cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Efektivitas Konseling Antenatal Trimester III Dalam Meningkatkan Cakupan Penggunaan Kontrasepsi Pascasalin Di Wilayah Kerja Puskesmas Lebiti Olvaningsih Olvaningsih; Hatijar Hatijar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1058

Abstract

Konseling antenatal merupakan pintu gerbang utama untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan kontrasepsi segera setelah melahirkan. Edukasi yang dilakukan pada antenatal trimester III terbukti lebih efektif karena ibu telah memiliki kesiapan mental menghadapi persalinan. Penggunaan metode kontrasepsi pascasalin merupakan strategi krusial untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan mengatur jarak kelahiran yang ideal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas intervensi konseling antenatal trimester III terhadap peningkatan cakupan pemilihan metode kontrasepsi pascasalin. Desain penelitian ini adalah Pre-Experimental dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design dengan mengguakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah pemberian konseling antenatal trimester III terhadap peningkatan cakupan pemilihan metode kontrasepsi pascasalin. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian konseling antenatal pada trimester III terbukti sangat efektif dalam meningkatkan cakupan pemilihan metode kontrasepsi pascasalin di wilayah kerja Puskesmas Lebiti . Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik (p-value < 0,05) pada pemilihan metode kontrasepsi setelah diberikan intervensi konseling.
Hubungan Beban Keluarga Dan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Lansia Menjalani Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Pandanwangi Starla Wyanti Resdianto; Nurul Hidayah; Supono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1073

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan jangka panjang terhadap terapifarmakologis dan non-farmakologis. Namun, kepatuhan lansia dalam menjalani terapi diabetes masih menjadipermasalahan utama yang menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol, komplikasi, hingga kematian.Kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya beban keluarga dan efikasi diri. Keluarga sebagaipendukung utama berperan penting dalam perawatan lansia, namun beban fisik, emosional, dan finansial yangberlebihan dapat menurunkan kualitas dukungan. Selain itu, efikasi diri lansia menentukan keyakinan dankemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Metode: Penelitian ini menggunakan desaindeskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 235 pasien besertapendapingnya, dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan teknik purpovive sampling. Instrumenpenelitian menggunakan kuesioner Caregiver Burden Scale, Diabetes Management Self-Efficacy Scale, danModifikasi Morisky Medication Scale 8. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank danRegresi Linear Berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara beban keluarga dengankepatuhan lansia (p-value = 0,018; r = -0,194) serta hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan lansia (p-value = 0,0001; r = 0,269). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa beban keluarga dan efikasi diriberhubungan signifikan dengan kepatuhan lansia. Namun dilihat dari nilai koefisien korelasi, efikasi dirimerupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan beban keluarga dalam memengaruhi kepatuhan lansia. Olehkarena itu, diperlukan pemberian edukasi kepada keluarga dan lansia oleh petugas kesehatan untukmeningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam pengelolaan diabetes guna meningkatkankepatuhan menjalani terapi.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Di Bidang Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, Dan Kosmetik: Studi Pembentukan Duta, Penyuluh, Dan Kader Tahun 2021–2025 Hermaniar Hermaniar; Widihastuti Widihastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1078

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi memperluas akses masyarakat terhadap derasnya arus informasi dan beragamnya pilihan produk obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik (OBASKK). Pada saat yang sama hal ini meningkatkan potensi terhadap misinformasi, klaim berlebihan, promosi menyesatkan, yang berdampak pada pemilihan produk OBASKK yang tidak memenuhi persyaratan kemanan, mutu dan manfaat yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi pemberdayaan yang tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai mitra aktif pemerintah dalam perlindungan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi, capaian, faktor pendukung, tantangan, serta arah pengembangan kegiatan pembentukan duta, penyuluh, dan kader Direktorat PMPU OTSKK selama 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen laporan tahunan sebagai sumber utama, didukung dokumen kebijakan dan literatur yang relevan, dengan tahapan pengumpulan data, reduksi, perbandingan antar tahun, dan interpretasi berdasarkan konsep pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya 1.201 agen perubahan yang terdiri atas 25 Duta Jamu Aman, 285 Duta Kosmetik Aman, 82 penyuluh, dan 809 kader, dengan jangkauan, edukasi dan informasi (KIE) sebanyak 2.081.929 masyarakat atau rata-rata sekitar 1.733 orang per agen perubahan. Kegiatan berkembang dari pendekatan berbasis Duta melalui Program BPOM Goes to School/Campus menuju penguatan penyuluh dan kader melalui Program BPOM Goes to Community. Keunggulan program terletak pada efek pengganda, struktur pendampingan berjenjang, materi terstandar, dukungan UPT Badan POM, pemanfaatan aplikasi pelaporan SiKerja Duper, dan kolaborasi lintas sektor. Data penelitian didominasi indikator keluaran dan belum mengukur perubahan pengetahuan, sikap, perilaku, serta intensitas pelaporan masyarakat. Karena itu, program perlu diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan, pelaporan real time, serta penguatan monitoring dan evaluasi yang berbasis outcome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan agen perubahan merupakan strategi penting untuk memperluas edukasi, memperdalam keterlibatan komunitas, dan memperkuat pengawasan partisipatif di bidang OBASKK.
Efektivitas Kombinasi Kompres Hot Water Bag Dan Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Dismenore Remaja Putri Di SMAN 1 Busang Alisia Alisia; Besse Lidia; Ryzky Diah Anggraini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1088

Abstract

Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup, konsentrasi belajar, serta aktivitas sehari-hari. Data menunjukkan bahwa 80% siswi SMAN 1 Busang mengalami nyeri setiap bulan namun belum mengetahui cara penanganan non-farmakologi yang tepat. Mengetahui efektivitas kombinasi kompres hot water bag dan terapi musik klasik terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMAN 1 Busang. Penelitian kuantitatif dengan quasi-experimental desain pretest-posttest with control group. Populasi adalah remaja putri di SMAN 1 Busang dengan sampel sebanyak 46 responden yang dibagi menjadi 23 kelompok intervensi dan 23 kelompok kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Seluruh responden kelompok intervensi (100%) mengalami penurunan nyeri dari rata-rata 5,61 (nyeri sedang) menjadi 2,61 (nyeri ringan). Uji Wilcoxon kelompok intervensi menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,000 dengan Mean Rank kelompok intervensi 34,37 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol 12,63. Kombinasi kompres hot water bag dan terapi musik klasik terbukti efektif dalam menurunkan intensitas dismenore pada remaja putri di SMAN 1 Busang.
Hubungan Gaya Hidup Sehari-Hari Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Mendapat Pengobatan Enna Azizah Rachmawati; Imam Subektii; Arief Bachtiar; Maria Diah Ciptaning Tyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1089

Abstract

Gaya hidup memiliki peran penting dalam pengelolaan DM tipe 2. Gaya hidup yang tidak sehat masih menjadimasalah utama dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2), terutama pada pasien yang sudahmenjalani pengobatan namun tetap mengalami kesulitan menjaga kadar gula darah dalam batas normal.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaya hidup sehari-hari dengan kadar gula darah pada penderitadiabetes melitus tipe 2 yang mendapat pengobatan di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang pada bulan Oktober2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional yang menggunakan dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data variabelgaya hidup sehari-hari diukur menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Septiyani (2020) mencakup aspek polamakan, aktivitas fisik, tingkat stres, dan perilaku merokok. Sedangkan variabel kadar gula darah diukur melaluipemeriksaan gula darah puasa. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Spearman Rankdengan tingkat signifikansi &lt; 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki gaya hidupkurang baik sebanyak 59 orang (79,7%) dan kadar gula darah tinggi (&gt;126 mg/dL) sebanyak 62 orang (83,8%).Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,000 (p&lt;0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikanantara gaya hidup sehari-hari dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2 yang mendapat pengobatan.Diharapkan puskesmas melibatkan aktif penderita DM tipe -2 untuk memantau gula darah dan gaya hidup secaramandiri untuk membantu pasien mengontrol kadar gula secara efektif.
Pengaruh Kombinasi Pijat Effleurage Dan Herbal Compress Ball Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di Klinik Kusuma Samarinda Isyah Aprilya Nur Fitri; Ryzky Diah Anggraini; Fitriana Sindi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1090

Abstract

Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari ibu hamil. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri punggung adalah kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball, yang bekerja melalui mekanisme relaksasi otot, peningkatan sirkulasi darah, serta stimulasi pelepasan endorfin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball terhadap intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Kusuma Samarinda. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 48 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling, terdiri dari 24 kelompok intervensi dan 24 kelompok kontrol. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Rata-rata intensitas nyeri pada kelompok intervensi menurun dari 3,42 sebelum intervensi menjadi 2,67 setelah diberikan kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat penurunan nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi (p = < 0,000), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan (p = 0,083). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = <0,000), sehingga kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball lebih efektif menurunkan nyeri punggung dibandingkan edukasi menggunakan leaflet. Kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Kusuma Samarinda dan dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam pelayanan antenatal.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Lama Menderita Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Pada Lansia Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Mulyorejo Kota Malang Malika Amalia Putri Susanto; Joko Wiyono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1099

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami olehlansia dan memerlukan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan minum obatantihipertensi menjadi faktor utama dalam pengendalian tekanan darah danpencegahan komplikasi. Tingkat pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta lamamenderita penyakit diduga memengaruhi kepatuhan dalam menjalani terapi, namunpada praktiknya masih ditemukan lansia yang belum patuh minum obat secarateratur. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungantingkat pengetahuan dan lama menderita hipertensi dengan kepatuhan minum obatantihipertensi pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo KotaMalang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatifkorelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruhlansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Kota Malang sebanyak 394orang. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang diambil menggunakanteknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkatpengetahuan, lama menderita hipertensi, dan kuesioner MMAS-8 untuk mengukurkepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. HasilPenelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar respondenmemiliki tingkat pengetahuan cukup, lama menderita hipertensi lebih dari limatahun, dan tingkat kepatuhan minum obat berada pada kategori sedang. Analisisbivariat menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengankepatuhan minum obat antihipertensi serta terdapat hubungan antara lamamenderita hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan lama menderitahipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Saran: Tenaga kesehatandiharapkan dapat meningkatkan edukasi kesehatan dan pendampingan terapi yangberkelanjutan serta disesuaikan dengan tingkat pengetahuan dan lama menderitahipertensi pada lansia guna meningkatkan kepatuhan minum obat.
Pengaruh Prenatal Yoga Dengan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester II Dan III Di Yogyakarta Evi Apriani; Andri Nur Sholihah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1109

Abstract

Nyeri punggung sering terjadi pada ibu hamil trimester II dan III akibat perubahan fisiologis. Di Indonesia, sekitar 60–80% ibu hamil mengalaminya. Salah satu terapi nonfarmakologis adalah prenatal yoga. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester II dan III di Yogyakarta. Desain penelitian pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest, sampel 33 responden. Hasil menunjukkan penurunan nyeri dari mayoritas nyeri sedang menjadi nyeri ringan dan tidak nyeri. Uji Wilcoxon menunjukkan p value 0,000 (p<0,05), sehingga prenatal yoga berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri punggung.
Hubungan Perilaku Picky Eater Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Prasekolah Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Jetis II Bantul Yogyakarta Nur Muthi'ah; Andri Nur Sholihah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1113

Abstract

Perilaku picky eater merupakan salah satu permasalahan makan yang sering terjadi pada anak usia prasekolah dan dapat berdampak pada kecukupan asupan zat gizi serta status gizi anak. Masa prasekolah merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, sehingga gangguan perilaku makan berpotensi menimbulkan masalah gizi apabila tidak ditangani dengan tepat. Studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Jetis II Bantul Yogyakarta menunjukkan masih ditemukannya anak dengan status gizi bermasalah serta variasi perilaku makan, termasuk kecenderungan picky eater. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku picky eater dengan status gizi pada anak usia prasekolah di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Jetis II Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia prasekolah (3–5 tahun) yang terdaftar dan aktif mengikuti kegiatan Posyandu sebanyak 451 anak, dengan jumlah sampel 82 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Perilaku picky eater diukur menggunakan Child Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ), sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U) menggunakan nilai z-score. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak termasuk dalam kategori picky eater (54,9%) dan mayoritas memiliki status gizi normal (72%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi anak usia prasekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pemantauan dan pengelolaan perilaku makan anak untuk mencegah masalah gizi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
The Relationship Between Nurses’ Knowledge of Infection Prevention and Hand Hygiene Compliance: A Health Belief Model Approach at Oe-Kussi Referral Hospital Manuela Monalisa Lindalva Pui; Gipta Galih Widodo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1114

Abstract

Background: Healthcare-associated infections remain a major patient safety concern, and inadequate hand hygiene contributes to their transmission. Nurses’ knowledge of infection prevention may influence risk perceptions and adherence to hand hygiene practices. Research Objective: This study examined the relationship between nurses’ knowledge of infection prevention and hand hygiene compliance using the Health Belief Model as a conceptual framework at Oe-Kussi Referral Hospital. Methods: A quantitative cross-sectional correlational study was conducted among 30 registered nurses selected through purposive sampling. Knowledge was assessed using a structured questionnaire, whereas hand hygiene compliance was measured through direct observation using a checklist based on World Health Organization recommendations. Data were analyzed using descriptive statistics, the Chi-square test, and Spearman rank correlation, with statistical significance set at p<0.05. Results: Twenty-five nurses (83.3%) had good knowledge of infection prevention, and 20 nurses (66.7%) were compliant with hand hygiene practices. Knowledge level was significantly associated with hand hygiene compliance (p=0.012). A strong positive correlation was also identified between knowledge and compliance (r=0.62; p<0.001). Conclusion: Better knowledge of infection prevention was significantly associated with higher hand hygiene compliance among nurses at Oe-Kussi Referral Hospital. Continuing education should be supported by regular monitoring and organizational measures to promote consistent adherence to hand hygiene practices.

Page 92 of 107 | Total Record : 1062