cover
Contact Name
Didin Septa Rahmadi
Contact Email
lppmununtb@gmail.com
Phone
+6285339028532
Journal Mail Official
lppmununtb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan No. 06, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30322537     DOI : https://doi.org/10.69503/abdinesia
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu secara umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
Pembentukan Kader Sampah dan Pelatihan Pengolahan Sampah Menjadi Pupuk Cair Organik di Pondok Pesantren Wardatul Jannah; Riana Riana; Sunardi Sunardi
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.521

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini diawali dengan penandatangan kontrak antara pelaksana dengan pihak Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlashiyah Sisik Timur sebagai mitra, selanjutnya tim pelaksana dengan mitra melakukan Forum Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk membentuk kader sampah sedangkan tim pelaksana dalam ini sebagai fasilitator untuk menyampaikan tugas dan fungsi Kader Sampah. Setelah terbentuk kader sampah di pihak mitra, selanjutnya tim pelaksana memberikan sosialisasi. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada Kader Sampah melalui pemberian materi oleh tim pelaksana sebagai ahli lingkungan tentang jenis-jenis sampah, Dampak sampah terhadap lingkungan dan kriteria lokasi TPA yang memadai, dan Dampak pupuk kimia terhadap tanah dan tanaman. Berdasarkan hasil kegiatan PKM yang telah dilakukan telah terbentuk kader sampah di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlashiyah sebagai mitra dan telah dilaksanakan dengan baik pelatihan pembuatan pupuk organik cair.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Untuk Remaja Febrina Sulistiawati; Baiq Dewi Sukma Septiani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.522

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan serangkaian program yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dari tidak sehat menjadi berperilaku sehat. Program ini masih perlu disosialisasikan dengan baik kepada seluruh elemen masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang perlu diberikan edukasi terkait dengan PHBS adalah kelompok remaja. Hal ini karena remaja berada pada fase kehidupan dengan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga merupakan kelompok prioritas untuk diberikan edukasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah 30 siswa SMPN 18 Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini adalah penyuluhan. Evaluasi kegiatan diperoleh melalui kuesioner tingkat pengetahuan pretest dan posttest. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswa mengenai PHBS dengan kategori baik dari semula 13% menjadi 67%.
Strategi Pengembangan Wawasan Teacherpreneurship untuk Mahasiswa Calon Guru Hadi Wijaya; Nurmaningsih
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i2.523

Abstract

Pada era disrupsi ini, masyarakat dituntut untuk terus berinovasi, berkreasi, dituntut untuk menciptakan suatu penemuan yang baru, dalam upaya bertahan hidup dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin pesat berkembang, masyarakat dituntut untuk bersahabat dengan teknologi karena jika tidak mampu bersahabat maka konsekuensinya adalah akan tertinggal jauh, bahkan terasing dengan lingkungan sekitar. Mahasiswa calon guru merupakan salah satu bagian dari unsur masyarakat yang memiliki peran penting dalam melakuan fungsi control terhadap pesatnya kemajuan teknologi ini harus memiliki kompetensi inti supaya dapat bersahabat dengan itu. Empat kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa calon guru adalah kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogic dan kompetensi professional. Di samping empat kompetensi tersebut mahasiswa calon guru harus dilengkapi dengan pemahaman tentang kewirausahaan dalam Pendidikan. Pemahaman yang benar tentanga arti kewirausahaan untuk guru sangatlah penting karena jika mereka menganggap bahwa kewirausahaan untuk guru memiliki arti seseorang yang berprofesi sebagai guru sekaligus pengusaha, maka itu adalah anggapan yang keliru. Pemahaman yang benar adalah kewirausahaan untuk guru (teacherpreneurship) merupakan seorang guru yang dalam pembelajaran menggunakan nilai-nilai kewirausahaan, sehingga tercerminlah proses pembelajraan yang penuh dengan inovasi, kreasi, karakter siswa yang Tangguh, mampu mengambil resiko, mampu membuat keputusan, bertanggung jawab, mampu mengambil peluang, dan lain sebagainya. Pelatihan/workshop dengan tujuan mewadahi mahasiswa calon guru untuk mengambangkan wawasan teacerpreneurship sehingga mahasiswa calon guru selalu optimis dalam menghadapi tantangan kehidupan baik teknologi, perubahan sosial poloitik hankam dan sebagainya.
Pendampingan Kelas Remaja Sadar Gizi dan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Menjadi Menu Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SMPN 18 Mataram Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.525

Abstract

Saat ini Indonesia dihadapkan pada tiga beban masalah gizi (triple burden) yaitu stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Data Riskesdas Nasional Tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 25,7% remaja usia 13-15 tahun dan 26,9% remaja usia 16-18 tahun dengan status gizi pendek dan sangat pendek. Data Riskesdas Provinsi NTB menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 13-15 tahun dengan status gizi stunting sebanyak 23,38% sedangkan di Kota Mataram prevalensi remaja dengan status gizi stunting sebanyak 22,17%. Tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu melakukan proses pendampingan kelas remaja sadar gizi dan pelatihan pengolahan pangan lokal menjadi menu sehat sebagai upaya pencegahan stunting di SMPN 18 Mataram. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diantaranya melakukan kegiatan Forum Group Discussion dengan Kepala Sekolah SMPN 18 Mataram, Wali Kelas, Guru Pembina Bimbingan Konseling, Kepala Dusun, Ketua RT/RW dan Kepala Lingkungan Desa Ampenan Selatan terkait dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yaitu hasil perikanan di pesisir pantai Ampenan, pembentukan kelas remaja sadar gizi usia 13-15 tahun, memberikan pendampingan edukasi gizi melalui media piring edukatif sehingga meningkatkan pengetahuan remaja mengenai asupan bergizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting pada generasi berikutnya serta memberikan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal sekitar sekolah terutama hasil perikanan pesisir pantai Ampenan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) remaja membutuhkan edukasi gizi secara rutinagar dapat mengatur pola makan sesuai dengan kebutuhan gizi remaja (2) Dengan dilakukannya edukasi gizi ini diharapkan kesadaran remaja terkait gizi dapat tercapai (3) Ikan tongkol dan talas dapat disajikan alternatif pangan olahan sehat dan kekinian karena mengandung sumber protein tinggi sebagai upaya pencegahan masalah gizi pada remaja.
Manajemen Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di SMP Negeri 18 Mataram Amnan Amnan; Dian Neni Naelasari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.526

Abstract

Salah satu ruang lingkup dalam pelayanan kesehatan reproduksi adalah kesehatan reproduksi remaja. Permasalahan seksualitas merupakan satu dari beberapa perilaku berisiko yang menjadi sorotan pada remaja. Mengingat umur ketertarikan terhadap lawan jenis biasanya dimulai dari masa SMP maka remaja perlu menambah wawasan serta informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bagaimana manajemen kesehatan reproduksi. Managemen kesehatan reproduksi pada remaja dapat menjadi salah satu solusi agar para remaja dapat membentuk fondasi dan berhati-hati dalam menanggapi perilaku seksual berisiko dan permasalahan lainnya serta lebih menerapkan perilaku sehat dalam kesehariannya. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat yaitu metode penyuluhan dan pemberian leaflet. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan (Tahap Persiapan, Pelaksanaan, dan Tahap Akhir). Hasil dari pengabdian yaitu Penyampaian materi dilakukan di Aula SMPN 18 Mataram menggunakan metode ceramah. Peserta aktif dalam diskusi dan dengan antusias yang tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama pelaksanaan kegiatan serta pemateri juga memberikan pertanyaan untuk peserta. Semua peserta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan. Dari 5 peserta yang diberikan pertanyaan, 4 orang (90%) dapat menjawab dengan benar. Hal ini dikarenakan pengabdi menggunakan 2 media dalam penyamaian materi (Media Powerpoint (PPT) dan leaflet Kesehatan Reproduksi Remaja). Remaja dengan pengetahuan yang baik cenderung akan menghasilkan sikap dan tindakan yang baik pula.
Workshop Pencegahan Terhadap Penyakit Degenerative Melalui Penerapan Fisiologi Olahraga di Pemuda Lembaga Personal Trainer Lombok Hasbi Hasbi; Lilik Evitamala
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i2.529

Abstract

Penyakit degeranatif merupakan penyakit utama yang menyebabkan kematian di dunia. Hipertensi sebagai contoh adalah penyebab utama kematian dan komplikasi penyakit lain di dunia. Oleh sebab itu perlu adanya kesadaran Masyarakat tentang bahaya penyakit degenerative, sehingga dapat dilakukan pencegahan sedini mungkin. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Masyarakat dan pemuda di Lembaga personal Trainer dalam memahami penyakit degenerative serta penerapan pencegahan melalui fisiologi olahraga. Metode yang dilakukan dalam bentuk ceramah, diskusi, dan workshop. Luaran yang ditargetkan yaitu masyarakat dan pemuda akan dapat memahami segala bentuk penyakit degenerative dan pencegahannya serta dapat mengimplementasikannya.
Workshop Pengembangan Wawasan Teacherpreneurship Mahasiswa UNU NTB Nurmaningsih Nurmaningsih; Hadi Wijaya
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i1.530

Abstract

Mahasiswa calon guru merupakan salah satu bagian dari unsur masyarakat yang memiliki peran penting dalam melakuan fungsi control terhadap pesatnya kemajuan teknologi ini harus memiliki kompetensi inti supaya dapat bersahabat dengan itu. Empat kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa calon guru adalah kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogic dan kompetensi professional. Di samping empat kompetensi tersebut mahasiswa calon guru harus dilengkapi dengan pemahaman tentang kewirausahaan dalam Pendidikan. Pemahaman yang benar tentanga arti kewirausahaan untuk guru sangatlah penting karena jika mereka menganggap bahwa kewirausahaan untuk guru memiliki arti seseorang yang berprofesi sebagai guru sekaligus pengusaha, maka itu adalah anggapan yang keliru. Pemahaman yang benar adalah kewirausahaan untuk guru (teacherpreneurship) merupakan seorang guru yang dalam pembelajaran menggunakan nilai-nilai kewirausahaan, sehingga tercerminlah proses pembelajraan yang penuh dengan inovasi, kreasi, karakter siswa yang Tangguh, mampu mengambil resiko, mampu membuat keputusan, bertanggung jawab, mampu mengambil peluang, dan lain sebagainya. Untuk itu, penting diadakannya sebuah pelatihan/workshop dengan tujuan mewadahi mahasiswa calon guru untuk mengambangkan wawasan teacerpreneurship sehingga mahasiswa calon guru selalu optimis dalam menghadapi tantangan kehidupan baik teknologi, perubahan sosial poloitik hankam dan sebagainya. Tahapan pengabdian diawali dengan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Workshop kewirausahaan ini sejatinya bertujuan untuk membentuk karakter Teacherpreneurship kepada mahasiswa calon guru. Karakter merupakan ciri khas yang dimiliki oleh seorang individu. Jenis luaran yang akan disiapkan berupa Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dan jurnal Penelitian yang akan diterbitkan pada Jurnal pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama NTB.
Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) Melalui Asosiasi Pedagang Bersyari’ah Desa Pagutan Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Dedi Riswandi; Mashur Mashur; Ahmad Sibawai
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.545

Abstract

Kegiatan ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan pemberdayaan dan pendampingan. Pendekatan pemberdayaan meliputi: Pemberdayaan UKM berdasarkan prinsip Syariah dalam setiap rangkaian transaksi usaha, Pemberdayaan kewirausahaan yang kreatif, inovatif dan profesional, Pemberdayaan media on-line sebagai alat promosi dalam memasarkan produk, Membentuk satu kerja sama yang baik antara pelaku UKM dan pihak lembaga keuangan. Sedangkan metode pendampingan meliputi: Pendampingan UKM dalam setiap pelaksanaan usaha, Pendampingan penguatan jaringan dalam kegiatan promosi dan pemasaran, Pendampingan dalam manajemen pengelolaan keuangan, Pendampingan kerjasama dengan lembaga keuangan maupun instansi pemerintah. Dari kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini, dapat meningkatkan kemandirian dan motivasi kewirausahaan bagi masyarakat, bertambahnya wawasan masyarakat tentang praktik usaha dengan prinsip Syariah, peningkatan iklim usaha yang baik bagi masyarakat, ketersediaan pinjaman modal usaha bagi masyarakat untuk pengembangan usaha, penerapan dan implementasi sistem syariah dalam setiap aktivitas ekonomi, serta mampu memberikan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat desa Pagutan Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah.
Pelatihan Program Proklim Berbasis Kawasan Rumah Pangan Lestari RW 10 Kelurahan Lowokwaru Kota Malang Mimien Henie Irawati Al Muhdhar; Siti Imroatul Maslikah; Muhammad Iqbal Akbar; Sueb Sueb; I Wayan Sumberartha
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.573

Abstract

PROKLIM merupakan salah satu agenda prioritas dunia untuk menyelamatkan kehidupan di bumi dan mengembangkan keberlanjutan pembangunan nasional guna tercapainya target pengurangan gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Potensi RW 10 Kelurahan Lowokwaru pasca program zero waste zone untuk dikembangkan sebagai PROKLIM melatarbelakangi usulan program pengabdian kepada masyarakat ini. Pada Tahun 2014, RW 10 Kelurahan Lowokwaru telah dilakukan pengembangan sebagai percontohan zero waste zone. Keberhasilan tersebut ditandai dengan meningkatnya pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap program zero waste zone. Namun, karena kurang mendapat pemantauan dan pembiasaan kepada warga maka kondisi beberapa fasilitas sudah ada yang tampak tidak difungsikan secara maksimal oleh masyarakat. Untuk memecahkan masalah tersebut perlu dilakukan sebuah kegiatan yang mampu untuk memberi edukasi kepada warga sekaligus membiasakan warga. Target dari kegiatan ini adalah (1) peningkatan pemahaman dan sikap warga RW 10 Kelurahan Lowokwaru Kota Malang dalam mendukung penerapan program zero waste zone secara berkelanjutan, (2) peningkatan pemahaman warga RW 10 Kelurahan Lowokwaru tentang PROKLIM dan KRPL, (3) terwujudnya PROKLIM berbasis KRPL di RW 10 Kelurahan Lowokwaru Kota Malang.
Pengetahuan Triase Bagi Relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) di Desa Beruk Jatiyoso Christiana Arin Proborini; Nuriyah Yuliana; Estiningtyas Estiningtyas; Betty Kusdhiarningsih; Nurul Gilang Abriani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.574

Abstract

Relawan merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat nyata. Banyak kalangan yang tertarik untuk menjadi relawan, baik itu para anak muda yang belum menamatkan pendidikan atau para orang dewasa yang sudah sukses. Para relawan tidak hanya ditempatkan di daerah bencana atau daerah konflik, tapi juga ditempatkan di daerah yang tertinggal baik dari segi fasilitas maupun segi pendidikan. Tugas menjadi seorang relawan tidaklah mudah. Seorang relawan harus memiliki keterampilan dasar. Triase adalah suatu tindakan yang sangat penting untuk pemilihan korban atau penderita berdasarkan kebutuhannya. Triase merupakan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh tenaga pra-rumah sakit ataupun tim lapangan seperti para relawan bencana. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di desa Beruk Jatiyoso Karanganyar dengan memberikan pendidikan tentang Triase pada bencana tanah longsor pada relawan setempat. Hasil dari pendidikan kesehatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari responden, dibuktikan dengan banyaknya relawan yang bertanya tentang triase. Bisa disimpulkan banyak relawan mengalami kurang pengetahuan. Setelah dilakukan pendidikan tentang triase ini menunjukkan peningkatan pengetahuan relawan dari pengetahuan rendah 71.4% menjadi pengetahuan tinggi 100%. Relawan mengatakan memiliki pengetahuan baru yang baik dan benar, serta mampu melakukan secara mandiri apabila terjadi bencana dan alur korban bencana.

Page 9 of 15 | Total Record : 144