cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas Multipara Post Sectio Caesarea Dengan Postpartum Blues Gelintina Kurniawati; Sulikah; Agung Suharto; Tutiek Herlina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1275

Abstract

Postpartum blues merupakan gangguan psikologis ringan yang sering terjadi pada masa nifas dan ditandai dengan perubahan suasana hati, mudah menangis, cemas, serta kesulitan beradaptasi dengan peran sebagai ibu. Meskipun lebih sering terjadi pada ibu primipara, kondisi ini juga dapat dialami oleh ibu multipara sehingga memerlukan deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat. Penelitia ini bertujuan mendeskripsikan penerapan asuhan kebidanan pada ibu nifas multipara post sectio caesarea yang mengalami postpartum blues. Penelitian menggunakan desain laporan kasus (case report) dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan menggunakan metode SOAP. Subjek penelitian adalah seorang ibu nifas multipara post sectio caesarea yang mengalami postpartum blues. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, serta skrining menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Asuhan kebidanan meliputi edukasi mengenai postpartum blues, dukungan psikologis, konseling, peningkatan dukungan keluarga, pemenuhan kebutuhan istirahat dan nutrisi, serta pemantauan kondisi ibu secara berkala. Hasil asuhan menunjukkan adanya perbaikan kondisi emosional ibu yang ditandai dengan berkurangnya keluhan sedih, cemas, dan mudah menangis, meningkatnya kemampuan ibu dalam beradaptasi dengan peran barunya, serta penurunan skor EPDS dari 10 pada kunjungan kedua menjadi 9 pada kunjungan ketiga. Penerapan asuhan kebidanan secara komprehensif disertai dukungan keluarga dan skrining menggunakan EPDS berperan dalam membantu pemulihan kondisi psikologis ibu nifas yang mengalami postpartum blues. Skrining kesehatan mental pada masa nifas perlu dilakukan secara rutin sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan berkembangnya gangguan psikologis yang lebih berat. Kata kunci: postpartum blues; nifas; sectio caesarea
Pengaruh Pemberian Terapi Titik Tekan (Akupresur) Dalam Mengurangi Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Pada Pasien Dengan Anestesi Spinal Di RSI Sultan Agung Semarang Nur Andriani Ningsih; Anita Setyowati; Ratih Kusuma Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1278

Abstract

Background: Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) is one of the most commoncomplications following surgical procedures performed under spinal anesthesia. This conditioncan cause discomfort, delay recovery, and increase the risk of postoperative complications. Onenon-pharmacological intervention that may help reduce PONV is acupressure therapy,particularly stimulation of the Pericardium 6 (P6) acupressure point. Objective: This study aimsto determine the effect of acupressure therapy on reducing the incidence of Postoperative Nauseaand Vomiting (PONV) among patients undergoing spinal anesthesia at RSI (Islamic Hospital)Sultan Agung, Semarang. Methods: This study employed a pre-experimental design using a onegroup pretest–posttest approach. A total of 57 respondents were selected through purposivesampling. Data were collected using an observation checklist to assess the incidence ofPostoperative Nausea and Vomiting (PONV) before and after the intervention. Data analysis wasconducted using the Wilcoxon test. Results: The findings showed that before the intervention,most respondents experienced moderate Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) (57.9%).After receiving acupressure therapy, the majority of respondents showed improvement, with86.0% experiencing mild PONV and 8.8% reporting no symptoms of PONV. The results of theWilcoxon test yielded a p-value of less than 0.05, indicating that acupressure therapy had astatistically significant effect on reducing Postoperative Nausea and Vomiting (PONV).Conclusion: Acupressure therapy had a significant effect on reducing the incidence ofPostoperative Nausea and Vomiting (PONV) in patients undergoing spinal anesthesia. Therefore,acupressure may be considered an effective non-pharmacological intervention for managingPONV. Recommendation: Future researchers are encouraged to conduct similar studies usingmore robust research designs, such as incorporating a control group and a larger sample size. Inaddition, other variables that may influence the occurrence of Postoperative Nausea andVomiting (PONV) should be considered to obtain more comprehensive and reliable results.
Gambaran Kelengkapan Pendokumentasian Surgical Safety Checklist Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Jatiwinangun Syifa Salsabila; Rahmaya Nova Handayani; Fauziah Hanum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1279

Abstract

Pendokumentasian Surgical Safety Checklist merupakan bagian penting dalamupaya meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan di ruang operasi.Dokumentasi yang tidak lengkap dapat memengaruhi komunikasi antar timoperasi, menghambat kesinambungan pelayanan, serta meningkatkan risikoterjadinya insiden keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran kelengkapan pendokumentasian Surgical Safety Checklist pada fasesign in, time out, dan sign out di Instalasi Bedah Sentral Rumah SakitJatiwinangun. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif denganpendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasiterhadap 95 dokumen Surgical Safety Checklist yang memenuhi kriteriapenelitian. Penilaian kelengkapan dilakukan menggunakan lembar checklistberdasarkan format SSC yang digunakan di rumah sakit. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa kelengkapan pendokumentasian Surgical Safety Checklist diInstalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Jatiwinangun belum mencapai standar ideal100% yaitu Sebanyak 92,9% item telah terdokumentasi lengkap, sedangkan 7,1%item masih belum lengkap. Tidak sesuai dengan Peraturan Departemen KesehatanNomor 1691 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit serta standar yangditetapkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Efektivitas Mindfulness Dalam Menurunkan Stres Akademik Pada Remaja Akhir Dina Putri Maharani; Ady Irawan AM; Fakhrudin Nasrul Sani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1281

Abstract

Stres akademik merupakan masalah kesehatan mental yang banyak dialami remaja akhir akibat tingginya tuntutan tugas, tekanan ujian, dan persaingan akademik, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil studi pendahuluan pada siswa SMA Negeri 3 Sukoharjo, sementara penanganan yang tersedia di sekolah masih bersifat kuratif dan belum memiliki program pencegahan stres yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi mindfulness dalam menurunkan tingkat stres akademik pada remaja akhir sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui rancangan pretest-posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 63 responden yang terdiri atas 31 siswa kelompok intervensi dan 32 siswa kelompok kontrol, menggunakan teknik purposive sampling, dengan instrumen Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA), serta analisis data menggunakan uji Paired Samples T-Test dan Independent Samples T-Test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan skor stres akademik yang bermakna, sedangkan kelompok kontrol cenderung tetap. Uji Paired Samples T-Test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p=0,008, sedangkan uji Independent Samples T-Test antara kedua kelompok menghasilkan nilai p=0,030 dan effect size Cohen's d sebesar 0,51 yang termasuk kategori sedang. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi mindfulness secara signifikan efektif menurunkan stres akademik, melalui mekanisme peningkatan kesadaran diri , serta perbaikan regulasi emosi terhadap tekanan akademik yang dihadapi siswa. Mindfulness terbukti efektif dalam menurunkan stres akademik pada remaja akhir, sehingga dapat dijadikan intervensi keperawatan komunitas dan kesehatan sekolah yang mudah diterapkan untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa.
Hubungan Kecanduan Media Sosial Tiktok Dengan Kejadian Eating Disorder Pada Mahasiswa Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maharani Malang Afidatun Nisak; Reny Tri Febriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1283

Abstract

Penggunaan media sosial tiktok berlebih menyebabkan kecanduan yang berpotensi mempengaruhi kejadian eating disorders pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan media sosial tiktok dengan kejadian eating disorder pada mahasiswa keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maharani Malang. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan non random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 123 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner kecanduan media sosial diadaptasi The Compulsive Internet Use Scale (CIUS) dan kuisioner eating disorders adaptasi Eating disorder Diagnostic Scale (EDDS), dengan analisis uji Chi-square melalui SPSS. Hasil menunjukkan lebih dari setengah responden (62.6%) responden dengan tingkat sedang dan eating disorders terjadi lebih dari setengah responden (54.5%) responden mengalami eating disorders. Analisis uji Chi-square didapatkan hasil P-Value 0,003 (<0,05) memiliki hubungan yang signifikan dimana arah hubungan searah semakin tinggi tingkat kecanduan semakin besar mahasiswa mengalami eating disorders. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial Tik Tok dengan kejadian eating disorders pada mahasiswa keperawatan semester 2 di STIKes Maharani Malang. Excessive use of TikTok social media causes addiction that has the potential to influence the incidence of eating disorders in students. This study aims to determine the relationship between TikTok social media addiction and the incidence of eating disorders in nursing students at the Maharani Malang Health Sciences College. The type of research used is quantitative research with a cross-sectional research design. The sampling technique used is non-random sampling with a sample of 123 respondents. The instruments used are a social media addiction questionnaire adapted from The Compulsive Internet Use Scale (CIUS) and an eating disorders questionnaire adapted from the Eating Disorder Diagnostic Scale (EDDS), with Chi-square test analysis using SPSS. The results showed that more than half of the respondents (62.6%) had moderate levels and eating disorders occurred in more than half of the respondents (54.5%) of respondents experiencing eating disorders. The Chi-square test analysis obtained a P-Value of 0.003 (<0.05) having a significant relationship where the direction of the relationship is unidirectional, the higher the level of addiction, the more students experience eating disorders. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between Tik Tok social media addiction and the incidence of eating disorders in second-semester nursing students at Maharani Health College Malang.
Hubungan Impostor Syndrome Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan STIKes Raflesia Depok Ingesti Meti Sasmita; Tressia Febrianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1286

Abstract

Mahasiswa keperawatan menghadapi berbagai tuntutan, baik akademik, kegiatan praktikum, maupun praktik klinik, yang berpotensi menimbulkan kecemasan serta keraguan terhadap kemampuan diri. Keraguan yang muncul secara terus-menerus meskipun individu telah mencapai keberhasilan merupakan karakteristik dari impostor syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara impostor syndrome dan tingkat kecemasan pada mahasiswa keperawatan di STIKes Raflesia Depok. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 mahasiswa Sarjana Keperawatan yang ditentukan melalui teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) serta subskala kecemasan dari Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori impostor syndrome tinggi (51,0%) dan kecemasan sangat parah (34,3%). Hasil uji bivariat menggunakan Spearman Rank menunjukkan nilai p < 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,345, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara impostor syndrome dan tingkat kecemasan. Hubungan tersebut dapat dijelaskan karena mahasiswa dengan kecenderungan impostor syndrome lebih sering mengalami ketakutan akan kegagalan dan meragukan kemampuan diri, sehingga tuntutan akademik lebih mudah dipersepsikan sebagai tekanan. Direkomendasikan peningkatan perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa melalui edukasi serta dukungan psikologis.
Mengetahui Pengaruh Dan Efektivitas Permainan Hahayaman Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Sekolah Dasar Di SD Negeri Mekarjaya 5 Kian Adna Pinastika; Nanda Sartika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1288

Abstract

Masalah perkembangan emosional pada anak masih menjadi masalah yang dibahas di seluruh dunia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi gangguan emosional pada anak di bawah 15 tahun di Indonesia meningkat dari 6% menjadi 9,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa berpengaruh dan efektif permainan Hahayaman terhadap perkembangan emosional anak usia sekolah dasar di SD Negeri Mekarjaya 5. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 68 siswa kelas 4 yang dipilih menggunakan total sampling. Siswa yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswa dapat dinilai oleh guru kelas menggunakan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan mengikuti seluruh sesi intervensi permainan Hahayaman. Data dikumpulkan menggunakan instrumen SDQ, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, seluruh peserta (100%) mencapai skor SDQ dalam kategori normal. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (p<0,05) dan rata-rata N-Gain sebesar 0,3318 menunjukkan bahwa responden termasuk dalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Hahayaman efektif dan memiliki tingkat efektivitas sedang dalam meningkatkan perkembangan emosional anak usia sekolah dasar. Selain itu, permainan ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan stimulasi bagi anak-anak di lingkungan sekolah.
Hubungan Peran Literasi Digital Dalam Mencari Informasi Kesehatan Dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Siswa Di SMPN 8 Palangka Raya Lola Angeli Octavian Kobie; Putria Carolina; Isnawiranti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1289

Abstract

Peran literasi digital memberikan kemudahan bagi siswa dalam memperolehinformasi kesehatan. Kemampuan literasi digital yang baik memungkinkan siswa mengakses,memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi kesehatan secara tepat sehingga dapatmendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Namun, masih banyak siswayang menggunakan teknologi digital hanya untuk hiburan dan belum memanfaatkannya secaraoptimal untuk mencari informasi kesehatan.Tujuan : Mengetahui hubungan peran literasi digital dalam mencari informasi kesehatandengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa SMPN 8 PalangkaRaya.Metode : Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian adalah siswa SMPN 8 Palangka Raya dengan sampel sebanyak 67responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitianberupa kuesioner literasi digital dan kuesioner PHBS. Analisis data menggunakan uji SpearmanRank dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil : Sebagian besar responden memiliki peran literasi digital dalam mencari informasikesehatan kategori baik sebanyak 48 responden (63,2%), kategori cukup 19 responden (25,0%),dan kategori kurang 9 responden (11,8%). Penerapan PHBS berada pada kategori baik sebanyak46 responden (60,5%), kategori cukup 21 responden (27,6%), dan kategori kurang 9 responden(11,8%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (&lt;0,05) dengan koefisienkorelasi r = 0,671 yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara peranliterasi digital dalam mencari informasi kesehatan dengan penerapan PHBS pada siswa SMPN 8Palangka Raya.Kesimpulan : Semakin baik peran literasi digital siswa dalam mencari informasi kesehatan,semakin baik pula penerapan PHBS. Sekolah diharapkan meningkatkan edukasi kesehatanberbasis digital guna mendukung perilaku hidup sehat pada siswa.
Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peningkatan Kemampuan Activity Daily Of Living Pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah Di Ruang Bedah RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo Windiawati Limonu; Fifi Ishak; Fadli Syamsuddin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1290

Abstract

Fraktur menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan dengan konsekuensi yang parah,termasuk kematian dini. Mobilisasi dini merupakan intervensi nonfarmakologi yang dapatmeningkatkan aktivitas fisik pada pasien fraktur. Tujuan : penelitian ini yaitu untuk mengetahuipengaruh mobilisasi dini terhadap peningkatan kemampuan activity daily of living pada pasienpasca operasi fraktur ekstremitas bawah di Ruang Bedah Rsud Aloei Saboe Kota Gorontalo.Metode : penelitian ini termasuk Pre Eksperimen dengan design pretest and posttest design. ciridesain ini tidak menggunakan kelompok control, menggunakan satu kelompok intervensi denganpemberian mobilisasi dini selama 3 hari berturut-turut. Sampel pada penelitian ini 20 respondendengang menggunakan tekhnik purposive sampling instrument penelitian berupa lembarpengkajian indeks barthel dan SOP mobilisasi dini dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil :penelitian menunjukan bahwa ADL sebelum mobilisasi dini terdapat 14 responden ketergantungantotal (70%) dan 6 responden ketergantungan berat (30%). Setelah diberikan mobilisasi dinimenjadi 9 responden ketergantungan sedang (45%), 7 responden ketergantungan ringan (35%) dan4 responden mandiri (20%). Uji Wilcoxon menunjukan nilai p&lt;0.000, menandakan adanyapengaruh signifikan mobilisasi dini terhadapa activity daily of living. Kesimpulan : ada pengaruhmobilisasi dini terhadap peningkatan kemampuan activity daily of living pada pasien pasca operasifraktur ekstremitas bawah di Rsud Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Pengaruh Edukasi Self-Management Hipertensi Terhadap Perilaku Self-Management Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Desa Ciburayut Nova Dwi Hardianti; Ritta Farma
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1292

Abstract

Abstract Background: Dysmenorrhea is a common reproductive health problem experienced by adolescent girls and may interfere with their learning activities. Poor dietary patterns, particularly diets high in fat, low in fiber, and characterized by frequent consumption of fast food, have been reported to increase the risk of dysmenorrhea. A preliminary study conducted at SMA Negeri (State Senior High School) 1 Godean found that all seven respondents (100%) experienced dysmenorrhea, while four students (57.1%) reported skipping breakfast, reflecting poor dietary habits. Objective: To examine the relationship between dietary patterns and the incidence of dysmenorrhea among adolescent girls at SMA Negeri 1 Godean. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. The study population consisted of 284 female students in 10th and 11th Grades at SMA Negeri 1 Godean. A total of 74 respondents were selected using purposive sampling based on the following inclusion criteria: aged 15–18 years, had experienced menarche, were willing to participate, were present during data collection, had an age at menarche of 12–14 years, had experienced menarche for 2–3 years, and had a normal body mass index (BMI). The exclusion criterion was incomplete questionnaire responses. Purposive sampling was applied to control for potential confounding variables, including BMI, age at menarche, and time since menarche. Dietary patterns were assessed using a 25-item Food Frequency Questionnaire (FFQ) based on food type and consumption frequency. The total score was divided by the number of items (25) to obtain the final score. Dietary patterns were categorized as poor (<15) or good (15–50). Dysmenorrhea was assessed using the 24-item Menstrual Symptom Questionnaire (MSQ), with each item scored on a five-point scale. Total scores were categorized as no dysmenorrhea (<77) and dysmenorrhea (≥77). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. Ethical approval for this study was obtained from the Research Ethics Committee of Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta on April 21, 2026 (Approval No. 5405/KEP-UNISA/IV/2026). Results: The majority of respondents were 16 years old (48 students; 64.9%). Fifty respondents (67.6%) had poor dietary patterns, whereas 24 respondents (32.4%) had good dietary patterns. A total of 44 respondents (59.5%) did not experience dysmenorrhea, while 30 respondents (40.5%) experienced dysmenorrhea. The Chi-square test demonstrated a statistically significant relationship between dietary patterns and the incidence of dysmenorrhea among adolescent girls at SMA Negeri 1 Godean, Sleman Regency, Yogyakarta (p < 0.001). Conclusion: There was a significant relationship between dietary patterns and the incidence of dysmenorrhea. Adolescents with poor dietary patterns were at greater risk of experiencing dysmenorrhea. Recommendation: Schools and local Puskesmas (Community Health Centers) should strengthen regular health education programs and provide educational materials, such as posters in the UKS (School Health Unit), on healthy dietary practices, as well as the prevention and management of dysmenorrhea. Keywords: dietary patterns; dysmenorrhea; adolescent girls.