cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Efek Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Anti-Doping Terkait Clean Sport PadaMahasiswa Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Aminu Hasanah; Kurnia Mar’atus Solichah; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1123

Abstract

Doping merupakan penggunaan zat atau metode terlarang untuk meningkatkan performa olahraga yang bertentangan dengan prinsip sportivitas dan clean sport . Mahasiswa kesehatan sebagai calon Athlete Support Personnel (ASP) memiliki peran penting dalam mendukung atlet melalui pelayanan kesehatan sehingga memerlukan pengetahuan dan sikap yang baik mengenai anti-doping. Namun, edukasi anti-doping pada grup ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek edukasi anti-doping terkait olahraga bersih terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa kesehatan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pre-test and post-test . Sampel berjumlah 60 mahasiswa Program Studi Gizi, Keperawatan, dan Fisioterapi yang dipilih menggunakan teknik proporsional sampling . Uji normalitas menggunakan Kolmogorov–Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 4,22±2,69 menjadi 7,83±0,38 setelah edukasi dengan selisih rata-rata sebesar 3,61 poin (p<0,001). Rata-rata skor sikap juga meningkat dari 33,00±5,63 menjadi 38,52±2,99 dengan selisih rata-rata sebesar 5,52 poin (p<0,001). Seluruh item pengetahuan menunjukkan peningkatan jumlah jawaban yang benar, terutama pada bahan Daftar Terlarang serta penggunaan obat dan suplemen yang aman. Perubahan sikap terbesar terjadi pada pernyataan pentingnya edukasi anti-doping bagi pelajar kesehatan, pentingnya menjaga integritas olahraga dengan tidak menggunakan doping, dan kesediaan mencari informasi mengenai anti-doping dari sumber yang terpercaya. Pendidikan anti-doping terkait olahraga bersih efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa kesehatan sehingga berpotensi mendukung kesiapan mereka sebagai calon ASP dalam mewujudkan olahraga yang bersih dari doping.
Effect of PC6 Nei Guan and ST36 Zu San Li Acupressure on Nausea and Vomiting Frequency in Pregnancy Zaiyina Nurkamila; Susanti Pratamaningtyas; Indah Rahmaningtyas; Eny Sendra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1128

Abstract

Nausea and vomiting of pregnancy (NVP) are common complaints caused by increased levels of hCG and estrogen hormones, which may lead to dehydration, nutritional disturbances, stress, and decreased quality of life. Acupressure at the PC6 and ST36 points is a non-pharmacological therapy that has the potential to reduce these symptoms. This study aimed to analyze the effect of PC6 and ST36 acupressure on the frequency of nausea and vomiting among first- and second-trimester pregnant women. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population consisted of 30 pregnant women at Sukorame Public Health Center, Kediri City, and 28 samples were obtained using a consecutive sampling technique. The frequency of nausea and vomiting was measured using the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) instrument and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant decrease in nausea and vomiting scores after the intervention, with an Asymp. Sig. (2-tailed) value of (0.000) < α (0.05). After the intervention, most respondents were in the mild category, totaling 19 respondents (67.9%). It can be concluded that acupressure at the PC6 and ST36 points was effective in reducing nausea and vomiting during pregnancy.
The Relationship Between Body Mass Index (BMI) and the Incidence of Preeclampsia Among Third-Trimester Pregnant Women at Tiron Public Health Center, Kediri Regency Errina Febrianti; Koekoeh Hardjito; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Eny Sendra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1130

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy complication and a leading cause of maternal morbidity and mortality worldwide. One risk factor often associated with preeclampsia is pre-pregnancy Body Mass Index (BMI). This study aimed to analyze the relationship between BMI and the incidence of preeclampsia among third-trimester pregnant women at the Tiron Public Health Center, Kediri Regency. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The sample consisted of 44 third-trimester pregnant women selected through simple random sampling from a population of 77. Data were obtained from maternal and child health records, blood pressure measurements, and proteinuria examinations. Results showed that most respondents had a normal BMI (50%), followed by overweight (25%), obesity (15.9%), and underweight (9.1%). Preeclampsia was identified in only one respondent (2.27%), who was classified as overweight. Statistical analysis yielded a p-value (0.425) α >( 0,05) indicating no significant relationship between BMI and preeclampsia incidence. The absence of a significant association may be related to the predominance of normal BMI respondents and the identification of only one preeclampsia case.
The Effect of Effleurage Massage Using Lavender Oil on the Sleep Quality of Third Trimester Pregnant Women Ika Putri Af’idatun Nisa’; Sri Winarni; Susanti Pratamaningtyas; Indah Rahmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1131

Abstract

Sleep quality disorders are one of the complaints often experienced by pregnant women in the third trimester due to physiological changes, physical discomfort, and psychological changes that occur during pregnancy. One non-pharmacological intervention that can be used to tackle this problem is effleurage massage using lavender oil, which has a relaxation effect through touch stimulation and aromatherapy. This study aims to determine the effect of Effleurage Massage using lavender oil on the sleep quality of third-trimester pregnant women in the working area of Sukorame Health Center, Kediri City. Used a pre-experimental design a one-group pretest-posttest design approach. The study sample consisted of 30 third-trimester pregnant women selected using accidental sampling technique according to inclusion and exclusion criteria. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to measure sleep quality before and after the intervention. Intervention in three sessions via home visits. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Before the intervention, most respondents had poor to very poor sleep quality after the intervention, 27 respondents (90%) reported an improvement to good sleep quality. The average PSQI score decreased from 9.87 to 6.33, and the statistical test results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of effleurage massage using lavender oil on the sleep quality of pregnant women in their third trimester. Future research is recommended to employ a design with a control group, a larger sample size, and measurements of psychological and environmental factors to enhance the validity of the research findings.
Hubungan Status Fisik ASA (American Society Of Anesthesiologists) Dengan Proses Penyembuhan Luka Fase Proliferasi Pasien Post Laparatomi Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Ahmad Fauzan; Rudi Hamarno; Taufan Arif
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1136

Abstract

Penyembuhan luka pasca operasi laparatomi merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh kondisi fisiologis dan status kesehatan pasien. Status fisik ASA (American Society of Anesthesiologists) digunakan secara klinis untuk menilai tingkat risiko perioperatif berdasarkan kondisi sistemik pasien, sehingga berpotensi berkaitan dengan kualitas penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status fisik ASA dengan proses penyembuhan luka fase proliferasi pada pasien post laparatomi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan analisis bivariat korelasi Spearman Rank dengan populasi 53 responden yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling. Sebagian besar pasien memiliki status fisik ASA I, dan sebagian besar penyembuhan luka berada pada kategori sangat baik. Hasil uji Spearman Rank memperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,760. Terdapat hubungan yang bermakna antara status fisik ASA dengan proses penyembuhan luka fase proliferasi pasien post laparatomi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah status fisik ASA, semakin baik proses penyembuhan luka yang dialami pasien.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Syok Sepsis Di Ruang High Care Unit RSUD.Prof.Dr Margono Soekarjo Sahrul Rivaldy; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1157

Abstract

Syok septik merupakan manifestasi berat dari sepsis yang timbul akibat respons tubuh yang tidak teratur terhadap infeksi, yang menyebabkan disfungsi organ, gangguan perfusi jaringan, dan potensi berkembang menjadi kegagalan multiorgan. Pada kondisi ini, perfusi perifer tidak efektif menjadi masalah keperawatan prioritas yang memerlukan pengkajian dan penanganan berkelanjutan. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan syok septik dan diagnosis keperawatan perfusi perifer tidak efektif di High Care Unit (HCU) RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Studi ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi adalah Tn. J, seorang laki-laki berusia 69 tahun yang didiagnosis mengalami syok septik serta memiliki riwayat medis hipertensi, congestive heart failure (CHF), dan penyakit ginjal kronis (CKD). Pengumpulan data dilakukan selama dua hari masa perawatan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, telaah dokumentasi, dan analisis rekam medis. Asuhan keperawatan difokuskan pada penanganan perfusi perifer tidak efektif melalui intervensi seperti pemantauan status hemodinamik dan perfusi perifer, pemberian terapi oksigen, menjaga kehangatan tubuh, pembatasan aktivitas, pemberian edukasi pasien, serta kolaborasi dalam terapi cairan dan antibiotik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan klinis, yang dibuktikan dengan peningkatan tekanan darah dari 90/60 mmHg menjadi 110/70 mmHg, penurunan denyut nadi dari 110 menjadi 92 denyut per menit, peningkatan saturasi oksigen dari 90% menjadi 96%, perbaikan waktu pengisian kembali kapiler capillary refill time (CRT) dari lebih dari tiga detik menjadi kurang dari tiga detik, serta perubahan suhu ekstremitas menjadi hangat. Perbaikan ini bertahan hingga hari ketiga, sehingga pasien dinilai cukup stabil untuk dipindahkan ke ruang rawat inap umum. Temuan studi ini menunjukkan bahwa penerapan intervensi keperawatan yang berfokus pada perawatan sirkulasi, didukung oleh terapi medis, berkontribusi terhadap perbaikan perfusi perifer dan status hemodinamik pada pasien dengan syok septik
Studi Fenomenologi Pengalaman Orangtua Dalam Merawat Anak Dengan Penyakit Jantung Bawaan Di RS Awal Bros Gajah Mada Batam Indah Purnama Sari; Mira Agusthia; Susanti Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1174

Abstract

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan struktural jantung sejak lahir yang memerlukan perawatan jangka panjang dan berdampak tidak hanya pada kondisi fisik anak, tetapi juga pada aspek psikologis dan sosial keluarga, khususnya orangtua sebagai caregiver utama. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memahami secara mendalam pengalaman orangtua dalam merawat anak dengan PJB di Rumah Sakit Gajah Mada Batam, dengan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Partisipan berjumlah lima orangtua yang memiliki anak dengan PJB, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama pengalaman orang tua dalam merawat anak dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB), yaitu beban psikologis, kebutuhan informasi dan dukungan, serta keterlibatan dalam perawatan. Orang tua mengalami kecemasan dan ketidakpastian pada awal diagnosis, kemudian beradaptasi seiring waktu. Kebutuhan akan edukasi yang jelas dan dukungan emosional dari tenaga kesehatan menjadi faktor penting. Selain itu, orang tua berperan aktif sebagai caregiver, pengambil keputusan, dan mitra tenaga kesehatan dalam perawatan anak.. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman orangtua dalam merawat anak dengan PJB bersifat kompleks dan multidimensional, sehingga diperlukan pendekatan asuhan keperawatan berbasis keluarga (Family-Centered Care) yang menekankan pada komunikasi efektif, dukungan emosional, serta keterlibatan aktif keluarga dalam perawatan.
Pengaruh Perilaku Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Dusun I, II Dan III Di Desa Bandar Dolok Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Sarika Sarika; Sefryani Nursari; Yoci Efrarianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1185

Abstract

Salah satu indikator yang penting untuk mengetahui derajat kesehatan di suatu Negara adalah besarnya angka kesakitan dan kematian bayi (0-12) bulan. Angka kematian bayi di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2002-2003 adalah 35 per 1000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perilaku terhadap pemberian imunisasi dasar pada bayi. Penelitian ini adalah penelitian survey analitik. Populasi yaitu ibu yang mempunyai bayi sebanyak 65 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel. Data penelitian adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden. Penelitian dilaksanakan bulan April - Mei 2026. Data Analisis secara analitik dengan teknik univariat, dan bivariat menggunakan uji R – square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan ibu berpengaruh signifikan dengan pemberian imunisasi dasar bayi usia 0 – 12 bulan mayoritas bayi tidak mendapat imunisasi lengkap sebanyak 32 bayi (49,2%) dan minoritas bayi tidak pernah diberikan imunisasi sebanyak 14 bayi (21,5%). Nilai R Square sebesar 0,713 artinya variabel terhadap manfaat imunisasi dapat dikatakan pengetahuan, sikap, dan tindakan mempengaruhi terhadap manfaat pemberian imunisasi sebesar 71,3% sedangkan Nilai Signifikans adalah 0,000 atau lebih kecil dari probabilitas penelitian yaitu 0,05. pemberian imunisasi pada signifikan (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini bahwa perilaku ibu yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan berpengaruh terhadap pemberian imunisasi dasar bayi. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada ibu tentang pentingnya pemberian imunisasi pada bayi (0-12 bulan).
Pengaruh Musik Relaksasi Terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Menjelang Persalinan Di PMB Siti Saidah Mentari Leha; Yayuk Puji Lestari; Noval Noval; Meldawati Meldawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1186

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada ibu hamil trimester III menjelang persalinan merupakan masalah psikologis umum yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan proses persalinan. Terapi musik relaksasi merupakan metode nonfarmakologis efektif untuk menurunkan kecemasan melalui stimulasi fisiologis dan psikologis. Tujuan: Mengetahui pengaruh musik relaksasi terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di PMB Siti Saidah, Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel 21 ibu hamil trimester III dipilih secara purposive sampling. Intervensi musik relaksasi diberikan 20–30 menit per sesi, dan tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala standar. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Sebelum intervensi, tingkat kecemasan: 22,5% ringan, 30% sedang, 27,5% berat, dan 20% sangat berat. Setelah musik relaksasi, 52,4% ringan, 33,3% sedang, 14,3% berat, dan 0% sangat berat. Rata-rata skor kecemasan menurun dari 25,4 ± 6,2 menjadi 16,8 ± 4,5, dengan penurunan signifikan (p < 0,001). Kesimpulan: Musik relaksasi terbukti menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III menjelang persalinan. Penurunan skor rata-rata sebesar 8,6 poin menunjukkan intervensi signifikan secara klinis. Terapi ini aman, mudah diterapkan, ekonomis, dan dapat menjadi alternatif nonfarmakologis bagi bidan dan tenaga kesehatan.
Faktor Psikososial Yang Berhubungan Dengan Postpartum Blues Pada Ibu Pascapersalinan: Peran Dukungan Keluarga Dan Mekanisme Koping Rahmi Andrita Yuda; Sundari Fatimah; Munawaroh Munawaroh; Siti Jumhati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1189

Abstract

Latar belakang: Masa pascapersalinan merupakan periode transisi yang dapat meningkatkan kerentanan ibu terhadap masalah emosional, salah satunya postpartum blues. Dukungan keluarga dan mekanisme koping diduga berperan dalam proses adaptasi psikologis ibu setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dan mekanisme koping dengan kejadian postpartum blues pada ibu pascamelahirkan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) C, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada September–Desember 2025. Sampel terdiri dari 60 ibu pascamelahirkan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga, mekanisme koping, dan postpartum blues. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s Exact sesuai dengan pemenuhan asumsi analisis, dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga baik (78,3%) dan memiliki mekanisme koping adaptif (85%). Sebanyak 25% responden mengalami postpartum blues. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan kejadian postpartum blues (p < 0,001). Ibu dengan dukungan keluarga kurang baik lebih banyak mengalami postpartum blues dibandingkan ibu dengan dukungan keluarga baik. Mekanisme koping juga berhubungan secara bermakna dengan postpartum blues (p < 0,001); seluruh responden dengan mekanisme koping maladaptif mengalami postpartum blues. Kesimpulan: Dukungan keluarga dan mekanisme koping berhubungan dengan kejadian postpartum blues pada ibu pascamelahirkan. Deteksi dini kesehatan mental, pelibatan keluarga, dan penguatan mekanisme koping adaptif perlu diintegrasikan dalam pelayanan asuhan pascapersalinan.

Page 93 of 107 | Total Record : 1062