cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Perbaikan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Anemia Dengan KEK Dan ANC Tidak Adekuat Nur Khoirin Diah Kumalasari; Nana Usnawati; Nuryani; Suparji
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1244

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK), anemia, dan antenatal care (ANC) yang tidak adekuat dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin, terutama apabila baru terdeteksi pada trimester III. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan perubahan kondisi ibu hamil setelah asuhan kebidanan komprehensif. Subjek adalah Ny. “N”, 34 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 35 minggu, dengan LILA 21 cm, hemoglobin 9,40 g/dL, keluhan pusing dan mudah lelah, serta riwayat ANC yang baru dimulai pada trimester III. Asuhan dilakukan di wilayah kerja PMB Ny. “I”, Kabupaten Magetan, pada 2–14 Maret 2026 menggunakan pendekatan SOAP. Intervensi meliputi edukasi gizi, peningkatan frekuensi makan, tablet Fe 2 kali sehari, Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) 1 kali sehari, PMT, sari kacang hijau 2 × 250 mL per hari, pemantauan berat badan, LILA, tanda vital, dan kesejahteraan janin. Setelah 13 hari, kadar hemoglobin meningkat menjadi 11,0 g/dL, berat badan naik dari 51,70 kg menjadi 53,20 kg, serta keluhan berkurang. LILA tetap 21 cm sehingga KEK belum teratasi. Asuhan komprehensif menunjukkan respons klinis yang baik terhadap anemia, tetapi perbaikan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan satu intervensi karena seluruh tindakan diberikan secara bersamaan dan masa pemantauan singkat. Pemantauan nutrisi dan ANC berkelanjutan tetap diperlukan.
Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Pada Anggota Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kota Depok Afilah Renaudi; Tressia Febrianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1246

Abstract

Profesi pemadam kebakaran merupakan pekerjaan berisiko tinggi (high-risk occupation) yang rentan memicustres akibat paparan situasi darurat, tuntutan fisik, dan dinamika operasional. Penelitian ini bertujuan mengujihubungan antara beban kerja dan tingkat stres pada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KotaDepok. Metodologi kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional digunakan pada 120 sampel yangdipilih melalui simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi anggota aktif yang telah mengikuti Diklatminimal 3 bulan. Pengumpulan data mengaplikasikan instrumen National Aeronautics and Space AdministrationTask Load Index (NASA-TLX) dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil analisis univariat menunjukkanbahwa 50,0% responden memiliki beban kerja tinggi dan 74,2% mengalami stres berat. Uji statistik korelasiSpearman Rank mengonfirmasi hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres (p-value < 0,001; p = 0,005) dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,348 (kekuatan korelasi rendah hingga sedang).Hasil penelitian membuktikan bahwa semakin tinggi beban kerja yang dipersepsikan, semakin tinggi pulakecenderungan tingkat stres pada personel pemadam kebakaran. Menanggapi temuan tersebut, Dinas PemadamKebakaran dan Penyelamatan Kota Depok direkomendasikan untuk melakukan evaluasi rotasi jadwal kerjasecara berkala, mengoptimalkan distribusi tugas, serta menyediakan program intervensi dukungan kesehatanmental dan manajemen stres secara berkelanjutan.
Pengaruh Pembelajaran Basic Life Support Berbasis Simulasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMK Muhammadiyah Delanggu Gus Arya Sandika; Adi Bayu Prakoso; Ady Irawan AM
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1248

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera melalui Basic Life Support (BLS). Rendahnya pengetahuan masyarakat, termasuk siswa sekolah menengah, menyebabkan keterlambatan pemberian pertolongan pertama sehingga dapat menurunkan angka keselamatan korban. Salah satu metode pembelajaran yang dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan BLS adalah pembelajaran berbasis simulasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pembelajaran Basic Life Support berbasis simulasi terhadap tingkat pengetahuan siswa SMK Muhammadiyah Delanggu. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 51 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan Basic Life Support sebelum dan sesudah pemberian pembelajaran berbasis simulasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi sebesar 13,29±3,08, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 15,59±2,68. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pembelajaran berbasis simulasi terhadap peningkatan pengetahuan Basic Life Support pada siswa. Kesimpulan: Pembelajaran Basic Life Support berbasis simulasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMK Muhammadiyah Delanggu sehingga dapat dijadikan salah satu metode edukasi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Basic Life Support, simulasi, pengetahuan, siswa SMK. Abstract Background: Cardiac arrest is a life-threatening emergency requiring immediate Basic Life Support (BLS). Limited public knowledge, including among high school students, contributes to delayed first aid and reduced survival rates. Simulation-based learning is considered an effective educational method to improve BLS knowledge. Objective: To determine the effect of simulation-based Basic Life Support learning on the knowledge level of students at SMK Muhammadiyah Delanggu. Methods: This study employed a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving 51 students selected through total sampling. Knowledge was measured before and after simulation-based learning using a BLS knowledge questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of 0.05. Results: The mean pretest score was 13.29±3.08 and increased to 15.59±2.68 after the intervention. Wilcoxon analysis showed a significant improvement in knowledge (p=0.000). Conclusion: Simulation-based Basic Life Support learning significantly improves students' knowledge and may be recommended as an effective educational strategy for emergency preparedness among high school students. Keywords: Basic Life Support, simulation, knowledge, students
Perbedaan Pengaruh Gaze Stability Exercise Dan Four Square Step Exercise Pada Keseimbangan Lansia Di Dusun Polaman Lailatuz Zaidah; Muhammad Irfan; Aulia Sabila
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1249

Abstract

Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisik, sensorik, dan neuromuskularyang dapat mengganggu keseimbangan serta meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Gaze StabilityExercise (GSE ) dan Four Square Step Exercise (FSSE ) merupakan intervensi fisioterapi yangberpotensi meningkatkan keseimbangan lansia. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh GSE danFSSE terhadap keseimbangan lansia. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan pre-test andPost-test two-group design pada 36 lansia yang dibagi menjadi kelompok GSE (n=18) dan FSSE(n=18). Keseimbangan diukur menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT ). Analisis datamenggunakan Paired Sample T-Test, Wilcoxon Test, dan Mann-Whitney U-Test. Hasil: GSEmenurunkan nilai TUGT dari 10,33 ± 2,43 detik menjadi 8,28 ± 1,71 detik (p&lt;0,001), sedangkanFSSE menurunkan nilai TUGT dari 10,50 ± 1,82 detik menjadi 8,56 ± 1,10 detik (p&lt;0,001). Uji bedaantar kelompok menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara keduaintervensi (p=0,539). Kesimpulan: GSE dan FSSE sama-sama efektif meningkatkan keseimbanganlansia, namun tidak terdapat perbedaan efektivitas yang bermakna antara keduanya. Kedua latihandapat digunakan sebagai alternatif intervensi fisioterapi untuk meningkatkan keseimbangan danmenurunkan risiko jatuh pada lansia.
Pengaruh Edukasi Mobilisasi Dini Teradap Peningkatan Pengetahuan Dan Pelaksanaan Pada Pasien Post Operasi Fraktur Ekstrimitas Bawah Ari Budiati Sri Hidayati; Dyah Rivani; Intan Sukmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1250

Abstract

Fraktur adalah kondisi terputusnya kesinambungan tulang, tidak hanya beruparetakan atau kerusakan pada korteks saja, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan totalhingga tulang terpisah menjadi beberapa fragmen. Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensipenting pada pasien pasca operasi fraktur untuk mempercepat proses pemulihan, mempertahankanfungsi muskuloskeletal, serta mencegah terjadinya komplikasi akibat tirah baring. Namun, rendahnyapengetahuan dan tingginya kecemasan pasien terhadap nyeri sering kali menjadi hambatan dalampelaksanaan mobilisasi dini. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang efektif untuk meningkatkanpengetahuan dan kemampuan pasien dalam melakukan mobilisasi dini.Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan edukasi mobilisasi dini menggunakan media leaflet yangdikombinasikan dengan demonstrasi dan praktik langsung (hands-on) terhadap peningkatanpengetahuan dan kemampuan mobilisasi dini pada pasien pascaoperasi fraktur.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case report) pada satu pasien post operasifraktur ekstremitas bawah. Intervensi keperawatan tentang edukasi mobilisasi dini dilakukan selamatiga hari melalui pemberian edukasi menggunakan leaflet, demonstrasi, dan pendampingan praktikmobilisasi dini. Tingkat pengetahuan pasien diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-testyang terdiri atas 24 pertanyaan, sedangkan kemampuan mobilisasi dievaluasi melalui observasi selamapelaksanaan intervensi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pasien pada setiap haripelaksanaan intervensi. Skor pre-test dan post-test pada hari pertama meningkat dari 6 menjadi 10,hari kedua dari 15 menjadi 19, dan hari ketiga mencapai skor 23 pada pre-test maupun post-test.Berdasarkan hasil observasi selama pemberian intervensi, pasien menunjukkan peningkatankemampuan melakukan mobilisasi dini secara bertahap. Rasa takut pasien untuk melakukan latihanpergerakan juga berkurang, sehingga pasien menjadi lebih percaya diri dalam melakukan mobilisasisesuai dengan tahapan dan kondisi pascaoperasi. Pasien mampu mengikuti setiap tahap latihanmobilisasi dengan lebih mandiri dan benar setelah mendapatkan edukasi menggunakan media leafletyang dikombinasikan dengan demonstrasi dan praktik langsung (hands-on).Kesimpulan: Penerapan edukasi mobilisasi dini menggunakan media leaflet yang dikombinasikandengan demonstrasi dan praktik langsung (hands-on) berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuanserta kemampuan pasien dalam melakukan mobilisasi dini pascaoperasi fraktur. Intervensi ini dapat
Penerapan Edukasi Teknik Relaksasi Napas Dalam Untuk Mengurangi Kecemasan Pra Operatif Pasien Bedah Di RS Wijayakusuma Purwokerto Martha Crisyanti Zalukhu; Danang Tri Yudono; Fauziah Hanum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1252

Abstract

Kecemasan pra-operatif merupakan masalah yang sering dialami pasien sebelum pembedahan yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis seperti peningkatan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menerapkan edukasi teknik relaksasi napas dalam serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap tingkat kecemasan pra-operatif pada pasien bedah di RS TK III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto. Metode pelaksanaan dilakukan terhadap 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi melalui skrining menggunakan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Intervensi diberikan melalui penayangan video edukasi berdurasi 2–3 menit dan praktik langsung yang dipandu oleh perawat anestesi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta adalah perempuan (63,3%) dan berada pada kelompok usia dewasa akhir (70%). Terjadi penurunan rata-rata skor kecemasan yang signifikan dari 15,87 (cemas sedang) sebelum edukasi menjadi 11,53 (cemas ringan) setelah edukasi. Sebanyak 90% peserta memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan seluruh peserta (100%) mampu melakukan teknik relaksasi secara terampil. Hasil observasi menunjukkan tekanan darah, frekuensi denyut jantung, dan saturasi oksigen tetap berada dalam rentang normal setelah intervensi. Keterbatasan dalam kegiatan ini meliputi perubahan jadwal operasi pasien yang mendadak serta kelelahan responden akibat banyaknya instrumen evaluasi yang diisi secara berulang. Dapat disimpulkan bahwa edukasi teknik relaksasi napas dalam efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pra-operatif dan menjaga stabilitas fisiologis pasien bedah.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dan Lemak Visceral Dengan Hipertensi Pada Mahasiswa Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta Muhammad Raffa Januarsyah; Siti Fadhilatun Nashriyah; Dewi Rizzky Mutiarasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1253

Abstract

Background: Hypertension is known as a silent killer because in most sufferers it does not cause symptoms, so it often goes unnoticed until complications in target organs occur. Hypertension not only occurs in the elderly but is also commonly found in young people. College students are a group included in the young adult category. In this age group, hypertension can have an impact not only related to physical health conditions, but also on cognitive function and academic activities. Body mass index and visceral fat are factors that play a role in increasing the risk of hypertension. Research Objective: This study aims to analyze the relationship between body mass index and visceral fat with hypertension in students at 'Aisyiyah University Yogyakarta. Research Method: This study is a quantitative study with an observational analytical design using a cross-sectional approach. The study sample consisted of 97 active students selected using a purposive sampling technique. Measurements of body mass index and visceral fat were carried out using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), while blood pressure was measured using a digital sphygmomanometer. In addition, height measurements were used to calculate body mass index using a stadiometer. Data analysis used the Chi-Square test for eligible variables and Fisher's Exact Test for variables that did not meet the Chi-Square test requirements. Research Result: The results showed that most respondents had a body mass index in the non-overweight category (65%), normal visceral fat category (84%), and did not experience hypertension (80%). The proportion of hypertension was higher in respondents with the overweight category (41%), as well as in respondents with high visceral fat (69%). The results of the analysis showed a significant relationship between body mass index and hypertension (p = <0.001), and there was a significant relationship between visceral fat and hypertension (p = <0.001). Conclusion: The results of this study indicate that body mass index and visceral fat are statistically significantly associated with the incidence of hypertension in students at 'Aisyiyah University Yogyakarta.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Di UPTD Pukesmas Bukit Hindu Palangka Raya Rahman; Hermanto; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1254

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dankepatuhan minum obat untuk mencegah komplikasi. Namun, berdasarkan fenomena di UPTD PuskesmasBukit Hindu Kota Palangka Raya, masih ditemukan pasien hipertensi yang kurang patuh dalammengonsumsi obat. Ketidak patuhan sering disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentangpenyakit dan pengobatan, sehingga memengaruhi perilaku kesehatan pasien. Salah satu faktoreksternal seperti dukungan keluarga juga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan.Dukungan keluarga meliputi dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan, yangdapat membantu pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur.Metode : Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional.menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga,efikasi diri, dan kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkatsignifikansi α = 0,05.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kurang(70,4%), efikasi diri rendah (83,1%), dan tidak patuh minum obat (77,5%). Hasil uji Chi-Square hubunganantara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0,430), Hasil uji Chi-Square efikasidiri dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0,001).Kesimpulan : penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhanminum obat hipertensi, namun terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obathipertensi pada pasien di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya.
Motivasi Lansia Terhadap Penggunaan Gigi Tiruan Di Posyandu Lansia Sekar Arum Gubeng Surabaya Vidya Saradevi; I.G.A Kusuma Astuti N.P; Rohisotul Laily; Agus Marjianto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1257

Abstract

Kehilangan gigi merupakan salah satu permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang banyak dialami lansia sertadapat menurunkan fungsi pengunyahan, kemampuan berbicara, estetika, dan kualitas hidup. Meskipunpenggunaan gigi tiruan merupakan upaya rehabilitasi yang efektif, tingkat pemanfaatannya masih rendah. Studiini dirancang guna mengkaji pengaruh motivasi lanjut usia terhadap pemanfaatan gigi tiruan di Posyandu LansiaSekar Arum, Gubeng, Surabaya. Penelitian ini menerapkan metode analitik observasional dengan pendekatancross-sectional. Penentuan sampel melibatkan 54 orang lansia yang direkrut melalui teknik simple randomsampling. Pengumpulan data variabel motivasi dijalankan lewat instrumen kuesioner, sementara statuspemakaian gigi tiruan dipantau memakai lembar checklist. Pengolahan data dieksekusi secara univariat sertabivariat dengan memanfaatkan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Temuan riset mengindikasikan bahwamayoritas subjek studi mempunyai tingkat motivasi yang rendah, yakni sebesar 61,1%, dan sebagian besar tidakmengenakan gigi tiruan (83,3%). Lebih lanjut, analisis bivariat membuktikan adanya pengaruh yang bermaknaantara motivasi lansia terhadap keputusan penggunaan gigi tiruan (p = 0,000). Kelompok lansia yang memilikimotivasi lebih kuat menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi untuk memakai gigi tiruan apabiladibandingkan dengan mereka yang bermotivasi rendah. Hasil ini menegaskan bahwa motivasi memegangperanan krusial sebagai determinan perilaku penggunaan gigi tiruan, sehingga intervensi berupa penguatanmotivasi lewat edukasi kesehatan gigi amat diperlukan, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan aksesterhadap pelayanan kesehatan gigi agar pemanfaatan gigi tiruan pada lansia dapat meningkat.
Hubungan Persepsi Ibu Hamil Tentang Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kejadian Gingivitis Di Wilayah Puskesmas Tambakrejo Kota Surabaya Ulfa Zuliantari; Siti Fitria Ulfah; I.G.A Kusuma Astuti N.P; Sunomo Hadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1258

Abstract

Gingivitis diklasifikasikan sebagai salah satu patologi periodontal yang lazim menjangkau wanita hamil akibatfluktuasi endokrin masa gestasi serta praktik higienitas oral yang belum maksimal. Kendati persepsi maternalmengenai signifikansi pemeliharaan kesehatan rongga mulut dihipotesiskan memegang kendali terhadapmanifestasi perilaku preventif gingivitis, literatur ilmiah yang mengkaji korelasi kedua variabel tersebut masihtergolong minim. Investigasi ini diarahkan untuk menguji hubungan antara persepsi ibu hamil tentangpemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan insidensi gingivitis di Puskesmas Tambakrejo, Kota Surabaya.Pendekatan kuantitatif analitik berdesain cross-sectional diaplikasikan dalam studi ini dengan melibatkan 30orang subjek ibu hamil yang direkrut melalui teknik consecutive sampling. Pengumpulan data ditempuh viainstrumen kuesioner berbasis Health Belief Model untuk mengukur parameter persepsi, serta asesmen klinismenggunakan Gingival Index guna mendeteksi status peradangan. Pengolahan data analitis dijalankan melaluitahapan univariat dan bivariat memanfaatkan uji Chi-Square. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa mayoritastingkat persepsi responden berada pada kategori cukup (56,67%), sementara manifestasi kasus gingivitisdidominasi oleh derajat peradangan berat (60,00%). Pengujian bivariat mengonfirmasi eksistensi korelasi yangbermakna secara statistik antara persepsi ibu hamil dan kejadian gingivitis (p = 0,001). Temuan empiris inimengindikasikan bahwa kualitas persepsi yang lebih optimal berkorelasi linier dengan reduksi tingkat keparahangingivitis, meskipun problem peradangan gusi tersebut tetap dimodulasi oleh faktor hormonal, higienitas oral,serta determinan perilaku lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eskalasi persepsi lewat intervensi edukasikesehatan yang diselaraskan dalam program perawatan antenatal memiliki daya ungkit yang kuat untukmengoptimalkan upaya promotif serta preventif dalam menekan prevalensi gingivitis maternal.