cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Pengaruh Edukasi Gizi Balita melalui Healthy Food Cooking Class terhadap Pengetahuan Ibu tentang Gizi Balita di Desa Sungai Harapan Kecamatan Singkep Barat Aminah Aatinaa Adhyatma; Tinta Julianawati; Isnaini Isnaini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1293

Abstract

Pengetahuan ibu tentang gizi balita merupakan salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan masalah gizi pada anak, termasuk stunting. Salah satu upaya peningkatan pengetahuan tersebut dapat dilakukan melalui metode edukasi kesehatan yang inovatif, seperti Healthy Food Cooking Class. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi balita melalui Healthy Food Cooking Class terhadap pengetahuan ibu tentang gizi balita di Desa Sungai Harapan Kecamatan Singkep Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain pre–experimental menggunakan rancangan one group pretest–posttest desaign. Subjek penelitian berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tentang gizi balita untuk mengukur tingkat pengetahuan. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan Pretest (sebelum perlakuan) dan Posttest (setelah diberikan perlakuan). Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 26 orang (78,8%), cukup sebanyak 6 orang (18,2%), dan kurang sebanyak 1 orang (3,0%). Setelah diberikan intervensi, seluruh responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini membuktikan bahwa Edukasi Gizi Balita melalui Healthy Food Cooking Class efektif dan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu balita di Desa Sungai Harapan, Kecamatan Singkep Barat. Penelitian ini dapat dijadikan salah satu strategi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi balita.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Ghinna Khairunnisa; Sri Lestari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1294

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a common reproductive health problem experienced by adolescent girls and may interfere with their learning activities. Poor dietary patterns, particularly diets high in fat, low in fiber, and characterized by frequent consumption of fast food, have been reported to increase the risk of dysmenorrhea. A preliminary study conducted at SMA Negeri (State Senior High School) 1 Godean found that all seven respondents (100%) experienced dysmenorrhea, while four students (57.1%) reported skipping breakfast, reflecting poor dietary habits. Objective: To examine the relationship between dietary patterns and the incidence of dysmenorrhea among adolescent girls at SMA Negeri 1 Godean. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. The study population consisted of 284 female students in 10th and 11th Grades at SMA Negeri 1 Godean. A total of 74 respondents were selected using purposive sampling based on the following inclusion criteria: aged 15–18 years, had experienced menarche, were willing to participate, were present during data collection, had an age at menarche of 12–14 years, had experienced menarche for 2–3 years, and had a normal body mass index (BMI). The exclusion criterion was incomplete questionnaire responses. Purposive sampling was applied to control for potential confounding variables, including BMI, age at menarche, and time since menarche. Dietary patterns were assessed using a 25-item Food Frequency Questionnaire (FFQ) based on food type and consumption frequency. The total score was divided by the number of items (25) to obtain the final score. Dietary patterns were categorized as poor (<15) or good (15–50). Dysmenorrhea was assessed using the 24-item Menstrual Symptom Questionnaire (MSQ), with each item scored on a five-point scale. Total scores were categorized as no dysmenorrhea (<77) and dysmenorrhea (≥77). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. Ethical approval for this study was obtained from the Research Ethics Committee of Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta on April 21, 2026 (Approval No. 5405/KEP-UNISA/IV/2026). Results: The majority of respondents were 16 years old (48 students; 64.9%). Fifty respondents (67.6%) had poor dietary patterns, whereas 24 respondents (32.4%) had good dietary patterns. A total of 44 respondents (59.5%) did not experience dysmenorrhea, while 30 respondents (40.5%) experienced dysmenorrhea. The Chi-square test demonstrated a statistically significant relationship between dietary patterns and the incidence of dysmenorrhea among adolescent girls at SMA Negeri 1 Godean, Sleman Regency, Yogyakarta (p < 0.001). Conclusion: There was a significant relationship between dietary patterns and the incidence of dysmenorrhea. Adolescents with poor dietary patterns were at greater risk of experiencing dysmenorrhea. Recommendation: Schools and local Puskesmas (Community Health Centers) should strengthen regular health education programs and provide educational materials, such as posters in the UKS (School Health Unit), on healthy dietary practices, as well as the prevention and management of dysmenorrhea. Keywords: dietary patterns; dysmenorrhea; adolescent girls.
Efektivitas Telenursing Terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita Diabetes Mellitus Rifky Arnando; Ari Rahmat Aziz; Arneliwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1297

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai adanya peningkatan gula pada tubuh sehinggaperlunya keteraturan pengobatan jangka panjang, banyak penderita diabetes yang sering lupa minum obat olehkarena itu telenursing hadir sebagai solusi di era teknologi ini. Tujuan: untuk menganalisis efektivitastelenursing terhadap kepatuhan minum obat pada penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja PuskesmasTenayan Raya. Metode: Penelitian quasi-experiment dengan rancangan pre-post test. Teknik purposivesampling, terdiri dari 30 responden ,15 kelompok eksperimen yang diberikan intervensi berupa edukasi danpesan pengingat minum obat melalui whatsapp yang dilakukan selama 7 hari, 15 kelompok kontrol yang hanyadiberikan edukasi saja. Kriteria inklusi; pasien dengan diagnosa Diabetes Mellitus dan penyakit penyerta, beradadi wilayah kerja puskesmas tenayan raya, dengan kepatuhan rendah, terdaftar di aplikasi whatsapp, dan mampumembaca serta menggunakan gawai dengan baik, kriteria ekslusi; pasien dengan riwayat injeksi insulin.Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Univariat mayoritas berusia 19-44 tahun sebanyak 27 responden (90,0%), jenis kelaminperempuan 18 responden (60,0%), pendidikan SMA sebanyak 14 responden (46,7%), lama menderita sebanyak9 responden (30,0%). Bivariat hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan skor kepatuhan padakelompok eksperimen sesudah intervensi (p-value = 0,001). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaansignifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol pada saat post-test (p-value = 0,000), dengan peringkatkepatuhan kelompok eksperimen jauh lebih tinggi. Kesimpulan: Telenursing melalui whatsapp efektifmeningkatkan kepatuhan minum obat penderita Diabetes Mellitus.
Hubungan Durasi Penggunaan Layar Digital (Screen Time) Terhadap Perkembangan Emosional Pada Anak Prasekolah Di KB/BA Arafah Malang Alfiqih Widya Putri; Sismala Harningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1298

Abstract

Penggunaan layar digital (screen time) pada anak prasekolah semakin meningkat dan berpotensi memengaruhi perkembangan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan layar digital (screen time) terhadap perkembangan emosional pada anak prasekolah di KB/BA Arafah Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi csross sectional. Jumlah sampel sebanyak 32 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner screen time dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), dengan analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square melalui SPSS. Hasil menunjukkan sebagian besar anak prasekolah (75%) memiliki durasi penggunaan layar digital (screen time) dan lebih dari setengah (53,1%) mengalami perkembangan emosional yang abnormal. Analisis mengasilkan nilai koefisiensi korelasi r = 0,486 dengan signifikan p = 0,007 (p < 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa kekuatan hubungan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara durasi penggunaan layar digital (screen time) dengan perkembangan emosional anak prasekolah di KB/BA Arafah Malang. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membatasi durasi penggunaan perangkat digital serta memberikan pendampingan agar perkembangan emosional anak dapat berlangsung secara optimal.
Hubungan Obesitas Sentral Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Wanita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sedayu 2 Rahma Annisa; Siti Fadhilatun Nashriyah; Dewi Rizzky Mutiarasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1300

Abstract

Hypertension is a major non-communicable disease and a significant public health concern because it increases the risk of cardiovascular disease, stroke, and kidney failure. Central obesity, characterized by excessive abdominal fat accumulation, is one of the modifiable risk factors associated with elevated blood pressure. This study aimed to determine the relationship between central obesity and the incidence of hypertension among adult women. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted among 70 adult women selected using purposive sampling. Central obesity was assessed by measuring waist circumference, while hypertension was determined through blood pressure measurements. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed a significant relationship between central obesity and the incidence of hypertension (p = 0.001). Women with central obesity had a 2.06-fold higher prevalence of hypertension than those without central obesity (PR = 2,06). In conclusion, central obesity is significantly associated with the incidence of hypertension among adult women, highlighting the importance of preventing and controlling central obesity as part of hypertension prevention strategies.
Hubungan Self-Care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Dentha Aditiya; Agung Widiastuti; Musta'in
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1302

Abstract

Background: A patient's quality of life remains significantly influenced by their ability to perform self-care management, although hemodialysis therapy can help maintain their function. This self-care management includes adherence to fluid restrictions, dietary adjustments, taking medications as prescribed, and undergoing regular hemodialysis.Objective: This study aimed to determine the relationship between self-care management ability and the quality of life of patients undergoing hemodialysis. Methods: This quantitative study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. A total sampling technique was used to recruit 60 respondents. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The univariate analysis showed that most respondents had good self-care management ability (27 respondents; 45.0%), while the majority had a good quality of life (28 respondents; 56.7%). The results of the Spearman Rank test revealed a p-value of 0.000 and a correlation coefficient (r) of 0.603, indicating a statistically significant positive relationship between self-care management and the quality of life of patients undergoing hemodialysis. Conclusion: The better the self-care management ability of patients undergoing hemodialysis, the better their quality of
Hubungan Self Compassion Dan Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pasien Yang Menjalani Hemodialisis Nabila RIdha Zulfiah; Adi Bayu Prakoso; Musta'in
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1306

Abstract

Background: Patients undergoing hemodialysis often experience physical and psychological changes that impact their quality of life. Self-compassion and depression levels are considered psychological factors associated with patients' quality of life. Objective: To analyze the relationship between self-compassion, depression levels, and the quality of life of patients undergoing hemodialysis. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design involving 62 hemodialysis patients selected via total sampling. Data were collected using the Self-Compassion Scale (SCS), Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), and World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Bivariate analysis was conducted using the Spearman Rank test. Results: A relationship was found between self-compassion and quality of life (p=0.002), whereas no relationship was found between depression levels and quality of life (p=0.051). Conclusion: Self-compassion shows a significant relationship with the quality of life of patients undergoing hemodialysis, while depression levels do not show such a relationship
Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Koya Juniman Zai; Deviana Pratiwi Munthe; Jilly Toar; Vera Tombokan; Christian Bertom Pajung; Beatrix Jetje Podung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1307

Abstract

Zai, Juniman. Deviana Pratiwi Munthe, Jilly Toar, Vera Tombokan, Christian Bertom Pajung,Beatrix Jetje Podung, 2026. Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan diPuskesmas Koya. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaandan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado.Motivasi Kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Kinerja Tenaga Kesehatandalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kinerja yang baik akan meningkatkanmutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiHubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Koya. Penelitianmenggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah35 responden dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik sampling. Pengumpulandata dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariatmenggunakan uji Chi-Square dengan tingkat singnifikansi  = 0,05. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar responden memilki motivasi kerja dalam kategori baikpada masing-masing indikator, yaitu prestasi (54,3%), supervisi (51,4%), sedangkan gaji(54,3%), kondisi kerja (65,7%) berada pada kategori cukup. Sebagian besar tenaga kesehatanjuga memiliki kinerja dalam kategori baik (51,4%), sedangkan kategori cukup (48,6%). Hasilanalisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerjadengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Koya. Seluruh indikator motivasi kerja yangmeliputi prestasi (p-value = 0,004), gaji (p-value = 0,003), supervisi (p-value = 0,000),kondisi kerja (p-value =0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja tenagakesehatan (p&lt;0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikanantara motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Koya.
Efektivitas Pemberdayaan Keluarga Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Lansia Restiawati Rajab; Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1314

Abstract

Depresi pada lansia menjadi masalah kesehatan mental yang memerlukan perhatian karenarendahnya cakupan skrining kesehatan jiwa, sementara keluarga memiliki peran dalammendukung kesehatan mental lansia sehingga memerlukan pemberdayaan keluarga untukmenurunkan tingkat depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitaspemberdayaan keluarga terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia. Desain penelitian inimenggunakan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh lansia yang tinggal bersamakeluarga di desa pentadio timur sejumlah 194 orang. Sampel berjumlah 19 dipilih melalui metodepurposive sampling. Analisa data menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil penelitianmenunjukkan sebelum pemberdayaan keluarga terdapat 12 orang (63,2%) depresi sedang dan 7(36,8%) depresi ringan. Setelah intervensi terdapat 5 (26,3%) kategori normal, 10 (52,6%) depresiringan, dan 4 (21,1%) depresi sedang, dengan nilai p-value (0,000 &lt; 0,05). Kesimpulannyapemberdayaan keluarga efektif terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia. Disarankan agartenaga kesehatan mengembangkan program pemberdayaan keluarga sebagai bagian dari pelayanankesehatan lansia di masyarakat.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Personal Hygiene Menstruasi Pada Siswi SMP Negeri 27 Depok Putri Sunaryati; Siti Sholihat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1315

Abstract

Personal hygiene saat menstruasi merupakan upaya penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja putri.Pengetahuan dan sikap yang kurang baik dapat memengaruhi perilaku personal hygiene selama menstruasi.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku personal hygiene saatmenstruasi pada siswi SMP Negeri 27 Depok tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif denganpendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 190 siswi yang dipilih menggunakan teknik stratified randomsampling dengan kriteria inklusi siswi berusia 13-15 tahun, sudah mengalami menstruasi, serta mampu membacadan memahami kuesioner. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (61,6%), sikap positif(78,4%), dan perilaku personal hygiene kategori cukup (50,0%). Terdapat hubungan bermakna antarapengetahuan dengan perilaku personal hygiene (p=0,041) dan antara sikap dengan perilaku personal hygiene(p=0,000). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan dengan perilaku personal hygiene saatmenstruasi. Edukasi kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan untuk mendukung perilaku personal hygiene yangbaik pada remaja putri.