dengan memberikan materi dan pemutaran video. Materi pendidikan kesehatan reproduksi berupa pubertas, organ reproduksi wanita, pemeliharaan organ reproduksi, proses menstruasi, cara mengatasi masalah menstruasi, keputihan, dan kesiapan menghadapi menarche. Simulasi dilakukan untuk memberikan gambaran langsung tentang kondisi organ reproduksi wanita, proses pubertas, dan proses menstruasi. Tahap simulasi juga diperagakan cara menggunakan pembalut yang benar dan perlakuan pembalut setelah digunakan. Setelah kegiatan penyuluhan selesai siswi putri akan diberikan leaflet dengan tujuan agar informasi yang diperoleh saat penyuluhan dapat disebarluaskan kepada teman sebayanya. Pemberian pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswi SD perlu dilakukan baik sebagai mata pelajaran tambahan oleh guru pembimbing Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) maupun berupa penyuluhan diluar kegiatan belajar mengajar.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga Berbasis 3R Adopsi Jepang di Desa Kukuh Marga Tabanan Bali I Gede Sudirgayasa; Muhammad Syamsussabri; I Putu Oktap Indrawan; Sulisetijono Sulisetijono; Susriyati Mahanal; Abdul Gofur
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i2.510

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di Banjar Dinas Tatag Desa Kukuh Marga Tabanan Bali, dapat dirangkum permasalahan terkait sampah sebagai berikut: (1) Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle), (2) ketiadaan aturan yang jelas dan lengkap terkait pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R, (3) ketiadaan sarana prasarana yang memadai dalam mendukung penerapan 3R, dan (4) Program terkait penerapan 3R selalu terkendala sehingga tidak berkesinambungan. Solusi yang kami tawarkan merupakan solusi yang mengadopsi dari pengelolaan sampah di Jepang sebagai berikut: (1) membuat aturan yang jelas terkait pemilahan sampah. Pembuangan sampah dibuat terjadwal yang dibedakan sesuai hari, jam, dan jenis sampahnya. Hari dan jam tertentu hanya boleh membuang sampah jenis tertentu, (2) dukungan sarana prasarana. Membuat kantong plastik khusus sampah organik, anorganik, logam/kaleng, dan kertas yang dibedakan dari warnanya. Masyarakat wajib menggunakan kantong plastik khusus ini yang nantinya dapat dibeli di koperasi PKK/desa atau minimarket terdekat. Pembangunan tempat pengumpulan sampah dari rumah tangga yang bersekat sesuai jenis sampahnya, (3) penyuluhan masyarakat terkait aturan baru pengelolaan sampah rumah tangga, (4) memfasilitasi kerja sama dengan pengepul sampah plastik, dan (5) Penempelan poster aturan 3R dan jadwal pembuangan sampah. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap bersama mitra sesuai alur pengelolaan sampah dalam mengatasi akar permasalahan berdasarkan solusi yang ditawarkan, antara lain: (1) pembuatan bak penampungan sampah sementara, (2) pembagian kantong sampah plastik berwarna, (3) pembuatan aturan dan poster pengelolaan sampah berbasis 3R, dan (4) sosialisasi dan uji coba ke Masyarakat mitra. Secara keseluruhan target kegiatan sudah tercapai dengan sangat baik. Terdapat kegiatan dan target luaran program pengabdian yang perlu disempurnakan untuk hasil yang optimal. Kekurangan tersebut dirangkum dalam rencana tahapan selanjutnya sebagai berikut: (1) penambahan bak sampah di 3 tempat pemandian umum yang lain serta beberapa Pura berdasarkan laporan dan permintaan warga mitra, (2) penambahan pembagian kantong plastik sampah berwarna, (3) pembuatan stiker/brosur teknis 3R untuk ditempel di masing-masing rumah warga, dan (4) pembuatan poster teknis 3R untuk ditempatkan ditempat-tempat strategis di areal desa.
Edukasi Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Ibu Dengan Anak Usia 6-24 Bulan di Desa Kediri Dusun Pelowok Selatan Kabupaten Lombok Barat Mega Sara Yulianti; Ni Komang Wijiani Yanti; Muhamad Siladani Fatuhu
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.511

Abstract

Tingkat pendidikan rendah yang terjadi pada desa Kediri Dusun Pelowok Selatan dapat disebabkan karena faktor ekonomi dan tingginya pernikahan dini. Selain itu pengaruh sosial media mengenai iklan produk MP-ASI dengan berbagai macam nilai gizi yang menggiurkan, banyaknya bayi yang diasuh oleh orang tua atau mertua dikarenakan orang tua pergi keluar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Rendahnya pemahaman ibu, keluarga, dan masyarakat mengenai pentingnya ASI bagi bayi mengakibatkan program pemberian ASI eksklusif tidak berlangsung secara optimal. Rendahnya tingkat pemahaman tentang pemberian ASI eksklusif dikarenakan kurangnya informasi atau pengetahuan yang dimiliki oleh para ibu mengenai segala nilai plus nutrisi dan manfaat yang terkandung dalam ASI. Di dusun Pelowok Selatan praktik pemberian MPASI tidak sesuai standar sebanyak 17 orang (88,3%). Tujuan dari kegiatan ini untuk Meningkatkan pengetahuan Ibu tentang pemberian MP-ASI yang baik dan benar. Metode ceramah dan diskusi serta pembagian pamplet. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 17 orang (68%) yang awalnya tidak sesuai standar, menjadi 22 orang (88%).
Peningkatan Pengetahuan Guru SD Terkait Pentingnya Pencatatan Identifikasi dan Rekam Kesehatan Personal Siswa SD Dwi Andayani; Yusfina Himayanti
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.515

Abstract

Rekam Medis dalam dunia Pendidikan sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka aspek administrasi dan aspek dokumentasi. Dalam hal administrasi, Adanya rekam kesehatan dapat memudahkan guru atau kepala sekolah menyimpan dan mencari berkas terkait kesehatan siswa maupun siswinya, sedangkan dalam pendokumentasian dapat memudahkan guru mengetahui riwayat kesehatan siswa sehingga penanganan yang salah akan terhindar apabila terjadi hal yang tidak diinginkan pada siswa. Pencatatan kesehatan pribadi pada anak dapat membantu memastikan anak mendapatkan pelayanan preventif secara tepat waktu. Penyimpanan data kesehatan anak dapat meningkatkan ketercapaian suatu program pencegahan seperti imunisasi. Orang tua dan penyelenggara pelayanan kesehatan serta sekolah dapat mengetahui tentang riwayat kesehatan anak dan bersama-sama untuk memantau kesehatan anak melalui pencatatan kesehatan pribadi anak sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada guru atau pihak sekolah melalui penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait pentingnya pencatatan identifikasi dan rekam kesehatan personal siswa sekolah dasar. Metode Ceramah dan diskusi. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada guru sekolah dasar tentang pentingnya pencatatan identifikasi dan rekam kesehatan personal siswa sekolah dasar setelah dilakukan penyuluhan di SDN LANDAH Kabupaten Lombok Tengah, yang diketahui dari hasil pretest tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 15,4% (2 peserta), menjadi 69,2% (9 peserta) dari hasil posttest.
Penguatan Literasi Lingkungan untuk Membangun Sekolah Sehat dan Hijau di SMK Islam Qiyamu At-Tarbiyah Desa Beber Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Uzlifatul Azmiyati; Wardatul Jannah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.518

Abstract

Literasi lingkungan merupakan tujuan pendidikan lingkungan dalam rangka membantu masyarakat untuk memahami dan menginterpretasikan kondisi lingkungan. Dengan berbekal kemampuan tersebut masyarakat dapat memutuskan tindakan apa yang tepat untuk memelihara, memulihkan dan memperbaiki kondisi lingkungan. Kemampuan literasi lingkungan inilah yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak anak usia sekolah. Anak anak usia sekolah adalah generasi penerus dan agen perubahan di dalam masyarakat. Mereka bagian dari masyarakat yang akan ikut serta menjaga lingkungan yang berkelanjutan untuk masa depan. Kegiatan literasi lingkungan di SMK Islam Qiyamu At-Tarbiyah berjalan dengan lancar. Peserta kegiatan menyimak kegiatan literasi dengan seksama. Hasil evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta terhadap literasi lingkungan.

Page 8 of 15 | Total Record : 144